
Chapter 152
Firman terdiam setelah mendengar pertanyaan yang kembali dilontarkan Gina. Bukan bermaksud menolak atau tidak ingin menjawabnya, akan tetapi Firman yang telah memiliki banyak kekasih belum mengatakan hal itu kepada Gina.
Takutnya nanti jika Firman langsung menerima Gina menjadi kekasihnya tanpa berkata jujur, hubungan mereka bisa renggang bahkan mungkin Gina akan membenci Firman untuk selamanya, itu membuat Firman takut jika sampai kejadian tersebut terjadi.
"Apa kami tidak salah pilih menjadikan aku kekasihmu? Aku ini bukan orang baik-baik, aku juga telah memiliki 5 kekasih yang ada di rumah sedang menunggu aku pulang.
Aku tau jika rasa cintamu itu mungkin hanya rasa ingin membalas budi saja, tidak usah terlalu dipikirkan, pilih lah pasangan yang tepat agar hidupmu menjadi bahagia," ucap Firman mengelus kepala Gina dengan penuh perhatian, sama seperti apa yang dilakukan nya dulu saat bertemu Gina di pasar.
Gina diam tidak melakukan apapun, hanya menatap mata Firman yang indah dengan perpaduan antara Asia dan Eropa, mungkin apa yang dikatakan Firman itu benar adanya.
Bahwasanya cinta yang dirasakan Gina itu hanya sebagai rasa ingin balas budi saja, bukan rasa cinta murni tulus dari seorang gadis kepada laki-laki, tapi apakah itu yang dirasakan oleh Gina?
Tidak! Gina tidak merasakan hal itu sama sekali, ia bukan ingin balas budi saja, tetapi Gina memang mencintai Firman tulus dari dalam hatinya yang terdalam, hanya ada nama Firman di seluruh bagian hati Gina.
"Tidak! Aku sangat mencintai kamu! Bahkan jika semua orang menentang hubungan kita, aku akan tetap mencintai kamu!
Karena kamu adalah satu-satunya pria yang bisa menempati hatiku, aku tidak peduli apapun selain kamu, aku rela jika harus kehilangan semua aset, jabatan, kekayaan yang aku punya jika memang dengan cara itu aku bisa bersama denganmu," Gina berkata dengan memeluk Firman sangat erat.
Perasaan memang sangat sulit dipahami oleh seseorang, apakah orang bisa mengetahui sedang merasakan cinta atau tidak? Jawaban nya tentu saja tidak tahu hehehe…
Jantung berdetak kencang, wajah memerah malu, rasa gugup berlebih, malu bila bertemu, apakah semua itu merupakan tanda-tanda bila kita mencintai orang? Mungkin bagi sebagian orang itu benar adanya tapi bagi sebagian lainnya tidak.
Lalu bagaimana dengan Firman dan Gina, mereka berdua sama-sama memiliki orang yang dicintainya, Gina sangat amat mencintai Firman lebih dari apapun, sedangkan Firman sangat mencintai para wanitanya dan keluarga.
Apakah Firman merasakan jantung berdetak kencang, wajah memerah malu, dan lain-lainya? Tidak kan, itulah yang dinamakan cinta yang tulus dari hati, bukan dari pikiran yang sering mengkhianati.
Cinta yang tulus bukan dirasakan tapi dilakukan, seperti Firman yang selalu menjaga para wanitanya jika dalam masalah tanpa memperdulikan dirinya sendiri, tidak perlu mengucapkan kata cinta, cukup dengan perbuatan yang menunjukan jika kita mencintai itu sudah lebih dari cukup.
"Apa kamu serius?" tanya Firman memastikan kembali.
"Aku sangat serius, aku tidak peduli jika kamu memiliki jutaan wanita yang ada disampingmu, jika perlu aku tidak masalah dijadikan simpanan ataupun budak jika itu membuatku bisa dekat denganmu.
Yang aku inginkan hanya kamu, cuma kamu. Aku nanti akan meminta ijin kepada wanita kamu yang lain agar merestui hubungan kita!" jawab Gina dengan semangat.
Bagaimana Gina bisa menyerah jika perjuangan selama bertahun-tahun hilang begitu saja hanya karena alasan sepele, Gina bukan mencintai Firman karena harta ataupun wajah, yah... meski harus diakui jika cinta Gina pertama datang saat melihat wajah tampan Firman kecil saat menolongnya dahulu.
Firman tersenyum saat mendengar jawaban dari Gina, "Lalu apalagi yang kamu tunggu, apakah kamu tidak ingin melakukan sesuatu kepada kekasihmu?" kata Firman tersenyum menawan yang membuat Gina bahagia.
Chup...
Tanpa ada aba-aba sama sekali, dengan rakusnya Gina mencium bibir indah milik Firman tanpa ampun. Menyesap setiap sisinya tanpa memberikan ruang sama sekali.
Ciuman kasar yang membuat Gina semakin bersemangat, apalagi saat Firman memegang belakang kepalanya lalu menekannya agar ciuman mereka semakin lebih dalam lagi.
Pergulatan lidah di dalam mulut membuat mereka berdua saling bertukar saliva satu sama lain, rasa manis di rasakan oleh Gina saat menyesap bibir Firman, apalagi tadi Firman baru meminum anggur yang sepertinya itu semakin membuat nikmat ciuman mereka.
Firman tidak mau kalah dengan Gina, ia mengabsen setiap sudut bagian dalam bibir Gina hingga ke mulut, lidah saling bertautan merasakan kasih sayang satu sama lain, ciuman lembut tidak ada rasanya bagi mereka, yang ada hanya ciuman kasar namun penuh akan kasih sayang sesuai dengan karakter Firman dan Gina.
Beberapa menit lamanya mereka saling bertautan bibir memberikan rasa manis kepada kekasih, akhirnya Firman melepaskan ciuman mereka berdua yang mana hal itu membuat Gina sedikit kecewa.
"Kenapa berhenti?" tanya Gina dengan wajah memohon, karena sangat menginginkan hal itu lagi.
"Ihh... Ini juga demi kamu tau, aku sampai rela berangkat dari Eropa ke sini tanpa membawa perbekalan apapun," balas Gina cemberut mengerucutkan bibirnya yang membuatnya terlihat sangat lucu di mata Firman.
Chup...
Ciuman singkat dari Firman di bibir merah milik Gina, "Kamu mandi dulu, aku ingin melakukan pekerjaan sedikit, nanti kita lanjutkan kembali," kata Firman yang di balas anggukan patuh dari Gina.
Gina pun pergi ke kamar mandi yang ada dikamar Firman tersebut, karena mereka sedang berada di markas Serigala Hitam, alhasil Firman juga memiliki beberapa pekerjaan lembur yang diberikan Bagas tadi yang harus segera diselesaikan Firman.
[Ding... Misi Telah Dilaksanakan...
Hadiah :Kartu Upgrade System Ke Versi Selanjutnya
Apakah Host Ingin Memakai Kartu Upgrade?]
Notifikasi dari System membuat Firman terkejut karena ia sedang melakukan pekerjaan nya untuk menandatangani beberapa dokumen.
"Langsung pakai saja System," ucap Firman tidak ingin menunda-nunda lagi.
[Ding... Kartu Upgrade System Digunakan...
Upgrade System Dilakukan...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Upgrade System Telah Selesai Dilakukan...
Selamat System Telah Upgrade Ke Versi 0.3 Beberapa Fitur Telah Ditambahkan Dan Ada Beberapa Fitur Yang dihilangkan.]
Setelah beberapa menit akhirnya upgrade System telah selesai dilakukan, Firman sangat senang karena akhirnya bisa mengupgrade System yang telah lama ia inginkan.
Sambil menunggu Gina yang sedang mandi membersihkan tubuhnya di kamar mandi, Firman ingin mengecek ada hal baru apa saja yang ia dapatkan setelah System upgrade kali ini.