Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
49. Scott Cavendish


Pukul setengah delapan, Ammo kembali pergi bersama Sawyer. Kali ini tempat pertemuan itu agak jauh keluar kota.


Sawyer membawa burung besinya mendarat di helipad di atas bangunan hotel mewah enam lantai di tengah-tengah sebuah Ranch.


Ammo turun dari helikopter. Berjalan menuju seseorang yang sudah menunggunya. Seorang petugas kali ini mengikuti Ammo menggantikan tugas Rosie. Dia membawa beberapa hal yang mungkin diperlukan dalam pertemuan bisnis ini.


"Senang melihatmu lagi, Tuan Oswald," sapa orang itu hangat.


"Senang bertemu denganmu, Tuan Cavendish." Ammo menyambut jabat tangan Scott.


"Ini tempat yang bagus. Bagaimana kau bisa menemukannya?" puji Ammo.


"Ah ... seseorang menjualnya padaku tiga tahun yang lalu. Peternakan ini sangat menyedihkan waktu itu. Pemiliknya merugi karena berjudi. Jadi, seseorang mengenalkan dia padaku. Dan aku membantu masalah keuangannya." Scott tersenyum lebar.


Ammo menarik sudut bibirnya membentuk garis senyum.


"Kau sangat lihai," ujar Ammo.


"Ku dengar, kau lebih lihai dariku," balas Scott.


"Tidak ... aku harus belajar banyak trik darimu," bantah Ammo.


"Hahaha .... Cukup basa-basinya." Scott mengulurkan tangannya sedikit, mengajak Ammo berjalan.


Keduanya menaiki lift menuju lantai ruang pertemuan.


"Apakah kau mengganti sekretarismu?" tanya Scott ketika mereka duduk di ruangan tertutup.


"Ahh, tidak. Rosie sedang cuti liburan," jawab Ammo.


"Ku kira kau memiliki selera berbeda, hingga mengganti dengan sekretaris pria ini. Biar kutebak ... apa dia juga sekaligus bodyguard mu?" seloroh Scott.


Wajah petugas berseragam yang mengikuti Ammo jadi memerah mendengar prasangka tuan Scott.


"Imajinasimu luar biasa, Tuan Cavendish. Dia adalah tangan kanan Rosie. Namanya Leo."


Ammo mengangguk pada Leo. Pria itu segera menyerahkan tablet yang berisi data terbaru serta hal-hal yang harus mereka bahas mengenai tambang di Afrika itu. Orang-orangnya sudah memeriksa tanah itu dengan teliti.


"Mari kita mulai bisnis kita," ujar Ammo. Scott mengangguk.


Kemudian kedua orang itu melakukan pembicaraan serius selama satu setengah jam.


"Kau orang yang sulit, Tuan Oswald.


Ammo hanya tersenyum sopan. Dipandangnya Scott dengan airmuka yang tenang.


Scott tak bisa membaca ekspresi Ammo, apakah pria muda ini benar-benar berminat pada propertinya atau tidak. Akhirnya dia bertanya.


"Boleh aku tau kenapa kau ingin membeli tanah itu? Berlian yang ada di situ sudah hampir habis. Pada dasarnya tambang itu sudah akan tutup. Apa kau tidak merasa ini buang-buang uang saja?" tanya Scott.


Ammo menggeleng, menolak pemikiran Scott.


"Aku hanya ingin membelinya saja. Dan jangan khawatir, uangku tidak akan habis hanya karena membeli tanah itu. Tapi jika kau tak bersedia, tentu kita tak perlu membuang waktu percuma."


Scott tercengang mendengar jawaban itu. Mulutnya terbuka dan matanya tak berkedip melihat Ammo yang sangat lancar mengatakan itu semua. Lalu dia tertawa terbahak-bahak, hingga matanya berair.


Ammo bergeming. Dia menatap Scott lurus, setengah bosan.


"Ah ... baiklah. Kita lakukan sesuai keinginanmu saja. Aku sudah bosan di sana dan ingin menghabiskan masa pensiunku di Ranch ini," ujar Scott.


Ammo melirik Leo. Dengan segera Leo mengeluarkan dua buah berkas perjanjian yang sudah tercetak rapi. Scott dan Ammo hanya perlu menandatanganinya saja.


Scott membaca semua bab perjanjian dalam berkas itu.


"Ini semua sesuai dengan persyaratanmu. Bagaimana kau tau aku akan setuju?" tanya Scott menguji.


"Tau saja," jawab Ammo datar.


"Hah ... dasar muka datar," gumam Scott. Tapi Ammo tak menanggapi.


"Bagaimana pembayarannya?" Tangan Scott yang ingin menggores kertas dengan pena, tiba-tiba terhenti di udara.


"Berikan nomer rekeningmu," jawab Ammo.


Scott memberikan nomer rekening untuk pembayaran properti itu. Ammo mengangguk. Lalu, perjanjian jual beli lahan itupun selesai. Tuan Scott Cavendish merasa puas dan bahagia melihat uang di rekeningnya bertambah sesuai jumlah yang disepakati.


"Senang bekerja sama denganmu, Tuan Oswald. Kau bukan orang yang suka bertele-tele. Aku suka itu," puji Scott.


"Baik, urusan bisnis sudah selesai. Jangan tolak undangan makan malamku," ujarnya ramah.


"Baiklah." Ammo mengangguk.


Suasana makan malam itu terasa sedikit ganjil. Tuan Scott yang banyak berbicara. Sesekali ditimpali Ammo dengan datar, tapi itu berhasil membuat Scott tertawa sepanjang jamuan makan.


"Apa kau bersedia menemaniku minum setelah makan, Tuan Oswald?" tanya Scott.


"Tidak. Aku harus segera kembali. Senang berbisnis dengan Anda." Ammo berdiri dari kursinya. Scott tampak kecewa.


"Kau seperti gadis pingitan!" ujarnya kecewa.


"Seperti Cinderella, yang harus kembali sebelum pukul dua belas malam." Ammo menambahkan.


"Hah? Hahaha ... ya, kau seperti Cinderella." Scott tak bisa berhenti tertawa.


Mereka berjalan menuju lift untuk kembali ke helipad.


"Bagaimana kau bisa membuat lelucon dengan ekspresi datar seperti itu? Tolong ajari aku," desak Scott.


Ammo menggeleng.


"Kau lebih ahli dariku, Tuan Cavendish," bantah Ammo. "Dan, selamat tinggal."


Ammo menjabat tangan Scott.


"Bukan selamat tinggal, tapi sampai jumpa lagi." Scott meluruskan.


Ammo dan Leo segera memasuki helikopter dan pergi dari sana.


*******