Hasrat Sang Majikan

Hasrat Sang Majikan
BAB. 80


Alex mencengkram kasar dagu Karlina. Wanita yang sangat pandai berakting itu terkejut dengan sikap kasar yang dilakukan Alex kepadanya. Setelah itu Alex mendorong tubuh Karlina agar menjauh darinya.


Rasa kesal menjalar dan sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Karlina. "Kau berniat membunuh Mami yang paling ku sayangi!" Mulut terdiam itu kini mengeluarkan suara.


Sedangkan Karlina berusaha mengelak dengan tuduhan yang Alex berikan. Namun, hal yang tak pernah Karlina sangka. Alex mempunyai bukti kuat untuk setiap kejahatannya selama ini. Karlina mengemis dengan penuh rayuan wanita itu benar-benar tak tahu malu, sudah mendapat tamparan pun seolah ia tak pernah salah.


"Justru Mamimu itu pantas mati, agar kita bisa bersama." Tanpa malu Karlina berseru seperti itu, membuat kemarahan Alex kembali memuncak dan menampar kembali pipi Karlina.


"Wanita sialan!" Alex menggertakan gigi rahangnya ikut mengeras, rasanya ia ingin menghabisi Karlina saat ini juga. Iya, Alex memang buta karena cinta yang membuatnya gelap mata dan hidup dalam kesesatan. Mengabaikan setiap kasih sayang orang tua, mengacuhkan istri yang begitu baiknya hanya demi membela Karlina.


Alex percaya hanya Karlina lah pendamping hidup yang terbaik untuknya. Meski Alex tahu dirinya bukanlah yang pertama bagi Karlina. Kenyataan Karlina sudah tak suci lagi Alex bahkan tak peduli. Karlina berjanji hanya Alex pria terakhir dalam hidupnya, yang terpenting untuk Alek saat itu adalah Karlina bisa selalu memuaskannya dalam segala hal. Sampai Alex tak pernah tergoda dengan wanita lain diluar sana, hanya sekedar kencan biasa dan tak pernah sampai bermain diranjang.


Kesetian Alex hanya untuk Karlina seorang. Namun, kedatangan Sabrina dalam hidup Alex membawa sedikit perubahan. Gadis itu telah menanamkan cahaya cinta, yang mulanya Alex ingin sekali menyakiti Sabrina dengan berbagai cara, tak bisa ia lakukan. Rasa kasihan selalu muncul apalagi jika Sabrina sudah menangis. Alex merasa tak tega.


Kali ini Alex tak bisa memaafkan Karlina lagi. Semua bukti yang Rey berikan tentang kebusukan Karlina terkuak nyata. Walau awalnya menolak kenyataan, wanita yang selama ini sudah dipertahankan adalah wanita hina yang hampir membuat kedua orang tuanya celaka. Dan hampir menghilangkan nyawa Sabrina juga.


Alex merasa frustasi dengan kenyataan sang pujaan hati. Untungnya saja Rey begitu setia, tak pernah menyerah memberikan bukti kelicikan Karlina yang hanya menginginkan hartanya saja.


Pakta lain yang membuat Alex sakit hati. Karlina sering bergonta-ganti pasangan tanpa sepengetahuannya dan berakhir dengan peraduan yang penuh gairah.


Sangat menjijikan. Alex terpedaya oleh seorang wanita murahan yang tak bisa menjaga kehormatannya dengan setia hanya pada satu orang kekasih saja. Alex sudah menjadi pria yang sangat bodoh. Bahkan kini Alex merasa jijik pada dirinya sendiri. Sebenarnya Alex malu pada Sabrina, akan tetapi Alex tak akan sanggup jika Sabrina sampai meninggalkannya.


Satu bulan menjadi Xander dan mengenal Sabrina, membuat Alex tak bisa melepaskan gadis itu untuk pria lain. Alex akan mempertahankan Sabrina walau kini gadis itu terus meminta cerai.


"Aku sialan!" tunjuk Karlina pada diri sendiri. "Bukannya kamu begitu tergila-gila pada wanita sialan ini," lanjutnya lagi penuh penekanan. "Dan yang kamu tampar ini bukannya dulu selalu kamu nikmati." Karlina membalas tamparan Alex.


"Apakah tamparan itu sudah menyadarkanmu, kalau hanya aku wanita yang lebih pantas untukmu, Lex?" Karlina kembali merayu, laki-laki mana yang tak akan tahan dengan godaan.


Alex menepis tangan Karlina yang mulai nakal. Mendorong wanita itu sampai terjatuh kelantai. Setelah itu Karlina tertawa, mengumpat dan mengatai Alex memang pria bodoh.


"Kenapa baru sekarang kamu sadar, seharusnya kesadaranmu itu jika aku sudah berhasil melenyapkan Sabrina dan kedua orang tuamu, merampas semua hartamu dan menjadikanmu budak cintaku sampai kau mati!"


Alex menarik kasar rambut Karlina. Menyalahkan wanita itu atas kegagalan dalan hidupnya.


"Aku benci kamu mencintai Sabrina dan aku benci kamu ternyata lebih pintar dariku." Karlina menendang Alex yang berjongkok mengimbanginya.


Suara isyarat tepukan tangan Karlina, membawa seorang pria keluar dari kamar wanita itu. Awalnya Alex menyuruh Karlina ke apartemennya, namun kini Alex sendiri yang malah datang ke apartemennya.


"Aku pikir kamu itu pintar, Lex. Ternyata hanya pria bodoh saja dan kamu datang kesini untuk menjemput kematianmu sendiri." Pria berperawakan tinggi itu tertawa penuh hinaan.


Sedangkan Karlina kembali membenarkan pakaian yang sudah terbuka dan berantakan itu. "Sayang lihat kedua pipiku, pria bodoh ini sudah menamparnya." Karlina bermanja pada kekasih barunya.


"Kalian berdua memang sialan!" Alex siap menghantamkan pukulan pada pria yang bertubi menghinanya.


Namun, pukulan Alex berhasil ditangkisnya dengan sangat lihai.


"Jangan pikir hanya kamu saja yang jago bela diri, Alexander Wijaya." Pria itu membuka topengnya, sehingga wajahnya kini bisa Alex lihat dengan jelas.


"Kau, sialan!"