
Chapter 82
Hari ini adalah waktu dimana acara yang diadakan keluarga Gunawan akan dilaksanakan, para tamu undangan akan datang pada saat malam hari karena memang acara diadakan pada saat matahari sudah terbenam.
Media televisi juga akan hadir dalam acara ini karena memang saking besarnya pengaruh keluarga Gunawan di masyarakat membuat media tertarik meliput hal ini.
Tapi disaat orang orang sibuk membicarakan tentang pertemuan besar tersebut, Firman saat ini sedang merencanakan menghancurkan keluarga Gunawan melalui bisnis nya yang akan ia buat menurun.
Beberapa hari ini Firman dan Anggita telah membuat rencana dengan cara membuat para investor yang menanam modal pada perusahaan milik keluarga Gunawan untuk menarik investasi mereka karena di tunjukan beberapa bukti keburukan keluarga Gunawan.
Firman menggunakan pesan email untuk melancarkan aksinya tersebut karena sangat beresiko bila ia harus menemui langsung para investor tersebut yang bisa saja membuat Firman malah ditangkap karena tuduhan pencemaran nama baik dan tuduhan palsu.
Tapi karena pemikiranya yang sudah matang membuat Firman memiliki banyak rencana untuk menjatuhkan keluarga Gunawan.
Para investor yang diberi email oleh Firman ada beberapa yang percaya dan memilih mundur dalam mendanai proyek perusahaan milik keluarga Gunawan, namun ada juga banyak yang tidak percaya dan memilih bertahan.
Karena mundurnya beberapa investor besar di perusahaan nya membuat Haris sebagai orang yang memegang kendali atas GUNAWAN GRUP pusing memikirkanya.
Acara perusahaannya akan segera dilaksanakan tetapi perusahaan mya sendiri sedang dalam masa kritis karena hilangnya banyak pemasok dana dari para investor.
Tapi bukan anggota keluarga Gunawan namanya jika tidak memiliki ide licik di otak mereka. Haris mencoba dengan menggunakan berbagai koneksinya untuk membuat perusahaan kembali baik baik saja.
Dan hasilnya cukup lumayan, banyak investor baru yang masuk sudah cukup untuk menahan perusahaan dari keterpurukan, Haris juga berencana untuk menambah koneksi saat acara pertemuan nanti dengan mendekati para petinggi perusahaan besar agar mau bekerja sama dengan nya.
......................
Firman akan berangkat menuju tempat acara yang diadakan keluarga Gunawan bersama dengan Anggita, sedangkan Ika akan bersama dengan keluarganya dan juga Rina ikut juga bersama keluarganya.
"Sayang ayo berangkat." Ucap Anggita yang baru keluar dari rumahnya setelah dijemput oleh Firman.
Anggita terlihat sangat cantik dengan pakaian mewahnya yang senada dengan warna pakaian Firman yaitu biru tua, gaun panjang yang simple namun memiliki kesan mewah saat dipakai, tidak terlalu terbuka hanya menampilkan sedikit punggung putih milik Anggita dibagian belakangnya, ditambah dengan aksesoris kepala berupa sebuah hiasan berbentuk bunga yang membuat Anggita seperti seorang putri bangsawan kerajaan.
Sedangkan Firman menggunakan pakaian Formal warna biru tua sama dengan Anggita dan sepatu hitam serta kacamata hitam yang tidak pernah ketinggalan.
"Tidak diragukan lagi kekasihku selalu menawan dan cantik saat menggunakan pakaian apapun." Ucap Firman memuji penampilan Anggita yang luar biasa.
Dipuji oleh Firman membuat hati Anggita berbunga bunga dan menanggapinya dengan tersenyum manis ke arah Firman, lalu mereka berdua masuk kedalam mobil milik Firman yaitu Bugatti seharga ratusan miliar miliknya.
Sebenarnya Firman sangat malas berpenampilan mewah seperti ini, tapi karena permintaan Anggita dan juga untuk memperlancar rencananya nanti Firman terpaksa melakukan hal ini.
Mobil melaju membelah gelapnya malam yang indah ditemani lampu lampu di pinggir jalan, mobil Firman yang sangat mewah membuat tidak ada yang berani berjalan di dekatnya lantaran takut menggores mobil mahal tersebut.
....................
Sementara itu di tempat acara tampak sudah ramai dengan para tamu undangan yang hadir memenuhi aula ruangan yang ada di salah satu hotel kelas atas tersebut.
"Perhatian untuk para tamu undangan,acara akan segera dimulai sebentar lagi." Ucap pembawa acara memberitahukan.
Sesaat kemudian perhatian orang orang tertuju ke arah pintu masuk yang dimana ada dua keluarga kelas atas yang datang secara bersamaan momen yang sangat langka bisa melihat hal itu terjadi.
Keluarga tersebut adalah keluarga Kusuma dan keluarga Wicaksono yang datang bersama sama karena memang sudah janjian sedari awal. Apalagi anak anak mereka yaitu Rina dan Ika ingin berangkat bersama jadilah mereka semua ikut bersama sama.
Satu keluarga pebisnis besar dan satunya lagi keluarga kepolisian yang memiliki jabatan tinggi, hal itu membuat orang orang berdecak kagum pada mereka tak terkecuali Haris dan Andi yang merupakan putra pewaris dari keluarga Gunawan.
Haris yang melihat kedatangan Ika terlihat sangat senang menampilkan senyuman nya dan dengan segera mendatanginya untuk mengajak Ika bersama sama dengannya.
Sementara Andi yang adalah adik dari Haris sedang melihat sosok Rina menjadi tertarik, apalagi Rina yang cantik ditunjang dengan penampilan nya yang sungguh membuat Andi ingin segera menjadikan Rina sebagai wanitanya.
"Selamat datang tuan dan nyonya di acara keluarga kami, selamat datang juga nona Ika anda terlihat semakin cantik dari hari ke hari." Ucap Haris berbasa basi sambil sedikit memuji Ika berharap mendapat perhatian darinya.
Tapi Ika sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Haris, hanya membalas dengan anggukan kepala serta wajah cueknya. Tapi hal itu justru membuat Haris menjadi semakin penasaran untuk menaklukan Ika.
Mereka lalu diantar Haris duduk dikursi yang telah disediakan untuk para tamu kelas atas, Haris juga masih berusaha mengajak Ika untuk bersama nya.
"Nona Ika maukah anda untuk menamani saya nanti saat acara dimulai?" Ucap Haris terus berusaha mendekati Ika.
"Maaf tuan Haris, saya sedang menunggu seseorang jadi tidak bisa menamani anda." Jawaban Ika yang terdengar ketus membuat Haris kesal namun masih bisa menahannya.
Haris langsung pergi dari sana dengan perasaan marah dan kesal kepada Ika yang berani menolaknya di depan banyak orang, tiba tiba dipikiran Haris muncul sebuah ide untuk membuat Ika tunduk di bawah kendalinya.
Adik Harih yaitu Andi juga sama nasibnya harus ditolak oleh Rina dengan sedikit kasar, Andi yang kesal ingin sekali meluapkan kekesalannya pada Rina dengan membawanya langsung ke tempat tidur, namun semua itu harus ia tahan karena besarnya pengaruh keluarga Rina membuat Andi harus mundur terlebih dahulu dan memikirkan cara lain untuk mendapatkanya.
Acara sudah dimulai dengan dilakukanya sesi pengenalan tentang proyek proyek baru yang dilakukan oleh perusahaan milik keluarga Gunawan, Haris menunjukan keberhasilan nya dalam memegang kendali besar dibalik sukses nya GUNAWAN GRUP dalam menangani berbagai proyek besar yang ada.
Tujuan Haris melakukan hal itu tidak lain untuk menarik perhatian Ika agar kagum pada dirinya yang sukses, namun hasilnya sama saja Ika bahkan tidak menoleh sama sekali kearah Haris yang sedang mempresentasikan perusahaannya tapi Ika justru selalu menatap ke arah pintu menunggu sang kekasih datang.
Rina juga sama, ia selalu menatap ke arah pintu masuk menunggu kedatangan Firman tidak memperhatikan acara yang sedang berlangsung.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...