System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 101 Pembantaian 2


Chapter 101


Firman melepas pelukan Jia Li perlahan-lahan dan melihat jika Jia Li masih menangis karena kesalahan nya tadi.


"Sudah tidak apa-apa, tapi lain kali jangan diulangi karena jika tertembak itu lumayan sakit juga," ucap Firman mengusap air mata Jia Li yang terus mengalir.


"Maafin aku ya...." balas Jia Li menghapus air matanya.


"Iya, yaudah ayo lanjut," ucap Firman kembali mengangkat katana di tangannya.


"Eh tapi orang diluar tadi gimana?" tanya Jia Li baru teringat para penjaga yang ada di lorong tadi.


"Sudah aku beresin, oh iya kamu bisa lindungi aku dari belakang jika aku maju nanti," ucap Firman memberikan arahan kepada Jia Li.


Mereka Pun keluar dari sana melewati lorong yang penuh dengan noda darah serta tubuh para penjaga yang berserakan tidak berbentuk utuh.


Jia Li yang melihat banyak sekali darah dan potongan-potongan tubuh manusia menjadi mual karena tidak pernah melihat hal ini sebelumnya selama ia hidup.


Huek.....


"Tutup hidung kamu, karena jika tidak terbiasa dengan bau seperti ini pasti akan muntah, " ucap Firman santai sambil terus berjalan.


Jia Li mengangguk serta mengikuti saran Firman untuk menutup hidungnya agar tidak mual lagi saat melewati tumpukan mayat dan darah di sana. Sebenarnya Jia Li agak penasaran kenapa Firman bisa dengan santainya melewati tumpukan tubuh para penjaga yang tewas itu dengan santai.


Mereka berjalan menyusuri lorong hingga sampailah di pintu keluar entah menuju kemana, saat dibuka ternyata pintu itu mengarah ke gudang penyimpanan bahan untuk memproduksi obat-obatan yang dibuat pabrik tersebut.


"Bau apa ini, seperti bau bahan kimia," ucap Jia Li reflek langsung menutup hidungnya.


"Benar, ini sepertinya tempat penyimpanan bahan-bahan kimia untuk pembuatan obat mereka," balas Firman mencium aroma beberapa bahan yang familiar di hidungnya.


Firman yang mempunyai kemampuan kedokteran modern sudah pasti bisa mengenali bau bahan kimia yang ada di ruangan ini, bisa dipastikan semua adalah barang-barang ilegal.


Dikatakan ilegal karena bahan yang ada di sini merupakan bahan kimia yang tidak dijual karena berbahaya, bisa jadi pemilik pabrik ini mempunyai koneksi luar negeri yang digunakan untuk memesan bahan-bahan ilegal tersebut.


'Sepertinya ini bukan jaringan kecil,' batin Firman.


Lalu Firman dan Jia Li menuju salah satu pintu lain yang ada di ruangan tersebut, setelah dibuka mereka bisa melihat hamparan luar lapangan yang sepertinya menjadi tempat untuk menjemur, entah itu menjemur apa.


Atap ruangan tersebut terlihat terbuat dari kaca transparan yang membuat disana bisa masuk cahaya matahari kedalam.


"Tempat apalagi ini? Pabrik ini sungguh aneh sekali," ucap Jia Li yang merasa kebingungan.


Firman melihat sekitar untuk memastikan apakah ada orang atau tidak, ternyata ada beberapa orang yang berada tidak jauh dari posisi mereka berdiri.


Dengan cepat Firman langsung menarik tangan Jia Li untuk menunduk bersembunyi dibalik sebuah meja yang ada di sana, tepat saat Firman menarik Jia Li untuk bersembunyi, salah satu penjaga itu menoleh ke arah mereka namun tidak menemukan apapun.


"Lihat di sana," tunjuk Firman kepada para penjaga yang sedang berkeliling.


"Kenapa kamu gak bilang kalo ada penjaga, kalo aku tau kan bisa langsung kubunuh mereka secepatnya," ucap Jia Li sambil mengangkat senjata miliknya hendak bersiap menembak para penjaga tersebut.


Firman langsung mencegah aksi Jia Li tersebut dan menariknya untuk bersembunyi kembali, terlihat dari raut wajahnya Jia Li terlihat kesal dan bertanya kenapa Firman menghalangi aksinya untuk membunuh para penjaga itu.


"Kamu kenapa tahan aku!" ucapnya kesal sambil menatap tajam Firman.


"Kamu ini bod0h atau bagaimana, lihat di sana ada 10 orang dan di sebelah sana mungkin ada puluhan lainya, apakah kau mau melawan mereka semua hanya bermodalkan pistol kecil itu!" ungkap Firman agak kesal menjelaskan resiko yang di dapat jika mereka salah ambil langkah.


Jia Li kemudian melihat sekelilingnya, yang dimana ada 10 orang di depan mereka sementara ada bayangan lain dari penjaga yang ada diluar ruangan dari tembok kaca terlihat sekitar puluhan orang bersenjata lengkap.


"Hehehe maaf, aku terlalu bersemangat sayang," ucap Jia Li menyesali aksinya tadi.


"Lain kali berpikir dulu sebelum bertindak, tindakanmu tadi bisa saja membuat semua rencana kita hancur dan membahayakan para warga yang ada di sini," ucap Firman memberikan nasehat kepada Jia Li agar berhati-hati dalam bertindak.


"Baik," jawab Jia Li patuh.


Mereka lalu mulai berjalan kembali dengan mengendap-endap melalui pinggiran ruangan agar tidak ketahuan para penjaga yang sedang berkeliling.


Mereka sampai di sebuah ruangan tempat dimana para pekerja sedang melakukan tugasnya masing-masing, ruangan tersebut merupakan tempat memproduksi obat terlarang yang ada di pabrik ini.


Terlihat ada banyak sekali penjaga di ruangan itu, dari wajah para pekerja yang ada di sana terlihat sangat tertekan seperti bekerja di bawah paksaan.


Firman dan Jia Li mencari tempat untuk bersiap melakukan rencana mereka agar berjalan dengan aman tanpa hambatan apalagi korban.


"Kita cari ruangan yang ada ibuku terlebih dahulu," bisik Firman kepada Jia Li.


"Baiklah, ini aku menemukan nya," balas Jia Li menemukan lokasi ruangan tersebut lewat handphone yang telah di program oleh Firman untuk mempermudah mereka mencari tempat yang dituju dalam pabrik.


Mereka berdua lalu berjalan menuju ruangan itu lewat jalan pintas yaitu tangga darurat karena memang ruangan yang akan mereka tuju terletak di lantai atas gedung pabrik, untungnya tidak ada penjaga di sana jadi mereka bisa dengan mudah berjalan tanpa harus melawan penjaga terlebih dahulu.


Setelah menyusuri tangga yang lumayan banyak, akhirnya mereka sampai di lantai atas tempat ruangan di duga ibu Firman di sekap.


Dengan cepat Firman langsung berjalan menuju ruangan tersebut yang ada di sana disusul Jia Li dari belakang, sambil menyiapkan senjata nya bersiap jika ada kejadian melawan para penjaga.


Setelah sampai di depan pintu ruangan tersebut Firman langsung membukanya dengan kasar, menendang pintu dengan keras hingga membuat pintu tersebut jebol dan lepas dari tempatnya.


Setelah mendobrak paksa pintu tersebut terlihatlah sebuah pemandangan yang sangat menjijikan dan keji, dimana ada seorang wanita paruh baya masih terlihat cantik sedang digilir oleh empat orang secara bersamaan, sementara masih ada banyak sisanya yang sedang menunggu giliran sambil menonton aksi teman mereka yang sedang bermain.


Mereka yang ada di sana melihat ada Firman masuk dengan mendobrak pintu menjadi sangat marah karena mengganggu aktivitas panas yang sedang mereka lakukan.


*Maaf kemarin author tidak bisa up karena terlalu lelah karena ada keperluan sampai sore dan malamnya ada urusan lain.