
"Ini lebih berbeda dari yang aku duga..." Zhou Yuan bergumam pelan melihat situasi di depannya.
Keduanya telah pergi meninggalkan Kota Hana beberapa hari lalu, usai berpamitan pada walikota, Zhou Yuan dan Zhou Bing kembali melanjutkan perjalanannya yang sedikit tertunda akibat konflik dengan Salju Abadi sebelumnya.
Jiang Qisha lebih dulu meninggalkan kota Hana jauh sebelum Zhou Yuan, Kaisar Bulan itu harus bergegas ke ibukota untuk menindak lanjuti perbuatan Salju Abadi.
Ketika mereka sampai di Sekte Bambu Hijau, Zhou Yuan dan Zhou Bing dikejutkan dengan antrian panjang manusia yang ingin masuk ke dalam sekte tersebut.
Sekte Bambu Hijau umumnya tidak seramai ini di setiap harinya tetapi karena kompetisi besar yang mereka adakan, sekte itu kini jadi lebih hidup dan meriah.
Sekte Bambu Hijau memang didirikan di tempat yang jauh dari kawasan penduduk, keberadaannya terletak di dekat gunung bambu tak jauh dari sekte itu berada.
Gunung bambu adalah lokasi tempat kompetisi akan dimulai, Zhou Yuan dapat melihat gunung itu di lokasi berdirinya sekarang, ia terletak di belakang sekte.
"Kudengar Sekte Bambu Hijau mengundang banyak peserta di kompetisi tahun ini, melihat dari panjang antriannya sepertinya kabar itu memang benar." Zhou Yuan mengelus dagunya pelan.
Sekte Bambu Hijau mengundang berbagai pendekar generasi muda di Kekaisaran Bulan untuk mengikuti kompetisi ini. Selain hadiahnya adalah anggrek bulan itu sendiri, ada berbagai hadiah lain yang akan diberikan sekte baik itu berupa uang maupun sumberdaya.
Zhou Yuan mengetahui bahwa hadiah paling utama dari kompetisi ini bukanlah materinya tetapi popularitas yang didapatkan.
Siapapun yang akan menang nanti, pendekar itu akan terkenal di dunia persilatan termasuk dengan nama dan latar belakangnya. Alasan yang sama kenapa banyak orang ingin daftar di kompetisi yang diadakan Sekte Bambu Hijau tersebut.
"Yuan'er, kita harus menunggu beberapa saat disini." Zhou Bing tidak punya pilihan selain keduanya harus ikut mengantri.
Zhou Yuan mengangguk. "Kakek, Yuan mengerti."
Orang-orang mengantri ini adalah mereka yang ingin ikut daftar kompetisi. Ada berbagai kalangan dari mereka, dimulai dari pendekar yang berasal dari sebuah sekte, keluarga bangsawan, sebuah klan, sampai pendekar bebas.
Mereka yang mendaftar harus berusia di bawah 20 tahun, karena jumlah anak muda di kompetisi ini sangat banyak maka Sekte Bambu Hijau akan melakukan seleksi penyisihan untuk mengurangi para pesertanya.
Saat Zhou Yuan dan Zhou Bing masih mengantri, dari arah belakangnya, tiba-tiba terdengar seseorang yang berteriak lantang.
"Minggir! Semuanya minggir! Kereta ini berasal dari Keluarga Xi, jika kalian tidak ingin membawa masalah, segera menyingkir!"
Sebuah kereta kuda mewah bergerak dengan kecepatan penuh dan memecah belah antrian, orang yang berteriak lantang sebelumnya adalah kusir kereta tersebut.
Tanpa memikirkan orang yang mengantri di depannya, kusir kereta terus melajukan kecepatannya tanpa menguranginya sedikitpun, beberapa orang yang tak sempat menghindar tertabrak kereta tersebut.
Ada seorang laki-laki yang di dalam kereta itu, usianya sekitar sembilan belas tahunan, memiliki wajah rupawan dan memancarkan aura kharisma. Saat ini ia memegang kipas sambil melihat para pengantri yang di tabrak oleh keretanya.
Tanpa kepedulian yang berarti bahkan sambil tersenyum sinis, laki-laki yang berasal dari Keluarga Xi itu tetap meminta kusirnya terus melaju, sementara mereka yang mengantri di depannya tidak punya pilihan selain menggeser dan membiarkan kereta itu lewat.
Para pendekar yang mengantri tersebut bukan tidak bisa menghentikan keretanya tetapi mereka tidak mau berurusan dengan keluarga Xi yang merupakan salah satu dari keluarga bangsawan.
Zhou Yuan menghela nafas melihat kelakuan Keluarga Bangsawan tersebut, sikap arogansinya kepada orang biasa benar-benar terlalu memandang rendah.
Anggota Keluarga Bangsawan memang dididik secara berbeda ketika mereka masih kecil, diajarkan sopan santun serta rendah hati namun terkadang perasaan sombong tidak bisa terlepas dari hati manusia.
Faktor keluarga dan lingkungan adalah pemicu suatu karakter seseorang bisa terbentuk, masalahnya Keluarga Bangsawan tidak selalu memimpin rakyatnya karena penghormatan, beberapa dari mereka ada yang menjadi pemimpin karena ditakuti.
Keluarga Xi adalah salah satu keluarga bangsawan tersebut, karena kekuatan militer mereka yang besar membuat sebagian anggotanya lebih besar kepala bahkan menganggap bahwa mereka berbeda dengan manusia lainnya.
Zhou Yuan bisa saja menghentikan kereta itu tetapi memikirkan kakek serta keluarganya, lebih baik ia tidak menarik masalah yang tidak perlu.
"Keluarga Xi benar-benar arogan, apa mereka selalu bisa bertindak sesukanya di semua tempat!"
"Benar, keluarga bangsawan sekarang memang hanya ada orang-orang yang sombong, karena jabatan mereka menganggap lebih tinggi dari kita."
Zhou Yuan mendengar beberapa orang di depannya yang kesal dengan tindakan Keluarga bangsawan itu, mereka berasal dari sebuah sekte besar, merasa geram dengan kelakuan Keluarga Xi tersebut.
Faktanya di dunia persilatan, Keluarga Bangsawan memang lebih disegani dibanding orang-orang di sekte. Selain karena kekuatan mereka, pengaruh keluarga bangsawan sangat besar dan luas.
"Kedengar Keluarga Xi mengirimkan anak mereka yang paling berbakat dalam kompetisi ini, sepertinya orang yang ada di dalam kereta itu adalah Xi Yan." Zhou Bing mengenal seseorang yang ada di kereta itu.
"Xi Yan? Apa Kakek mengenalnya?"
Zhou Bing mengangguk sebelum menjelaskan bahwa Xi Yan adalah putra dari Ketua Keluarga Xi yang menjabat saat ini, dikatakan Xi Yan adalah pendekar generasi muda yang telah mencapai alam emas sebelum usia 20 tahun.
Zhou Yuan sempat mengukur kekuatan orang yang bernama Xi Yan itu beberapa detik, memang tingkatannya sudah berada di Alam Emas Tahap Awal.
Di dunia persilatan, mereka yang dikatakan berbakat, umumnya bisa mencapai pendekar Alam Emas di usia 20-30 tahunan ke atas. Sementara untuk mereka yang bakatnya biasa saja, dapat mencapai pendekar Alam Emas diusia 30-50 tahunan, hal itu tergantung kepada sumberdaya dan latihan yang dilakukan.
Zhou Yao adalah salah satu contoh pendekar berbakat yang telah mencapai Alam Emas dikala usianya 25 tahun. Di dunia persilatan, hal itu sangat sulit ditemui.
Mendengar bahwa Xi Yan berhasil menerobos ke Alam Emas di usianya yang masih belasan tahun, tentu membuat namanya terkenal namun bagi Zhou Yuan hal itu tidak terlalu mengejutkan baginya.
Setelah bertemu dengan Xiao Rou, menurut Zhou Yuan bakat Xi Yan tidak bisa disandingkan dengan gadis itu. Xiao Rou mungkin masih berada di Alam Perak sekarang tetapi saat ini dia masih berusia 15 tahun.
Zhou Yuan yakin dengan perkembangannya, Xiao Rou dapat mencapai alam emas di usia 17 tahun, lebih cepat dibandingkan laki-laki bernama Xi Yan itu.
Tentu saja menyampingkan itu semua, bakat Zhou Yuan tidak bisa disandingkan dengan mereka karena ia telah mencapai alam emas di usia 12 tahun.
Andai orang lain mengetahui pencapaiannya sekarang, mungkin ia akan terkenal di Kekaisaran Bulan atau bahkan di seluruh Benua Daratan Utara.