System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 49


Chapter 49


Saat memasuki ruangan guru yang kemarin dipakai keributan, di sana nampak ada beberapa siswa anggota osis yang sedang membereskan barang barang yang berserakan.


"Reno sini dulu." Ucap Ika memanggil salah satu siswa yang bernama Reno.


"Iya Bu ada apa ya?" Tanya Reno.


"Ini yang bersih bersih cuma kalian aja? Murid yang lain mana kok gak ada?" Tanya Ika penasaran.


Ika penasaran karena dari tadi ia tidak menemukan adanya murid lain selain anggota osis yang hadir di sekolah.


"Ohh itu emangnya Bu Ika belum tahu ya kalo sekolah libur selama seminggu karena ada kasus kemarin.


Jadi semua murid belajar melalui rumah masing masing sampai ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai sekolah nanti." Jawab Reno menjelaskan.


Ika dan Firman pun baru tahu akan hal ini, entahlah mereka tidak mengetahui ada pemberitahuan tentang masalah ini.


"Yaudah kamu lanjut lagi bersih bersihnya." Ucap Ika.


"Baik Bu, mari Bu Ika, Firman." Jawab Reno lalu melanjutkan bersih bersihnya.


Firman dan Ika juga ikut membantu bersih bersih mumpung mereka ada di sini jadi sekalian membantu, lagipula Firman juga ketua organisasi dan Ika sebagai guru pendampingnya.


Mereka bersih bersih hingga siang hari sampai bersih dan rapi semua nya.


Lalu para anggota osis sudah pulang sementara Firman dan Ika masih ada di sekolah karena rencananya hari ini Firman akan bertemu dengan Anggita untuk membahas masalah perusahaan nanti sore.


"Kamu mau ikut aku buat ketemuan sama orang nanti?" Tanya Firman kepada Ika.


"Mauuu sekalian jalan jalan ya hehehe." Jawab Ika nampak sangat senang.


"Yaudah kita ganti baju dulu." Ucap Firman.


Mereka lalu pergi pulang ke kontrakan Firman untuk berganti pakaian, sebelum pulang Firman dan Ika membeli pakaian untuk dipakai keluar nantinya.


Dijalan arah menuju kontrakan Firman terpikirkan untuk membeli kendaraan agar tidak selalu naik angkutan umum terus menerus.


"Kalo aku beli motor kira kira bagus gak ya?" Tanya Firman pada Ika yang ada di sampingnya sedang bersandar di bahunya.


"Baguslah, memangnya kamu punya uang, kalo gak ada uang pake uangku aja, aku ada kok uangnya." Jawab Ika sambil menawarkan uang untuk membeli motor Firman.


"Gak usah, aku sudah punya uang sendiri." Jawab Firman santai.


"Emmm aku jadi penasaran apa sih pekerjaan kamu itu, kelihatanya kamu nganggur aja tapi kok uangnya banyak." Ika merasa sangat penasaran bagaimana Firman menghasilkan uangnya.


"Nanti juga kamu tahu sendiri." Firman menjawabnya dengan santai.


"Pak, kiri." Firman dan Ika turun dari angkutan umum di depan sebuah toko motor terbesar di kota ini.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam dan langsung disambut seorang pelayan cantik yang bekerja di sana.


"Selamat datang tuan dan nona, ada yang bisa saya bantu?" Pelayan tersebut menyambut Firman dan Ika dengan sangat ramah.


"Aku mau mencari motor yang bagus di sini." Jawab Firman.


"Mari tuan saya bantu mencarinya." Ucap pelayan mengajak Firman dan Ika berkeliling mencari motor.


Mereka pun berkeliling melihat lihat motor yang ada di sana.


Ada banyak sekali jenis sepeda motor di toko ini, mulai dari yang murah hingga yang harganya mencapai miliaran pun juga ada.


"Berapa harga yang itu?" Tanya Firman pada si pelayan.


"Ini tuan? Ini adalah motor yang bagus tuan, namanya adalah Ducati Panigale Superlenggera, 1100 cc dan hanya ada 500 unit di dunia, harganya 3 milyar tuan." Ucap pelayan menjelaskan kepada Firman.


Firman sangat tertarik dengan motor tersebut dan berniat ingin membelinya, tapi saat ingin berbicara untuk memilih motor tersebut. Tiba tiba ada seseorang yang ingin membeli motor tersebut juga.


"Aku beli motor ini." Ucap orang tersebut langsung menyerobot.


"Maaf tuan, tapi tuan ini yang menawar untuk membeli sepeda motor itu terlebih dahulu." Ucap si pelayan sopan.


"Hah? Orang miskin ini ingin membeli motor yang harganya milyaran? Hahaha sudahlah, berikan saja padaku motor itu." Balas si penyerobot dengan sangat sombong.


Firman sangat kesal dengan tingkah orang tersebut yang sangat sombong padahal dirinya yang lebih dulu menawar motor tersebut.


"Hey, aku yang menawar motor itu lebih dulu." Ucap Firman kesal.


"Kau orang miskin lebih baik cari sepeda di pinggiran jalan saja sana, di sini uangmu tidak akan cukup hahaha.


Lihatlah aku, aku mempunyai banyak uang dan aku Juna adalah anak dari direktur di perusahaan FEMA yang terkenal itu, jadi kau jangan macam macam jika tidak ingin terkena masalah hahahaha." Ucap si pria sangat sombong.


Orang bernama Juna itu mengaku sebagai anak direktur di perusahaan FEMA, dia tidak tahu jika di depannya yaitu Firman adalah pemilik perusahaan tempat ayahnya bekerja.


"Ooo dari FEMA ya, baiklah kuharap kau tidak menyesal telah bertindak seperti ini padaku." Balas Firman tersenyum sinis.


"Hey sayang, jangan main main dengan perusahaan itu, mereka perusahaan paling kuat di kota ini bisa bisa kita habis nanti jika berurusan dengan mereka." Ucap Ika mencoba memperingati Firman.


"Kau tenang saja, semua bakal baik baik saja." Jawab Firman santai.


"Pelayan, ini aku membeli motor itu." Firman memberikan sebuah kartu berwarna hitam dengan logo desain berwarna emas di atasnya.


Sang pelayan dan Ika yang mengetahui kartu tersebut adalah kartu yang hanya dimiliki orang orang kelas tinggi.


Bahkan Papa Ika tidak mempunyai kartu itu, hanya kartu hitam biasa saja.


Si pelayan bergegas melakukan pembayaran dengan tangan gemetar saat memegang kartu tersebut.


"Hey dasar orang miskin, palingan juga saldonya tidak cukup hahaha." Ucap Juna masih meremehkan Firman karena tidak mengetahui kartu milik Firman saldonya unlimited.


Cling.....


Pembayaran selesai dan pelayan mengembalikan kartu milik Firman kembali.


Sedangkan si Juna terlihat sangat terkejut Firman bisa membeli motor yang sangat mahal hanya dengan sekali bayar.


Firman langsung membawa motornya keluar setelah mengurus surat suratnya lalu berjalan bersama Ika meninggalkan toko tersebut.


"Awas saja kau, aku akan melaporkan ini pada ayah, aku yakin dia pasti mendapat uang itu dengan merampok." Ucap Juna masih tak terima.


Firman dan Ika berjalan menggunakan motor baru berkeliling kota, tapi sebelum berkeliling Firman membawa Ika ke toko penjual helm untuk membeli helm di sana.


Mereka beli dua helm yang sama berwarna hitam, namun corak pada helm Firman berwarna merah sedangkan milik ika berwarna biru dan pink.


Setelah beli helm mereka kembali berkeliling, Ika yang dibonceng di belakang memeluk Firman erat sambil bersandar pada punggung nya menikmati indahnya jalanan.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...