System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 90


Chapter 90


Firman mendengarkan setiap cerita dari Jia Li dengan serius tanpa menjeda kata kata nya sama sekali, pada saat Jia Li bercerita mengenai masa lalunya bersama keluarga membuat Firman teringat masa lalu dirinya bersama keluarganya juga.


Hanya hidup berdua dengan sang ibu tanpa kehadiran ayah sama sekali, hidup dibawah garis kemiskinan membuat Firman menjadi sosok yang pekerja keras hingga sampai bisa merantau pergi ke kota untuk sekolah sekaligus bekerja.


Semua usaha Firman itu tidak ada yang sia sia, buktinya sekarang Firman telah menjadi orang yang terpandang dan memiliki jabatan tinggi dengan bantuan System yang selalu bersamanya, tapi semua harta yang ia miliki tidak ada artinya bila tidak ada kehadiran ibu dan orang orang yang Firman sayangi.


Tapi cerita kehidupan Firman lebih susah daripada apa yang dialami Jia Li lantaran Jia Li masih bisa merasakan hidup mewah untuk beberapa waktu dan masih bisa melihat orang tuanya secara lengkap.


Sedangkan Firman tidak pernah bertemu ayahnya hidupnya juga susah, Firman yang merasakan rasa sakit yang sama karena hancurnya keluarga sangat merasakan apa yang dirasakan oleh Jia Li yang membuat Firman menaruh simpati kepada gadis tersebut.


"Lalu bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Firman setelah selesai mendengarkan cerita dari Jia Li.


"Aku merasa seperti menemukan sesuatu yang sejak dulu aku inginkan saat ada kamu, meskipun kita baru bertemu semalam aku senang bisa berkenalan denganmu. Aku bisa merasakan senang dan bahagia meski sebentar." Jawab Jia Li sambil menatap wajah Firman dengan senyum manisnya.


Firman merasa jika Jia Li memang ditakdirkan bertemu dengan nya karena masa lalu yang sama jadi Firman berharap Jia Li bisa berbahagia seperti dirinya saat ini.


"Benarkah? Aku ikut senang jika seperti itu." Balas Firman terus melangkahkan kakinya mendaki jalur pendakian gunung.


"Firman, apakah aku boleh bertanya satu hal padamu?" Tanya Jia Li menatap wajah Firman dengan penuh harap.


"Mau bertanya apa?" Balas Firman mempersilahkan Jia Li bertanya padanya.


"Aku penasaran, apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih? Atau seorang wanita yang kamu cintai?" Jia Li bertanya dengan gugup karena ia sangat berharap bisa bersama dengan Firman menjalani kehidupan ini.


"Sudah, aku sudah mempunyai tiga kekasih dan satu calon." Jawaban Firman yang langsung membuat Jia Li terkejut.


Jia Li terkejut bukan marah, ia terkejut lantaran mendengar jawaban Firman tentang tiga kekasih dan satu calon, sungguh ada ternyata laki laki seperti itu pikir Jia Li heran.


"Apa tiga kekasih!? Bagaimana bisa, apakah mereka tidak bertengkar jika bersama sama, atau mungkin kamu selingkuh makanya bisa memiliki banyak kekasih?" Firman diberondong pertanyaan oleh Jia Li yang menatapnya dengan tajam seakan ingin mengintimidasi Firman akan berkata jujur.


"Tenang saja, aku tidak berselingkuh mereka bertiga juga sudah mengenal satu sama lain dan tidak ada yang bertengkar malah mereka akur baik baik saja." Jawab Firman dengan santainya.


"Lalu siapa satu calon tersebut!? Apakah dia akan menjadi kekasihmu juga!?" Kali ini Jia Li bertanya dengan perasaan kesal karena Firman memiliki calon lagi meski sudah memiliki tiga kekasih yang mendampinginya.


"Dia ada didekatku, dia juga akan menjadi kekasihku." Jawab santai Firman.


"Siapa itu?" Tanya Jia Li sangat penasaran ingin mengetahuinya.


"Kamu." jawab Firman singkat.


"Hah?? Apa maksudmu, aku kurang begitu paham." Jia Li bingung dengan jawaban yang terlontar dari mulut Firman tidak paham apa maksudnya.


"Maksudku calon kekasih keempat itu adalah kamu." Balas Firman memperjelas jawabanya tadi.


"Sejak kapan aku menjadi kekasihmu hah!?" Jia Li sebenarnya sangat senang saat mendengar ucapan Firman tadi, tapi karena tidak ingin terpancing ia jadi seperti menolak hal tersebut.


"Oh tidak mau ya, yaudah maaf jika begitu lain kali aku tidak akan seperti itu lagi." Jawab singkat Firman tanpa ada beban sama sekali saat mengatakanya.


Jia Li langsung mendongak menatap wajah Firman dengan serius, hatinya yang tadi sedang berbunga bunga seketika gugur saat mendengar jawaban dari Firman.


Padahal Jia Li berniat ingin membuat Firman mengakui perasaan nya pada dirinya agar Jia Li bisa resmi menjadi kekasih Firman, tetapi justru Firman menjawab seperti itu yang membuat Jia Li terkejut.


Tidak ingin kehilangan orang terdekatnya lagi, Jia Li langsung mencium bibir Firman dengan ganas menyesap aroma manis yang dikeluarkan darinya.


Sementara Firman yang sedang berjalan sambil menggendong Jia Li langsung berhenti karena ciuman yang dilakukan oleh Jia Li tiba tiba membuatnya kaget, Firman membalas ciuman tersebut karena merasa bersalah telah mengatakan kata kata yang sedikit kasar tadi.


Setelah beberapa menit berciuman saling beradu aroma manis, Jia Li melepas ciuman nya lalu menatap Firman dengan perasaan bahagia senang menjadi satu.


"Tidak, aku mau menjadi kekasihmu pokoknya aku mau, TITIK!!" Ucap Jia Li tidak ingin perkataan nya ditolak oleh Firman.


"Bukanya kamu tadi tidak mau ya?" Balas Firman ingin sedikit menggoda Jia Li.


"Tidak.....!! Tidak.....!! Lupakan itu, aku mau.....aku mau menjadi kekasihmu yang keempat." Jawab Jia Li dengan cepat karena takut Firman berubah pikiran.


"Baiklah.....Baiklah.......Tadi pagi aku kan sudah bilang jika kamu akan jadi kekasihku karena aku telah merengut mahkotamu jadi aku akan menjadikanmu wanitaku." Ucap Firman tersenyum kepada Jia Li.


Jia Li yang mendapatkan senyuman dari Firman menjadi salah tingkah, wajahnya memerah menunduk malu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Firman agar tidak terlihat oleh Firman.


Perjalanan pun kembali berlanjut dengan suasana yang lebih akrab antara Firman dan Jia Li yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih, tiba tiba Firman terpikirkan suatu hal tentang cerita Jia Li soal keluarganya tadi.


"Jia Li, tadi kamu mengatakan akan melaporkanku kepada ayahmu bukan, lalu melaporkan bagaimana caranya jika ayahmu telah meninggal?" Tanya Firman yang merasa kebingungan dengan perkataan tersebut.


"Hahaha tidak kok, aku hanya kesal saja waktu itu jadi spontan berkata seperti itu, atau kamu mau aku laporkan beneran kepada ayahku nanti supaya kamu didatangi oleh arwah ayahku hahahaha." Jawab Jia Li dengan diiringi candaan yang membuat mereka berdua tertawa bersama sama penuh kebahagiaan.


Tapi yang tidak disadari oleh mereka berdua adalah adanya sosok yang selalu menemani mereka dari sejak awal mendaki gunung, sosok itu yang telah mengikuti Firman dari awal perjalanan yang membuat Firman penasaran.


Sosok itu juga menemani perjalanan Jia Li makanya setelah Firman menyadari ada sosok tersebut secara tiba tiba sosok itu menghilang pergi ke tempat Jia Li.


Sosok itu tidak lain adalah mendiang ayah Jia Li yang selalu menjaga putri kesayangan nya meskipun telah lama meninggal dunia, sosok ayah Jia Li juga yang telah mempertemukan antara Firman dan Jia Li karena ia percaya jika Firman bisa menjaga anaknya tersebut dengan baik.


"Sekarang aku bisa pergi ke atas karena putriku telah menemukan kebahagiaan nya, semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan putriku ayah selalu menemanimu sampai kapanpun, sepertinya aku akan memiliki cucu nanti hahaha." Ucap sosok ayah Jia Li lalu secara perlahan lahan menghilang.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...