
Khouk dan Kevin membantu membuat rekaman pernyataan sikap Ana sebagai perwakilan dari Klan Khaan.
"Saya selaku Pemimpin Klan Khan, memutuskan untuk tidak mengakui rezim yang sedang berlangsung di Slovstadt. Informasi yang kami terima sangat akurat dan bisa dipercaya. Cukup bukti yang tak terbantahkan."
"Kami berharap presiden yang asli dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Begitu juga dengan pembantu-pembantunya yang lain, semoga segera mendapatkan titik terang keberadaan mereka."
"Dengan ini, kami nyatakan akan memblacklist negara Belfast, sampai mereka mengkonfirmasi ketidak terlibatan mereka atas apa yang menimpa pemerintahan Slovstadt. Lebih dari itu, dapat membantu rakyat Slovstadt dengan menutup perusahaan yang terlibat dan menangkap otak dibalik ini semua."
"Informasi terkait akan menyusul dikirimkan. Kami harap kerjasamanya dalam waktu dua kali dua puluh empat jam, untuk membantu mempercepat terciptanya kedamaian di Slovstadt dengan tidak campur tangan dalam urusan pemerintahan negara lain!"
"Peringatan untuk negara-negara lain yang memiliki akar dengan Klan Khaan. Untuk tidak lagi lupa diri dan melupakan akar sejarah kalian. Saya akan mereformasi Klan dan membuat kebijakan-kebijakan baru. Dan mengakhiri arogansi kalian selama ini!"
Ana telah menutup video pernyataan sikapnya. Video yang sekaligus menjadi simbol pernyataan bahwa dia adalah orang yang tidak bisa lagi dianggap main-main oleh para pemburunya dan yang masih ingin menghabisinya.
Satu jam kemudian. Kevin menunjukkan rekaman yang telah diperbaikinya di sana sini. Termasuk penambahan lambang Klan Khaan yang telah dikirimkan ayahnya. Jadi itulah pernyataan resmi pertamanya sebagai Pemimpin Klan yang baru. Ana telah mendobrak sikap klan yang selama ini menarik diri dari dinamika dunia.
"Kirimkan rekaman itu pada Ammo. Biarkan dia yang melakukan broadcast!" perintah Ana.
"Baik!" Kevin langsung melakukan perintah yang didapatnya, seakan Ana adalah juga atasannya.
"Aku harap, lab riset dan klinik itu dapat segera ditemukan. Dan pemerintahan Belfast bersedia bekerja sama," harap Ana.
Khouk menghela napas. Tak menyangka Ana yang semuda ini berani menentukan sikap dengan tegas. Sangat berbeda dengan para penasihat yang sering ambigu, san bermain aman, Menutup mata atas kekacauan sekitar bahkan pelecehan dari para pemimpin negara sekitar yang dulu sangat menghormati mereka.
"Ana adalah pemimpin revolusioner yang mungkin akan membawa kembali kejayaan klan," batinnya.
*
*****
Ammo sedang sibuk mengirimkan rekaman video yang dibuat Ana. Dia tak hanya menyiarkannya lewat internet, tapi juga media besar yang kredibel. Diharapkannya dengan ini, situasi di lapangan berubah. Para anggota parlemen dapat membuat keputusan lebih cepat.
"Aku dapat informasi lain!" teriak Donny.
"Kirimkan!" perintah Ammo.
Donny mengirimkan file yang ditemukannya ke layar besar, agar dapat dilihat semua orang. Hal itu membuat mata semua orang melotot tak percaya.
"Dasar cabul!" geram Ammo. "Publikasikan semua itu!" perintahnya pada Ariel.
"Orang bejat!" geram Ariel sambil sibuk mengeluarkan informasi yang disimpan Biro K tentang pim[inan militer.
Untuk apa Biro K menyimpan bukti kriminal seperti itu?" tanya Theo.
"Untuk apa lagi, kalau bukan pemerasan! Biar dia selalu tunduk dan mengikuti apa maunya biro dan pemerintah!" ketus Ivan.
"Kau cerdas." Ammo mengangkat jempolnya mengapresiasi jawaban Ivan.
Setengah jam setelah broadcast pernyataan Ana, politik di kawasan itu bergejolak. Terutama karena nama perusahaan, yang meskipun disamarkan dengan inisial, tetap saja dapat dengan mudah ditelusuri. terutama karena Ana menyebut dengan jelas negara asal yang terlibat dalam kekacauan di negara Slovstadt.
Negara Giebellinch yang selama ini menjadi musuh bebuyutan, sedikit merasa lega, karena tidak terlibat dalam urusan negara itu. Dan terutama tidak sampai disebutkan dengan terang benderang sebagai negara yang merecoki pemerintahan negara lain. Itu hal yang sangat memalukan!
Mereka baru menyadari bahwa ada begitu banyak orang terbuang akibat kebijakan pemerintah palsu melalui Biro K. Dan sekarang mereka keluar dan menjadi kekuatan militer yang tak diduga. Ammo memerintahkan seluruh bawahannya untuk mengamankan negara itu, sementara parlemen membuat kebijakan darurat.
Perubahan cepat di sana tidak lantas membuat Ammo bersantai. Tim di kediaman yang sudah empat hari kurang tidur itu masih terus berkutat dengan banyak informasi yang masih menunggu dibuka.
Ammo masih memantau pergerakan bawahannya di Belfast. Mereka belum menemukan tempat yang dimaksud Ana. Ammo terus berpikir.
Alistair itu adalah pengusaha properti. Dia punya banyak apartemen, gedung perkantoran, hotel, perumahan, bahkan club house dan lapangan golf. "Harusnya satu diantara semua properti itu adalah lokasinya," gumamnya.
Jarinya dengan cepat mencari informasi tentang kekayaan pria itu dari internet. Biasanya media bisnis akan senang mengulas pebisnis sukses dan mengulik serta membeberkan harta kekayaan nara sumbernya. Juga profil perusahaan Alistair.
Hanya ada dua lokasi yang berada di daerah pegunungan atau pedesaan. Kompleks villa mewah yang ditempati para orang terkaya negara itu.
Ammo sudah mengamati bahwa bentuk villa yang melebar dan terdiri dari rumah-rumah yang tersebar dalam jarak cukup, membuat gambaran James tentang lab itu tidak cocok.
Menurut James, tempat kerjanya adalah gedung tinggi. Dan ada taman di tengah bangunan. Di sanalah dikuburkan orang-orang yang menurut James tewas akibat gagal dioperasi. Jika merujuk informasi James, maka seharusnya bangunan lab riset dan klinik itu harusnya berbentuk silinder atau persegi yang tinggi, dengan bagian terbuka di tengah.
"Gedungnya yang mana yang bentuknya seperti itu dan ada di daerah bukit atau pedesaan?" pikir Ammo sambil terus mencari-cari.
*
*****
Di satu tempat di negara Belfast.
"Hei, lihat ke arah pukul delapan!" Seseorang berpakaian penggembala sapi bicara sendiri. Dia berjalan pelan dengan beberapa sapi besar di belakangnya. Mereka sedang melintasi jalan pedesaan.
"Beberapa mobil keluar buru-buru!" terdengar suara sahutan dari alat di telinganya.
"Bangunan apa itu?" tanya si penggembala.
Orang di seberangnya bicara dengan orang lain sebelum menjawab pertanyaan. "Mereka bilang, itu gudang milik perusahaan di kota. Tapi tak ada yang tahu atau pun pernah melihat isi gudang itu." Suara di seberang menjawab.
"Tapi aku tak melihat ada gudang di situ," tanya si penggembala lagi.
"Bangunan gudang ada di balik bukit itu, langsung menghadap hutan di sisi lain desa!" jawab orang di sana.
"Baik. Akan kulaporkan! Kalian amati terus!" perintahnya.
"Siap!" sahut suara di seberang.
"Kami menemukan lokasi yang mungkin anda cari." pria itu mengirim pesan. Lengkap dengan titik koordinat yang dimaksudkannya.
Tapi tak lama, pria itu mengetik pesan lagi. "Tampaknyaa memang itu. Tadi beberapa mobil keluar dari sana. Dan sekarang terjadi kejar-kejaran dengan pihak militer!" dia mengirimkan pesan lainnya.
"Katakan apa yang harus kami lakukan!" desaknya.
********