System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 226 Pertempuran Di Markas Roses Girl


Chapter 226


Firman kembali lagi menuju lantai atas untuk mengambil senjata yang berada di dalam kamar milik Gina tepatnya berada didalam ruang senjata yang biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan segala senjata yang dimiliki oleh Gina.


Setelah berjalan menaiki tangga dengan cepat Firman langsung berlari lagi menuju kearah kamar Gina, setelah sampai di depan kamar tersebut dengan menggunakan kunci yang telah diberikan oleh Gina membuat Firman bisa masuk dengan sangat mudah tanpa perlu bersusah payah membuka menggunakan cara lain.


Firman lalu membuka pintu kemudian langsung menutupnya kembali, setelah itu lalu Firman berjalan menuju tempat ruang senjata berada, untung saja Firman mengetahui dimana letak ruangan tersebut karena beberapa hari lalu sebelum dirinya beserta Gina pergi menuju tempat pelelangan Gina mengambil beberapa senjata dari dalam ruangan tersebut yang juga ada Firman pada saat itu makanya bisa tau dimana letak ruangan rahasia tersebut.


Ruang rahasia berisikan senjata tersebut ukuranya lumayan luas, bila dihitung sekitar 5x10 meter jadi ruangan terlihat panjang jika dari pintu masuk. Firman membuka pintu masuk kedalam ruangan penyimpanan senjata yang letaknya berada di belakang sebuah lukisan wajah Firman yang sedang tersenyum.


"Aku masih merasa risih tinggal dikamar ini, banyak sekali lukisan sampai foto wajahku di sini," kata Firman melihat sekelilingnya sebentar.


Pintu masuk terbuka lalu Firman langsung masuk ke dalamnya dengan harapan ada senjata bagus yang bisa digunakan olehnya untuk menghabisi para musuh yang saat ini masih mengepung sekitaran markas hingga membuat banyak sekali anggota Roses Girl tumbang karena tidak kuat melawan gempuran dari segala arah.


Firman sampai di dalam ruangan senjata lalu dapat dilihat dengan sangat jelas sekali di sekeliling Firman saat ini ada ratusan jenis senjata yang berasal dari berbagai negara, namun rata-rata senjata yang ada didalam ruangan ini adalah senjata mesin yang memiliki teknologi jauh diatas senjata konvensional pada biasanya.


Ada berbagai senjata mulai dari senjata perang yang mempunyai kemampuan menembak secara beruntun yang biasanya menembakan peluru lebih dari 200 butir peluru dalam kurun waktu 1 menit saja, ada pula senjata pistol kecil tapi mematikan karena sangking kuatnya daya tolak yang dihasilkan senjata api tersebut, lalu pastinya ada senjata untuk digunakan orang yang memiliki keahlian menembak dari jarak jauh atau biasa disebut dengan istilah sniper.


Namun dari sekian banyak senjata api yang berada di dalam ruangan tersebut, mata Firman terus tertuju ke arah sebuah senjata yang berada diatas sebuah meja khusus yang berada di tempat paling ujung ruangan tersebut. Untuk senjata sendiri memang ada yang diletakan pada tempat khusus seperti lemari kaca dan diatas meja yang ditutupi dengan kain ataupun kaca transparan, biasanya senjata besar akan diletakan di atas meja ketimbang di dalam lemari.


Firman berjalan ke arah senjata itu kemudian membuka kain warna putih yang menutupi senjata tersebut, lalu setelah kain dibuka terlihatlah sebuah senjata yang terlihat seperti AWM yang diperuntukan untuk seorang ahli sniper yang memiliki panjang sekitar 1,9 meter dengan warna hitam mendominasi bagian tubuh senjata tersebut, lalu ada gradasi sebuah gambar api yang berwarna biru yang membuat warna dari si body senjata menjadi sangat kontras dengan warna gambar api tersebut.


"Sepertinya ini senjata yang bagus untuk digunakan pada pertempuran kali ini, aku harus cepat supaya tidak banyak nyawa yang berjatuhan," ujar Firman teringat dengan tujuan awalnya datang ke ruangan ini.


Firman langsung mengambil senjata sniper tersebut dan tidak lupa pula ia membawa pelurunya juga yang ternyata tersimpan di dalam kotak yang ada di bawah meja tempat sniper tersebut berada, di dalam kotak itu terdapat ribuan peluru senjata khusus sniper yang terlihat lumayan besar ukurannya.


Selanjutnya Firman berjalan menuju kearah jendela kamar Gina sambil membawa sniper di tangannya dan peluru yang sangat banyak, jika dilihat sekilas senjata yang dipegang Firman kali ini ukuranya sangat panjang sekali dan ukuranya juga cukup besar, tapi yang anehnya adalah bobot senjata itu tidaklah berat, mungkin hanya 5 kilogram saja tidak seberat senjata sniper pada umumnya.


Dengan bahan yang langka untuk membuat body luarnya lalu laras depan yang memiliki panjang sekitar hampir setengah panjang keseluruhan badan senjata tersebut, laras senjata terlihat lumayan panjang membuat akurasi dari tembakan senjata tersebut menjadi semakin terarah tidak mudah meleset meskipun sebenarnya kemampuan menembak itu tidak dilihat dari jenis senjata yang digunakan akan tetapi dilihat dari kemampuan orang yang menggunakannya.


Firman melakukan persiapan dengan sangat cepat dan tertata rapi supaya nantinya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi, Firman juga mencari posisi yang tepat untuk posisi senjatanya pada saat menembak nantinya, lalu untuk scope nya sendiri Firman lebih memilih menggunakan scope khusus yang selalu Firman bawa kemanapun pada saat bepergian, Firman menyimpan scope itu didalam tas miliknya dan saat ini telah dipasang pada senjata yang akan digunakan olehnya kali ini.


Dengan bantuan scope khusus tersebut Firman mampu melihat dengan jelas sekali melalui scope hingga pada jarak puluhan kilometer jauhnya, itu masih salah satu dari kelebihan yang dimiliki oleh scope milik Firman. Senjata bagus ditambah lagi dengan peralatan lainnya yang juga sama-sama terbaik, lalu yang menggunakan juga memiliki kemampuan menembak terbaik, sungguh perpaduan yang sangat pas sekali.


Firman pun mulai mencari posisi yang enak untuk memulai aksinya, setelah dirasa posisinya kali ini sudah pas, kemudian Firman langsung memasukan beberapa peluru ke dalam senjatanya lalu Firman langsung membidik musuh yang akan ditembak sebagai korban pertama dari tembakan Firman.


Kemampuan menembak yang dimiliki oleh Firman tidak perlu diragukan lagi, apalagi ditambah dengan skill penembak yang dimiliki oleh Firman membuat kemampuan menembak baik jarak dekat maupun jarak jauh yang dimilikinya semakin bertambah hebat.


Bisa dilihat saat ini banyak sekali musuh yang berada di luar markas bahkan yang dilihat Firman kali ini musuh yang berada diatas bukit saja ada sekitar 200 an orang dengan senjata lengkap laras panjang dan beberapa senjata besar seperti basoka dan bom peledak berskala sedang.


Jika sampai alat-alat perang besar yang memiliki daya ledak besar tersebut dilepaskan kemudian mengenai markas maka sudah bisa dipastikan markas akan hancur karena tidak mungkin tembok akan kuat menahan tembakan bazoka dan boom.


Meskipun skala ledakan nya hanya beberapa meter saja yang mana itu termasuk kecil, akan tetapi tetap saja terasa bila terkena satu saja peledak besar itu, apalagi jika pihak musuh melepaskan banyak senjata besar sekaligus, bisa langsung hancur.


Pelatuk senjata Firman telah ditarik lalu melepaskan peluru yang melesat kencang menuju kearah salah satu targetnya lalu orang yang membawa basoka berukuran besar tersebut tewas seketika, setelah tembakan pertama sukses kemudian Firman terus melakukan tembakan-tembakan selanjutnya dan mengisi kembali peluru senjatanya dengan cepat supaya musuhnya tidak menyadari keberadaan Firman saat ini.


Dor ...


Tembakan mengenai orang yang membawa senjata RPG


Dor ...


Kali ini tembakan Firman berhasil menumbangkan seorang pria yang membawa banyak sekali bahan peledak di dalam tas nya yang otomatis membuat bahan peledak yang dibawanya ikut meledak saat dirinya tewas, orang-orang yang berada disekitarnya langsung ikut tewas seketika. Inilah yang disebut sekali tembak banyak nyawa melayang.


Dor ...


Sekarang tembakan Firman mengenai salah seorang pimpinan kelompok musuh yang terlihat sedang mengatur pasukannya yang berada di belakang untuk maju.


Firman terus menembak musuh-musuhnya hingga menumbangkan banyak sekali orang hanya dalam waktu singkat.


Beberapa kali suara tembakan terdengar yang berasal dari senjata yang digunakan oleh Firman, sniper yang dipakai Firman memang mempunyai suara yang lumayan keras karena jarak tembaknya juga lumayan jauh.


Semakin jauh jaraknya maka daya dorong yang dibutuhkan untuk melepaskan peluru semakin besar dan juga suara yang ditimbulkan juga pastinya ikut keras juga.


Semua tembakan yang dilepaskan oleh Firman mengenai musuhnya semua bahkan ada beberapa orang yang terkena tembakan dari sniper Firman tepat di kepalanya membuat orang tersebut langsung tewas dengan keadaan kepala pecah sangking kencangnya tembakan yang dihasilkan.


Firman terus menembaki musuh yang berada di jarak jauh untuk membuat pergerakan lawan melemah, jika musuh yang berada di belakang dihabisi terlebih dahulu maka otomatis pasukan penyerang yang berada di depan menjadi tidak memiliki pelindung lagi dari belakang.


Inilah rencana yang telah dibuat oleh Firman tadi, yaitu menghabisi lini belakang lawannya khususnya orang yang membawa peledak besar maupun para sniper musuh yang dapat dengan mudah ditemukan oleh Firman meskipun mereka bersembunyi di balik lebatnya hutan bersalju.


Suara tembakan yang berasal dari bawah tidak henti-hentinya menggema membuat orang biasa yang mendengar hal itu pasti akan merasa sangat ketakutan sekali karena suara tembakan yang terdengar saling bersahutan dan ditambah lagi suara teriakan orang-orang yang sedang bertarung atau bisa disebut sebagai perang antar mafia ini.


Tanpa terasa pertempuran telah berlangsung hingga tengah malam yang membuat pandangan mata menjadi sangat sulit melihat musuh ada dimana, walaupun awalnya memang pertempuran terjadi pada saat malam hari tapi saat tengah malam seperti ini jarak pandang menjadi semakin menipis karena ditambah banyak sekali kabut yang menyelimuti hutan yang berada di sekitaran markas, hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak Roses Girl untuk mundur masuk ke dalam markas kembali guna mengobati para anggota yang sedang terluka.


Masih di lantai atas jendela mamar Gina, tempat Firman berada saat ini terlihat sekali jika ia masih sangat fokus menghabisi lawan-lawannya hingga tanpa disadari oleh Firman sama sekali, dirinya sejak awal pertempuran terjadi hingga saat ini telah menghabisi sekitar 150 orang yang berada pada lini belakang musuhnya.


Firman menggunakan alat yang bisa melihat dengan jelas meskipun ditengah malam gelap gulita seperti sekarang ini, makanya Firman bisa menghabisi banyak orang jauh lebih mudah daripada sebelumnya karena lawan-lawan Firman tidak akan ada yang tahu jika mereka sedang diintai oleh Firman kemudian dihabisi.


Walaupun nyawa musuh yang dihabisi oleh Firman lumayan banyak akan tetapi masih ada puluhan pasukan lawan lagi yang berkeliaran di sekitar markas ataupun di dalam hutan, walaupun pertempuran masih berlangsung tetapi tidak seramai tadi karena pengurangan jumlah personil yang diakibatkan tewas saat bertempur pada kali ini sangatlah banyak, apalagi dari pihak lawan mungkin sudah tumbang lebih dari sepertiga pasukanya.


Sniper memang tidak bisa menghabisi musuh dengan cepat karena sulitnya membidik lawan dari jarak yang sangat jauh dan juga senjata yang mereka gunakan itu memiliki ketentuan atau cara kerja berbeda dari senjata pada umumnya.


Senjata sniper biasanya hanya kuat diisi beberapa butir peluru saja dan itu pun pelurunya tidak bisa ditembakan secara beruntun dengan kurun waktu yang cepat, hal itu dikarenakan senjata khusus sniper jarak jauh memiliki bagian dalam yang agak berbeda dari senjata biasa karena senjata sniper diharuskan bisa menembakan peluru dengan jarak yang jauh.