
Suasana mendadak ricuh, bagaimana bisa acara peragaan busana yang terbilang mewah ini mati lampu, konyol sekali. Dalam kekacauan nampaklah sebuah layar berbentuk persegi panjang menyala menampilkan tragedi yang sudah menimpa Alex.
Sebuah adegan kriminal yang tak pernah disangka oleh Karlina bisa terpampang didepan mata dan ditonton oleh banyak orang. Bagaimana bisa? Sedangkan rekaman sisi tv di apartemen tersebut sudah disembunyikan dengan aman.
Sebuah lampu led menyorot jelas pada Karlina, sehingga hanya nampak wanita itu saja yang terpampang jelas wajahnya. Suasana semakin terasa mencekam kala seorang wanita mulai mengeluarkan kata umpatan.
Ya, Alex sengaja memanfaatkan kelengahan Karlina dan Andra. Karlina yang dengan teganya memberitakan di media sosial kalau dirinya sudah putus dari Alex, karena Alex sudah berselingkuh dan meninggalkannya bahkan demi seorang wanita murahan.
Karlina sampai mengata-ngatai Alex hanyalah orang bodoh yang senang bermain dengan wanita dan dia pun merasa sudah menjadi korbannya.
Begitu juga Andra yang lebih fokus menganggap Alex itu sangat bodoh sehingga pria itu sama sekali tak bertindak akan kejahatan yang sudah mereka lakukan kepadanya, sampai-sampai Andra berpikir kalau Alex itu masih terpuruk akan rasa kecewanya pada Karlina yang sudah tega menghianatinya.
Nyatanya pemikiran itu kini salah besar. Alex tak sebodoh yang mereka kira, tanpa mereka ketahui dan sadari Alex menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk menyamar, menguntit apa-pun kegiatan Andra dan Karlina. Yang paling mengejutkannya lagi, Alex berhasil memiliki rekaman CCTV yang sudah mereka sembunyikan.
Dalam beberapa minggu ini Alex memang diam. Ia begitu santai karena merasa yakin kesombongan bisa membuat kelengahan pada musuh yang sedang berpesta akan keberhasilan, dan Alex tak salah tafsir. Karlina dan Andra benar-benar lengah dan sekarang adalah pembalasan yang tak perlu memakai jalan kekerasan.
Terjawablah sudah fitnah yang Karlina tebarkan dan kini ia sendiri yang menyantap hasilnya, sungguh sangat memilukan. Bahkan kini ada yang melempari Karlina dengan telur busuk sambil mengatainya wanita murahan.
"Alex! Kau!" Karlina berteriak histeris, pada pria yang kini membalas kesombongannya. Ternyata Alex lebih waspada dan lebih hati-hati, Karlina sudah salah menilainya.
"Apa, belum puas dengan kejutan yang aku berikan." Alex berucap tanpa berpindah dari posisi duduknya, ia memakai pengeras suara agar Karlina bisa lebih jelas mendengar amarah yang akan ia tumpahkan, dan Alex pun tetap disisi Sabrina menjaganya dari hal yang tak diharapkan.
Sedangkan Sabrina tertegun dari semenjak menyaksikan rekaman sisi tv itu, betapa berutalnya Karlina melukai pria yang dulu sangat mencintainya. Sabrina sampai meneteskan air mata, dulu sempat tak percaya akan ucapan Alex. Namun, kali ini Sabrina benar-benar mempercayainya.
Mendengar makian Karlina kepada Sabrina dan Alex membuatnya semakin terpojok oleh cibiran para penonton, apalagi emak-emak yang sangat membenci pelakor.
Kemalangan Karlina berlanjut kala kontrak kerja samanya batal dan semua aset miliknya sampai disita. Alex pun melakukan hal yang sama, semua barang yang pernah ia berikan seperti mobil, rumah, apartemen dan perhiasan mewah kini Alex meminta untuk dikembalikan. Karena ada yang lebih hak untuk mendapatkannya.
Semakin malu, Karlina benar-benar sudah sangat dipermalukan. Apalagi pihak berwajib kini sudah menyapa Karlina dengan senyuman sinis.