Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
163. Tempat Pengumpulan Barang Bekas


"Apa kita akan memeriksa ke sana?" tanya Gan. Ana mengangguk.


"Kau punya pistol?" tanya Ana.


"Ada!" jawab gadis itu. Dia mengeluarkan senjata dari balik punggungnya yang ditutupi jaket.


"Bagus. Ayo!" Ana keluar dari mobil dan mengamati sekitar. Gan juga ikut turun. Dia mengamati sisi sebelah lainnya.


"Kali ini harus lebih berhati-hati, Gan. Ini bukan latihan, tapi praktek lapangan!" Ana mengingatkan dengan tegas.


"Siap!" sahut Gan.


"Ayo!" Ana berjalan menuju parkiran di dekat sebuah tempat penampungan mobil bekas. Gan mengikuti. Keduanya jalan mengendap-endap sambil mengawasi sekitarnya. Tempat itu sangat riskan. Banyak tumpukan mobil bekas yang ditumpuk hingga menggunung. Jika musuh mereka yang menguasai tempat itu, mereka bisa saja celaka tertimbun tumpukan body mobil yang dipress hingga gepeng untuk dijadikan besi tua dan dilebur kembali.


Ana menghubungi Ammo dan Alexei. Dia melakukan panggilan video sekali bertiga dengan dua orang itu. Dikatakannya apa yang sebelumnya terjadi. Dan kemungkinan orang itu ada di tempat penampumgan mobil bekas tersebut.


"Aku akan segera mengirim orangku ke sana!" ujar Ammo marah. Ana mengangguk.


"Aku akan ke sana!. Hati-hatilah!" ujar Alexei.


"Baik, Paman," jawab Ana.


Sekarang Ana dan Gan kembali melanjutkan pemeriksaan. "Kita harus masuk ke dalam sana. Dan ini bisa berbahaya, Gan. Apa kau ingin menunggu di sini atau ikut ke dalam sana?" Ana memberikan pilihan.


"Aku akan bersama Anda, Pemimpin!' jawab Gan tegas. ak ada sedikitpun keraguan dan rasa takut yang terlihat di mata gadis itu.


"Ikuti aku!" Ana kembali mengendap-endap dan menyelinap masuk ke dalam tempat penampungan mobil bekas yang luas itu.


Dua gadis itu dengan cepat menuju ke mobil yang mereka curigai. Ana melihat ke arah jendela kaca gelap dan buram akibat debu yang mungkin sudah berbulan-bulan tak dibersihkan. Keduanya tak bisa melihat apapun di dalam mobil itu. Ana berjalan ke arah depan dan meletakkan tangannya di kap mobil. Tangannya terasa dingin.


Gan ikut memegang kap mobil yang dipenuhi debu tebal. "Mobil ini sudah lama tak dinyalakan. Itulah alasan debu tebal di jendela kaca dan seluruh body mobil. Juga mesin yang sangat dingin, membuktikan tak pernah di jalankan dalam jangka waktu dekat." Gan memberikan analisanya.


"Tepat!" puji Ana.


"Ada kemungkinan kita mencari di tempat yang salah. Jadi, apa kau ingin memeriksa ke dalam?" tanya Ana.


"Ya. Bisa jadi mobil ini adalah pengalih perhatian. Sementara mobil yang kita kejar ada di dalam sana!" tunjuk Gan ke arah tumpukan body mobil yang menggunung di depan sana.


"Mari kita periksa!" ajak Ana lagi. Kedua gadis itu kembali berjalan beriringan dengan hati-hati. Menyusuri jalan antara gunungan mobil bekas yang dipress.


Keduanya sudah memeriksa dua pertiga tempat yang luas itu. Tapi tak menemukan mobil yang mereka cari.


"Kalian di mana?" suara itu langsung menyergap telinga Ana saat mengangkat telepon.


"Di dalam. Tapi tampaknya mobil yang kami curigai bukanlah mobil yang kami lihat pertama kali," jawab Ana.


"Aku akan segera ke sana!" ujar Alexei.


"Hati-hati, Paman," timpal Ana.


Kemudian perhatian kedua orang itu kembali pada lapangan luas yang belum selesai dinangun.


"Sepertinya itu adalah kantor pemilik tempat ini," ujar Gan.


"Bagus! Kau bisa diandalkan! ujar Ana. Namun, meskipun sedang bicara, tapi matanya tak henti-hentinya memeriksa ke bagian kosong di depannya.


*******