
Chapter 84
Paman Rudi dan yang lainya terlihat terkejut mengetahui fakta yang sebenarnya dari Firman mengenai keluarga Gunawan, tapi yang membuat mereka tambah terkejut lagi adalah kemampuan Firman dalam mencari informasi yang sangat luar biasa.
"Sepertinya kepolisian negara telah memiliki bakat luar biasa yang baru saat ini ahahaha." Ucap Om Angga tertawa senang yang justru membuat orang yang tidak paham apa maksud dari ucapan nya menjadi bingung.
"Apa maksud nya Pa?" Tanya Ika penasaran.
"Nanti juga kamu akan mengetahuinya saat waktunya sudah tepat." Jawab Om Angga yang membuat orang orang tambah bertanya tanya sangat penasaran.
Sementara Paman Rudi yang paham apa yang dimaksud oleh temannya itu hanya tersenyum simpul sambil tertawa kecil melihat keluarganya dan yang lain tampak penasaran.
Paman Rudi telah diberitahukan oleh Om Angga mengenai pelantikan Firman masuk kedalam kepolisian, hal itu dilakukan agar Paman Rudi tidak salah paham yang mungkin mengira Om Angga memanfaatkan Firman saja.
Yang menjadi objek pembicaraan sendiri yaitu Firman hanya diam saja tanpa menanggapi obrolan yang lainya, dia hanya diam sambil memakan makanan yang sudah ada di depan mejanya.
Sementara itu tidak lama berselang datanglah beberapa polisi yang akan menangkap anggota keluarga Gunawan yang melakukan kejahatan besar serta korupsi yang merugikan negara.
Ada banyak yang datang untuk menangkap anggota keluarga Gunawan, antara lain ada kepolisian, badan keamanan keuangan negara, badan penyelidik, serta masih banyak lagi yang datang untuk mengamankan keluarga Gunawan.
"Ada apa ini? " Ucap Ayah Haris atau kepala keluarga Gunawan yang baru turun ke tempat acara setelah melakukan sesuatu hal.
"Maaf tuan, kami di sini karena ingin mengamankan anda beserta beberapa keluarga anda karena tuduhan melakukan tindakan korupsi yang merugikan negara hingga triliunan." Ucap pimpinan tim yang akan mengamankan keluarga Gunawan.
"Hah? Apa maksudnya semua ini, aku tidak bersalah mengapa kalian ingin menangkapku jika aku tidak melakukan apapun!!" Bukanya kooperatif dan mengikuti para petugas tersebut, ia malah marah marah tidak terima.
"Semua buktinya sudah jelas tuan, jadi tidak ada alasan lagi untuk anda mengelak." Balas petugas yang langsung menangkap kepala keluarga Gunawan beserta beberapa orang yang telah melakukan kejahatan korupsi.
Sementara Haris dan adiknya Andi berencana ingin kabur dari ruangan ini dan melarikan diri agar tidak dijadikan tersangka lalu mendekam di jeruji besi.
Di tengah tengah penangkapan yang disaksikan banyak pasang mata, Haris mundur perlahan lahan hingga hampir sampai di pintu keluar belakang tanpa disadari siapapun.
Merasa akan berhasil Haris Pun langsung berlari ke arah pintu keluar tersebut namun semuanya seketika gagal saat ada seseorang yang tiba tiba memukulnya yang seketika membuat Haris terjatuh menghantam lantai dengan keras.
Ugh......
Haris memegangi perutnya yang sakit akibat bekas pukulan orang tersebut, lalu setelah itu Haris mencoba untuk bangkit sambil melihat siapa yang telah membuatnya sampai terjatuh seperti ini.
Betapa terkejutnya Haris saat melihat ternyata Firman lah yang telah memukulnya sampai terjatuh menghantam lantai, merasa sesuatu hal yang buruk bisa saja terjadi bila menyinggung Firman, Haris mencoba tenang agar tidak melakukan tindakan gegabah.
"Mengapa tuan Firman memukul saya? Saya hanya ingin mencari orang orang saya untuk melakukan sesuatu." Ucap Haris dengan sopan takut menyinggung Firman.
"Oh benarkah? Tapi bukanya orang orang anda telah ditangkap oleh para petugas di depan sana? Lalu mau kemana anda sekarang tuan Haris Gunawan." Balas Firman dengan menampilkan senyum mengerikan nya yang membuat Haris sedikit merinding melihatnya.
"Mohon maaf tuan Firman, saya tidak pernah menyinggung anda tetapi mengapa anda menghentikan saya?" Tanya Haris.
"Kau memang tidak pernah menyinggungku, tapi kau dan keluargamu telah menyinggung orang orang terdekatku!" Jawab Firman dengan emosi yang mulai memuncak.
Firman sebenarnya sudah sangat emosi saat mendengarkan setiap perkataan dari Haris yang membuatnya merasa sangat muak, apalagi saat melihat wajah akting tidak berdaya nya itu.
Namun Firman menahan emosinya sekarang karena ia ingin sedikit memberikan pelajaran yang bertujuan membuat Haris membayar semua yang telah dilakukannya selama ini.
"Sekarang bolehkah aku bertanya sesuatu hal padamu tuan Haris?" Ucap Firman bertanya balik dengan nada suara yang mengerikan.
"Apa itu?" Ucap Haris membalas perkataan Firman.
"Apa yang akan dilakukan seorang laki laki yang wanitanya ingin direbut oleh seseorang? Lalu bagaimana sikap seorang teman saat temannya dilecehkan oleh pria kurang ajar?" Pertanyaan Firman yang seketika membuat Haris terdiam tidak dapat mengeluarkan suara dari mulutnya.
Tidak mendapatkan jawaban dari Haris membuat emosi Firman semakin meledak ledak walaupun sudah ditahan sebisanya, dengan sekali pukulan tepat di wajah Haris membuatnya terjatuh ke lantai hingga mengakibatkan darah mengalir dari sudut kepalanya.
Cuih......
Haris meludahkan darah yang keluar dari mulutnya lalu memandang Firman dengan perasaan marah yang sangat besar, segara Haris bangkit lalu berdiri di hadapan Firman.
"Jika kau laki laki maka kita selesaikan hal ini secara laki laki juga!" Ucap Haris menantang Firman berduel adu kekuatan.
"Aku tidak pernah mundur apapun yang terjadi demi melindungi orang orang terdekatku!" Jawab Firman yang bersiap memasang kuda kuda untuk bertarung.
Haris yang memiliki beberapa kemampuan ilmu bela diri memang bukan lawan yang mudah bagi Firman, tapi Haris bertingkah lemah karena tidak ingin memperlambat rencana melarikan dirinya.
Tapi karena sekarang sudah tidak ada jalan keluar yang lain membuat Haris terpaksa harus bertarung melawan Firman.
Inilah yang diinginkan Firman, memancing emosi Haris agar menantangnya bertarung lalu membalaskan semua apa yang telah dilakukannya dulu dan berhasil saat ini Haris terpancing dan menantang Firman bertarung yang bisa digunakan Firman untuk menyiksa Haris secara perlahan lahan.
Mereka berdua merupakan orang kelas atas jadi tidak akan bertarung tanpa alasan atau sebab yang jelas, serta tidak akan bertarung jika pihak lawan tidak menyetujuinya karena itu bisa dianggap suatu penghinaan karena melawan orang yang tidak sebanding.
Mereka berdua bersiap melancarkan aksi untuk bertarung satu sama lain hingga ada yang menjadi pemenangnya.
.............
Saat ini Firman dan Haris berada pada sebuah ruangan yang akan digunakan sebagai arena tarung mereka, ruangan tersebut tepat berada di samping pintu keluar bagian belakang sedangkan para petugas sedang sibuk diluar mengamankan para anggota keluarga Gunawan di sana.
Para wanita Firman tampak mencari cari keberadaan kekasih mereka itu yang sejak tadi tidak kelihatan, Rina bahkan sampai mengelilingi ruangan untuk mencari Firman bersama Ika.
Anggita sendiri sepertinya menyadari apa yang dilakukan Firman karena pada saat Haris ingin melarikan diri tadi Anggita sempat melihat Firman mengejar Haris kebelakang.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
*Ikuti terus perjalanan Firman dalam menjalani semua tantangan yang dihadapinya.
...Terima Kasih...