
Jiang Yifei perlahan membuka matanya, pandangan pertama gadis itu adalah melihat seorang lelaki yang rupawan. Mata Jiang Yifei langsung terbuka lebar dan buru-buru menjauhi laki-laki itu saat mengetahui situasinya.
"Kau-! Apa yang kau lakukan padaku?!" Jiang Yifei langsung menyilangkan kedua tangan di tubuhnya, berpikir Zhou Yuan telah melakukan sesuatu padanya.
"Seharusnya aku yang berkata demikian, Tuan Putri apa yang kau lakukan tidur disini?"
Wajah Jiang Yifei perlahan memerah, ia jadi teringat semalam ketika Zhou Yuan sudah tertidur dirinya secara diam-diam duduk di dekat laki-laki tersebut.
Awalnya Jiang Yifei hanya ingin merasakan suasana luar saja seperti yang dikatakan pemuda itu, dia tidak menduga akan tertidur bahkan sampai bersandar di bahunya.
"Pokoknya, apapun yang terjadi hari ini jangan beritahukan siapapun, kau akan membayarnya jika berani membeberkannya!" Jiang Yifei menunjuk Zhou Yuan dengan nada mengancam, berusaha menutupi kegugupannya.
Jiang Yifei kemudian buru-buru berbalik ke dalam rumahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus.
Zhou Yuan tertawa kecil sambil menggeleng pelan melihat kelakuan gadis itu, ia kemudian pergi dari kediaman gadis tersebut dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Hei, apa kau sudah mendengar pendekar Pedang Merah akan datang ke istana hari ini?"
"Bukankah seharusnya yang datang adalah Patriak Yue dari sekte Bambu hijau? Kau salah informasi tahu?"
"Tidak, aku serius. Senior Xiao memang akan datang ke sini."
"Hm? Kalau begitu boleh jadi keduanya akan datang kesini, beberapa hari terakhir ini sudah banyak tamu yang mendatangi istana. Tidak menutup kemungkinan mereka juga diundang ke istana."
Zhou Yuan mendengar pembicaraan dua kasim yang berjaga di depan pintu kamarnya, dua kasim itu sebenarnya berbicara dengan nada pelan namun Zhou Yuan yang memiliki indra pendengaran tajam tetap bisa mendengarnya di kamarnya.
"Pendekar Pedang Merah... Patriark Yue dari Sekte Bambu Hijau... Sepertinya aku mengenal keduanya?"
Kalau Zhou Yuan tidak salah dua orang yang dibicarakan kasim itu adalah Xiao Fan dan Yue Jian, pertemuan besar yang diadakan oleh Jiang Qisha memang mengundang orang-orang penting saja dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya, Zhou Yuan tidak menduga kedua sosok yang ditemuinya itu akan datang kesini.
Zhou Yuan keluar dari kamarnya saat mendengar kabar tersebut, ia ingin melihat kedatang dua jagoan itu.
Yue Jian maupun Xiao Fan sama-sama pendekar tingkat tinggi yang menitik beratkan kemampuannya pada pedang, mereka menduduki sebagai sepuluh jagoan besar di Kekaisaran Bulan.
Tidak mudah untuk bertemu keduanya karena mereka mempunyai jabatan tinggi di klan ataupun sekte.
"Aku mendengar percakapan kalian, kapan mereka akan kesini?" Zhou Yuan bertanya pada dua kasimnya.
Dua kasim itu saling pandang, padahal keduanya berbicara dalam keadaan berbisik tetapi tidak menyangka Zhou Yuan dapat mendengarnya. Hal ini membuat kedua kasim itu berpikir telah berbincang dengan suara yang keras.
"Kalau tidak salah mereka akan datang hari ini Tuan muda, di pintu masuk istana sudah ada beberapa pelayan yang akan menyambut keduanya..."
Zhou Yuan mengangguk pelan, ia memilih pergi ke sana untuk melihat mereka sementara dua kasim itu mengikuti Zhou Yuan setelahnya.
***
Zhou Yuan bersama dua kasimnya tiba di pintu masuk istana, mereka menemukan sudah ada banyak pelayan yang berjajar rapih dan siap menyambut dua jagoan tersebut.
Zhou Yuan juga melihat Xi Jinxue dari jauh, sama seperti dirinya, gadis itu juga ingin melihat Xiao Fan dan Yue Jian secara langsung.
Sekitar lima belas menit kemudian dua orang yang dimaksud akhirnya datang secara bersamaan dengan memakai kuda. Yue Jian serta Xiao Fan memasuki istana.
"Saudara Fan, Saudara Yue, maaf harus melakukan pertemuan ini mendadak..." Jiang Qisha menyalami kedua jagoan itu.
"Yang Mulia tidak perlu merasa bersalah, sudah sejak lama juga aku tidak kesini." Xiao Fan tersenyum lembut sambil melihat sekitar istana.
"Saudara Fan benar, lagi pula aku juga ingin melihat dunia luar. Tinggal di sekte begitu lama membuatku bosan." Yue Jian tertawa renyah.
Dilihat dari luar saja seseorang akan menyadari hubungan ketiganya cukup baik meski jarang bersama, gelar sebagai jagoan sepuluh besar membuat hubungan mereka jadi lebih dekat.
Jiang Qisha membawa Xiao Fan dan Yue Jian ke dalam istana, di sana sudah ada jamuan untuk keduanya.
Zhou Yuan mengamati semua itu dari jauh, ia sempat berpikir untuk menyapa Xiao Fan atau Yue Jian namun situasinya tidak tepat.
'Kalau tidak salah pertemuan besar itu akan terjadi sekitar lima hari lagi, itu berarti akan ada banyak pendekar tingkat tinggi yang datang kesini...' Melihat kedatangan Xiao Fan dan Yue Jian menyadarkan Zhou Yuan tentang situasinya.
Berkumpulnya para pendekar tinggi di satu tempat sangatlah jarang terjadi di dunia persilatan, Zhou Yuan yakin cepat atau lambat ada pendekar lain yang datang kesini dan memiliki kekuatan tidak kalah dengan Xiao Fan dan Yue Jian.
Dihari berikutnya dugaan Zhou Yuan benar, ketika ia ingin melihat lagi dipintu masuk istana, ada tamu lain yang baru mendatangi istana tetapi kali ini tamu tersebut adalah 3 orang perempuan yang memakai gaun merah.
Pandangan Zhou Yuan tertuju pada salah satu perempuan yang ada di rombongan tamu tersebut. Dia merasakan aura hebat di dalam tubuhnya yang sengaja disembunyikan.
"Hm, bukankah perempuan yang ditengah itu berasal dari klan Chu, kalau aku tidak salah namanya Chu Guyu..."
"Chu Guyu kau bilang! Aku tidak menduga bisa melihatnya secara langsung disini."
Zhou Yuan mendengar perkataan kasim itu, ia belum pernah mendengar nama Chu Guyu jadi menanyakannya pada mereka.
"Chu Guyu adalah pendekar perempuan yang seperti Xiao Fan dan Yue Jian, kekuatannya hampir menyamai mereka tetapi Chu Guyu lebih muda dari pada keduanya..."
Dari dua kasim itu Zhou Yuan paham bahwa perempuan yang disebut Chu Guyu merupakan jenius beladiri di eranya karena diumurnya yang ke enam puluh tahun ia bisa menerobos ke Alam Cahaya.
Dengan tenaga dalamnya, Chu Guyu tampak lebih muda dari usia aslinya, terlihat seseorang yang berusia 40 tahunan tetapi parasnya tetap cantik dan menarik.
Kini usia Chu Guyu sudah tujuh puluh tahun, diumur yang demikian ia sudah diakui sebagai sepuluhan jagoan terhebat di Kekaisaran Bulan, berbeda dengan Xiao Fan dan Yue Jian yang telah berumur seratus tahun lebih.
Di dunia persilatan kejadian seperti Chu Guyu memang sangat langka, rata-rata seorang pendekar yang memiliki bakat bagus sekalipun bisa mencapai Alam Cahaya dikisaran usia 70-90 tahunan.
Sementara yang tidak terlalu jenius bahkan boleh jadi tidak bisa mencapai yang namanya Alam Cahaya.
Salah satu contohnya adalah Zhou Bing, dia sudah puluhan tahun di Alam Kristal namun tidak ada tanda-tanda akan bisa menerobos ke Alam Cahaya.
Itu karena ada perbedaan besar untuk menerobos dari Alam Kristal ke Alam Cahaya. Tidak semua pendekar bisa menerobos ke sana dalam kehidupannya karena memang sangat sulit dilakukan.
Zhou Yuan saja kalau tidak dibantu gurunya di kehidupan pertama tidak mungkin bisa mencapai pendekar Alam Cahaya.