System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 143 Mendengar Pembicaraan Wirjo


Chapter 143


Memasuki tempat tersebut yang terlihat sangat ramai berisi para anak muda yang tengah asyik berjoget riang diiringi musik dari dj yang sedang memainkan lagu.


Firman baru menyadari jika tempat ini merupakan sebuah club malam yang berisi orang-orang yang suka berpesta di dalamnya, banyak sekali anak muda yang ada di dalam club malam tersebut.


Para gadis muda mengenakan pakaian sangat minim sedang ber lenggok menari indah menarik perhatian mata para kaum pria yang ada di sana, banyak gadis yang sepertinya sedang mabuk dibawa pergi oleh beberapa pria yang ada di sana.


Sudah bisa dipastikan jika para pria itu sedang ingin bersenang-senang dengan gadis yang mereka bawa, para gadis yang dibawa juga tampak diam saja karena mereka sedang dalam keadaan mabuk, inilah istilah yang sering disebut orang dengan kata 'bungkus', bungkus dalam artian mencari hiburan.


Namun bukan itu yang menjadi perhatian Firman, ia tidak begitu peduli mengenai orang-orang tersebut selama tidak menyangkut orang terdekatnya, jika itu terjadi bisa dijamin Firman tidak akan tinggal diam.


Firman terus mengikuti kemana perginya Wirjo yang saat ini tengah berjalan menuju kebagian dalam club malam tersebut, tempat dimana biasanya orang yang memiliki uang lebih menghabiskan waktu untuk bermain bersama dengan wanita penghibur.


'Untuk apa dia ke tempat ini? Tidak mungkin dia hanya menghabiskan waktu di sini tanpa alasan yang jelas,' batin Firman terus memperhatikan gerak-gerik Wirjo yang masuk ke dalam sebuah ruangan khusus para pelanggan kelas atas.


"Mbak, saya pesan ruangan yang itu,berapa harganya?" tanya Firman kepada seorang pelayan yang kebetulan lewat.


"Yang mana Tuan?" tanya pelayan itu kembali.


"Yang itu," tunjuk Firman kepada ruangan yang berada tepat di sebelah ruangan tempat Wirjo masuk tadi.


"Oh... yang itu, harganya 5 juta Tuan, tapi itu hanya ruangan saja, belum termasuk pelayanan nya, jika anda ingin memesan tempat di sini, anda harus membayar 10 juta, itu untuk paket tertinggi, namun anda juga bisa memesan yang biasa dengan harga 7 juta, Tuan!" jelas si pelayan dengan wajah yang bersemangat karena mungkin ini akan menjadi hari baik untuknya mendapat pelanggan yang menyewa ruangan kelas atas.


Tanpa basa-basi, Firman mengeluarkan kartu warna hitam yang bertuliskan namanya di sana lalu ada hologram yang bergambar seperti naga warna emas di atas kartu tersebut, "Paket paling tinggi!" ucapnya menyerahkan kartu itu kepada si pelayan.


Seketika si pelayan menjadi sangat kaget melihat kartu yang diberikan oleh Firman, pelayan itu telah bekerja lumayan lama di tempat ini, jadi ia tahu berbagai kartu yang biasa digunakan orang untuk membayar.


'I... ini kartu eksklusif keluaran terbatas! Oh tuhan, sungguh keberuntungan yang besar hari ini aku dapatkan, terima kasih tuan!' Batin pelayan itu merasa sangat beruntung bisa melayani orang yang memiliki kartu terbatas tersebut yaitu Firman.


Pelayan itu lalu langsung bergegas menjalankan tugasnya dan mengembalikan kartu itu kepada Firman setelah selesai menyelesaikan pembayarannya, dia juga mengantar Firman pergi keruangan yang telah di pesannya.


"Pesanan anda akan datang sebentar lagi Tuan, anda juga akan mendapatkan pelayanan 'spesial' karena telah memesan paket paling tinggi dari tempat kami, selamat menikmati Tuan," ujar si pelayan lalu pergi dari ruangan tersebut.


Firman sendiri tak begitu menyimak omongan dari pelayan tadi, ia hanya fokus untuk menajamkan indra pendengaran nya untuk mendengarkan apa yang dibicarakan oleh orang yang ada di ruangan sebelahnya.


"Jadi bagaimana? Apakah kau sudah menemukan keberadaan anak itu?" tanya Wirjo yang ada di ruangan sebelah Firman berbicara dengan seseorang.


"Aku menemukan dia," jawab lawan bicara Wirjo.


"Dia baru saja menghancurkan organisasi mafia Black Dragon, kabarnya Raja telah tewas ditangan anak itu, pasukan nya juga banyak yang tewas serta banyak yang menghilang tanpa ada yang mengetahuinya."


"Raja tewas!? Bagaimana mungkin dia bisa tewas jika hanya melawan anak kecil itu!?" seru Wirjo seakan tak percaya dengan informasi yang baru di dengarnya barusan.


"Kau jangan bercanda kepadaku, Fred!" lanjutnya.


"Apa kau meragukan informasi dariku!?" balas Frederich menatap Wirjo tajam yang membuat nyali Wirjo menciut seketika.


Benar sekali, orang yang sedang bersama Wirjo merupakan asisten atau tangan kanan Richard, yang bernama Frederich.


"Aku tidak meragukan informasi darimu, ngomong-ngomong untuk apa kau ke negara ini? Tidak mungkin jika seorang Frederich hanya sekedar datang tanpa alasan kan," ucap Wirjo penasaran.


"Aku hanya menjalankan tugas!" jawab Frederich dengan nada dingin sembari minum air yang tersedia di depanya.


Wirjo tidak bertanya lagi kepada Frederich karena ia tahu betul jika orang itu sudah berbicara menggunakan nada yang dingin atau santai, maka jangan pernah mengajaknya bicara lagi jika tidak ingin menerima akibatnya nanti.


Mereka kemudian membicarakan bisnis dengan sangat serius, sesekali juga membicarakan tentang Firman yang saat ini sedang menjadi pembicaraan orang-orang dari dunia bawah yang penasaran dengan sosok seperti apa Firman yang telah berhasil memporak porandakan dua kelompok organisasi besar, bahkan salah satunya merupakan salah satu organisasi mafia terbesar di Asia tenggara.


Sedangkan di sisi Firman yang mendengarkan semua pembicaraan Frederich dan Wirjo menjadi semakin paham jika dirinya saat ini tengah diincar oleh banyak orang yang membuatnya harus tambah berhati-hati agar tidak terjatuh kelubang yang salah yang membuatnya bisa saja habis oleh orang-orang ini.


Bukanya Firman takut, tapi ia menyadari jika dirinya masih terlalu kecil jika dibandingkan orang-orang berpengalaman banyak di dunia bawah lainya, bahkan melawan Raja saja Firman sedikit kesusahan, apalagi orang yang tingkatannya jauh diatas Raja.


Meskipun Firman memiliki System yang selalu membantunya, tetapi itu tidak menjamin jika Firman akan selalu menang, karena fungsi System saat ini untuk memberikan skill kepada Firman untuk digunakan.


Bukannya memberikan kemenangan yang selalu akan didapatkan dengan mudah, karena sejatinya System itu untuk membantu penggunanya supaya bisa berhasil dengan usaha dan tekad yang dimilikinya, bukan malah membuat penggunaannya selalu menang tanpa ada usaha, itu saja saja membuat penggunannya menjadi orang yang pemalas yang hanya bisa mengandalkan system tanpa bisa mandiri dan mencari pengalaman untuk mengembamgkan kemampuannya sendiri.


Meski harus diakui jika Firman memang mengandalkan system hingga bertahan sampai saat ini, namun itu tidak bisa terjadi jika Firman tidak merasakan susahnya hidup dahulu dan menyelesaikan berbagai misi yang diberikan oleh System.


"Aku harap kau bisa hidup tenang, Richard!" ucap Firman dengan menampilkan seringai kejam yang sangat jarang diperlihatkannya.


"Sepertinya akan ada mayad baru beberapa waktu lagi," ujar Firman setelah mendengar pembicaraan Wirjo dan Frederich tadi dari ruangan sebelah.


Sudah bisa dipastikan jika Firman tidak akan membiarkan wirjo mati dengan tenang, pasti Firman akan membalas apa yang dilakukan oleh Wirjo berkali-kali lipat, inilah awal dari perjalanan Firman dalam mengungkap jaringan besar organisasi bawah tanah yang sangat kejam dan berisi orang-orang jahat.


*Maaf ya teman-teman jika author up gak menentu, author sebentar lagi ada ujian yang membuat banyak kegiatan author untuk persiapan ujian tersebut, hari libur saja author tetap harus kesekolah untuk mengejar materi praktek untuk nanti, tapi author usahakan selalu up ya teman-teman.