
Chapter 44
Firman saat ini berada di dalam kantor polisi, tepatnya ada di ruangan khusus untuk interogasi para terdakwa kejahatan dimintai keterangan.
Tanganya diborgol dengan diawasi dari balik kaca yang ada di ruangan tersebut oleh para petugas kepolisian yang ada disana.
"Cepatlah, aku ingin melanjutkan pekerjaan ku setelah ini!" Ucap Firman mulai merasa kesal dengan semua ini.
Lalu dari arah pintu ada seorang wanita cantik dan seksi yang menggunakan pakaian kepolisian masuk kedalam ruangan interogasi lalu duduk di kursi depan Firman duduk.
Firman hanya menatap datar wanita di depannya, ia hanya ingin cepat cepat keluar dari kantor polisi ini karena sudah muak di sini.
"Halo Firman, perkenalkan nama saya Angel, saya sebagai orang yang akan menginterogasi kamu di sini.
Jadi mulai dari pertanyaan pertama, apa tujuan mu menghajar orang orang itu, bahkan kamu juga membuat mereka sekarat termasuk kepala sekolah di sekolahmu." Tanya Angel menginterogasi Firman.
"Aku hanya membela diri dan nama baik ibuku." Jawab Firman singkat dan dengan nada yang sangat dingin.
"Apakah hanya itu? Bukanya kamu menyerang mereka karena kamu tidak terima disalahkan karena telah menghajar para murid di sekolahmu?" Saat ini nada pertanyaan yang dikeluarkan Angel semakin serius berniat ingin membuat Firman mengakui kejahatanya.
"Jika kalian tidak tahu kejadian aslinya, lebih baik kalian diam dan bebaskan aku dari sini!" Saat ini Firman sudah semakin kesal dengan pertanyaan pertanyaan yang selalu menyudutkannya padahal dirinya sama sekali tidak bersalah atau memulai keributan.
"Berarti benar bahwasanya kamu yang menghajar mereka duluan?" Angel kembali bertanya kepada Firman.
"Tidak." Jawab singkat Firman.
Lalu pertanyaan pertanyaan lainya terus dilontarkan Angel tapi Firman diam membisu tidak menjawabnya sama sekali.
Firman bukanya tidak mau menjawab, akan tetapi dirinya tidak bersalah jadi untuk apa menjawab nya, tidak ada untungnya bagi Firman.
"Nona Angel, aku tahu jika anda hanya bekerja di sini, jadi tolong bekerja dengan jujur jangan berbuat kecurangan apapun, perintah atasan memang paling utama tetapi menggunakan hati nurani lebih utama." Ucap Firman lalu kembali diam.
Angel juga terdiam setelah mendengar ucapan dari Firman barusan, sebenarnya Angel juga merasa ada yang janggal pada kasus Firman ini, Dirinya sama sekali tidak yakin jika Firman akan melakukan hal seperti itu jika tidak ada yang memicu emosinya.
Lalu setelah sesi interogasi selesai, Angel keluar dari dalam ruangan dan memberikan hasil interogasinya kepada petugas lainya.
Tak lama setelah Angel keluar dari ruangan tersebut, masuklah kepala polisi Budi lalu duduk didepan Firman dengan wajah liciknya.
"Hey anak kecil, mengaku saja kau yang melakukanya maka semuanya akan berjalan dengan mudah." Ucap kepala polisi Budi.
"Aku pasti akan membuatmu menyesali semua ini!" Jawab Firman dengan menatap kepala polisi Budi tajam.
Kepala polisi Budi merasa sedikit merinding saat melihat tatapan tajam dari Firman.
"Hahaha kau yang akan menyesal nak." Ucap kepala polisi Budi tertawa.
"Mengaku atau kau akan merasakan akibatnya!" Ancam nya kepada Firman yang terbolgol tanganya di meja.
Firman hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, merasa kesal dengan tanggapan Firman.
Kepala polisi Budi langsung berdiri lalu berjalan ke arah Firman dan melayangkan pukulan di perut Firman hingga membuat Firman sedikit kesakitan.
"Hahahaha mengakulah nak, jika tidak maka semua ini akan terus berlanjut." Ucap kepala polisi Budi terus memukuli Firman.
Firman disiksa di ruangan tersebut oleh beberapa orang menggunakan berbagai alat, ada yang memukul menggunakan tongkat besi hingga membuat kepala Firman mengeluarkan darah segar.
Bahkan ada yang menggunakan korek api untuk membakar kulit Firman.
"Sudahlah, nanti kita lanjutkan kembali sampai anak ini mengakui kejahatanya." Ucap kepala polisi Budi hendak keluar dari dalam ruangan.
Tetapi sebelum keluar dari ruangan, tiba tiba dari arah luar ada beberapa orang berpakaian rapi layaknya komandan kepolisian yang langsung masuk kedalam ruangan tempat Firman di tawan.
Kepala polisi Budi yang melihat orang berpakaian komandan polisi itu langsung menyambutnya dengan baik agar tidak membuat nama baiknya tercemar.
"Selamat datang Koman-!" Belum selesai menyambut komandannya, tiba tiba kepala polisi Budi dihantam hingga terjatuh dengan darah yang keluar dari mulutnya.
Orang yang memukulnya tidak lain adalah komandan polisi yang sangat geram dengan sifat anggotanya tersebut.
"Dasar bodoh!! Tidak berguna mulai saat ini kau dan para anggotamu itu diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian, dan juga untuk kau harus menerima semua akibat dari apa yang kau lakukan saat ini!!" Ucap komandan polisi sangat marah kepada anggotanya itu.
Kepala polisi Budi langsung ketakutan dan bersujud di depan komandan polisi meminta untuk tidak dikeluarkan.
"Maafkan saya komandan, saya tidak tahu apa salah saya mengapa saya dikeluarkan." Ucap kepala polisi Budi
"Salahmu adalah menangkap orang yang salah!! Yang kau tangkap itu adalah korban dan dia adalah calon menantu dari atasanku, dasar bodoh!!" Jawab komandan polisi langsung menendang kepala polisi Budi.
Kepala polisi Budi langsung shock tidak menyangka orang yang telah dia siksa adalah seseorang yang akan menjadi keluarga dari atasan tertinggi di kepolisian.
"Tu....Tuan maafkan anggota saya......saya diperintahkan atasan saya untuk mengeluarkan anda dari sini." Ucap komandan polisi kepada Firman.
Firman yang sangat lemah keadaan nya hanya diam saja karena memang tidak bisa melakukan apa apa dengan tubuh yang dipenuhi luka.
Tidak lama masuklah Bu Ika yang langsung melihat keadaan Firman yang sangat mengenaskan dan langsung menghampirinya lalu melihat keadaannya dan menangis setelah melihat Firman yang tubuhnya dipenuhi luka luka.
"SIAPA YANG MELAKUKAN HAL INI!!??" Bu Ika menjadi sangat marah melihat Firman seperti itu.
Di ruangan itu langsung sepi semuanya takut setelah melihat kedatangan Bu Ika.
Mereka semua anggota kepolisian tahu jika Bu Ika atau Ika adalah anak dari pimpinan tertinggi kepolisian negara yang memiliki jabatan paling tinggi di kepolisian.
"No....Nona, maaf ini semua ulah anak buah saya itu." Jawab komandan polisi takut jika sampai hal ini dilaporkan kepada atasan nya.
Ika langsung menghampiri kepala polisi Budi dan tanpa aba aba langsung menghantam area laki lakinya hingga terdengar bunyi yang tidak akan pernah para laki laki inginkan.
Kepala polisi Budi langsung kesakitan dan meraung raung di lantai.
Ika langsung membawa Firman setelah dibuka borgolnya ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.
"Bu....I...Ika.." Ucap Firman sangat lemah berada di samping Ika diperjalanan menuju rumah sakit.
"Firman, bertahanlah...Hiks....Sebentar lagi sampai rumah sakit....Hiks.....Hiks....." Ika sangat sedih melihat Firman keadaannya seperti ini.
"Terima kasih." Ucap Firman lalu kembali pingsan.
"Cepatlah!!" Ika menyuruh sopirnya untuk cepat menuju rumah sakit.
"Bertahanlah...." Ika memegang tangan Firman dengan perasaan sangat cemas.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...