Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
126. Penangkapan Nick


Rapat jadi terhenti karena keributan itu. Apa lagi setelah Eleanor muncul di ruang rapat. Ammo akhirnya menutup rapat hari itu dan akan melanjutkannya besok. Semua lega dan senang.


Terlebih lagi, Eleanor yang sangat sulit untuk ditemui, bersedia nimbrung dan bertemu keluarganya. Jika bukan Ammo yang memanggil, gadis itu tak kan pernah mau diajak ikut dalam rapat.


"Kau bawa ke mana dia?" bisik Ammo pada adik angkatnya itu.


"Dojo!" sahutnya disertai senyuman jahil.


"Hati-hati. Aku baru tau kalau dia agen rahasia yg ditempatkan di rumah, untuk membunuhku!" ujar Ammo jujur.


"Apakah kau berhasil mendapatkan ponselnya?" tanya Ammo.


"Tentu!"


Eleanor mengeluarkan dua buah ponsel dari sakunya, dua pucuk senjata api, pisau, kancing-kancing kemeja serta dompetnya. Semua itu diletakkan di meja, di depan Ammo.


"Kau memang sangat licin," puji Ammo. "Jadi, kau ingin apa sebagai imbal balik bantuan hari ini?" tanya Ammo sambil memeriksa dompet Nick.


"Ayo bertanding di Dojo!" ajaknya.


"Tidak bisa hari ini. Aku harus bereskan ini dan beberapa hal lain," kata Ammo.


"Akhir pekan, bagaimana?" desak Eleanor.


"Akan kucoba meluangkan waktu. Tapi tidak di Dojo. Bagaimana kalau makan malam bersama suamimu saja?" tawar Ammo.


"Itu tidak terlalu menyenangkan!" sungut Eleanor.


"Hah ... kau hanya ingin membanting ku ke lantai kan?" tuduh Ammo.


"Hahahaha ... jangan seperti itu. Makanya kakak harus melawan!" tawanya meledak.


"Bagaimana aku bisa melawan kalau mata suamimu melotot dan hampir melompat?" senyum Ammo lebar.


"Kau berbincanglah dulu dengan mereka. Aku harus bereskan beberapa hal dulu," ujar Ammo.


"Oke!"


Eleanor pergi menemui para peserta rapat yang hampir semua adalah kerabat keluarga Oswald.


Ammo menghubungi Theo. Mengatakan bahwa Nick sudah dibereskan. Theo harus memeriksa kamar itu sesegera mungkin, sebelum ada yang berusaha menghapus jejaknya. Ammo juga mengingatkan Theo tentang dua orang penjaga yang saat itu menentang Alexei.


"Kenapa mereka tak habis-habis mengangguku?" geram Ammo.


Belum lama urusan Carl dan Aaron dibereskannya. Sekarang justru Nick, yang baru saja diberinya kepercayaan. Ternyata adalah musuh dalam selimut.


"Apakah Kapten Smith juga orang-orang Biro? Ada berapa banyak double agent di sekitarnya?" Kepala Ammo jadi sakit setiap kali mrmikirkan banyaknya pengkhianat yang tak disadarinya.


"Alexei, maukah kau menjadi pengawal pribadiku? Dan rekrutanmu menjaga rumahku." Ammo mengirim pesan.


Ammo ingin menukar para pengawal di rumah dengan orang-orang Alexei. Dan Kapten Smith fokus pada pengamanan kantor yang sebenarnya nyaris kosong itu.


Ammo harus membereskan ini dengan Kapten Smith segera. Jangan sampai ada pemberontakan kecil di rumah. Tak ada yang melindungi Theo, Ariel, Brandy dan Lindsay serta para pelayan kediaman.


"Kau di mana? Mari bicarakan!" pesan Alexei masuk.


"Susul ke rumah!" balas Ammo.


"Aku undur diri lebih dulu." pamit Ammo.


Dibantu seorang sekretaris, Semua barang-barang pribadi yang berhasil dilucuti oleh Eleanor, dikemas untuk dibawa Ammo pulang.


"Sawyer, kita pulang!" Ammo menghubungi Sawyer agar bersiap.


"Siap, Bos!" sahutnya.


*


*


"Tuan!" Theo menyambut Ammo di pintu masuk.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Ammo.


"Siapa yang berjaga di sana?" tanya Ammo.


"Alexei dan penjaga kebun!" sahut Theo.


"Oh, dia sudah di sini." Ammo mengangguk puas. Ammo naik ke ruang kerja dan meletakkan barang-barang milkk Nick di kotak khusus, kemudian menguncinya.


Ammo kembali turun dan berjalan keluar. Theo mengikuti langkah Ammo ke paviliun. Kapten Smith hari itu mendapat laporan dari bawahannya bahwa kamar Nick digeledah Theo. Dan semua yang ditemukan, ditempatkan di paviliun.


Kapten Smith lebih heran lagi, saat melihat Alexei yang berjaga di situ bersama tukang kebun. Dia merasa pasti ada kesalahan fatal yang dilakukan Nick, hingga Ammo mungkin meragukannya, sebagai pimpinan dan yang memilih Nick untuk mengawal Ammo.


"Bos!" sapa Kapten Smith.


Ammo menoleh padanya. "Aku memerintahkan Theo menggeledah kamar Nick setelah mendapatkan satu informasi," sahut Ammo sambil melewati jalan setapak.


"Apa yang dilakukannya?" tanya Kapten Smith hati-hati.


"Seperti Rosie. Mereka dari kelompok yang sama dan punya tugas utama untuk membunuhku!"


Kata-kata Ammo sangat jelas. Kapten Smith tak mungkin salah dengar. Jadi hal itu membuatnya langsung terdiam. Tak heran, pemeriksaan barang bukti dijaga Alexei.


Mereka bertiga sampai di depan paviliun. Alexei sudah menyambut kedatangan Ammo.


Ammo tak banyak bicara. Dia langsung masuk ke ruangan itu. Alexei menjelaskan yang mana saja yang sudah dikonfirmasinya sebagai hal tak berbahaya. Yang lainnya belum diperiksa. Dan itu masih delapan puluh persen lagi.


Ammo memeriksa semua itu sekilas. Terlalu banyak hal yang harus diperiksa. "Apa kau bisa memeriksanya untukku?" tanya Ammo.


"Baik! Beri aku tiga hari, untuk mengklasifikasinya sebagai barang berbahaya atau tidak. Soal isinya, kau bisa periksa sendiri! Aku tak ingin ikut campur!" kata Alexei.


"Oke! Ariel, Lindsay dan Brandy akan membantumu memeriksa semua ini," ujar Ammo.


"Bagaimana dengan tawaranku tadi?" tanya Ammo.


"Aku belum bisa menjawabnya. Tapi aku bisa menempatkan satu orangku untuk menjagamu, sampai masalah ini clear!" jawab Alexei.


"Kita bisa bicarakan salary dan yang lainnya jika kau punya persyaratan khusus," bujuk Ammo.


"Aku sedang menjaga nyawa keponakanku. Aku bahkan belum bertemu yang seorang lagi. Bahkan belum juga menemukan ayah mereka! Tanggung jawabku masih sangat banyak.


Dengan beban sebesar itu, aku khawatir tak bisa memberi perlindungan maksimal padamu. Tapi bila kau mau menggunakan orangku, maka akan kucarikan yang handal dan setia!" jawab Alexei tegas.


"Baik. Begitu juga boleh!" sahut Ammo. Tempatkan 20 orang untuk menjaga penghuni rumah. Fan satu orang untuk mengawalku!" ujar Ammo.


"Baik!" Aku akan langsung menghubungi mereka!" Alexei mengangguk.


Ariel, Lindsay dan Brandy sampai, setelah Theo memanggil mereka untuk datang.


"Apa yang harus kami lakukan, bos?" tanya Ariel.


"Tanyakan tugas pada Paman Alexei!" kata Ammo. Dia lalu keluar ruangan dan kembali ke arah rumah.


"Smith, ikut denganku!" panggil Ammo.


"Ya, Bos!"


Kapten Smith berjalan beriringan dengan Theo. "Aku tidak tau apapun yang dilakukan Nick. Kukira dia pemuda yang baik. Kinerjanya bagus dan terus meningkat, seak dia menjadi petugas keamanan!" bisik Kapten Smith pada Theo.


"Jika kita tak bersalah, ya takkan terjadi apa-apa," jawab Theo diplomatis.


"Ahh ... anak itu! Apa yang ada di pikirannya sebenarnya? Bukankah Bos selalu bersikap baik! Apa lagi yang diinginkannya!" keluh Kapten Smith kesal.


Theo tak menjawab apapun lagi. Dia fokus untuk berjalan mengiringi Ammo yang sedang jengkel.


"Theo, buatkan teh untuk kami!" perintah Ammo pada Theo.


"Siap, Tuan!" jawab Theo.


Ammo dan Kapten Smith memasuki ruang kerja Ammo yang berada di lantai dua.


"Silahkan duduk!" Ammo menawarkan kursi kosong untuk Kapten Smith. Kemudian Ammo memeriksa tempat dia menyimpan barang-barang hasil pelucutan senjada di tubuh Nick.


*********