System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 142 Melihat Keberadaan Wirjo


Chapter 142


Setelah selesai mengecek setiap ruangan yang ada di dalam gedung markas tersebut, Firman keluar dari gedung itu dengan membawa kedua senjata miliknya yang masih terdapat noda darah di bilahnya.


Firman berjalan menuju tempat para sandera yang tadi ditemukan berada, di sana terlihat para sandera sedang diobati oleh para anggita Firman yang memiliki kemampuan medis.


"Apakah semua berjalan dengan lancar?" tanya Firman kepada Bagas.


"Semua lancar Bos, tapi ada berita yang kurang mengenakan, beberapa anggota kita tewas dalam penyerangan kali ini, mereka juga memiliki keluarga anak serta istri yang menunggu di rumahnya," ujar Bagas dengan wajah yang memperlihatkan kesedihan setelah melihat beberapa anggotanya tewas.


Firman terdiam beberapa saat untuk mengenang para anggotanya yang tewas kali ini, "Berikan jasad mereka kepada keluarganya, tanggung semua biaya hidup keluarga anggota kita yang tewas, jangan sampai aku dengan ada kabar keluarga mereka yang tewas tidak kalian urus!" ucap Firman dengan suara tegasnya.


Bagas mengangguk patuh dan langsung mengurus para anggota yang tewas untuk dibawa kepada keluarganya masing-masing lalu memberikan jaminan biaya hidup kepada keluarga anggota yang tewas tersebut.


'Aku tidak menyangka ternyata sesakit ini rasanya melihat orang-orang ku tewas di medan pertempuran!' batin Firman dengan tatapan sendu seraya melihat beberapa jasad anggotanya yang telah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka menuju keluarga masing-masing lalu dimakamkan.


Sebagai seorang pemimpin yang mempunyai banyak anggota, Firman memiliki tanggung jawab yang besar pula untuk menjaga para anggotanya.


Namun baru kali ini Firman melihat anggotanya ada yang tewas, jiwanya seakan ikut merasakan apa yang anggotanya itu rasakan.


Rasa sakit akibat tertembus peluru tajam tepat di dada membuat Firman menjadi tidak berdaya, untuk menghormati para anggotanya yang tewas, Firman memberikan penghormatan terakhir untuk mereka setelah itu ia pergi dari tempat tersebut menggunakan mobil yang masih terparkir di restoran tempat ia tadi siang mengawasi markas Black Dragon.


............


Di sebuah rumah yang sangat besar terletak di negara yang jauh dari tempat Firman berada, tepatnya di daerah Eropa sekitaran negara yang terkenal akan keindahan kotanya.


Terlihat Richard saat ini sedang memijat keningnya seperti memikirkan sesuatu yang membuatnya pusing, "Bagaimana bisa Black Dragon dihabisi hanya dalam waktu satu malam saja!? Ini mustahil terjadi!" kata Richard dengan nada suara seakan tak percaya hal itu bisa terjadi.


Richard bisa mengetahui berita ini dengan cepat karena ia memiliki banyak sekali mata-mata serta informan yang tersebar di seluruh negara, jadi informasi sekecil apapun bisa diketahui dengan mudah olehnya.


"Apa jangan-jangan ini ulah anak itu!? Ahk... bisa gila aku memikirkan anak itu terus-menerus!" lanjutnya dengan berbagai spekulasi yang ada di kepalanya tentang kejadian yang menimpa Black Dragon.


Richard mengambil handphone miliknya lalu menghubungi Frederich yang saat ini berada di luar negeri untuk mengurusi beberapa pekerjaan yang diberikan oleh Richard.


"Ada apa, Tuan?" tanya Frederich mengangkat telepon dari Richard.


"Kau tau kabar terbaru tentang Black Dragon?" tanya Richard.


"Saya tahu Tuan," jawab Frederich.


"Cari tau masalah ini, aku sangat yakin jika semua ini ada hubungannya dengan anak itu!" ujar Richard memberikan perintah kepada Frederich.


"Baik Tuan!" jawab Frederich lalu sambungan telepon pun berakhir.


Richard berjalan menuju balkon rumahnya lalu memandang ke arah langit yang terlihat cerah dengan matahari yang bersinar terang.


"Siapakah kau sebenarnya, Firman!?" ujar Richard yang semakin penasaran dengan identitas asli dari Firman yang dengan mudahnya bisa menghabisi dua kelompok anggotanya dengan mudah.


...........


Mengendarai mobilnya untuk berkeliling sebentar sekedar menenangkan pikiran yang sedang kacau, itulah yang dilakukan oleh Firman saat ini ditemani angin malam serta cahaya rembulan yang membuat suasana malam ini menjadi terasa begitu nyaman dan damai.


Meski di balik damainya malam ini ada peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh kelompok Firman kepada mafia Black Dragon yang pastinya hal ini akan membuat dunia bawah gempar mendengar kabar mafia paling ditakuti di Asia tenggara habis dalam waktu satu malam saja.


[Ding... Misi Tersembunyi Telah Dilaksanakan...


Hadiah :Skill Pertanian Tingkat Tinggi


Misi :Mengambil Alih Black Dragon


Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]


Saat tengah asyik menyetir sambil menghisap r0kok di tangannya, tiba-tiba terdengar notifikasi dari System yang membuat Firman terkejut.


"Langsung pasang saja System," ucap Firman terus fokus menyetir.


[Ding... Memasang Skill Hadiah Dimulai...


20%...


40%...


60%...


80%...


100%...


Pemasangan Skill Hadiah Telah Selesai.]


Setelah selesai memang skill hadiah, Firman memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat lumayan ramai dengan kegiatan orang di malam hari.


Saat ini Firman sudah sampai di kotanya kembali setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Firman berhenti di pinggir jalan untuk membeli makanan karena perutnya terasa lapar belum makan dari tadi sore.


"Pak, pesan nasi satu, lauknya pakai ayam sama sambal," ucap Firman memesan makanan dari pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan.


"Siap mas, tunggu sebentar ya," balas si penjual mempersiapkan pesanan Firman.


Setelah beberapa menit akhirnya pesanan Firman siap dimakan, Firman memakan makanan tersebut dengan lahap.


Meskipun telah menjadi orang kaya, tapi itu tidak membuat Firman sombong tidak mau makan di pinggir jalan, justru Firman sangat suka makan di pinggir jalan seperti ini karena mengingatkannya pada masa sulit dulu.


Saat sedang menyantap makanan nya, Firman melihat ada seseorang yang ada di seberang jalan, Firman merasa seperti pernah melihat orang tersebut tapi lupa dimana.


Namun pada saat orang tersebut berbalik dan membuat wajahnya terlihat jelas, Firman kaget karena orang tersebut ternyata adalah Wirjo, orang yang dicari-cari oleh Firman.


Setelah mengkonfirmasi jika itu benar Wirjo, Firman membayar makanan nya lalu berjalan menuju ke arah tempat Wirjo terlihat tadi.


Wirjo tadi terlihat masuk kedalam sebuah tempat yang ada di seberang jalan dari tempat Firman makan tadi, tempat tersebut dari luar tampak seperti sebuah cafe tempat para anak muda berkumpul.


Firman masuk ke dalam tempat tersebut guna mencari dimana Wirjo berada untuk membalas apa yang telah dilakukan orang itu kepada keluarganya dan juga para warga desa dulu.


Meskipun ada berbagai pertanyaan di kepala Firman mengenai bagaimana caranya Wirjo bisa ada di kota ini? Bukanya pada saat penyelidikan terakhirnya Firman melacak Wirjo masih berada di luar negeri? Entahlah, mungkin dia baru sampai di kota ini.