
Maafkan author yang baru up lagi. Othornya kurang sehat. Doakan semoga author diberi kesehatan agar bisa selalu up. Beri juga dukungannya dengan memberi like dan komentar, hadiah juga vote nya, salam sayang dari author. ♥️♥️♥️♥️
♡<>♡<>♡<>♡<>♡<>♡
"Jangan pergi tetaplah disini, keinginan suamimu adalah perintah yang harus dilaksanakan," titah Alex mendekap Sabrina dan tak mau melepasnya.
Suami, dia menyadari dirinya sebagai seorang suami dan aku adalah seorang istri. Pria ini sungguhan atau sekedar main-main. Tidak, ini hanyalah sebuah permainan Alex dan Sabrina harus mengikuti permainannya juga.
"Baiklah, mulai sekarang kita adalah suami istri yang harmonis. Ingat, aku adalah istrimu dan kamu adalah suamiku," balas Sabrina, rasa bingung menghampiri dan ia segera menepisnya.
"Suami istri ya, baiklah kita coba menjadi suami istri yang sesungguhnya. Sekarang kita tidur sayang." Alex menarik Sabrina dan keduanya berbaring mesra ditempat tidur.
Aku ragu, pria ini seolah tak mempercayai sebuah ikatan pernikahan. Yang dia tahu hanya kemesraan diranjang saja. Apakah aki bisa mempercayainya?
Sabrina berperang dengan keraguannya sendiri. Jujur, kebersamaan selama dua hari ini bersama Alex membuat Sabrina nyaman. Ia merasa merasa kalau Alex sebenarnya pria yang baik dan romantis.
"Apa kamu betah tinggal disini?"
"Iya, aku merasa betah tinggal disini. Tempat yang nyaman dan jauh dari pertengkaran."
Alex membalikkan tubuh Sabrina yang memunggunginya, dan kembali memeluknya. "Apa selama ini aku terlalu kasar?"
Sabrina menganggukan kepala. "Dan seorang istri itu butuh perlindungan, bukan siksaan."
Keduanya saling tatap dan sebuah kecupan lembut Alex layangkan di bibir Sabrina.
"Sayangnya, kita tak bisa lama-lama tinggal disini. Pekerjaan sudah menungguku, lain kali kita kesini lagi bersama ...." Alex tidak melanjutkan ucapannya pria itu tersenyum penuh arti. Namun, tangannya mulai aktif menyentuh kesana kemari.
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah kembali. Sabrina merasa tegang, pikirannya tak tenang. Kedatangannya bersama Alex akan disambut makian oleh Karlina. Sabrina dan Alex belum mengetahui kalau Mami Tiwi sudah mengusir wanita itu.
Mobil mulai masuk garasi. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Bibi Ar dan Bibi An. Keduanya sudah bekerja kembali di rumah Alex atas perintah Mami Tiwi.
Alex membukakan pintu mobil untuk Sabrina, menggandeng tangan Sabrina masuk ke rumah. Rasa tak percaya kembali menyapa. Alex tak mungkin bisa semanis ini.
"Istirahatlah, aku akan menemui Rey dulu. Dia menunggu di apartemen." Alex mengusap lembut rambut Sabrina, pria itu segera pergi kembali dengan menaiki moge.
Ah, meleleh Sabrina jika Alex selalu bersikap manis kepadanya.
Yakin Alex menemui Rey? Pastinya, sepanjang perjalanan pulang. Alex bicara lewat ponsel bersama Rey, membahas masalah bisnis yang harus Alex selesaikan.
Menyadari kesepian rumah dari kebisingan suara Karlina. Sabrina menanyakan keberadaan wanita itu kepada Bibi Ar dan Bibi An. Kedua asistennya itu menjawab kalau Karlina sudah diusir oleh Mami Tiwi sampai semua barang-barang Karlina yang berada di rumah Alex diangkut semua dan tidak ada satu pun yang tersisa. Bibi An juga menceritakan pertengkaran yang terjadi diantara Karlina dan Mami Tiwi sampai terjadi saling dorong dan Karlina pun kalah. Juara taekwondo nggak akan kalah kalau hanya didorong dengan tangan yang lembek.
Sabrina tercengang ternyata sampai segitunya pertengkaran diantara Mami Tiwi dan Karlina, syukurlah wanita itu pergi tanpa harus ada pertengkaran dengan dirinya terlebih dahulu. Sabrina letih jita harus mengoceh. Dan kini ia sedang menikmati kebersamaan dengan Alex. Semoga kebahagianya ini bisa selamanya.
puas berbincang dengan kedua asistennya Sabrina menuju kamar segera membersihkan diri karena merasa bersalah setelah itu ia membaringkan tubuh di tempat tidur tak lama terdengar suara Getaran ponsel miliknya Sabrina segera meraih ponsel tersebut yang berada di Atas Bantal terdapat pesan dari Mami Tiwi.
"Nikmatilah kebersamaanmu dengan Alex, Mami sudah mengusir ulat bulu itu sejauh mungkin. Mami pastikan wanita itu tak akan berani menginjakkan kakinya lagi."
Sabrina merasa bahagia dengan kabar tersebut.
"Makasih, Mami. Aku sayang sama Mami."
"Mami juga sayang sama kamu."