System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 231 Kedatangan Gina Yang Membahagiakan


Chapter 231


Semua orang terdiam karena ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Firman selanjutnya, mereka semua sangat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Firman barusan khususnya Lina yang sedari tadi terus menatap kearah Firman dengan pandangan penuh tanda tanya.


Disaat mata semua orang tertuju kepada Firman untuk menunggu apa yang akan dikatakan olehnya, sementara itu Firman sendiri saat ini terlihat sangat tenang sekali bahkan dirinya masih sempat untuk meminum air yang berada di depannya padahal air tersebut adalah milik Kalina, untung saja Kalina tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh sang kekasih tersebut.


Sebenarnya Firman sama sekali tidak peduli pada permasalahan yang sedang dihadapi oleh Fia dan semua petinggi Roses Girl, akan tetapi dirinya terpaksa ikut masuk kedalam masalah ini lantaran ada misi dari System untuk dirinya dengan hadiah yang cukup menggiurkan.


Lagipula masalah yang sedang terjadi pada saat ini pada awalnya karena adanya Firman di sini, makanya ada rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh Firman untuk menyelesaikan masalah ini, selain karena hadiah dari misi System yang cukup bagus, ada juga alasan lain yang membuat Firman ikut masuk kedalam masalah ini, yaitu karena Gina yang pastinya akan merasa pusing sekali bila harus menyelesaikan semua masalah ini sendirian makanya Firman ingin membantu walaupun hanya sedikit.


"Menurut kalian apa yang harus dilakukan kepada Nyonya Fia?" tanya Firman kepada semua orang yang berada didalam ruang rapat tersebut.


Pada awalnya orang-orang diam tidak ada yang mau mengeluarkan suara karena takut akan salah bicara bila mereka menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Firman tanpa berpikir terlebih dahulu, apalagi mereka semua yang berada di dalam ruangan ini telah merasakan bagaimana menakutkanya Firman saat sedang marah.


Karena semua orang diam tidak mau berbicara atau lebih tepatnya mereka semua tidak ada yang berani mengeluarkan suara karena takut salah bicara, pada akhirnya Lina yang merupakan orang paling dekat dengan Firman dan juga sekaligus tangan kanan dari Gina membuka suara menjawab apa yang ditanyakan oleh Firman.


"Aku tidak tahu apakah semua orang satu pendapat denganku atau tidak, tapi aku disini akan mengeluarkan pendapatku sendiri mengenai apa yang baru saja Kak Firman tanyakan mengenai apa yang akan dilakukan kepada wanita itu.


Menurut pendapatku dia seharusnya sudah dikeluarkan dari kelompok kita karena sudah melanggar peraturan yang telah kita buat dan sepakati sejak awal kelompok ini berdiri, meskipun wanita ini termasuk kedalam orang-orang yang berpengaruh pada awal berdirinya Roses Girl hingga menjadi sebesar sekarang, akan tetapi peraturan tetaplah peraturan jadi tidak ada pengecualian untuknya.


Dia juga harus menerima hukuman atas apa yang telah dilakukan olehnya dan tidak berbicara jujur kepada kita semua mengenai identitas sebenarnya," jawab Lina dengan suara yang terdengar ditekan pada setiap kata yang diucapkannya namun masih terlihat jika Lina menyampaikan pendapatnya dengan ekspresi yang terlihat tenang sama sekali tidak ada kegugupan pada dirinya saat menjawab pertanyaan Firman.


Karena jawaban yang diucapkan oleh Lina tersebut membuat yang lainnya juga ikut menyuarakan pendapat mereka mengenai apa yang harus dilakukan kepada Fia, para petinggi Roses Girl tersebut sepertinya memang harus diberi motivasi terlebih dahulu baru bisa mengeluarkan suara.


"Benar apa yang dikatakan Nona Lina, wanita itu seharusnya sudah dikeluarkan dari kelompok ini sejak tadi!" kata seorang petinggi yang memiliki penampilan seperti wanita paruh baya sama seperti ibu Firman namun penampilannya yang modis dan seksi dengan baju tempur yang terbuka dan ketat membuat dirinya terlihat berkali-kali lebih muda dari usianya.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan Nona Lina dan juga Kak Endang, memang sudah seharusnya wanita itu dikeluarkan dan sebelum dikeluarkan dia harus menerima konsekuensi atas apa yang telah dilakukan oleh ya selama ini karena telah berkhianat kepada kita!" ucap seorang wanita yang masih muda kemungkinan usianya hampir sama dengan Kalina, apalagi ditambah penampilanya yang terlihat sangat menggoda sekali karena pada saat ini ia memakai pakaian tempur yang sangat ketat berwarna hitam, memang standar pakaian tempur yang harus mereka miliki seperti itu.


"Memang sudah seharusnya pengkhianat itu kita usir dari sini!" kata seorang perempuan muda yang usianya sama dengan Lina dengan wajah cantik serta tubuh yang sangat menggoda membuat dirinya pasti akan menjadi incaran para kaum pria jika sedang berjalan di luaran sana, apalagi pakaian tempur yang dipakai olehnya terlihat sedikit berbeda daripada yang lainnya karena ditambah dengan beberapa aksesoris yang menunjang untuk bertempur seperti tempat penyimpanan senjata yang ada pada pinggangnya.


Lalu seorang wanita yang terlihat usianya sama dengan Firman berkata, "Jangan bertindak gegabah, kita harus mencari bukti terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan," kata wanita cantik tersebut yang terlihat sangat tenang sekali dalam menghadapi masalah.


Semua orang lalu terdiam mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh wanita paking terakhir berbicara tersebut, petinggi Roses Girl lainnya yang hendak mengeluarkan suara menjadi mengurungkan niatnya lantaran mereka juga berpikir apa yang dikatakan oleh wanita tersebut ada benarnya juga, sampai beberapa saat kemudian ada sebuah suara yang membuat semua orang menjadi terbuka pikiranya setelah mendengar ucapan orang tersebut.


"Aku sangat setuju dengan perkataanmu tersebut, menurut pendapatku kita tidak seharusnya bertindak seperti itu bahkan sampai mengusir Kak Fia, walaupun dia memang telah berkhianat kepada kita akan tetapi dia juga memiliki jasa yang sangat besar kepada kelompok kita ini, Kak Fia juga yang telah mengembangkan Roses Girl hingga menjadi kelompok mafia kelas Internasional yang dikenal dunia sampai saat ini.


Sebelum kita menghakimi apa yang dilakukan oleh Kak Fia seharusnya kita bertanya kepada dia terlebih dahulu dan juga tentunya berpikiran secara jernih sebelum kembali memutuskan tindakan apa yang akan kita lakukan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kak Fia nantinya.


Jika memang Kak Fia terbukti bersalah maka dengan berat hati kita harus melepaskan dia untuk pergi dari sini, namun jika dia tidak bersalah kalian juga harus siap untuk meminta maaf kepada Kak Fia atas apa yang telah kalian tuduhkan kepadanya," ucap sebuah suara yang berasal dari arah pintu masuk ruangan rapat yang membuat mata semua orang langsung berbalik untuk melihat siapa yang baru saja berbicara tersebut.


Semua orang berbalik karena penasaran siapa orang yang berbicara barusan, setelah mata mereka semua melihat siapa orang yang baru saja berbicara tersebut, langsung saja mereka menjadi sangat terkejut sekaligus bahagia karena orang yang selama ini mereka tunggu kehadiranya datang kembali kedalam markas dalam keadaan yang terlihat baik-baik saja.


"Kak Gina ...!" jerit Lina dengan suara yang sangat keras sehingga membuat semua orang terbangun kembali dari lamunannya.


"Ketua ...!" kata semua orang serempak termasuk Fia yang juga ikut merasa senang karena bisa melihat ketuanya kembali.


Benar sekali, orang yang berdiri di depan pintu tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Gina yang tadi ikut menjawab apa yang sedang dibicarakan oleh semua orang di dalam ruangan tersebut.


Rasa senang dan bahagia memenuhi seluruh ruangan tanpa terkecuali, Lina langsung berdiri dari tempat duduknya lalu memeluk tubuh Gina dengan sangat erat hingga membuat momen bahagia semakin terasa, semua orang tersenyum melihat momen membahagiakan yang terjadi di depan mata mereka saat ini.


Meskipun Gina hanya pergi selama beberapa hari saja tapi rasa sedih yang menyelimuti semua orang karena tidak bisa melihat ketua mereka sama seperti ditinggal pergi selama berbulan-bulan, se sayang itulah para anggota Roses Girl kepada Gina, apalagi para petinggi ataupun anak-anak yang dulunya terlantar kemudian ditolong oleh Gina.


Mereka sangat menyayangi Gina sebagai keluarga dan menghormati Gina sebagai pemimpin yang adil dan selalu berbuat baik kepada para anggotanya tanpa memandang jabatan ataupun harta, semuanya sama dimata Gina tidak ada perbedaan kecuali untuk musuhnya.


Gina membalas pelukan dari adiknya tersebut dan dirinya juga merasa senang karena dapat berkumpul kembali bersama dengan anggota mafia yang telah dibangun olehnya ini yang mana semua anggota yang berada didalam naungan Roses Girl telah dianggap sebagai keluarga oleh Gina.


Setelah berpelukan cukup lama akhirnya Gina melepaskan pelukan antara dirinya dengan Lina, lalu setelah berpelukan Gina berjalan menuju tempat duduknya yang berada di paling ujung sendirian dengan kursi yang paling besar diantara yang lainnya.


Namun pada saat Gina akan duduk dikursinya tersebut pandangan mata Gina langsung melihat ke arah Firman yang saat ini juga tengah menatap dirinya dengan ekspresi yang seperti biasanya tanpa ada rasa apapun sama sekali yang diungkapkan olehnya melalui ekspresi wajah.


Walaupun penampilan yang ada pada diri Gina pada saat ini terlihat sangat menggoda sekali karena Gina hanya menggunakan pakaian yang sangat minim berwarna biru dengan bagian atas berupa kaos polos yang hanya menutupi bagian depan gundukan besar kembar miliknya saja sementara untuk bagian punggung terlihat terbuka lebar dan juga untuk bagian perut Gina terkerpos dengan sangat jelas tanpa kain penutup berwarna putih mulus bagaikan salju di malam hari, apalagi ditambah dengan sebuah kalung yang sangat indah berada pada lehernya membuat Gina terlihat dangat cantik dekali.


Bagian bawahnya juga tidak kalah hebatnya, Gina hanya menggunakan sebuah celana jeans pendek sepaha yang membuat kaki putih panjang miliknya terlihat sangat jelas tanpa ada luka atau bekas goresan sama sekali, lalu rambut yang diikat kebelakang menambah kesan seksi yang ada pada diri Gina semakin bertambah, bukan hanya para pria saja yang mengagumi kecantikan Gina bahkan para wanita mungkin juga akan mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh Gina.


Gina berpenampilan panas seperti itu pastinya untuk menggoda Firman karena bagaimanapun memang Gina itu adalah kekasih yang dimiliki oleh Firman yang paling 'nakal' dan suka sekali menggoda Firman dalam keadaan apapun, Gina hanya bersikap seperti itu didepan Firman saja karena memang hanya nama Firman yang sedari dulu selalu ada didalam hati Gina tidak akan pernah terganti oleh siapapun.


Ekspresi wajah Gina yang tadinya merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan rekan-rekanya kembali setelah sekian lama dan juga bisa bertemu dengan kekasihnya setelah beberapa hari tidak berjumpa, semua perasaan senang tersebut langsung berubah menjadi rasa kesal lantaran melihat ekspresi Firman yang biasa saja padahal ia sudah bersusah payah untuk berdandan seindah mungkin guna membuat Firman memuji penampilannya.


Apalagi ditambah dengan adanya seorang wanita yang memiliki wajah yang sangat cantik dan tubuh indah duduk disamping Firman sambil memeluk lengannya mesra, hal itu pastinya membuat Gina menjadi sangat kesal sekali. Pastinya yang membuat Gina karena dirinya yang harus menjaga Reiko yang sedang sakit sedangkan untuk Firman malah bermain bersama dengan wanita lain.


Karena telah terbakar api cemburu padahal Gina dulu mengatakan jika ia mengijinkan Firman memiliki wanita lain dan dia juga telah mengetahui jika Firman telah memiliki wanita lain, namun apa mau dikata, cemburu tidak mengenal waktu dan tempat.


Dengan cepat Gina langsung berjalan menuju ke arah tempat duduk Firman yang berada di paling ujung berseberangan dengan tempat duduk Gina, mata semua orang yang berada didalam ruangan juga terus mengikuti apa yang dilakukan oleh Gina.


Setelah sampai di depan Firman dengan cepatnya tanpa ada aba-aba sama sekali, Gina langsung melompat lalu duduk di pangkuan Firman serta melingkarkan kedua tangannya pada leher Firman dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Firman yang terasa sangat nyaman untuk ditempati.


Adegan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut membuat Firman agak terkejut apalagi tindakan manja yang dilakukan oleh Gina itu dilakukan di depan banyak orang yang pastinya melihat ke arah mereka berdua.


Semua orang sangat terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Gina tersebut, mereka semua tidak menyangka jika ketua yang biasanya bertindak hati-hati dan juga memiliki aura kepemimpinan yang membuat banyak orang menjadi tunduk hormat kepadanya,


Sekarang mereka malah melihat sebuah kejadian yang kemungkinan sangat jarang terjadi, adegan dimana Gina sang ketua mafia wanita paling disegani di seluruh daratan Eropa hingga dunia sedang duduk di pangkuan seorang pria tampan dengan manjanya bahkan terlihat senyum bahagia terpancar dari wajah Gina.