System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 158 Sampai Tujuan Dengan Selamat


Chapter 158


Perjalanan menggunakan pesawat jet pribadi milik Gina untuk pergi menuju tujuan kira-kira membutuhkan waktu beberapa jam dari lepas landas hingga mendarat di tujuan.


Dalam pesawat Gina dan Firman selesai berbincang mengenai rencana apa yang akan mereka lakukan saat datang untuk menyelamatkan anggota mafi Gina nantinya.


Setelah sekian jam terbang, akhirnya mereka sampai juga di bandara negara tujuan, Firman turun lebih dulu dari pesawat karena Gina terlebih dahulu berbicara kepada pilot pesawat yang merupakan orang yang bekerja kepada Gina juga.


Gina turun menyusul Firman yang menunggu dirinya di depan sebuah mobil warna hitam mewah seperti mobil suv pada umumnya tetapi dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih di dalam maupun luarnya.


"Apakah itu mobil orang yang aku panggil untuk menjemput kita?" tanya Gina.


"Mungkin iya," jawab Firman seadanya.


Karena tadi Firman baru turun dari pesawat langsung dipanggil oleh seorang wanita muda yang berpakaian seperti setelan kantor, wanita itu langsung menyerahkan kunci mobil tersebut kepadanya lalu pergi tanpa berkata apapun sama sekali.


Gina melihat sebentar bagian dalam mobil tersebut untuk mengkonfirmasi apakah itu benar mobil dari anak buahnya atau bukan.


'Ternyata benar ini mobil dari mereka,' batin Gina lalu langsung masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang yang berada pada samping kursi pengemudi.


Firman pun ikut masuk kedalamnya yang mana ia menjadi pengemudinya kali ini, "Apa sifat anak buah mu semuanya seperti wanita tadi? Dingin sekali," ujar Firman menyalakan mobilnya lalu pergi meninggalkan bandara.


"Apa kamu tidak berkaca diri sayang, mereka bahkan lebih ramah daripada kamu yang selalu tidak peduli pada apapun bahkan bersikap dingin pada semua orang," balas Gina.


"Aku tidak tahu," jawab Firman seperti biasanya dengan sikap tidak peduli yang sudah mendarah daging padanya.


Gina tersenyum melihat sifat sang kekasih yang seperti itu, 'Kamu diluar tampak tidak peduli pada apapun, tapi aku tau jika pada hatimu itu kau sangat peduli pada orang disekitarmu,' batin Gina memandang wajah tampan Firman seraya tersenyum manis.


"Kamu kenapa?" tanya Firman heran melihat tingkah kekasihnya tersebut.


"Bukan apa-apa."


Firman melajukan mobilnya membelah jalanan kota khas Eropa dengan gedung tidak terlalu tinggi dan hawa dingin yang menusuk sampai ketulang-tulang membuat badan menggigil tak karuan.


Karena tidak hafal dengan jalanan yang ada pada kota ini, Firman menggunakan gps untuk menuju tempat dimana markas mafia Gina berada karena memang disanalah tujuan mereka untuk saat ini sebelum mulai pergi untuk menyelamatkan para anggota mafia Gina yang disandera.


Disaat Firman fokus menyetir mobilnya dengan kecepatan rata-rata karena memang sedikit licin jalanan nya bekas air hujan semalam, Gina justru tertidur di kursi sampingnya dengan nyenyaknya tanpa terganggu dengan guncangan-guncangan yang kadang terjadi saat melewati jalanan bergelombang.


"Mudah sekali dia tertidur," kata Firman menatap Gina sekilas lalu kembali fokus ke arah depan jalan.


Perjalanan darat menggunakan mobil kali ini cukup memakan waktu yang agak lama, lantaran markas mafia Gina berada lumayan jauh dari bandara tempat pesawat mereka mendarat tadi.


Jadi bisa dipastikan Firman akan lembur untuk sekali lagi karena ia yang menyetir mobil, sedangkan Gina asyik dengan tidurnya tanpa memperdulikan sekitar.


"Huft ... Beginilah hidup yang harus aku jalani, banyak sekali masalah yang harus aku hadapi tanpa peduli keadaan lelah menghampiri.


Aku harus cepat menyelesaikan semua masalah ini supaya aku bisa berkumpul kembali dengan keluargaku dan juga aku sangat ingin bersekolah kembali, seharusnya sudah naik kelas aku saat ini, haish ... "


Sambil mengemudikan mobilnya, sesekali Firman menoleh kesamping kanan dan kiri dari kaca jendela mobilnya yang sedikit tertutup dengan embun air.


Pemandangan seperti gunung dan hutan terhampar luas di setiap jalan yang dilalui Firman, ini sungguh jauh berbeda dari perkiraan Firman yang mengira jika di Eropa akan banyak dengan gedung-gedung tinggi seperti pada foto maupun video yang ia lihat di internet.


"Apakah markas dia terletak di pedesaan ya? Mengapa sangat jauh sekali dari kota tadi," kata Firman.


Firman terus mengemudikan mobilnya yang tadi melewati jalanan perkotaan sekarang telah memasuki jalanan pedesaan hingga sampai tidak ada rumah satupun, hanya ada jalan raya serta hutan lebat di sepanjang jalan.


Saat tengah fokus mengemudikan mobilnya, Firman tiba-tiba teringat dengan Systemnya yang telah selesai upgrade kemarin, sudah lumayan lama Firman belum mengecek status miliknya kembali.


Tetapi sebelum mengecek status miliknya, Firman ingin mencoba mengecek status milik Gina sekaligus untuk menguji coba fitur tambahan yang disediakan oleh System, yaitu membaca status orang lain.


'System, lihat status dari Gina!' ucap Firman dalam pikirannya kepada System.


[Ding ... Melihat Status Orang Lain ...


Nama :Gina Natasya


Usia :20 Tahun


Pekerjaan/Jabatan :Ketua Mafia Roses Girl


Hubungan Dengan Host :Kekasih, Sangat Mencintai Host


Memiliki Julukan Queen Rose Karena Kehebatannya Dalam Memimpin Kelompok Mafia Miliknya.]


"Wow ... Jadi seperti ini bentuk status orang lain saat aku mengeceknya," kata Firman takjub dengan fitur System yang satu ini.


[Ding ... Fitur Analisa Status Ini Akan Berubah Sesuai Dengan Target Yang Ingin Host Periksa Statusnya ...


Jadi Setiap Orang Kadang Berbeda Status Bar Nya Jika Host Lihat.]


"Oh ... Jadi seperti itu, bagus juga fitus analisa ini, aku jadi mudah mengenali orang. Yah ... Meskipun ada banyak kekurangannya tapi tak masalah," kata Firman.


"Tapi aku sungguh tidak menyangka ternyata Gina usianya 3 tahun lebih tua dariku, aku pikir kita seumuran mengingat wajahnya yang tampak seperti anak sekolahan sepertiku," lanjutnya kagum dengan Gina.


"Tujuan kamu sekolah jadi hanya ingin mendekatiku saja begitu? Aish ... Sebegitu cintanya kah kamu padaku.


Aku akan menjaga kamu dan yang lainnya dengan nyawaku sendiri taruhanya!"


Firman mengelus kepala Gina dengan tangan kanannya penuh kasih sayang, sedangkan tangan satunya lagi memegang setir mobil.


"System, cek statusku!" ucap Firman pelan karena takut membangunkan Gina yang sedang tertidur.


[Ding....Status Host......


Nama :Firmansyah


Usia. :17 Tahun


Title :Pemilik System


Kekayaan / Bisnis :



TEKNA CORPORATION


RINGGATA CORPORATION (Pusat Dari Semua Perusahaan Milik Firman)


GENG SERIGALA HITAM (Ketua Geng)


Mafia Black Dragon (King/Ketua Mafia)



Skill :



Komputer Tingkat Tinggi.


Dokteran Modern Tingkat Tinggi.


Matematika Tingkat Tinggi.


Judo Tingkat Master.


Karate Tingkat Master.


Bisnis Saham Tingkat Tinggi.


Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.


Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.


Skill Memasak Tingkat Tinggi.


Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.


Ilmu Berpedang Tingkat Master.


Skill Bahasa Tingkat Tinggi.


Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.


Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.


Beladiri Pencak Silat Tingkat Master.


Skill Menyelam Tingkat Tinggi.


Skill Menggambar Tingkat Tinggi.


Ilmu Kemiliteran Tingkat Tinggi.


Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi.


Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master.


Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi.


Skill Memakai Tombak Tingkat Tinggi.


Skill Pertanian Tingkat Tinggi.



Pasangan :


-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)


-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)


-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)


-Jia Li (Rasa Cinta 100% Max)


-Kalina (Rasa Cinta 100% Max)


-Gina Natasya (Rasa Cinta --- Tak Terbatas)


Fitur System Lainnya :


Shop System


Membaca Status Orang Lain / Analisa


Status.......]


"Perasaan tidak banyak berubah, cuma fitur statistik dan aset saja yang dihilangkan. Baiklah, saatnya memulai rencana untuk menyelesaikan semua masalah ini agar aku bisa hidup dengan nyaman nanti walaupun cuma sebentar."


"Astaga! Apa-apaan itu? Rasa cinta Gina tak terbatas? Aku tak menyangka hingga sebegitu besarnya perasaan yang ia miliki kepadaku, nanti sekalian tanya kepada System apa maksudnya rasa cinta tak terbatas itu," ucap Firman memandang Gina sekilas sambil tersenyum bahagia.


Mobil melaju kencang diatas aspal membelah jalanan perhutanan tersebut sampai akhirnya Firman menemukan sebuah kota yang mana tempat itulah tujuannya, yaitu markas mafia Roses Girl milik Gina yang sudah tidak jauh lagi tempatnya.


Firman lalu membangunkan Gina dan mengatakan kepadanya jika saat ini mereka hampir sampai pada markas mafia Gina.


"Sudah sampai, sayang?" tanya Gina yang masih setengah sadar sambil mengucek matanya.


"Sebentar lagi kita sampai," jawab Firman yang dibalas anggukan kepala oleh Gina.


*Maaf jika author ada kesalahan teman-teman semua, author sekarang sedang tidak enak badan, jadi maaf jika kurang maksimal up nya untuk hari ini dan maaf kalau minggu depan jadwal up agak malem karena author ada ujian di sekolah, terima kasih.