Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 161 — Jiang Yifei Vs Chu Lingxi


Meski menyadari kenyataan pahit bahwa senjatanya bisa ditahan mudah oleh Liu Yuwen, Gong Yun tetap mengayunkan gadanya dengan lebih kuat.


Yuwen disisi lain masih memilih diposisi bertahan walau sedikit demi sedikit tubuhnya mulai bergeser akibat menahan beban gada Gong Yun, Yuwen seperti tidak mengalami kesakitan meski telah menahan pukulan gada belasan kali.


"Ini tidak mungkin, aku tidak percaya!"


Gong Yun terus menyerang Yuwen, kali ini dia mengalirkan tenaga dalam pada gadanya membuat serangannya meningkat kuat beberapa kali lipat.


Yuwen tidak tinggal diam, ia kemudian mengubah pertahanannya menjadi sebuah kepalan tangan, ketika gada itu terayun ke arahnya ia menyambut gada tersebut dengan tinju tangannya yang kini sudah berubah menjadi logam.


Tinju Yuwen dan gada beradu, menciptakan suara benturan yang keras. Jantung Gong Yun berdetak jauh lebih cepat saat menyadari ada retakan halus dari senjatanya.


Gada Gong Yun memang bukan pusaka namun senjata tersebut setidaknya memiliki kualitas yang tinggi dan sulit untuk dirusak namun tinju Yuwen justru bisa merusaknya dengan mudah.


"Aku menolak kenyataan ini, kau harus kalah di tanganku!"


Tanpa peduli kondisi senjatanya, Gong Yun terus menghantamkan gadanya ke Yuwen yang kembali lagi disambut pemuda itu dengan tinjunya.


Serangan keduanya terus beradu hingga beberapa kali, gada yang di pegang Gong Yun semakin mengalami kerusakan dan retakkan halusnya kian melebar.


Yuwen mengalirkan tenaga dalam yang jauh lebih besar dari sebelumnya lalu mengayunkan tinjunya dengan kuat, benturan selanjutnya bukan hanya mengalami keretakan tetapi gada Gong Yun hancur berkeping-keping.


Gong Yun mundur dua langkah, lututnya terasa lemas ketika senjata kebanggaannya hancur berserakan


Tidak pernah terpikirkan dalam mimpinya sekalipun gada besarnya akan hancur oleh kepalan tangan seseorang.


Sebelum Gong Yun bereaksi lebih jauh, Yuwen segera bergerak cepat dan memukul perut Gong Yun.


Isi perut Gong Yun serasa ingin keluar, ia muntah darah sesaat sebelum kemudian pandangnya menjadi kabur dan tak sadarkan diri.


Xiong Bian segera menghentikan pertarungan takut Liu Yuwen bertindak lebih jauh, Xiong Bian memeriksa kondisi Gong Yun, dia terkejut menyadari pukulan Yuwen telah membuat beberapa tulang rusuk Gong Yun patah.


"Seberapa besar kekuatan fisik putra Kaisar Matahari ini..." Xiong Bian menghela nafas, ia kemudian menyuruh beberapa panitia membawa Gong Yun agar cepat bisa diobati.


Biarpun mengalami patah tulang, Gong Yun masih dikatakan baik-baik saja dan bisa dipulihkan kembali.


Xiong Bian kemudian menoleh ke arah Zhou Yuan yang duduk di kursi peserta, ia jadi teringat kekuatan fisik pemuda itu yang tak kalah mengerikannya.


Yang membedakan Yuwen menggunakan elemen logam untuk memperkuat kekuatan pukulannya sementara Zhou Yuan murni dengan tenaga fisiknya.


Xiong Bian tidak menunggu lagi dan mengumumkan kemenangan Yuwen, pertandingan selanjutnya akan diisi oleh Jiang Yifei melawan Chu Lingxi, seorang gadis itu yang memakai panah sebagai senjatanya.


"Fei'er, berhati-hati pada serangan panahnya yang bisa menciptakan ledakan, sebisa mungkin kau menghindar dari pada menyambutnya..." Zhou Yuan memberi nasihat pada gadis itu.


Yifei mengangguk, ia sudah melihat kemampuan Chu Lingxi sebelumnya. Ia sudah mempersiapkan beberapa cara untuk melawan gadis panah itu.


Yifei menaiki arena pertandingan begitu juga dengan Chu Lingxi yang tak lama naik setelahnya.


Chu Lingxi segera mengambil jarak dengan Yifei bahkan sebelum Xiong Bian memulai pertarungan.


"Benar, kemampuan gadis pemanah itu tidak bisa diremehkan, aku tidak pernah melihat dia meleset dalam bidikannya."


"Meskipun demikian kemampuan gadis berambut pink itu juga sama kuatnya, bukankah di pertarungan sebelumnya dia bisa membuat pertahanan dengan api birunya. Gadis pemanah itu mungkin bukan tandingannya sekarang..."


Para penonton menyadari pertarungan kali ini akan terkesan berbeda, kemampuan panah sangat jarang ditemui di dunia persilatan karena penggunaannya yang sulit sementara disisi yang sama, elemen api biru Yifei juga sangat menarik perhatian orang lain.


Xiong Bian meniupkan peluitnya sesaat kemudian, tanpa menunggu lagi Chu Lingxi segera menembakkan beberapa anak panah.


Yifei menghindari panah-panah itu sebelum kemudian mencabut pedang yang ada di pinggangnya, saat itulah para penonton menyadari Yifei membawa pedang di pertandingan kali ini.


Yifei menyelimuti pedangnya dengan api biru dan bergerak mendekati Chu Lingxi, berniat menghadapi gadis itu dalam pertarungan jarak dekat.


Tentu Chu Lingxi menyadari hal tersebut jadi dengan kelincahan kakinya ia segera menjauhi Yifei dan terus mengambil jarak dengannya.


Yifei berdecak kesal, harus ia akui kecepatan kakinya lebih lambat dibandingkan Chu Lingxi.


Rencana Yifei yang ingin mengalahkan gadis panah itu dalam jarak ternyata gagal namun Yifei mempunyai cara lain.


Yifei menyarungkan kembali pedang ke dalam sarungnya lalu ia mulai menggunakan teknik api biru, dari kedua telapak tangannya Yifei memunculkan dua bola api yang perlahan melayang di udara dan terbang di dekat gadis itu.


Yifei menunjuk Chu Lingxi, seketika dua bola api itu bergerak ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Mata Chu Lingxi melebar, ia menarik dua anak panah dan menembakkan secara bersamaan untuk menghancurkan bola-bola api tersebut.


Sasaran Chu Lingxi sangat tepat sasaran namun ia tidak akan menduga dua bola api itu akan bergerak meliuk dan menghindari anaknya panahnya.


"Kau becanda-!"


Chu Lingxi terkejut serangan bola api Yifei bisa menghindari seperti itu seolah mereka mempunyai pikiran sendiri. Gadis itu segera berlari untuk menghindari bola api tersebut namun bola api itu seolah tidak membiarkannya pergi dan terus mengejarnya.


Kecepatan Chu Lingxi memang sangat gesit, dia bisa mengimbangi kecepatan bola api yang mengejarnya.


Gadis panah itu bahkan mulai menarik benang busurnya setelah ada jarak dengan bola api itu lalu menembakkan beberapa anak panah pada Yifei.


"Terlalu lambat..." Yifei mendengus kesal sambil menghindari anak panah itu.


Biarpun Chu Lingxi menggunakan serangan tipuan yang membuat anak panahnya berbelok namun Yifei bisa menghindari hal tersebut dengan mudah.


Berkat sering bertanding duel melawan Zhou Yuan, Yifei jadi lebih berpengalaman dalam menghadapi situasi pertarungan.


Yifei menciptakan bola-bola api berikutnya, kali ini ia membentuk empat bola api sekaligus. Yifei kemudian menggerakkan mereka untuk mengejar Chu Lingxi. Sekarang ada enam bola api yang mengikuti gadis panah itu.


"Kau pasti becanda-!"


Chu Lingxi mengumpat, dua bola api saja sudah membuat kerepotan apalagi sekarang yang menjadi enam. Chu Lingxi memutarkan otaknya agar bisa menghindari situasi ini namun ia menyadari hal tersebut bukan perkara mudah.