Hasrat Sang Majikan

Hasrat Sang Majikan
BAB. 112


"Maaf, Tuan Andra. Kami tak bisa bekerja sama dengan pria yang suka bermain wanita seperti anda. Akan seperti apa perusahaan kami nanti jika bergabung dengan orang tak bertanggung jawab." Pak Aryo selaku pemilik butik Naina collection merasa kecewa. Belum pernah ada komplen dari setiap pelanggannya selama bekerja sama dengan Mami Tiwi.


Justru Pak Aryo selalu merasa diuntungkan. Namun, semenjak Andra yang menggantikan posisi perusahan semuanya nampak kacau.


"Anda mau bilang saya tak becuh memimpin butik ini." Andra tersulut emosi, matanya memicing tajam.


"Saya juga merasa kecewa, desain mobil yang pernah saya minta itu juga kurang memuaskan. Hasil gambar sketsa mobil sport sangat tidak jelas dan banyak komplen juga. Sangat mengecewakan, selama bekerja sama dengan Tuan Alex. Kami selalu diuntungkan, bukan malah dirugikan." Pak Darwin juga ikut mencela dari hasil kerja samanya dengan Andra.


Andra mengebrak meja, tersulut emosi karena tak terima dibandingkan dengan Alex. Pria yang menurutnya tak bisa apa-apa itu, pria yang selalu diremehkan dan dianggap bodoh. Ternyata memiliki jiwa bisnis yang luar biasa sampai kliennya merasa kehilangan dan membuat Andra geram. Dan lagi maksudnya apa? Sebagai pemain wanita.


Apa kini Andra sedang dalam jebakan. Sampai tak menyadari semalam ia meniduri seorang wanita yang dianggapnya Sabrina. Tidak, Alex sudah tak memiliki antek kepercayaan. Semua bawahannya sudah bersekutu dengan Andra, apa mungkin masih ada yang setia? Rasanya mustahil.


Dengan amarah membara. Andra mengusir para rekan bisnisnya, membuat Pak Aryo dan Pak Darwin kecewa dan memutuskan tak akan pernah lagi bekerja sama dengan Andra.


"Pergi kalian semua, aku nggak butuh manusia licik yang hanya ingin untungnya saja," gertak Andra setelah kedua pria paruh baya meninggalkan ruangannya.


Menyesali apa yang sudah terjadi tadi malam. Andra tergoda oleh rayuan wanita yang menurutnya Sabrina, akan tetapi hal apa yang membuat dirinya sampai bergairah. Seolah ada sesuatu yang masuk ketubuhnya sampai membangkitkan hasratnya.


Apa diam-diam Alex punya rencana untuk membalas Andra. Waspada yang kini harus Andra lakukan.


Tepatnya jam empat sore. Dikediaman Andra sedang terjadi perdebatan, dimana para klien dan relasi tak terima dengan keputusan sepihak yang Andra buat.


"Maaf, kami tidak setuju dengan rencana Anda. Lebih baik kami undur diri bekerja diperusahaan ini!"


"Silahkan kalian pergi," balas Andra merasa puas, sebentar lagi perusahan milik Tanto Wijaya akan bangkrut dan menyisakan hutang yang besar.


Andra terpingkal. Biarkan perusahaan Alexander bangkrut, toh dia tidak akan merasa dirugikan. Hanya fokus pada perusahaan sendiri dan mengambil keuntungan.


Andra memang kini tepuk tangan. Tapi banyak hal yang tidak diketahuinya dari kecerdikan Alex dan Rey. Mata-mata setia Alex menjadi tangan kanan kepercayaan Andra. Hal itu memudahkan Alex mengetahui semua rencana licik pria itu.


Bahkan kini. Alex sudah memegang kembali surat kuasa asli milik Tanto. Berkas-berkas perusahaan yang di bobol Andra kini sudah dimilikinya lagi. Lengah karena serakah, membuat kehancuran Andra didepan mata.


Bukti kematian Tanto sebab rencana Andra sudah tercium oleh polisi. Semuanya tertata rapih tanpa cela, dibalik kesulitan Alex. Tuhan masih berbaik hari menolong dan memberi jalan kemudahan. Mengirimkan orang setia padanya yang dulu jadi tangan kanan sang papi yang setia.


Baktinya pada Tanto diwujudkan dengan mencari keberadaan Alex. Sampai rela jika harus kehilangan nyawa, sebagai balas budi atas kebaikan Tanto dulu.