Hasrat Sang Majikan

Hasrat Sang Majikan
BAB. 76


Alex melirik tajam, sedangkan Rey malah tertawa.


"Ini semua karena rencanamu, ngapain juga aku disuruh jadi Kang jamu segala." Alex sangat kesal pada asistennya itu.


"Jika tak menyamar akan sulit menemukan Non Sabrina," jawab Rey merasa bangga pada dirinya karena berhasil menemukan Sabrina.


Rey sengaja menyembunyikan identitas Alex agar bisa secepatnya menemukan sang istri tercinta, walaupun Alex belum mau mengakui cintanya. Namun, Rey tahu kalau Alex itu sangat mencintai Sabrina. Rey juga ingin membuktikan betapa liciknya Karlina dan wanita itu tak pantas untuk mendapatkan cinta Alex.


Demi membantu Alex. Rey rela berbohong kepada Mami Tiwi dan Rey juga yang sudah membocorkan tempat di mana Sabrina tinggal. Mami Tiwi yang sudah memberitahunya, terkadang Rey merasa sudah berhianat kepada Mami Tiwi dan Papi Tanto. Namun, mau bagaimana lagi. Rey ingin secepatnya membuka penglihatan Alex kalau wanita yang selalu dipertahankannya itu tak pantas untuk menjadi pendamping hidupnya.


Kalau masalah kekuatan otot tak bisa diragukan lagi, tapi masalah kekuatan otak dan hati sangat minim, sindir Rey dalam hati.


"Kamu menjelekkanku dalam hati 'kan, Rey?"


"Seharusnya Tuan itu berterimakasih kepadaku yang masih setia dan rela melakukan apa-pun demi kebahagiaan Tuannya."


Alex bangkit dari duduknya. Berdiri depan jendela kaca, netranya tertuju pada hamparan kebun teh yang luas. "Kamu benar, Rey. Ternyata Sabrina itu sangat berarti. Aku nggak bisa jauh dari gadis itu. Mami tak salah memilihkanku pendamping hidup." Tangan Alex mengulur menyentuh kaca, matanya terpejam seolah mencari jawaban pasti atas pilihannya.


Selama ini ia sudah terlalu jauh melangkah menuruti emosi dan cinta palsunya sendiri. Sekarang ia sudah memantapkan hatinya, menerima Sabrina sebagai pendamping terbaik untuknya.


"Aku akan mengutarakan cintaku kepada Sabrina. Namun, aku harus tahu dulu. Apakah Sabrina juga memiliki rasa yang sama?"


"Non Sabrina pasti memiliki rasa yang sama, Tuan. Mami dan Papi pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini."


"Jangan terburu memberi kabar kepada Mami, aku harus meluruskan dulu kesalah pahaman dengan Sabrina."


"Bagaimana dengan Karlina?" Rey berdiri tepat disamping Alex. Membuat Alex membalikkan badan menatap kearahnya.


"Biarkan waktu yang akan menjawabnya nanti."


Rey menepuk jidat, pasti akan kembali plin-plan setelah bertemu wanita bohainya yang seperti ulat bulu itu.


"Kenapa?" Alex menatap heran.


"Ada nyamuk yang menempel di jidatku," jawab Rey sekenanya.


"Aku masih perlu banyak bukti untuk meninggalkan Karlina." Alex kembali duduk sembari menyilangkan kaki.


Mata Rey berdelik. "Bukti apa lagi?"


"Bukti dengan mata kepalaku sendiri."


Rey meraung, kesal sekali rasanya melihat Alex yang selalu mengulur waktu menjauhi Karlina.


Alex mematikan sebatang rokoknya. "Aku tahu."


"Lantas, kenapa Tuan selalu mempercayainya."


"Aku sendiri yang akan memberinya pelajaran, karena dia meracuni Mami."


Rey menganga mendengar penjelasan Alex. Pantas saja selama dua minggu ini Mami Tiwi tak dapat dihubungi, ternyata dirawat di rumah sakit.


Alex menceritakan kronologi yang menimpa Mami Tiwi. Karlina menyuruh seorang wanita melamar bekerja menjadi asisten rumah tangga untuk menggantikan Bibi An yang sedang cuti untuk beberapa minggu. Tanpa curiga Mami Tiwi menerima dan disaat sarapan di pagi hari. Wanita itu mencampurkan racun pada makanan Mami Tiwi dan membuatnya hampir kehilangan nyawa.


Sedangkan disaat kejadian. Papi Tanto sedang keluar kota mengurusi bisnisnya, untungnya Bibi Ar datang tepat waktu bersama Mang Joni. Mereka berdua baru pulang dari pasar.


Sisi tv yang Alex pasang di dapur menjadi bukti kejahatan asisten tak tahu malu itu. Wanita yang bernama Ane itu awalnya bungkam, setelah Alex mengajaknya bernegosiasi. Wanita berusia kepala empat itu mau mengakui segalanya.


"Benar-benar gila wanita pujaanmu itu, Tuan," cibir Rey, mengingat betapa Alex memuja si ulat bulu tanpa batas.


Alex memang tergila-gila pada Karlina, wanita itu selalu bisa memuaskannya dalam segala hal. Membuat Alex tak bisa berpaling kepada wanita lain. Namun, semenjak kehadiran Sabrina. Ada rasa aneh yang Alex rasakan di hatinya. Sering bertengkar, menjahili, memaki dan yang paling indah saat bercinta dengan Sabrina. Membuat Alex menyadari adanya rasa cinta pada gadis yang selalu dikatai cupu itu.


Mengakui keterlambatannya, menyadari ke plin-planannya masalah hati. Alex ingin memperbaiki semua kegelapan di masa lalunya dengan gemerlap cahaya cinta di masa depannya bersama Sabrina.


Semenjak Rey memberi tahu Alex. Karlina berselingkuh bersama pria di hotel, Alex mulai menyelidiki kabar tersebut. Rey yang sudah lama mengabdi padanya tak mungkin sampai berkhianat.


"Terimakasih, Tuan."


"Untuk apa?"


"Sudah mau berubah untuk Nona Sabrina."


"Memang seharusnya aku merubah jalan hidupku."


"Tadinya kalau Tuan tak mau berubah. Aku yang akan menjadikan Nona Sabrina ratu hatiku."


"Sialan, Kau!" Alex mencengkeram kerah baju Rey.


"Ampun, Tuan." Rey mengacungkan jemari tengah dan telunjuk membentuk hurup V.


🌹


Selalu dukung novel ini ya, jangan lupa like dan votenya juga. Agar novel ini bisa banyak yang baca. Kasih komentarnya yang seru, baca komenan reader semua membuatku jadi semangat.