System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 166 Mencari Pemimpin Silent Shadow


Chapter 166


Setelah meminum obat yang diberikan oleh Firman tadi, mereka semua tampak lebih sehat dari sebelumnya, tubuh mereka yang awalnya lemas karena terlalu lama pingsan sekarang telah kembali pulih meski belum sepenuhnya kembali pulih.


"Terima kasih tuan karena telah menolong kami semua!" ucap salah satu dari mereka.


"Sama-sama, lagipula aku melakukan ini karena demi kekasihku yang sekarang kemungkinan juga sedang mencari cara untuk mencari orang yang telah menculik kalian," balas Firman yang membuat mereka semua kebingungan.


Wajar saja mereka menjadi bingung setelah mendengar ucapan dari Firman tersebut yang penuh akan tanda tanya. mereka bingung saat mendengar Firman mengatakan melakukan semua ini demi kekasihnya.


Siapakah kekasih dari penolong mereka tersebut hingga rela menyelamatkan mereka dari dalam bahaya ini, pikir para anggota mafia Gina. Mereka tidak ada yang berani bertanya karena takut menyinggung perasaan Firman, bagaimanapun juga mereka sudah merasa sangat bersyukur karena telah diselamatkan olehnya.


Tapi ada satu orang yang memandang Firman dengan sangat intens seperti sedang mengingat sesuatu yang ada di pikirannya entah apa itu, tapi yang pasti ia memandang Firman sangat tajam.


Firman yang menyadari tatapan tajam tersebut kemudian ia menoleh dan melihat siapa orang yang menatapnya secara intens tersebut, setelah menoleh ternyata Lina orang yang menatap Firman seperti itu.


"Ada apa?" tanya Firman bingung.


"Tidak ada apa-apa," jawab Lina seperti sedang mencoba menyembunyikan sesuatu.


Firman tentu saja sangat jelas bisa melihat ada sesuatu yang disembunyikan oleh Lina, akan tetapi ia tak mau ambil pusing masalah tersebut selama itu tidak mengganggunya.


Semua orang telah bersiap untuk keluar dari dalam gedung dengan cara melewati anak tangga yang terletak di dalam gedung, tangga tersebut biasanya tidak digunakan oleh orang karena memang sangat jarang sekali orang yang mau menggunakan tangga, mereka lebih memilih lewat lift agar lebih cepat sampai.


"Tuan, diluar banyak cctv kan, lalu bagaimana cara kita agar melewati banyaknya cctv tersebut?" ucap salah satu orang.


"Aku telah meretas beberapa cctv yang ada di sekitar sini, jalur untuk kita keluar juga telah aku bersihkan dari pengawasan cctv," jawab Firman.


Akhirnya mereka semua keluar dari dalam ruangan untuk pergi menuju pintu tangga darurat yang ada di sebelah mereka, setelah sampai pada depan pintu tersebut, Firman menggunakan jam tangan digital miliknya untuk membuka pintu tersebut.


Pintu terbuka dan semua orang masuk kedalam sana menyusuri anak tangga untuk sampai ke bawah lalu keluar dari dalam gedung. Tapi masih ada dua orang yang belum turun tangga, mereka adalah Firman dan Lina.


"Ayo kita turun," ucap salah satu sandera.


"Kalian turunlah terlebih dahulu, aku akan melanjutkan mencari seseorang," ucap Firman menyuruh mereka pergi segera.


Setelah berkata seperti itu, para sandera pun pergi menuruni tangga hingga ke lantai bawah yang mana mereka keluar lewat pintu belakang yang telah disiapkan oleh Firman sebelumnya.


Di Pintu tersebut juga telah ditunggu oleh beberapa anak buah Gina yang bertugas membawa sandera ketempat yang lebih aman agar bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Sementara itu di depan pintu tangga darurat tadi, Firman dan Lina masih terdiam di sana dengan pikiran masing-masing, Firman bingung mengapa Lina tidak ikut bersama dengan yang lainnya pergi kebawah untuk keluar dari gedung.


"Kau kenapa tidak ikut dengan mereka keluar?" tanya Firman penasaran.


"Aku akan ikut bersamamu untuk menemui kak Gina," balas Lina yang membuat Firman bingung sekaligus heran.


"Bagaimana kamu bisa tau jika aku akan menemui Gina?" tanya Firman yang merasa penasaran bagaimana Lina bisa mebgetahuinya, padahal Firman belum mengatakan tentang Gina sama sekali sebelumnya.


"Aku pernah melihat wajahmu ada di foto dalam kamar kak Gina, bukan hanya satu foto tapi ada banyak sekali fotonya hingga satu ruangan penuh dengan wajahmu," jawab Lina terdengar ambigu.


Bagaimana tidak ambigu dan menimbulkan salah sangka, memasang banyak sekali foto lawan jenis didalam kamar hingga penuh, sungguh tidak bisa dipikir secara positif, Firman juga seperti merasa ada yang aneh dengan hal itu.


"Maksudmu bagaimana?" tanya Firman masih belum dapat mencerna dengan baik apa yang disampaikan oleh Lina.


"Aku tau jika kamu itu orang yang paling kakak cintai hingga memajang foto atau apapun yang berhubungan dengan kamu di kamar miliknya, kak Gina sangat terobsesi sekali denganmu hingga dia reka mencarimu sampai keluar negeri waktu itu," ucap Lina menjelaskan.


Firman mendengar dengan baik penjelasan yang disampaikan oleh Lina, akhirnya Firman tau tujuan Gina pergi ke markas Serigala Hitam waktu itu ternyata memang sengaja untuk menemuinya.


'Kenapa aku jadi agak takut ya setelah mendengar penjelasan Lina barusan,' batin Firman merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi.


"Ya kamu benar, aku memang kekasih Gina saat ini makanya aku ikut membantu dia untuk menyelamatkan kalian," ucap Firman.


Firman tersenyum yang sangat jarang ia tunjukan kepada orang lain, lalu mengelus kepala Lina dengan lembut seperti seorang kakak kepada adiknya, "Silahkan kau boleh memanggilku dengan sebutan apa saja asal kau senang," ucapnya.


"Terima kasih kak Firman!" balas Lina tersenyum senang.


"Tau darimana kamu namaku? Padahal aku belum memberitahu kan," tanya Firman.


"Hehehe aku tau dari kak Gina," jawab Lina.


Singkat cerita mereka menjadi akrab hanya dalam waktu yang singkat, Firman juga merasa Lina ini memiliki sebuah hubungan dekat dengannya layaknya sebuah hubungan keluarga.


Semakin yakin jadinya Firman jika Lina itu merupakan anak dari tante Bulan, tapi semua itu hanya asumsi sementara saja tanpa bukti sama sekali, lagipula wajah dari Lina tidak terlalu mirip dengan tante Bulan, meskipun ada beberapa bagian yang terlihat mirip namun itu belum dapat membuktikan jika benar Lina anak tante Bulan.


Firman dan Lina menyusuri setiap jalan di dalam gedung tersebut untuk mencari keberadaan Gina yang entah kenapa gps yang telah dipasang oleh Firman pada tubuh Gina tidak berfungsi dengan baik.


Signal pemancar gps tersebut seperti terhalang oleh sesuatu yang membuat Firman menjadi khawatir pada keadaan Gina saat ini, Firman takut jika Gina terkena sebuah masalah yang membuatnya dalam bahaya.


"Bagaimana kak? Apakah kakak sudah menemukan keberadaan kak Gina sekarang?" tanya Lina yang juga merasa khawatir pada keadaan kakaknya.


"Belum, gps yang aku pasang padanya tidak berfungsi dengan baik, sepertinya memang ada yang sengaja mematikannya," jawab Firman.


"Terus bagaimana sekarang cara kita mencari keberadaan kak Gina?" tanya Lina.


Firman berpikir sejenak untuk membuat rencana baru, "Kita cari pimpinan kelompok yang telah menculik kalian terlebih dahulu, aku sangat yakin jika kita menemukan dia maka kita akan menemukan Gina juga!" ucapnya.


Kemudian mereka pun berjalan bersama dengan berhati-hati mencari keberadaan pimpinan kelompok Silent Shadow untuk mencari informasi tentang keberadaan Gina sekaligus untuk membalas atas apa yang telah dilakukan oleh orang tersebut kepada anggota Gina yang disandera.


Firman masih dengan setelan penyamarannya sebagai tamu hotel, ditambah dengan Lina yang juga menyamar menggunakan pakaian pelayan yang sedang melayani Firman selaku tamu.


Dengan mudahnya mereka melewati berbagai ruangan yang penuh dengan orang baik tamu maupun orang yang memang bekerja di gedung ini. Hingga beberapa saat berjalan mereka sampai pada restoran tempat awal Gina datang dan bertengkar dengan anak buah Vino.


Tampak ada beberapa pelayan yang membereskan kekacauan yang baru beberapa waktu lalu terjadi tersebut, Firman penasaran ingin mengetahui apa yang baru saja terjadi ditempat itu hingga sampai ada beberapa benda yang hancur.


"Apa yang barusan terjadi?" tanya Firman pada salah satu pelayan.


"Tapi ada sebuah keributan antara nona Gina dengan tuan muda Vino hingga mengakibatkan pertengkaran sampai terjadi kekacauan seperti ini, begitulah kejadiannya Tuan," jawab pelayan tersebut dengan ramah.


Mendengar nama Gina membuat Firman langsung bertanya lagi kepada pelayan tersebut, "Dimana nona Gina saat ini?" tannyanya.


"Tadi saya melihat nona Gina pergi bersama dengan nona Sophia selaku pimpinan perusahaan yang memiliki gedung ini," jawab pelayan tersebut.


"Apa kau tau dimana letak ruangan nona Sophia?" tanya Firman yang dijawab gelengan kepala oleh pelayan tersebut.


Firman mengangguk lalu memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan itu karena telah memberikan informasi yang sangat berharga bagi Firman untuk menemukan keberadaan Gina.


"Terima kasih Tuan," ucap pelayan itu lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Firman pergi dari restoran tersebut bersama dengan Lina yang selalu mengikutinya, mereka berjalan keluar untuk mengambil sesuatu milik Firman yang tertinggal didalam mobil, mereka turun kelantai bawah dengan menggunakan lift gedung.


Sesampainya di bawah gedung mereka berdua langsung keluar melalui pintu depan, meskipun Lina sempat ditahan oleh keamanan karena dianggap akan bolos kerja, karena ia masih memakai setelan baju pelayan untuk menyamar.


Tapi setelah Firman mengatakan jika Lina itu pelayan pribadinya, akhirnya Lina diperbolehkan keluar bersamaan dengan Firman.


Firman pergi menuju mobilnya yang terparkir di luar gedung, mereka lalu masuk kedalam mobil untuk melakukan sesuatu guna mencari keberadaan Gina.


"Untuk apa kita kesini kak?" tanya Lina bingung.


"Aku ingin mengambil laptop milikku yang tertinggal didalam mobil, dengan menggunakan laptop ini kita akan mencari keberadaan Gina saat ini." Firman kemudian menghidupkan laptopnya untuk melacak keberadaan Gina.


Lina yang ada di sampingnya memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Firman dengan laptopnya, walaupun masih muda seperti itu tapi Lina sedikit-sedikit mengerti tentang dunia komputer.