System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 75


Chapter 75


Saat ini Firman sedang bersama Angel untuk makan siang bersama, kebetulan Angel tadi mengajak Firman makan siang bersama sekaligus sebagai rasa terima kasihnya kepada Firman yang sudah membantu misi kepolisian tadi.


Firman bersama dengan Angel menaiki mobil Angel pergi kembali ke kota setelah Angel selesai dengan urusan nya di tempat kejadian tadi.


[Ding.......Misi Telah Dilaksanakan......


Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]


'Nanti saja System.' Ucap Firman berbicara dalam pikirannya kepada System miliknya.


Perjalanan tidak terlalu membosankan karena Angel dan Firman saling mengobrol satu sama lain tentang mereka, Angel membicarakan tentang pekerjaan nya begitu pula Firman yang bercerita mengenai pekerjaannya.


"Wah aku tidak menyangka kamu seorang pengusaha, aku pikir kamu adalah anak orang kaya." Ucap Angel tambah kagum kepada Firman setelah mendengar ceritanya.


"Tidak, aku bukan anak orang kaya, bahkan bisa dibilang orang tuaku hidup dibawah garis kemiskinan dan inilah waktuku untuk membuat ekonomi keluarga bangkit kembali." Balas Firman yang tampak dari matanya terlihat sebuah tekad yang besar demi membuat orang tuanya bahagia.


Angel yang melihat tekad Firman dan juga usaha yang dilakukan nya demi membahagiakan orang orang yang dia sayang membuat Angel semakin kagum kepada sosok Firman.


Sebagai seorang wanita wajar bila Angel kagum kepada Firman, tampan, rajin, bertanggung jawab, pekerja keras, semua kriteria pria idaman ada pada diri Firman membuat banyak wanita bisa dipastikan akan tertarik padanya.


Angel menatap wajah tampan Firman yang saat ini sedang menyetir dengan tatapan tertarik, sebenarnya Angel tidak bisa menolak bahwa dirinya juga tertarik pada Firman.


Tetapi semua itu segera Angel buang jauh jauh karena ia pernah mendengar jika Firman adalah menantu dari pimpinan kepolisian yang sekaligus bos nya, jadi tidak mungkin Angel menyukai pria yang merupakan menantu atasanya sendiri.


"Ada apa?" Tanya Firman karena merasa terus diperhatikan oleh Angel.


"Tidak apa apa." Jawab Angel memalingkan pandangannya ke arah luar jendela.


'Ayolah Angel, tahan dirimu jangan sampai kelepasan, dia menantu atasanmu sendiri jangan macam macam.' Batin Angel berusaha menahan dirinya.


Sementara Firman yang memang sangat cuek kepada wanita hanya diam saja tidak mengerti kenapa Angel bersikap berbeda tiba tiba, lagipula Firman juga sangat malas sebenarnya berurusan tentang wanita.


..............


Mereka berdua sudah sampai di kota kemudian mencari tempat makan yang enak, setelah menemukan tempat makan yang mereka cari Firman dan Angel datang ke tempat tersebut.


Drttt......Drttt.......


Suara getaran handphone Firman tanda ada yang sedang menelponnya, Firman pamit sebentar pada Angel untuk mengangkat telepon tersebut.


"Halo om, ada apa ya menghubungiku?" Tanya Firman setelah mengangkat telepon dari Angga.


"Begini Firman, aku berniat mengundangmu ke acara kepolisian besok, aku juga ingin berbicara sesuatu kepadamu mengenai hal yang sangat penting, jadi apakah kau bisa?" Tanya Angga langsung mengutarakan maksudnya menelepon Firman.


"Aku akan lihat jadwal ku nanti dulu ya om, aku usahakan akan datang." Jawab Firman.


Firman sedikit merasa bingung apa yang dimaksud calon mertuanya tersebut, menggala hal ini ada hubungan dengannya padahal Firman bukanlah siapa siapa, daripada penasaran mending tunggu besok saja pikir Firman lalu kembali ke meja makan bersama Angel yang sudah memesan makanan untuk mereka berdua.


Mereka makan bersama lalu setelah selesai makan dan mengobrol sebentar akhirnya mereka pulang ke tempat masing masing, Angel akan kembali ke markas pusat karena harus melapor tentang kasus yang baru selesai, semengara Firman mungkin akan kembali kerumahnya.


Angel awalnya menawari Firman untuk mengantarnya hingga sampai kerumah, tetapi Firman menolak dan lebih memilih pulang menggunakan taksi saja. Mereka berdua berpisah kembali ke tempat masing masing setelah selesai makan bersama.


......................


Di Sebuah ruangan besar yang terdapat banyak orang seperti sedang melakukan rapat, tampak dari penampilan orang orang tersebut mereka merupakan sebuah kelompok yang berbahaya.


"Bagaimana ini tuan, transaksi kita di wilayah Asia Tenggara telah gagal karena ulah para polisi di sana, kita tidak bisa menyuap mereka agar tutup mulut hanya ada beberapa polisi kecil yang mau kita suap tapi para petingginya tidak ada yang berhasil kita dekati." Ucap salah satu orang dengan menggunakan bahasa asing.


"Kita awasi saja dulu apa yang terjadi, jika mereka terus mengganggu kita maka tidak ada pilihan lain selain perang." Jawab orang yang duduk paling depan dengan bahasa yang sama seperti orang pertama tadi.


"Saya ada saran tuan, bagaimana jika kita bekerja sama dengan mafia yang ada di negara itu, kita bisa lebih leluasa bergerak jika mempunyai orang di sana karena mereka bisa membantu kita mendekati para polisi itu, dan kita jadi lebih mudah mengetahui jalan mana saja yang bisa kita gunakan untuk menyelundupkan barang barang milik kita ke negara itu." Ucap salah satu orang mengeluarkan sarannya.


"Cukup bagus, baiklah nanti akan ku pikirkan, sekarang lakukan semua seperti biasa dan berusahalah jangan sampai ketahuan kepolisian internasional." Ucap orang paling depan yang merupakan ketua kelompok tersebut.


Lalu mereka semua bubar dari pertemuan tersebut kembali ke pekerjaan masing masing.


"Siap yang sebenarnya dengan berani menentang kelompok ku? Dia hanya satu orang dan berhasil melumpuhkan puluhan anggotaku yang terlatih, menarik." Ucap ketua kelompok dengan menampilkan senyum liciknya.


Orang itu mendapatkan informasi bahwa yang mengalahkan anggotanya cuma satu orang yang membuat ketua mafia tersebut penasaran sekuat apa orang yang mampu mengalahkan anggotanya dengan jumlah puluhan hanya dengan sendirian saja.


Sebagai kelompok mafia besar kegagalan ini mengakibatkan nama kelompok mereka tercemar karena berita tentang penangkapan itu telah tersebar diseluruh berita kawasan Asia dan sekitarnya dengan judul Terungkapnya Perdagangan Obat Obatan Terlarang Yang Dilakukan Mafia Luar Negeri.


Bisnis yang dilakukan mafia memang sangat beragam, bisa berbentuk barang, jasa, ataupun juga bisnis usaha seperti pada umumnya.


Contohnya saja kelompok milik Firman yaitu Serigala Hitam yang mempunyai bisnis pengamanan atau bodyguard dan juga beberapa bisnis yang agak gelap dibawah kendali Firman sebagai ketua dan Bagas sebagai wakilnya.


……………………..


Firman sekarang sudah berada di rumahnya yang tampak masih sepi sekali karena penghuninya belum kembali.


"Apa aku menyewa pembantu saja ya supaya rumah ini tidak terlalu sepi, tapi aku harus mencari pembantu yang bisa menjaga rumah ini juga agar bisa melindungi keluargaku nanti." Ucap Firman kepikiran sesuatu.


"Baiklah nanti saja aku mencari pembantunya, jangan lupa juga untuk menugaskan pengamanan di gerbang depan, nanti biar kusuruh Bagas saja yang mengurusnya." Ucap Firman lagi.


'Lama sekali mereka, bukankah ini sudah jam pulang sekolah mengapa Rina belum kembali dan kemana saja Ika sampai hampir sore seperti ini belum kembali.' Batin Firman bingung kenapa para wanitanya belum kembali sampai sekarang.


Sebenarnya Ika sudah diijinkan orang tuanya untuk tinggal dirumah Firman, lagipula rumah mereka lumayan dekat jadi tidak masalah bagi Ika, sedangkan Rina juga kadang tidur dirumah Firman tapi juga masih tinggal bersama orang tuanya juga.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...