System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 236 Malam Yang Indah


Chapter 236


Sedangkan di lain tempat pada saat ini dalam ruangan yang mana tempat rapat tengah diadakan tadi suasana mencekam sekarang ini sudah berubah menjadi suasana haru karena baru saja Fia sudah menjelaskan semua tentang masa lalunya kepada semua teman-temanya dan juga ditemani oleh Gina yang selalu mendukung semua perjalanan dari Fia dari awal hingga hari ini.


"Maafkan kami semua yang telah menuduh kamu yang macam-macam ya Kak Fia, kami sama sekali tidak mengetahui tentang masa lalu yang kamu hadapi sehingga kami tidak bisa mengerti dengan apa yang Kak Fia alami selama ini," kata Lina meminta maaf dengan tulus kepada Fia atas apa yang telah dilakukannya tadi menuduh Fia menjadi pengkhianat tanpa adanya bukti yang jelas.


"Maafkan aku juga karena sudah menuduh kamu sebagai pengkhianat. Fia, aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya supaya kamu mau memaafkan diriku ini karena telah berbuat seperti itu kepada kamu," tambah seorang petinggi Roses Girl yang tadi ikut menuduh Fia yang tidak-tidak.


Semua orang akhirnya meminta maaf kepada Fia karena telah menuduh yang macam-macam kepada dirinya tanpa adanya bukti yang jelas sama sekali, bahkan sampai ingin mengusir Fia dari Roses Girl hanya karena salah paham yang terjadi antara mereka dengan Fia.


Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh Fia tadi mereka semua menjadi sangat merasa bersalah karena sudah berbuat jahat seperti itu kepada Fia yang dalam masa lalunya sudah mengalami banyak sekali hal buruk hingga membuat trauma tersendiri pada dirinya makanya sampai sekarang Fia belum mau mendekat dengan laki-laki.


"Kalian semua sudah mengetahui kan apa yang sebenarnya terjadi, jadi mulai sekarang jangan pernah lagi mengambil keputusan tanpa ada bukti yang jelas karena semua hal yang serius seperti ini harus diselesaikan secara baik-baik supaya tidak ada yang merasa tersakiti maupun dirugikan dalam masalah ini, apakah kalian mengerti?!" ujar Gina dengan nada bicara yang tegas dengan aura kepemimpinan yang mendominasi sehingga membuat semua orang menjadi diam menuruti apa yang dikatakan olehnya.


Jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh Gina memang patut diacungi jempol karena mampu memimpin ribuan pasukan yang mempunyai kekuatan sangat hebat sehingga mampu membuat dunia mengakui kehebatannya.


"Kami mengerti Queen!" ucap mereka semua yang ada di dalam ruangan rapat tersebut secara serempak.


"Baiklah, sekarang kalian beristirahatlah di dalam kamar masing-masing karena aku tahu jika kalian saat ini merasa sangat lelah setelah bertempur melawan banyak musuh tadi sore sampai tengah malam, besok kita akan melanjutkan membahas tentang masalah penyerangan yang terjadi tadi dan berusaha untuk menemukan dalang dibalik penyerangan tersebut dengan cepat untuk menuntut balas atas apa yang telah dilakukan oleh orang tersebut," ujar Gina lalu berdiri dari tempat duduknya keluar dari dalam ruangan.


Semua orang pun menyusuk Gian untuk keluar dari dalam ruangan satu persatu untuk kembali menuju ruang kamar masing-masing lalu beristirahat sesuai apa yang diperintahkan oleh Gina tadi pada saat di dalam ruang rapat, Gina juga berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas gedung markas ini.


............


Kembali lagi kepada Kalina yang ingin keluar dari dalam kamar mandi, secara perlahan-lahan Kalina membuka pintu Kamar mandi untuk keluar dari dalam ruangan tersebut kemudian melanjutkan rencana yang tadi sempat terhambat karena ada sedikit masalah yang membuat markas menjadi panik.


Setelah membuka pintu kamar mandi, Kalina lalu berjalan dengan gaya yang pastinya akan membuat para kaum pria ketar-ketir saat melihatnya, bagaimana tidak, cara jalan Kalina layaknya model papan atas yang terlihat sangat menawan ditambah dengan pakaian yang sangat amat minim pada tubuhnya sehingga dapat disaksikan dengan sangat jelas keindahan yang ditampilkan pada tubuh Kalina terpampang nyata.


Firman yang masih fokus bermain game belum menyadari keberadaan Kalina yang sudah berdiri di sampingnya dengan pose yang sangat menggoda iman sekali, Kalina berdiri dengan satu kaki terangkat berada diatas sebuah kursi kecil yang ada di bawah meja samping tempat tidur lalu kedua tangannya melipat di atas dada yang mana hal tersebut malah membuat dua buah gundukan besar yang ada di depan tubuh Kalina menjadi semakin besar seperti hendak menantang ingin segera dilahap habis.


"Asyik sekali bermain game nya!" ucap Kalina dengan nada sedikit menyindir seraya menatap tajam kearah Firman berada.


"Aku baru saja masuk kedalam game, jadi pastinya harus fokus supaya tidak kalah," balas Firman berbicara dengan nada santainya tanpa menoleh sedikitpun kearah Kalina berada.


Kalina yang mendapatkan tanggapan seperti itu dari Firman pastinya merasa sangat kesal sekali, dirinya telah berdandan secantik mungkin bahkan sampai berani mengenakan pakaian yang sangat memalukan ini hanya untuk menyenangkan Firman saja,


Akan tetapi justru orang yang ingin dibuat senang oleh Kalina malah memilih lebih asyik bermain dengan game nya tanpa menoleh sedikitpun kearah dirinya, walaupun begitu Kalina tetap berusaha sabar untuk menahan emosinya karena ia tidak mau jika malam pertamanya menghabiskan waktu bersama dengan Firman jadi gagal hanya karena masalah sepele saja.


Kalina berjalan menuju tempat tas miliknya berada yang mana isi dalam tas tersebut adalah semua barang-barang milik Kalina, sebenarnya Kalina juga membawa beberapa koper lagi untuk digunakan sebagai tempat membawa pakaian ganti yang pada saat ini berada di dalam kamar hotel tempat Kalina tinggal selama ada di negara ini.


Akan tetapi karena pada saat ini Kalina sedang berada diluar hotel tempatnya menginap alhasil koper tersebut tidak dibawa dan malah harus membeli pakaian baru untuk dipakai berganti nantinya.


"Dengan ini kamu tidak akan bisa lagi mengalihkan pandanganmu dariku sayang," ucap Kalina tersenyum penuh kemenangan sambil mengambil sebuah botol mirip seperti tempat wadah minyak wangi pada umumnya.


Setelah mengambil minyak wangi tersebut Kalina langsung menyemprotkan ke seluruh badannya hingga bau dari minyak wangi tersebut langsung menyebar keseluruh ruangan sampai-sampai pengharum ruangan otomatis yang berada di atas dinding jadi kalah aromanya dengan minyak wangi yang digunakan oleh Kalina.


'Aku tidak menyangka ternyata aroma dari parfum ini sangat enak sekali di hidung, hebat sekali Fina bisa mencarikan aku parfum ini, aku akan memberikan dia bonus nanti jika malam ini aku berhasil membuat Firman tergoda olehku hehehe,' batin Kalina dengan senyum bahagia terpancar jelas di wajahnya.


Pada saat ini karakter atau sifat dari Kalina yang biasanya kalem dan santai dalam melakukan berbagai hal lalu tidak pernah gegabah dalam mengambil keputusan, semua itu berubah total karena sifat Kalina yang asli telah keluar pada malam ini.


Aroma minyak wangi yang semerbak membuat Firman menjadi penasaran dari mana asal aroma harus tersebut karena sedari tadi dirinya berada di dalam kamar hanya ada bau pengharum ruangan saja yang aromanya sama seperti buah jeruk.


'Darimana asal aroma wangi ini? Dan mengapa pada saat aku terus menghirup aroma ini tubuhku maka semakin dibuat panas olehnya, sepertinya ada yang tidak beres di dini,' batin Firman penasaran.


Karena semakin penasaran dengan asal aroma wangi ini akhirnya Firman memutuskan untuk mematikan handphone nya padahal saat itu karakter di dalam game yang dimainkan olehnya hampir saja mendapatkan kemenangan dengan poin yang lumayan tinggi, akan tetapi karena Firman juga sudah tidak kuat lagi menahan dirinya yang semakin tidak karuan jadilah dirinya memilih untuk mematikan saja.


Kemudian setelah menaruh handphone pada meja yang berada di samping tempat tidur, mata Firman langsung berputar melihat sekeliling kamar untuk mencari dari mana asal aroma yang membuat tubuhnya menjadi panas dan tidak karuan tersebut.


Sampai akhirnya mata Firman berhenti pada saat melihat ada seorang wanita yang memiliki kulit sangat mulus dan pastinya putih, apalagi dengan tubuhnya yang terlihat sangat indah sekali karena semua ukuranya sangat pas jika dinikmati, dua buah gundukan besar yang menggantung di depan tubuhnya kemudian perut rata dengan sedikit otot yang membuatnya menjadi terlihat semakin seksi lalu ditambah lagi sepasang kaki panjang yang tidak tertutupi apapun sehingga membuat Firman bisa dengan leluasa memandang keindahan yang ada di depan matanya tersebut.


"Kalina ..." hanya itu kata yang mampu diucapkan oleh Firman pada saat melihat keindahan tubuh yang dimiliki Kalina sampai-sampai membuat Firman sangat terpesona saat menatapnya.


Memang Kalina itu cantiknya hampir sama tingkatnya dengan para kekasih Firman yang lainnya, tapi karena semua wanita yang Firman miliki pasti mempunyai ciri khas masing-masing yang membuat mereka menjadi wanita yang mempunyai aura kecantikanya tersendiri, contohnya saja Kalina yang mempunyai kaki panjang dan mulus.


"Apakah sudah selesai bermain game nya sayang ~?" tanya Kalina berjalan perlahan menuju atas tempat tidur dengan nada bicara yang terdengar sangat menggoda sekali.


"Sekarang giliran kamu bermain denganku ~" lanjutnya yang semakin menggoda Firman.


Glup ...


Firman menelan ludahnya kasar karena tidak kuasa melihat keindahan yang berada di depanya kali ini, padahal dulu pada saat berhubungan dengan wanitanya yang lain Firman hanya merasa kagum saja tidak sampai merasa gugup seperti sekarang ini pada saat berhadapan dengan Kalina yang tengah menggoda dirinya.


'Mungkin karena aku sudah lumayan lama tidak melihat wanita berpakaian seperti itu makanya menjadi gugup seperti ini,' batin Firman.


Setelah Kalina berada di atas tempat tidur ia lalu mulai melancarkan aksinya dengan cara menggoda Firman mulai dari atas memainkan jari-jari lentik yang dimilikinya diatas dada bidang Firman yang sudah terbuka kancing bajunya sehingga memperlihatkan dada lebar yang mempunyai otot ideal bagi pria.


Kalima berdiri di atas tempat tidur kemudian dengan sangat cepat ia langsung duduk diatas perut Firman yang posisinya pada saat ini sedang berbaring diatas tempat tidur bersandar pada kepala ranjang sehingga Firman bisa melihat seluruh lekuk tubuh dan keindahan Kalina tanpa terhalang apapun.


"Malam ini adalah milik kita berdua sayang ~ " kata Kalina tersenyum genit yang membuat Firman jadi terbawa suasana.


Mereka saling menatap satu sama lain hingga tanpa sadar wajah mereka berdua sudah berdekatan yang menyisakan beberapa centimeter saja, sampai akhirnya bibir dari kedua orang yang sedang dimabuk cinta tersebut saling bersentuhan dan memberikan kasih sayang kepada pasangan mereka sekaligus kenikmatan awal sebelum nantinya memulai untuk hidangan utama.


Sentuhan yang dilakukan pada bibir mereka berdua pada awalnya hanya ciuman biasa saja tanpa adanya gerakan yang bisa membuat tubuh meronta-ronta, namun karena Firman ingin merasakan lebih daripada hanya sentuhan saja akhirnya ia berinisiatif untuk memulai aksinya yaitu dengan cara mengecap bibir manis milik Kalina sehingga membuat sang kekasih jadi ikut masuk terbawa suasana.


Mereka saling berciuman satu sama lain dengan mengecap penuh kenikmatan bibir pasangan sehingga menimbulkan suara-suara kecapan bagaikan orang yang sedang makan, suara kecapan tersebut terdengar cukup keras sampai memenuhi seisi ruangan kamar yang sedang mereka tempati pada saat ini.


Tangan Firman juga tidak tinggal diam, dengan pengalaman yang dimilikinya dengan gerakan cepat tanpa disadari oleh Kalina tangan Firman saat ini sudah berada diatas dua buah gundukan besar miliknya hingga membuat Kalina agak terkejut saat merasakan tangan Firman sedikit meremas gundukan tersebut.


Namun karena Kalina juga merasa nikmat pada saat Firman melakukan gerakan-gerakan tersebut hingga membuat munculah suara yang tidak bisa dikendalikan keluarnya oleh Kalina, sebuah suara yang menandakan pada saat ini dirinya sedang merasakan sebuah kenikmatan dunia.


Kedua tangan Kalina juga sudah tergantung pada leher Firman lalu menekan kepala bagian belakang Firman agar lebih memperdalam ciumannya lagi, mereka berdua terlihat sangat menikmati sekali acara malam ini yang sebenarnya sudah lama ditunggu oleh Kalina.


Mau bagaimanapun juga Kalina tetaplah seperti wanita pada umumnya yang sangat berharap jika sang kekasih selalu memperhatikan dirinya meskipun sudah mempunyai banyak wanita yang berada di sisinya, rasa cinta yang Kalina miliki kepada Firman sangat sulit untuk diungkapkan menggunakan kata-kata karena sangking dalamnya perasaan yang diberikan oleh Kalina kepada Firman.


Kalina juga sangat berterima kasih sekali kepada Tari yang merupakan ibu ari Firman karena Tari lah orang yang paling berjasa dalam kedekatan hubungan antara Kalina dengan Firman, jika pada saat itu Tari tidak menggoda Kalina untuk mengungkapkan perasaanya maka mungkin saja sampai saat ini hubungan yang mereka jalani akan sama seperti dulu yaitu hanya hubungan antara bos dengan asistennya tanpa ada hal spesial sama sekali.


'Aku sangat berterima kasih sekali kepada mu ibu, jasamu sangat berarti untukku bisa dekat dengan Firman,' batin Kalina di tengah sesi ciuman panas yang sedang mereka berdua lakukan.