System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 55


Chapter 55


Firman dan Paman Rudi masih mengobrol sampai hari pun tak terasa sudah malam.


Saat tengah asyik mengobrol, Rina datang dengan setelan siap untuk pergi jalan jalan.


"Kalian mau jalan jalan?" Tanya Paman Rudi melihat anaknya datang.


"Iya Pa, aku pamit dulu ya." Jawab Rina.


"Yaudah hati hati, Firman Paman titip anak manja ini jaga dia baik baik ok." Ucap Paman Rudi kepada Firman.


"Baik Paman." Jawab Firman.


"Ihh Papa mah, aku gak manja ya hump!" Ucap Rina kesal dengan wajah cemberut langsung pergi keluar meninggalkan Firman.


Firman dan Paman Rudi tertawa melihat tingkah Rina. Firman berpamitan pada Paman Rudi lalu ia pergi keluar menyusul Rina.


Saat sampai di luar nampak Firman melihat Rina sedang terdiam sambil melihat motornya yang sedang terparkir.


"Kamu kenapa liatin sampe segitunya?" Tanya Firman.


"Ini motor siapa? Perasaan Papa gak pernah beli motor deh." Rina masih mengamati motor tersebut dengan teliti.


"Itu motorku, sudah ayo jalan." Jawab Firman.


Firman memakai helm nya lalu langsung naik ke atas motornya. Sedangkan Rina masih kaget dengan apa yang dikatakan Firman barusan.


"Hah!? Kamu seriusan motor ini mahal harganya kamu dapat uang darimana?" Tanya Rina sangat penasaran.


"Aku kerja, udahlah gak usah kepo, ayo buruan naik." Jawab Firman kesal ditanya terus oleh Rina.


Rina pun naik ke atas jok belakang motor tapi lupa ia tidak mempunyai helm, jadilah Rina dibonceng tanpa menggunakan helm.


Motor Firman berjalan keluar menuju jalan, saat di depan pak satpam menyapa mereka dan disala balik oleh Firman.


Brumm....


Firman melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Rina yang di belakang memeluk perut Firman erat dan menyandarkan kepalanya pada punggung Firman.


Mereka berjalan menikmati malam dengan mesra. Kerlap kerlip lampu malam menemani perjalanan mereka berdua.


"Kamu ingin pergi kemana?" Tanya Firman agak berteriak agar Rina mendengarnya.


"Ke pantai aja boleh, aku udah lama pingin ke pantai." Jawab Rina.


"Ini udah malam, dingin pasti nanti kamu masuk angin gimana." Ucap Firman mengkhawatirkan Rina.


"Gak papa, aku bawa jaket kok jadi gak bakal kedinginan." Rina bersikeras ingin pergi ke pantai.


Akhirnya Firman hanya bisa menuruti permintaan kekasihnya itu. Firman melajukan motornya kearah utara tempat pantai berada.


Karena jarak antara pantai dan perkotaan lumayan jauh membuat perjalanan yang sangat lama.


Perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam. Rina bahkan terlihat agak mengantuk di belakang Firman.


..........


Sampailah mereka di pantai, Firman berhenti lalu memarkirkan motornya.


Rina terlihat mengantuk saat sampai di pantai, padahal dirinya yang sangat bersikeras ingin ke pantai tadi.


"Heyy bangun, udah sampe nih." Firman mencoba membangunkan Rina dengan cara mencubit pipi nya.


"Eh udah sampe ya." Ucap Rina setengah sadar masih mengantuk.


"Udah, kamu kenapa tidur terus, untung gak jatuh pas perjalanan tadi." Jawab Firman membantu Rina turun dari atas motor.


Rina langsung terbangun karena merasakan angin pantai yang sangat dingin, ia langsung menggunakan jaketnya untuk membuat tubuhnya hangat.


"Kamu gak bawa jaket?" Tanya Rina melihat Firman hanya menggunakan kaos saja dan celana panjang.


"Gak bawa." Jawab Firman singkat.


"Ayo ke sana." Ajak Firman menarik tangan Rina menuju ke arah pantai.


Mereka pun pergi ke pantai dan mendengar deburan ombak di malam hari yang sungguh indah. Apalagi ditambah dengan bulan yang bersinar terang yang cahayanya memantul pada air laut membuatnya nampak sangat indah.


Firman menemukan sebuah batang kayu untuk mereka duduk berdua. Ia lalu mengajak Rina ke sana untuk menikmati malam.


Mereka duduk dibawah pohon kelapa di sebuah batang pohon dengan posisi Rina yang duduk di pangkuan Firman menyandarkan kepalanya pada dada bidang Firman.


"Kamu tau gak, aku bahagia banget bisa sama kamu, aku gak tahu kenapa kalo deket kamu rasanya nyaman dan aman.


Aku merasa tenang setiap dekat dengan kamu karena aku yakin kamu selalu bisa melindungi ku." Ucap Rina menatap mata Firman.


Kamu harus menjadi kuat agar bisa menjaga diri sendiri jika aku tidak ada." Balas Firman tersenyum kearah Rina.


"Hehehe kalo gitu ajarin aku bela diri, kamu kan ahli bela diri." Ucap Rina tersenyum lucu.


Firman menanggapinya dengan tersenyum lalu mencium sebentar bibir Rina.


"Baiklah nanti kuajari, tapi bukanya kamu sudah sabuk hitam ya di karate?" Tanya Firman tersenyum penuh arti pada kekasihnya itu.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Rina langsung membuang muka ke arah lain dengan wajah memerah.


Rina memang sebenarnya bisa bela diri tapi entah apa alasannya ia pura pura lemah di depan Firman.


"Ka....Kamu tahu darimana?" Tanya balik Rina penasaran bagaimana kekasihnya bisa tahu hal ini.


"Untuk apa aku memberitahumu, kau saja tidak berkata jujur padaku." Ucap Firman dengan nada pura pura merasa kecewa.


Rina yang melihat Firman kecewa pada dirinya menjadi sedih.


"A...Aku minta maaf.....Aku cuma pingin lihat seberapa pedulinya kamu denganku makanya aku pura pura lemah, maaf ya." Rina menjelaskan kenapa ia menutupi hal ini dari Firman.


"Iya iya aku maafkan, tapi lain kali jujurlah padaku ok." Jawab Firman dibalas anggukan eh Rina.


Mereka berdua kembali menikmati malam di bawah cahaya bulan yang terang dan ditemani suara deburan ombak yang menenangkan pikiran.


Setelah lumayan lama di sana, Firman mengajak Rina menuju sebuah warung yang ada di tepi pantai tersebut.


Warung tersebut buka memang pada malam hari menyambut para pengunjung yang datang ke pantai pada saat malam hari.


"Bu pesen kopi satu, kamu mau pesen apa?" Tanya Firman pada Rina.


"Aku teh hangat aja." Jawab Rina.


"Bu kopi satu sama teh hangat satu." Ucap Firman memesan kepada penjaga warung.


"Ok den ditunggu ya sebentar." Balas ibu penjaga warung tersebut.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang.


Firman mengambil beberapa gorengan yang ada di depannya lalu memakannya dengan nikmat.


Rina tampak memandangi Firman yang tengah menikmati gorengan nya sambil menyeruput kopinya.


"Kamu mau?" Tanya Firman saat melihat Rina terus memandang ke arahnya.


"Suapin." Jawab Rina manja.


Firman tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu lalu ia pun menyuapi Rina dan disambut oleh Rina dengan senang hati.


Kegiatan mesra mereka tak luput dari pandangan ibu penjaga warung yang ada di sana.


"Kalian baru pacaran ya?" Tanya ibu penjaga warung.


"Iya bu, baru minggu lalu." Jawab Rina.


"Semoga awet ya, jaman sekarang banyak hubungan yang gak awet gara gara orang ketiga." Ucal ibu penjaga warung.


"Gak bakal kok bu, orang ketiganya juga udah ada tuh." Balas Rina menatap Firman tajam.


"Eh maksud nya gimana neng?" Tanya ibu penjaga warung penasaran.


"Pacar dia banyak, saya termasuk salah satunya." Jawab Rina, Firman yang mendengarnya langsung tersedak lalu minum air agar meredakan tersedaknya.


"Terus emangnya eneng gak marah cowoknya punya banyak pacar?" Tanya penjaga warung.


"Gak kok, asalkan dia bisa adil sama kita semua dan bisa menyayangi kita dengan tulus." Jawab Rina tersenyum memandang kearah Firman.


"Beruntung sekali kamu den punya pacar yang bisa mau berbagi, jaga baik baik hubungan kalian, saya doakan bisa sampai pelaminan." Ucap ibu penjaga warung.


Setelah di pantai lumayan lama akhirnya Firman mengajak Rina untuk pulang karena sudah sangat tengah malam.


"Kita pamit dulu ya bu, lain kali kita mampir lagi, ini uangnya." Ucap Firman pamit kepada penjaga warung sekaligus membayar pesanan nya tadi.


Saat ibu penjaga warung melihat uang yang diberikan Firman ia menjadi terkejut sekaligus bahagia.


Karena uang yang diberikan Firman adalah lima buah uang kertas berwarna merah (500 ribu).


"Anak baik semoga rezekinya selalu baik."


Firman mengantar Rina pulang kerumah nya lalu ia sendiri pulang ke kontrakan nya lalu istirahat karena merasa sangat lelah.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...