Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
140. Asal Muasal Tragedi


Nathalie beristirahat di ranjang Ivan, sambil menunggu dia kembali dan kamarnya disiapkan.


Sore hari Ivan didorong masuk oleh pengawalnya. Nathalie yang tertidur, terkejut saat perawat membangunkannya dan melarangnya tidur di tempat tidur pasien.


"Biarkan saja, dia putriku," ujar Ivan.


Perawat itu memberikan beberapa instruksi pada Ivan dan pengawalnya, sebelum keluar dari ruangan.


Di mana Ana?" tanya Ivan pada Nathalie yang sudah berdiri menjauh dari tempat tidur.


"Didorong Paman Alexei, menjenguk temannya yang juga dirawat di sini!" sahut Nathalie.


Ivan Avram naik ke tempat tidur untuk beristirahat. Pengawalnya sigap melayani. Wajah tua itu terlihat letih.


"Jadi Alexei sudah menceritakan tentang keluarga kita?" tanyanya, setelah duduk dengan benar.


"Ya!" jawab Nathalie singkat. Dia tak tertarik berbincang basa-basi. Tapi dia tertarik dengan sikap pria yang disebut sebagai ayahnya itu.


Dari pengamatannya, sejak naik tempat tidur, hingga siap untuk bicara tadi, sikap pria itu seperti mengikuti satu aturan. Dalam bahasa keluarga terpandang, itu disebut etiket.


Naik tempat tidur dengan sopan, duduk sesuai aturan dan berbicara dengan sopan. "Apakah kau berasal dari keluarga aristokrat?" tanya Nathalie.


Ivan dan pengawalnya terkejut. Tapi dengan cepat, ekspresi itu hilang. Keduanya kembali bersikap sedikit kaku dan menjaga jarak.


"Tidak! Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" Ivan bertanya balik.


"Karena aku juga belajar etiket dasar keluarga bangsawan. Meskipun ayah angkatku bukan keluarga bangsawan, namun karena pergaulan dan bisnisnya dengan kelompok itu, maka etiket harus kami pelajari!" jelas Nathalie.


"Itu sebabnya kau mengira aku keluarga aristokrat?" Pria tua itu tersenyum. Nathalie mengangguk.


Ivan tersenyum tipis. Tak lama terdengar suara bincang-bincang Alexei dan Ana di dekat pintu. keduanya memasuki ruangan. Ana diangkat oleh Alexei dan dibaringkan di tempat tidur.


"Kenapa wajahmu seperti robot?" sindir Ana pada Nathalie.


Gadis itu sedikit terkejut. "Oh, tidak apa-apa. Aku hanya sedang mengamati ayah dan menyimpulkan bahwa dirinya adalah seorang aristokrat. Tapi dia menolak mengakui. Nathalie mengedikkan bahu.


Ana terkejut dengan info itu. Dia tak memahami bagaimana seorang aristokrat sebaiknya bersikap. Karena Ana sejak kecil berada di panti asuhan. Berbeda dengan Nathalie yang diadopsi keluarga terpandang.


Ana menoleh pada Ayahnya yang hanya tersenyum tipis. Gadis itu tak melihat perbedaan mereka. Yang ada di kepalanya, selama orang itu keluarga dan teman dekatnya, maka batasan dan sekat aristokrat serta keluarga terpandang, akan hilang dengan sendirinya.


"Bagaima hasil cuci darah tadi?" tanya Ana mengalihkan topik pembicaraan.


"Biasa saja," jawab Ivan. Terlihat jelas, dia tak ingin membicarakannya.


"Menurutku, hasilnya mungkin tidak terlalu baik!" cetus Nathalie.


Ana kini bisa melihat bahwa kembarannya itu tidaklah bodoh. Dia cuma punya perbedaan cara pandang. Dan sekarang dia bisa menyimpulkan sesuatu yang Ana juga lihat.


"Lebih baik kau ceritakan semuanya, jika waktumu tak banyak lagi! saran Alexei.


Empat orang di ruangan itu terkejut mendengar perkataan Alexei.


Pengawal Ivan sudah akan meradang, tapi dicegah oleh Ivan. "Aku sudah menyerahkan sesuatu padamu. Kau belum melihatnya?" tanya Ivan pada Ana.


"ya, tentang itu, aku belum sempat memeriksanya. Terlalu banyak hal berbahaya menghampiri kita!" katanya


Ana menoleh pada pamannya. "Apa laptopku Paman bawa?" tanya Ana.


Alexei mengeluarkan laptop dari tas punggungnya dan menyerahkan pada Ana.


Itu adalah video rekaman dirinya dan Nathalie. Disana ada kedua ayah dan ibunya, serta seotang pria lain. "ini siapa?" tunjuknya.


"Itu kakek dan nenekmu, jawab Ivan. Dia tak melihat apa yang sedang dilihat Ana. Tapi dia bisa menebaknya.


"Ini ada seorang wanita, seorang pria tua dan anak bayi laki-laki. Siapa mereka?" tanya Ana.


"Saat aku terluka dan dirawat oleh seseorang, aku menikahi putrinya setelah cukup sehat. Jadi, itu adik laki-laki kalian!" jawabnya tenang.


"Hah! Bagaimana bisa ayah tidak setia pada ibuku?" kesal Ana. Berita tentang istri dan putra Ivan, berhasil menohok jantungnya.


"Setelah beberapa bulan menjalani perawatan dari keluarga itu, ayah mencari tahu tentang kalian semua. Tapi berita kematian dan hilangnya kalian berdua. Ayah tidak pernah mengkhianati ibumu. Dia telah tiada, akibat dari kesalahanku," kata Ivan lembut. Ana diam, semua itu benar adanya. Ibunya sudah tiada.


"Lalu, di mana keluarga ayah itu, sekarang?" tanya Nathalie ysng tak terlalu ingat pada ibunya.


"Mereka tinggal di desa terpencil. Jauh dari hiruk pikuk pemerintahan," sahut Ivan


"Setelah kematian ayahnya, Istriku mengijinkan ayah pergi untuk mencari kalian. Dia tak ingin terlibat dalan hal-hal buruk. Jadi dia menjauhkanku dari putranya." sahut Ivan.


Ana terdiam. "Bukankah para intel itu mampu mengendus hal-hal seperti itu?" tanya Ana heran.


"Kami berpisah setelah upaya pembunuhan yang menyebabkan tewasnya salah seorang pengawal," ujarnya.


"Jika menjauh dapat menyelamatkan nyawa, kenapa Ayah justru ingin bertemu kami?" tanya Ana lagi, dengan herannya.


"Untuk memastikan kalau kalian baik-naik saja. Dan sekarang aku bisa melihat dengan mataku sendiri, bahwa kalian telah hidup dengan baik," ujarnya.


"Apa lagi rencana ayah setelah berhasil bertemu kami?" tanya Nathalie.


"Membawa kalian pergi, jika bersedia," jawab pria itu.


"Ke mana?" tanya Alexei.


"Satu tempat yang tak mungkin mereka jangkau! Jika kalian bersedia, aku juga akan membawa putra dan istriku ke sana. Mari kita hidup damai dan melupakan mereka. Biarkan alam yang menghukum para penjahat itu!" ujar Ivan.


"Adakah tempat yang tak mungkin mereka tembus?" tanya Alexei ragu. Ivan mengangguk dan wajahnya sangat serius.


"Jika memang ada, kenapa kalian tidak pergi ke sana saja? Aku akan merasa lega jika kalian aman," saran Alexei.


Ana menggeleng. "Aku lebih suka di sini!" tolak Ana. "Aku mau membalaskan dendam ibu!"


"Aku juga tak mungkin ikut. Ada keluarga angkatku di sini, ada oscar juga," timpal Nathalie.


Ana dan Nathalie terus memeriksa dokumentasi di layar komputer. Ada sebuah nama di tulis di bawah foto adik laki-laki mereka, Sacha Vadim.


Tapi karena ada peringatan untuk tidak menyebutkannya, maka keduanya hanya membacanya dalam hati dan mengingatnya.


Dua gadis terus melihat video itu hingga selesai. Termasuk asal asal muasal tragedi itu. Ivan menunjukkan tulisannya pada video. Seminggu setelah perebutan kekuasaan oleh pihak berkuasa, maka orang-orang yang terindikasi memiliki hubungan dengan rezim lama, "dibersihkan"!


Bagaimana bisa Ivan terseret dalam gelombang pembersihan? Karena yang membawanya masuk ke biro adalah kerabat jauh pemimpin sebelumnya. Hanya itu yang menjadi pembenaran mereka.


Dalam kurun waktu tiga bulan, pembersihan gencar dilakukan. Tak ada lagi kawan dan tetangga yang bisa dipercaya. Semua bisa berubah jadi lawan, jika nyawa mereka terancam!


Tragedi terburuk dalam sejarah bangsa itu. Mengakibatkan banyaknya migrasi dan pencari suaka ke negara lain.


Ana dan Nathalie terdiam. Mereka bahkan tidak tinggal di negara itu lagi sejak kecil. Kenapa masih diburu juga?


******