System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 78


Chapter 78


Pagi hari pun tiba di sebuah kamar ada seorang laki laki bersama dua orang wanitanya terlelap dalam tidur saling berpelukan satu sama lain, tampak wajah kebahagiaan terpancar dari mereka bertiga.


Firman terlebih dahulu membuka matanya karena terkena silauan matahari yang masuk dari sela sela balkon kamarnya, melihat kekanan dan ke kiri Firman melihat kedua wanitanya yang masih pulas tertidur dengan kondisi tanpa busana sama sekali.


Walaupun mereka masih tidur tapi itu tidak menyurutkan kecantikan yang mereka berdua miliki, wajah cantik Ika yang sangat imut terlihat jelas sedangkan wajah Anggita yang seperti perempuan dewasa membuat kesan wanita yang tangguh pada diri Anggita semakin kuat.


Beruntung sekali Firman bisa memiliki mereka, apalagi ditambah Rina yang masih muda seumuran Firman, lengkap sudah pasangan Firman dari segala usia yang dimilikinya.


Firman tersenyum melihat kedua kekasihnya yang tidur itu, ia lalu mencium kening mereka satu persatu dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya bekas pergulatan semalam yang sungguh sangat liar.


Di saat Firman sedang mandi, Ika dan Anggita bangun secara bersamaan mereka terlihat masih setengah sadar saat baru bangun jadi terdiam sejenak mengumpulkan tenaga nya.


"Ehh kak Anggita?" Ucap Ika melihat Anggita yang ada disampingnya dengan keadaan tanpa busana.


"Emm ya, ada apa?" Tanya balik Anggita yang masih setengah sadar mengusap usap matanya.


"Kok kak Anggi bisa ada di sini? Bukanya ini kamar Firman ya?" Ucap Ika kebingungan.


"Kamu ini masih muda tapi sudah pelupa, kita kan digempur habis habisan sama Firman semalam, kamu sendiri sampe keenakan banget kayaknya semalam pas aku pingsan dibuat Firman hihihi." Ucap Anggita menggoda saudari nya tersebut.


Ika langsung memerah wajahnya saat baru ingat tentang kejadian semalam yang membuatnya merasa sangat malu apalagi saat dia bermain dengan Firman, Anggita sudah sadar dari pingsan nya dan melihat permainan liar mereka berdua.


"Udah gak usah malu malu, kita sama kok jadi santai aja." Ucap Anggita sebenarnya ingin tertawa saat melihat ekspresi lucu saudari nya itu.


Mereka berdua lalu mengobrol dengan akrab tentang macam macam hal salah satunya adalah cara agar mereka bisa menaklukan Firman yang bagaikan binatang buas itu saat bermain dengan mereka.


"Ehh kak, kamu tau gak Firman punya wanita lain selain kita bertiga atau tidak?" Tanya Ika tiba tiba kepikiran hal tersebut.


"Gak tau tuh, tapi kayaknya ada sih apalagi yang mau sama dia banyak banget. Tapi ya gitu sifat Firman membuat semua wanita yang menyukainya harus menelan pil pahit dengan dicuekin sama Firman hahaha." Jawab Anggita senang karena mempunyai kekasih yang tidak mudah tergoda.


"Bener juga, tapi aku curiga ada yang deket sama Firman, apalagi mantan muridku dulu Karmila, dia sepertinya menyukai Firman tapi tidak disadari oleh Firman makanya dia bersikap biasa saja." Ucap Ika menebak nebak.


"Bisa jadi, nanti saja lah kita cari tau, eh ngomong ngomong Karmila itu juga bekerja di perusahaan baru milik Firman deh sepertinya, dia sebagai asisten di sana membantu yang lain." Balas Anggita.


"Gitu ya kak, tapi aku gak yakin sama dia, coba nanti kita cari tahu masalah ini sebelum nanti terlambat." Ucap Ika dengan tampang serius nya.


"Okelah kalau begitu, tapi bisakah kita mandi dulu atau memakai pakaian, aku merasa dingin jika terus tanpa pakaian seperti ini terus." Ucap Anggita melihat kearah tubuh nya sendiri yang polos tanpa pakaian.


"Ehh aku lupa kak hehehe, tapi aku kan pakai baju semalam, kemana ya perginya?" Ika bertanya tanya kemana perginya lingeria miliknya semalam.


"Aku yang membuangnya karena sudah sobek." Tiba tiba suara Firman dari arah belakang mereka berdua yang otomatis membuat Ika dan Anggita sangat kaget.


"Ahkkk......Kamu ngangetin aja astaga!!" Teriak Ika kaget.


"Iya maaf, lagipula kalian kelihatan sangat serius sekali mengobrolnya,membicarakan soal apa memangnya?" Tanya Firman penasaran sambil duduk di tengah antara mereka berdua.


"Tidak ada, cuma ngobrol biasa saja." Jawab Anggita.


"Yasudah kalau begitu kalian mandi dulu, kamu Anggita sekarang harus bekerja kan dan Ika nanti temani aku untuk bertemu dengan ayahmu karena kemarin dia memintaku untuk menemuinya." Ucap Firman.


Lalu kedua wanita itu bergegas mandi setelah mandi selesai Anggita pamit untuk berangkat bekerja kembali sementara Ika dan Firman akan pergi kerumah ayah Ika yaitu Angga Wicaksono sesuai permintaannya kemarin.


Mereka berdua kesana dengan berjalan kaki saja karena memang jaraknya yang dekat, setelah berjalan sebentar akhirnya mereka sampai dirumah Ika dan langsung masuk ke dalam.


Di dalam ternyata cukup ramai karena ada beberapa bawahan Angga yang ada di sana seperti sedang membicarakan sesuatu.


"Ehh Firman sini." Panggil Angga.


Firman lalu menghampirinya sedangkan Ika pergi ke dapur membantu ibunya memasak.


"Ada apa om?" Tanya Firman setelah sampai.


"Kita lebih baik bicarakan ini di ruanganku agar lebih nyaman." Ucap Angga.


Mereka Pun pergi ke sebuah ruangan yang tempatnya lumayan tersembunyi karena terletak pada sebuah dinding yang ada lukisan keluarga Wicaksono di sana, saat lukisan tersebut diangkat terbukalah tembok di belakangnya lalu memperlihatkan sebuah ruangan besar.


Firman sangat kagum saat melihat ruangan tersebut, ruangan yang sangat besar lengkap dengan senjata yang terpajang di dindingnya serta atribut kepolisian lainya.


Bahkan disana juga ada lapangan tembak sendiri yang biasa digunakan Angga untuk latihan menembak dikala senggang, tampak para bawahan Angga yang ikut juga terlihat kaget dan kagum saat melihat ruangan tersebut.


'Ruangan ini ada dibawah tanah makanya bisa membuat tidak terlihat, aku pikir ini sebuah ruangan di atas tetapi perkiraanku salah. Dilihat dari tingkat kelembabannya serta angin yang tidak terlalu kencang bisa dipastikan inin dibawah tanah sungguh jenius yang membuat ruangan ini.' Batin Firman kagum.


"Selamat datang di tempat rahasiaku, siapapun yang masuk ke sini aku pasti percaya padanya, tapi jika sampai hal ini bocor maka aku pastikan dia akan tewas saat itu juga." Ucap Angga santai tapi mengandung nada ancaman yang membuat semua orang takut.


Lalu satu persatu diantara mereka memperkenalkan diri, mulai dari asisten Angga di kepolisian lalu ada juga komisaris polisi lalu para petinggi petinggi lainya juga hadir di ruangan ini.


Firman sendiri merasa bingung dan penasaran untuk apa dirinya dilibatkan dalam pertemuan ini, padahal ia sama sekali bukan anggota kepolisian bahkan tidak ada hubungan sama sekali mengenai dunia polisi.


Tapi karena permintaan calon mertuanya membuat Firman tidak dapat menolak dan akhirnya ikut dalam pertemuan yang sangat rahasia ini bersama para petinggi kepolisian negara.


Harusnya akan terasa aneh jika seorang warga biasa bergabung pada pertemuan rahasia seperti ini, tapi tidak ada yang berani berbicara karena Firman diundang langsung oleh Angga yang adalah pimpinan tertinggi.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...