System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 137 Menyusup Masuk Kedalam Markas Black Dragon


Chapter 137


Firman bersama dengan Angga dan Junita pergi ke ruangan khusus milik Angga untuk berbicara sesuatu yang sangat penting, sesampainya di dalam ruangan tersebut Firman langsung mengatakan tujuannya kepada Angga.


"Om, aku sebenarnya akan berencana untuk menyerang mafia Black Dragon nanti malam, kelompok mafia itu adalah rekan bisnis dari mafia luar negeri yang beroperasi di sekitaran kota ini," ujar Firman langsung mengatakan tujuannya.


Angga dan Junita kaget bukan main saat Firman mengatakan jika dirinya akan menyerang mafia Black Dragon sendirian, bukan sebuah hal yang mudah menyerang sebuah organisasi besar yang memiliki banyak sekali anggota seperti Black Dragon.


Firman menjelaskan semua rencana yang telah ia buat sekaligus menjelaskan informasi yang sebelumnya Firman tahan untuk tidak diungkapkan kepada anggota polisi lainnya.


Kebetulan komandan polisi Eko tidak hadir pada saat pertemuan tadi yang membuat Firman sedikit rasa curiga kepadanya, apalagi saat menyusuri data yang ia dapatkan dari Black Dragon, Firman menemukan beberapa dokumen dengan ada nama Eko di dalamnya.


Firman juga memberitahukan kecurigaannya ini kepada Angga dan Junita.


"Aku juga merasa curiga kepadanya, karena beberapa hari ini ia selalu menolak jika diajak berdiskusi mengenai masalah yang sedang kita hadapi saat ini," ucap Junita setuju dengan pendapat Firman.


"Aku tidak mengerti apa yang kalian maksud, tetapi aku percaya kepada Firman akan bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera. Jika ada anggota kepolisian yang terlibat jangan sungkan untuk menghukumnya, kamu juga boleh mengeksekusi nya jika memang kejahatannya yang dilakukannya sudah sangat berat," ucap Angga tegas.


"Baik Om, malam ini aku akan memulai rencana nya," balas Firman yang sudah sangat yakin dengan rencana yang ia buat.


"Apakah kamu tidak membutuhkan bantuan Firman?" tanya Junita terlihat khawatir pada keselamatan Firman.


"Tidak perlu kak, aku sendiri yang akan menyerang mereka agar aku bisa bergerak dengan mudah nantinya," balas Firman menolaknya.


Setelah selesai berbicara, Firman pamit pergi untuk mempersiapkan semua yang ia butuhkan untuk penyerangan yang akan dilakukan nanti malam.


Firman kembali menuju markas Serigala Hitam untuk mengambil barang-barang miliknya dan juga memerintahkan Bagas serta para anggota Serigala Hitam untuk bersiap jika nantinya Firman membutuhkan bantuan mereka.


.............


Hari sudah semakin malam, sudah waktunya bagi Firman untuk mulai beraksi menjalankan rencana yang telah ia persiapkan dengan matang.


Setelah menempuh beberapa jam waktu perjalanan, akhirnya Firman sampai di sebuah daerah yang ada di luar kota tepatnya di daerah yang terkenal dengan penghasil hasil perkebunannya.


Firman memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran yang berada dekat dengan tujuannya saat ini yaitu markas Black Dragon.


Memang benar sekali bahwa keberadaan markas Black Dragon berada di tengah kota, meskipun hanya kota kecil tapi lumayan ramai dengan warga yang beraktivitas baik siang maupun malam.


Firman sejenak menunggu di dalam restoran sampai hari benar-benar gelap lalu baru ia akan memulai aksinya menyusup masuk kedalam gedung yang lumayan besar tersebut.


"Bagaimana caranya mereka bisa membangun markas di kota seperti ini? Pasti ini ada campur tangan beberapa oknum yang melindunginya, aku harus segera membongkar hal tersebut secepatnya!" ujar Firman sambil terus memperhatikan gedung markas Black Dragon.


................


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Firman siap untuk menjalankan aksinya, jam menunjukan pukul 11.00 yang mana itu waktu yang tepat untuk menyusup masuk kedalam gedung.


Firman berjalan menuju gedung markas Black Dragon dengan pakaian serba hitam agar menyamarkan dirinya dari pandangan para penjaga yang pastinya akan merepotkan dirinya nanti jika sampai ketahuan oleh mereka.


Masuk melalui sebuah jalan yang ada di samping gedung lalu masuk kedalam gedung lewat jalur pekerja yang biasanya mengurus isi dalam gedung.


Firman mulai menyusup masuk ke dalam dengan sangat berhati-hati agar tidak ketahuan para penjaga yang berpatroli.


Tadi pada saat mengamati keadaan gedung tersebut, Firman melihat ada banyak sekali penjaga yang berpatroli di sekitaran gedung baik luar maupun dalam, makanya Firman sangat berhati-hati saat ini karena tidak mau semua rencananya gagal hanya lantaran sedikit kesalahan yang dibuatnya.


Saat ini Firman berada di sebuah ruangan yang akan menuntunnya menuju atap gedung guna menjalankan rencana yang telah ia buat, Firman menembakan senjata pelontar panah atau biasa disebut crossbow yang dikaitkan dengan tali untuk mengaitkan nya di sebuah besi yang ada di atas.


Setelah tali terkait dengan kencang, Firman naik ke atas menggunakan tali hingga sampai di atap gedung yang lumayan tinggi tersebut.


Gedung markas Black Dragon memang bukan gedung modern yang tinggi dan bagus, tapi lebih seperti bekas pabrik besar yang telah terlantar laku direnovasi sedikit agar lebih baik lagi dan pas untuk digunakan sebagai markas untuk mereka.