
Chapter 199
Pertarungan antara Firman melawan beberapa musuhnya belum juga selesai, jual beli serangan terus dilakukan oleh mereka semua, baik itu Firman yang menggunakan katana di kedua tangannya sebagai senjata, maupun kelompok lawannya yang menggunakan berbagai jenis senjata untuk melawan Firman.
Di dalam pertarungannya kali ini Firman terus melakukan serangan untuk membuat lawannya terpojok dan melemahkan kekuatan lawannya, Firman juga menahan dan juga menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh lawannya agar tidak mengenai tubuhnya yang bisa mengakibatkan kekalahan bagi Firman.
Saat bertarung melawan banyak orang dari kelompok misterius tersebut juga Firman dapat melihat siapa saja yang memiliki kemampuan dalam bertarung, meski Firman hanya sekali lihat saja tapi ia sudah dapat mengetahui lawannya tersebut kuat atau tidak.
Mungkin ada beberapa dari kelompok misterius itu yang bisa dikatakan kiat menurut pandangan serta hasil analisa singkat yang dilakukan oleh Firman, sementara yang lainnya hanya memiliki kemampuan standar walaupun mereka juga tidak bisa diremehkan karena masih bisa memberikan serangan yang cukup untuk membuat Firman kelelahan untuk menangkisnya.
Melihat ada beberapa dari lawannya yang bisa dikategorikan lemah menurut pandangan Firman, dengan hasil analisis tersebut Firman mulai mengincar mereka yang lemah dengan cara mencari titik lemah dari formasi mereka semua.
Meskipun awalnya Firman agak kesulitan dalam mencari kesempatan untuk menyerang titik lemah mereka, akan tetapi setelah beberapa kali percobaan akhirnya Firman mendapatkan sebuah kesempatan untuk menyerang salah satu orang yang dikatakan memiliki kemampuan lemah menurut Firman.
Dengan katana yang sudah siap untuk menebas lawannya, setelah mendapatkan waktu dan kesempatan yang tepat Firman mengayunkan katana yang berada di tangan kanannya ke arah seorang musuhnya yang berada tepat didepan Firman, ayunan tangan dadi Firman tersebut sangatlah cepat sehingga membuat lawannya kesulitan untuk menghindari tebasan tersebut.
Swus ...
Tebasan yang sangat kencang bagaikan angin ditengah badai yang membuat satu kepala lawannya terlepas dari badannya, Firman berhasil membuat satu lawannya tumbang hanya dengan satu kali tebasan saja.
Kepala orang tersebut tergeletak di atas hamparan salju yang sangat dingin sekali, dari area leher yang terputus tidak henti-hentinya mengeluarkan darah segar berwarna merah yang membuat siapa saja akan merasa ngeri saat melihatnya.
Setelah menebas kepala lawannya itu, Firman langsung melompat mundur untuk menghindari serangan dadakan dari lawannya yang lain, Firman mundur beberapa langkah kebelakang lalu kembali memasang sikap siaga.
Tebasan yang dilakukan oleh Firman terlihat sangat rapi sekali, bisa dilihat dari bekas tebasannya yang sangat lurus tanpa ada yang belok sedikitpun, tebasannya juga sangat cepat dan akurat hingga membuat lawannya kali ini tidak bisa berkutik diserang dengan sangat cepat oleh Firman.
Firman bisa menebas dengan mudah karena memanfaatkan gerak lawannya yang lambat karena menggunakan senjata yang besar, apalagi lawan Firman yang berhasil ditumbangkan tersebut adalah yang paling lemah bila dilihat dari kemampuannya selama pertarungan.
Orang itu hanya mampu mengarahkan beberapa serangan ke arah Firman dengan senjata berupa tongkat besi besar di tangannya, itupun tidak ada yang mengenai tubuh Firman sama sekali, sedangkan rekan-rekanya yang lain mampu memberikan banyak serangan kepada Firman meskipun hanya sedikit yang bisa mengenai tubuh Firman.
Mereka yang melihat satu temannya telah tewas ditebas oleh Firman, pastinya menjadi sangat marah, apalagi ada salah seorang dari kelompok lawan Firman tersebut yang terlihat seperti sangat sedih sekali melihat temannya tewas di depan matanya, mungkin ada sesuatu diantara orang tersebut dengan orang yang baru saja Firman habisi.
"K ... Kamu sudah berani menghabisi kekasihku! Tidak akan ada lagi kata ampun untukmu!" ucap orang yang terlihat sangat sedih tadi.
Ternyata orang tersebut adalah kekasih dari orang yang baru saja Firman habisi barusan, bisa terdengar dari suaranya jika orang yang mengatakan bahwa orang yang tewas dibunuh Firman adalah kekasihnya tersebut merupakan seorang wanita, suaranya terdengar sangat jelas bahwasanya dia adalah seorang wanita.
'Aku pikir mereka semua adalah seorang pria, ternyata ada wanitanya juga,' batin Firman yang mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghindari serangan tiba-tiba dari lawannya.
Wanita yang kekasihnya dihabisi oleh Firman tadi langsung berlari ke depan menuju kearah Firman dengan menggunakan senjata berupa sebuah belati yang ada di kedua tangan wanita tersebut.
Setelah sampai di depan Firman, dengan sangat cepat wanita itu mengarahkan serangannya ke arah tubuh Firman dengan cara menggunakan belati yang ada di tangannya untuk melukai bagian tubuh Firman yang mana saja.
Melihat rekannya kesulitan melawan Firman sendirian, anggota kelompok misterius yang lainnya pun langsung membantu wanita tadi untuk menyerang Firman bersama-sama menggunakan senjata masing-masing.
Alhasil Firman mau tidak mau harus melawan banyak orang lagi, padahal tadi saja dia sudah agak kelelahan melawan mereka yang secara bersama-sama menyerang dirinya, sekarang mereka kembali menyerang Firman bersamaan dengan serangan yang lebih brutal daripada yang awal tadi.
Trang ...
Suara besi yang berbenturan terdengar sangat jelas saat pertarungan antara Firman melawan kelompok misterius terjadi, katana Sang Pembantai melawan banyak senjata lainnya yang memiliki bentuk jauh lebih besar darinya, bahkan ada yang membawa sebuah senjata tajam berukuran hampir 2 meter untuk melawan Firman.
'Jika aku terus bertahan seperti ini maka aku tidak akan bisa menang, aku harus memikirkan cara lain untuk melumpuhkan mereka,' batin Firman yang sedang memikirkan rencana untuk melawan musuhnya.
Serangan demi serangan terus terjadi hingga tidak terasa mereka bertarung selama beberapa menit lamanya, bahkan langit yang tadinya terlihat masih ada sedikit cahaya matahari sekarang sudah terlihat sangat gelap apalagi ditambah dengan adanya badai yang menjadi semakin besar sampai membuat jarak pandang tidak lebih dari 3 meter jauhnya.
Firman menyerang dengan sangat brutal tidak kalah lincah dari lawannya, meskipun Firman kalah jauh dalam segi jumlah tapi Firman menang banyak dalam hal kecepatan dan kekuatan, hal itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Firman dengan cara mengincar yang lemah terlebih dahulu baru menyerang yang kuat.
Dengan mudahnya Firman menghabisi beberapa orang dari anggota kelompok misterius yang memiliki kemampuan tidak terlalu kuat, mereka dihabisi oleh Firman dengan sedikit usaha dan rencana yang telah Firman susun dalam waktu singkat.
Karena Firman telah berhasil menghabisi beberapa lawannya, sekarang hanya tersisa beberapa orang saja yang masih bertahan dan bisa dipastikan kemampuan yang mereka miliki juga diatas yang lainnya, buktinya saja Firman agak kesulitan untuk menghabisi mereka padahal kemampuan yang dimiliki oleh Firman sangatlah jauh diatas manusia pada umumnya.
"Kalian ini masih manusia atau bukan? Kenapa tebasanku bisa ditahan dengan mudah seperti itu?" ujar Firman bertanya-tanya.
Firman merasa sangat kebingungan saat melihat tebasaanya yang diarahkan pada seorang lawannya dengan sangat mudah ditangkis dengan menggunakan sebuah batangan besi yang sangat kuat hingga membuat Firman mundur beberapa langkah.
"Kau harus membayar karena telah membuat teman-teman kami tewas!" ucap seorang dari musuh Firman.
Bau-bau kemenangan sudah tercium dari pihak Firman, dengan tewasnya banyak anggota kelompok misterius yang menjadi lawan Firman, itu menandakan kemenangan sudah dekat dan sudah bisa dipastikan Firmanlah yang akan menjadi pemenangnya.
Bisa dilihat tidak jauh dari tempat Firman bertarung saat itu melawan kelompok misterius, ada juga Gina yang menggunakan pisau besar di tangannya melawan dua orang musuhnya yang juga sama-sama kesulitan seperti Firman.
Gina yang memiliki sedikit kemampuan menggunakan senjata jarak dekat mampu mengimbangi pergerakan yang sangat cepat dari lawannya, meskipun Gina kalah dalam hal jumlah dan bentuk senjata, tapi Gina bisa membuat lawannya merasa kewalahan dalam menghadapi dirinya yang seorang diri.
Menggunakan teknik yang tenang tanpa tergesa-gesa sama sekali membuat Gina mampu mengontrol jalanya pertarungan yang membuat dirinya unggul dalam hal daya serang, meski Gina harus bisa menerima keadaan karena salah satu tangannya terkena luka tebasan senjata tajam yang lumayan membuat tangannya sakit.
Luka tebasan tersebut didapatkan Gina pada saat menahan serangan lawannya yang berasal dari arah belakang padahal dirinya sedang menghadapi lawan satunya yang menyerang dari arah depan menggunakan tongkat baseball.
Alhasil karena menahan serangan tersebut membuat tangan Gina harus menerima luka karena tebasan yang cukup kencang tersebut hingga membuat luka yang sebenarnya tidak terlalu dalam tetapi luka itu membuat Gina kesulitan dalan bergerak karena ia sekarang hanya bisa mengandalkan satu tangannya saja untuk menyerang.
'Aku harus berhati-hati, walaupun aku memegang kendali dalam pertarungan kali ini tapi aku juga tidak boleh lengah karena itu bisa membuat mereka semakin gencar menyerangku,' batin Gina yang terus menyerang kawannya tanpa ampun.