Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
146. Nyonya Besar


Khouk duduk bersandar di kursinya. Dia diam sejenak, sebelum memulai cerita.


"Saya mengawasi cucu salah seorang penasehat Klan. Penasehat itu masih kerabat jauh anda, Pemimpin. Dulu pendiri klan kita adalah dua saudara dan seorang sahabat karib."


"Klan Khaan artinya adalah Klan raja-raja. Klan kita sudah ada jauh sebelum Slovstadt menjadi sebuah republik. Klan berdiri atas inisiatif para raja yang memiliki hubungan kekeluargaan yang pengaruhnya sekarang mencakup negara-negara bagian tengah."


"Dulu, setiap ada pengangkatan raja baru, mereka akan mengajukan nama tersebut, untuk meminta restu. Dengan harapan, restu itu akan membuat negara lain menghormati keputusan dan tidak memerangi raja baru."


"Seiring waktu, dunia berkembang, kekuasaan raja-raja digantikan oleh sistem pemerintahan baru yang tidak lagi menganggap penting klan kita. Namun, itu hanyalah di permukaan saja."


"Meski nama besar itu tak terdengar lagi di masyarakat maju dan modern, tetapi para pemimpin itu tetap mengetahui dan masih sangat menghormati klan yang sudah berusia ribuan tahun."


"Konsekwensi keberadaan yang begitu lama adalah, banyak keturunan klan kita yang kini tersebar di berbagai negara, bahkan bekerja di beberapa pemerintahan."


"Namun prinsip klan adalah membebaskan mereka yang ingin hidup bebas di luar, selama tidak mengkhianati klan, serta tetap membantu sesama, jika klan menginstruksikan seperti itu." Khouk menjelaskan panjang lebar.


"Jika sudah ribuan tahun, artinya dari tiga pendiri pertama itu, pastilah telah lahir anak cucu yang sangat banyak. Bagaimana kalian bisa mengetahui siapa-siapa sebagai keturunan Klan Khaan?" tanya Ana.


"Ada enam nama keluarga utama dalam klan. Itu adalah nama-nama yang selalu mengatur klan dari posisi atas. Mereka adalah para penasehat, panglima hingga pengatur kebijakan publik." jawab Khouk.


"Bisa kau sebutkan?" desak Ana.


"Misal, yang saya jaga adalah cucu dari keturunan penasehat Oswald. Lalu Erdeniin, adalah nama keluarga yang menjadi orang kepercayaan pemimpin turun temurun. Kemudian Medleg, adalah nama keluarga yang mendominasi bagian riset dan ilmu pengetahuan. Dorjan adalah nama besar dalam pengobatan dan kesehatan kita. Ksandyer, sekarang menjadi Xander adalah nama keluarga dari keturunan pengawal nomor satu. Nama Khouk adalah nama keluarga yang nenek moyangnya adalah panglima perang."


Ana terbengong. "Oswald?" ulangnya.


"Apakah anda mengenal keluarga Oswald, Pemimpin?" tanya Khouk.


"Yah ... aku mengenal Ammo Oswald, juga ayahnya." Ana masih terheran-heran.


Khouk manggut-manggut.


"Apakah Ammo mengenal dokter Dorjan adalah kebetulan?" gumam Ana.


"Anda mengenal dokter Dorjan?" tanya Khouk sekali lagi.


"Ya! Aku tertembak di sana. Dokter Dorjan berpraktek sebagai dokter di perkebunan milik Ammo. Ada yang ingin membunuh ayah. Kami berlindung dan bisa menghindar. Meskipun aku tetap tertembak. Tapi dokter Dorjan dan semua pasien serta para medis di sana, tak selamat. Mereka dibantai dengan sadis!" Ana menceritakan yang dialaminya.


"Apakah kematian ini sudah dilaporkan pada Erdeniin, Pemimpin?" tanya Khouk.


"Aku tidak tau. Saat itu ayah masih menjadi pemimpin, bukan? Xander pastilah lebih mengetahui apa yang harus dilakukan," sahut Ana.


Khouk mengangguk menyetujui pendapat Ana.


"Bagaimana caramu mengawasi Ammo Oswald? Bukankah kediamannya seperti benteng?" tanya Ana.


"Saya punya cara sendiri, Pemimpin."


Kelihatannya Khouk tak ingin membongkar triknya. Ana tak mendesak.


"Apa hal terakhir yang terjadi padanya?" tanya Ana.


"Dia sedang mencari orang keturunan klan kita juga. Dari keluarga Mujaan. Ada tiga orang diculik orang tak dikenal. Salah seorang kita yang lain dari keluarga Selem, meminta bantuan saya, karena hal itu terkait dengan keluarga Oswald.


"Kami bersama orang-orangnya, berhasil mengalahkan para penculik itu. Belum diketahui dari pihak mana mereka. Tapi yang penting, ketiganya aman bersama Selem." jelas Khouk.


"Bagus, kalau semua baik-baik saja. Nanti kutanyakan Ammo perkembangan kasus itu." Ana mengangguk.


"Terima kasih, Pemimpin," sahut Khouk.


"Sekarang, karena kau ditugaskan di sini, bagaimana caramu mengawasi Ammo? Apakah dia aman jika tidak ada pengawasan?" tanya Ana kuatir.


"Bawahan saya telah menggantikan di sana. Menjaga anda jauh lebih penting bagi klan kita. Saya bangga mendapat tugas ini," tambahnya.


*


*******


Di tempat Ammo.


Pria itu kembali bekerja seperti biasa. Kali ini ada banyak meeting yang harus dia lakukan. Dua hari pekerjaan kantornya tertunda.


Kabar baik datang dari pengacara, begitu Ammo tiba di kantor. Dokter Armstrong dibebaskan dari segala tuduhan dan nama baiknya dipulihkan. Dia boleh membuka lagi kliniknya di daerah terpencil itu.


Ammo senang mendengarnya. Dia akan sangat menyesal jika karier kesehatan Armstrong juga berakhir karena terlibat dengan dirinya. Ammo akan membiarkan klinik Armstrong itu semata-mata untuk publik di daerah terpencil. Itu akan jadi kebahagiaan terbesar dokter itu.


Ammo belajar dari tragedi Dorjan yang akhirnya tewas, demi membantu Ammo. Sekarang orang-orang perkebunan tidak lagi memiliki unit kesehatan. Ammo harus segera mengatasi hal itu dan merekrut dokter baru yang khusus untuk melayani para pekerja perkebunan saja.


Siang hari, pesan dari rumah sakit masuk. Sopir Kakek Wilson tak dapat bertahan hidup. Dia tewas di meja operasi.


"Lalu di mana sebenarnya Kakek Wilson disembunyikan?" batin Ammo. Dia sudah meminta Ariel untuk terus mencari keberadaan tiga orang itu. Hingga siang itu, kemampuan Ariel tak menghasilkan apapun.


Menjelang sore, pesan masuk dari Ana diterimanya. "Apa kau kehilangan tiga orangmu?"


"Bagaimana kau tahu?" balas Ammo.


"Orang-orangku sudah mengamankannya. Tak usah khawatir!" balas Ana.


"Apa? Di mana mereka?" Ammo tak menyangka Ana mengirim pesan begitu.


""Bukankah dia sedang dirawat karena tertembak?" pikirnya. "Orang-orangnya yang mana?"


"Kau mulai berahasia padaku!" Ammo mengirim pesan.


"Akan kukatakan jika saatnya tiba!" balas Ana.


Ammo tak mendesak. Asalkan Kakek Wilson aman, itu bagus. Dan jika orang-orang Ana yang menyelamatkan, itu lebih bagus lagi.


Tunggu! Bukankah kemarin pesan di panah itu juga mengatakan bahwa dia sudah mengamankan Kakek Wilson? Apakah Ana ada hubungannya dengan orang yang memanah batang pohon di halaman depan?


"Apa yang dirahasiakan Ana sebenarnya? Apakah ada hal lain lagi selain kematian ibunya?" pikir Ammo.


"Bagaimana dengan Nathalie?" tanya Ammo.


"Dia sudah pergi dengan ayah. Semoga itu keputusan terbaik." jawab Ana.


"Asalkan selamat, maka itu pasti baik!" timpal Ammo lagi.


"Baiklah. Aku ingin mengembalikan Blake padamu. Entah apakah akan kau tugaskan menjaga James atau kau bawa ke kantor, bukan urusanku. Tapi aku tidak membutuhkannya di sini!" kata Ana.


"Kau harus punya pengawal" bantah Ammo.


"Aku sudah punya!" jawab Ana.


"Oh ... baiklah. Sesuai permintaanmu, nyonya besar!" canda Ammo.


"Apa maksudmu itu?" tanya Ana heran.


"Tak ada maksud. Aku hanya ingin kau menjadi nyonya besar di kediaman Oswald," jawab Ammo jujur.


?????


******