Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
134. Horse Move


Alexei membersihkan diri setelah menguburkan tubuh Alena. Kemudian melaporkan pada Ammo informasi yang baru didapatnya.


"Apa kau pernah dengar tentang The Hunters Sayap Emas itu?" tanya Alexei.


"Aku tidak mengetahuinya. Bahkan informasi tentang The Hunters pun baru kuketahui belakangan, sejak mereka memburu Ana," jawab Ammo yang baru tidur, tapi dibangunkan Alexei.


"Tapi aku pernah mendengar dulu George mengeluh tentang rumor yang mengatakan bahwa ada kelompok baru yang dibesut biro untuk membantu tugas-tugas sulit!" tambah Ammo.


"Jadi, kerja The Hunters Sayap Emas ini, membersihkan buronan yang tidak dapat dikerjakan para pemburu biasa!" gumaman Ammo masih terdengar oleh Alexei.


"Dan mereka berjumlah dua puluh orang!" tambah Alexei.


"Dugaanku, George palsu dan Alena yang menjadi saingan Ana, adalah bagian dari itu. Berarti, sejauh ini kita telah menewaskan tujuh anggotanya. Tinggal tiga belas orang lagi!" Ammo mulai menganalisa.


"Kehilangan sebanyak itu pasti tidak akan membuat mereka senang. Apa kau sudah memeriksa kafe Red Moon?" tanya Alexei.


"Aku telah menugaskan bawahanku untuk melihat-lihat situasi di sana!" sahut Alexei.


"Begitu mendapat laporan, aku akan memberi tahumu!" ujar Alexei.


"Oke. Sekarang beristirahatlah! Dan jangan menghubungiku hingga jam tujuh pagi!" kata Ammo mengingatkan.


Sambungan telepon dimatikan. Alexei terdiam. Dia memilih untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya saat ini.


*


*


Pukul tujuh pagi, Alexei berkendara lagi menuju perkebunan anggur milik Ammo.


Sementara itu, Ammo mendapat informasi bahwa Ana sudah siuman. Ivan juga dirawat di ruangan yang sama dengannya, dijaga dengan baik oleh pengawal ayahnya.


Saat ini Ana dirawat di pusat kesehatan yang dikelola oleh Dokter Devan. Maya dan Bobby juga ditempatkan di sana. Sama seperti George palsu yang sudah lebih dulu berada di sana.


Ammo kekurangan tempat perawatan rahasia sekarang. Nathalie, Sanders, dan Oscar saja masih berada di tempat yang tidak semestinya. Bersama Dokter Sarah, mereka ditempatkan di klinik kecil, yang berada di basecamp pelatihan. Untuk sementara mereka akan aman, karena ada cukup banyak tenaga pengawal di sekitar.


Ammo masih menunggu Dokter Armstrong bebas dari segala tuduhan dalam sidang terakhirnya, minggu depan. Pengacaranya telah melakukan berbagai hal agar Dokter itu serta kliniknya, bebas dari segala tuduhan.


"Smith, jemput Nick dari tempat Eleanor. Tempatkan dia bersama Rosie dan yang lainnya. Bawa beberapa pengawal bersamamu!" perintah Ammo lewat telepon.


"Siap, Bos!"


Ammo turun ke lantai bawah, sudah dengan pakaian rapi. Dia harus ke kantor hari ini. Kemarin banyak pekerjaan tertunda karena Ammo langsung berangkat, setelah Nick kembali dari mengantar Ana.


"Sarapan dulu, Tua." Theo menahan langkah Ammo.


Ammo berdiri dengan ragu, tapi kemudian mengangguk setuju. Dia duduk di meja makan dan menyalakan televisi. Mencari berita yang mungkin muncul tentang perkebunan anggurnya. Akan merepotkan untuk menjawab berbagai pertanyaan polisi, meskipun mereka tak bersalah.


Ariel ikut duduk di meja makan. "Tak ada hal mencurigakan pada semua barang-barang milik Nick. Aku sudah mengecek ulang hingga tiga kali! Apa mungkin informasi itu palsu? Mungkin ada yang sengaja ingin membuatmu kehilangan orang kepercayaan?" duga Ariel.


"Informannya sudah mati dibunuh Alexei!" sahut Ammo santai.


"Coba kau cari informasi tentang The Hunters Sayap Emas!" perintah Ammo.


"The Hunters Sayap Emas?" Ariel mengulang kata-kata itu. "Oke!" sekarang otakku harus diberi nutrisi dulu, agar bisa berpikir lebih baik!" katanya jenaka.


Keduanya sarapan dalam hening. Tenggelam dalam pemikiran masing-masing.


Ponsel Ammo bergetar. Ada pesan masuk. "Red Moon adalah tempat berkumpulnya para pembunuh bayaran! Bawahanku kemarin malam mendapat tawaran mengejar seseorang dengan nama Scorpi!" Begitu pesan Alexei.


Ammo terkejut. Bukankah Scorpio itu kodenya? Apakah Red Moon adalah tempat yang disediakan oleh Biro untuk menarik para pembunuh bayaran?


Makin jelas terlihat bahwa Biro sudah tak sabar untuk melenyapkannya. Wajah Ammo memerah marah. Dia berdiri dan bergegar kembali ke ruang kerja.


Ariel dan Theo melihatnya dengan khawatir. Pesan penting apa yang diterima Ammo barusan?


Di ruang kerja, Ammo mengeluarkan laptopnya. Mengetikkan beberapa saat, hingga muncul lagi sebuah peta. Dicarinya peta perkebunan anggur. Kemudian berpindah ke kota kecil terdekat.


Diambilnya ponsel dan menelepon Alexei.


"Ya?" sahut Alexei dari seberang.


"Apakah ada bawahanmu yang di sana?" tanya Ammo.


"Tidak! Dia sudah kembali!," jawab Alexei.


"Jangan pergi ke sana!" Ammo mengingatkan.


"Tapi investigasi itu belum sele---"


"Tidak perlu lagi. Tempat itu milik Biro K!" Ammo memotong ucapan Alexei.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Alexei.


"Scorpio adalah kode target Biro untukku!" jawab Ammo, lalu mematikan ponsel.


"Baiklah ... kalian sangat ingin bermain ya? Mari kita mulai permainan!" Desis Ammo dingin.


Dengan perangkatnya, Ammo menandai kafe itu, juga beberapa lokasi lain yang telah diselidikinya. Kemudian dia menekan tombol kirim!


Ammo melihat pada layar komputernya, beberapa titik merah, muncul dan bergerak ke arah semua target uang dibuatnya.


Hanya butuh satu menit, untuk menyelesaikan misi itu. Semua yang ditandai telah hilang dari layar.


Ammo mengambil ponsel lain yang selalu dia simpan di laci. Mencari nomor kontak di situ. Kemudian mengirim pesan pada satu nama, Mr. X. "Sudah waktunya bergerak. Horse Move!"


Ammo menyimpan ponselnya lagi. "Semoga kalian bisa setia padaku, seperti kalian setia pada Papa," batinnya.


Ammo merapikan meja kerjanya dan turun lagi ke bawah. Wajahnya sedikit tenang sekarang.


"Sanders, ayo kerja!" Kata Ammo dari ujung tangga.


"Siap!" Sanders berlari keluar rumah untuk mendapatkan burung besinya.


*


******


"Mayor, lihat berita ini!" Salah satu bawahannya menunjukkan ponselnya.


Alexei melihat Breaking News di situ. Kafe Red Moon meledak hingga menjadi puing. Dia jelas sangat terkejut. Belum satu jam yang lalu dia dan Ammo membicarakan tempat itu. Apa jangan-jangan ....


"Apakah ada anggota kita di sana?" tanya Alexei memastikan.


"Tidak ada!" jawab bawahannya cepat.


"Syukurlah!" Alexei merasa lega.


"Kembali ke tempatmu!" perintahnya.


"Siap!" pengawal itu berlalu dari hadapan Alexei.


"Apa dia yang meledakkannya? Sungguh sial mereka menargetkannya. Beruntung aku cepat melaporkan. Atau mungkin akan ada penyerangan lagi ke kediamannya," batin Alexei.


Alexei bergidik ngeri. "Bagusnya aku dan keluargaku tidak bermusuhan dengannya."


Alexei kembali melanjutkan berjaga di tempat itu. Sekarang jasad tiga pembunuh itu sudah bisa dikuburkan juga. Setelah itu, mereka harus memastikan tidak ada lagi sisa darah yang nenempel pada peralatan medis yang ada.


Seluruh peralatan medis akan dikemas dan diambil perusahaan ekspedisi. Barang-barang itu akan dikirim ke tempat perawatan lain. Terutama peralatan cuci darah yang sangat dibutuhkan Ivan. Klinik ini akan ditutup untuk jangka waktu yang belum ditentukan.


*******