System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 145 Rindu Firman Kepada Para Kekasihnya


Chapter 145


Firman sudah sampai di markas Serigala Hitam tepat saat matahari baru muncul dari ufuk timur menyinari bumi dengan cahaya indahnya yang membangunkan makhluk hidup dari tidurnya.


Sesampainya di markas, Firman langsung memanggil anak buahnya yang sedang berjaga di depan markas untuk membawa tubuh Wirjo keruangan khusus yang nanti akan diurus oleh Firman setelah ia istirahat sebentar.


Anak buah yang diperintah oleh Firman langsung menjalankan perintahbya dengan cepat, semebtara untuk Firman sendiri berjalan menuju ruangan miliknya untuk beristirahat.


Tubuh Firman terasa sangat lelah karena dalam waktu semalam harus menyelesaikan dua tugas, yang pertama membantai Black Dragon lalu menangkap Wirjo.


"Huh... lelah sekali, meski tubuhku kekuatannya diatas manusia normal, tapi tetap saja melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan bisa membuat ku merasa lelah," ucap Firman yang sekarang sudah berbaring di atas tempat tidurnya.


Tapi saat ingin memejamkan mata untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangan tempat Firman berada, dengan sangat terpaksa Firman berjalan untuk melihat siapa orang yang mengganggunya saat merasa sangat lelah seperti ini.


Saat Firman membuka pintu, ternyata orang yang mengetuk adalah Bagas yang sepertinya sedang terburu-buru untuk menghampiri Firman seperti sedang dikejar setan.


"Ada apa?" tanya Firman.


"Boa, pihak kepolisian ingin bertemu dengan anda, mereka mengatakan ingin mengadakan pertemuan dan mengundang Bos kesana," jawab Bagas menjelaskan.


"Baiklah, aku akan datang nanti," jawab Firman yang ingin kembali tidur di kamarnya.


"Ta... tapi pertemuannya pagi ini Bos," ucap Bagas ragu-ragu lantaran takut jika membuat ketuanya itu marah.


Firman menghela nafas dalam, lalu berjalan masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaian dengan yang lebih rapi, tidak lupa pula ia membawa lencana tanda anggota kepolisian miliknya.


"Aku akan berangkat sendiri, kau jaga markas dan juga jangan sampai biarkan Wirjo lepas dari sini!" ujar Firman tegas yang dibalas anggukan patuh oleh Bagas.


Menggunakan mobil lamborghini Veneno miliknya, Firman berjalan menuju kantor kepolisian pusat untuk menghadiri acara pertemuan yang entah apa tujuan nya.


"Polisi memang seperti itu kah? Selalu mengadakan pertemuan padahal tidak ada hasilnya, hanya orang pamer jabatan dan ajang untuk menjilat atasan agar dinaikan jabatannya, sungguh menjijikan!" monolog Firman sembari terus fokus menyetir mobilnya membelah jalanan kota yang mulai ramai dengan aktivitas masyarakat.


"Bahkan urusan semudah menghabisi kelompok kecil saja mereka sangat lama, banyak bicara tapi sedikit tindakan, atau bahkan memang tidak ada tindakan," lanjutnya yang merasa sangat kesal dengan para oknum aparat yang hanya memikirkan diri sendiri dan uang.


Di sela-sela menyetirnya, Firman melihat foto kelima kekasihnya yang sedang foto bersama pada saat diajak Firman makan malam romantis sebelum pergi beberapa hari lalu.


Rasa rindu yang begitu dalam hadir di hati Firman, meski baru beberapa hari saja tidak bertemu tetapi itu rasanya sangat lama bagi Firman.


Tak terasa setelah berkendara selama beberapa jam dari markas Serigala Hitam, akhirnya Firman sampai di kantor kepolisian pusat, yang mana di tempat itu terlihat banyak sekali aktivitas yang tengah berlangsung.


Sebelum keluar dari dalam mobilnya, Firman melihat sebuah kalung yang selalu ia bawa kemanapun dan dimanapun, meski tidak pernah dipakai oleh Firman karena takut jika nanti kalung tersebut hilang.


"Huh... aku pikir jadi orang sukses itu enak dan bisa membahagiakan orang tersayang, ternyata aku harus rela jauh dari mereka demi menyelesaikan tanggung jawab yang besar ini," ujar Firman dengan tatapan sendu melihat foto keluarga serta kekasihnya.


Setelah itu, Firman keluar dari mobilnya dengan gaya cool yang seketika membuat para wanita yang ada di sekitarnya menjadi histeris lantaran melihat seorang Firman yang sangat tampan keluar dari mobil mewahnya.


"Wah...!!! Tampan sekali!"


"Mama! Anakmu jatuh cinta pada kakak tampan itu!"


"Dia sepertinya anggota kepolisian di sini!"


"Sudah tampan, kaya, anggota polisi, paket lengkap pokoknya!"


"Hay teman ~ minta nomornya dong ~ "


"Adik tampan ~ main sama kakak yuk ~ "


Para wanita itu baik muda maupun tua semuanya berusaha untuk mendekati Firman, bahkan sampai secara terang-terangan menggoda Firman tanpa tau malu, Firman melihat mereka dengan tatapan jijik.


Seketika Firman menyesal telah berhenti di kantor polisi pusat, biasanya ia akan memarkirkan mobilnya agak jauh dari kantor polisi, tetapi karena terlalu buru-buru membuat Firman harus parkir di kantor agar tidak telat datang menghadiri pertemuan nya.


Setelah berjuang selama beberapa menit untuk menerobos gerombolan para wanita tersebut, Firman sampai di dalam kantor kepolisian pusat yang ternyata sudah sangat ramai orang yang ada di sana.


Tampak banyak anggota polisi dari berbagai divisi ada di sana, padahal biasanya hanya ada segelintir anggota saja yang hadir, itupun karena mereka memang tugasnya di kantor, bukan di lapangan langsung.


Sepertinya sedang ada sesuatu yang terjadi hingga membuat banyak anggota yang ditarik untuk datang ke kantor pusat, entah masalah apa itu.


Firman berjalan menuju lantai atas menggunakan lift khusus para petinggi kepolisian, karena semua yang ada di dalam kantor telah mengenal Firman, jadi tidak ada yang berani mengganggu Firman, meski ada beberapa orang yang belum mengenalnya karena baru pertama kali datang ke kantor pusat.


"Sebenarnya aku sangat malas menghadiri pertemuan seperti ini, tapi untuk menghargai Paman Angga aku tetap harus datang!" ucap Firman saat berada di dalam lift menuju lantai atas tempat pertemuan.


"Sekalian, aku ingin melaporkan hasil yang baru semalam aku dapatkan kepada Paman Angga dan juga Kak Junita."


Firman berencana ingin meminta beberapa informasi kepada Junita yang notabene nya merupakan anggota kepolisian yang paling banyak memiliki informasi atau bisa disebut sebagai informan yang sangat handal dalam hal mencari informasi dalam hal apapun.


Tujuan Firman mencari informasi untuk mengetahui tentang organisasi mafia luar negeri yang bekerja sama dengan mafia lokal maupun mafia internasional seperti Black Dragon, ada kemungkinan jika mafia luar negeri ini bukanlah satu kelompok saja.


Tetapi satu organisasi yang dipimpin oleh satu orang tetapi memiliki banyak kelompok untuk menyamarkan identitas mereka dari mata kepolisian maupun masyarakat umum.


Masih ada kemungkinan lain, yaitu organisasi mafia luar negeri ini memiliki satu kelompok yang terdiri dari banyak divisi dan memiliki banyak sekali rekan bisnis, itu bisa dibuktikan dengan adanya Raja dan Wirjo yang merupakan dua orang yang memiliki anggota sangat banyak yang menjadi rekan bisnis mafia luar negeri yaitu Rich Devil, namun Firman belum dapat memastikan apakah hal itu benar atau tidak sebelum mendapatkan informasi lebih lanjut.