
Chapter 133
Yudi dan Karmila yang baru sampai di dalam markas Serigala Hitam, langsung berjalan masuk menuju ruangan tempat Firman berada, tadi Yudi diberitahu oleh salah satu anggota untuk pergi ke sana.
Mereka berdua lalu masuk kedalam ruangan dan melihat Firman serta Bagas yang sedang duduk santai di dalam ruangan tersebut.
"Kalian sudah sampai rupanya, duduk lah," ujar Firman.
Karmila duduk di sofa sedangkan Bagas dan Yudi berdiri di depan Firman yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Apa Bang Yudi tau apa tujuan ku menyuruh kalian berdua datang kemari?" tanya Firman.
"Tidak tau Bos," jawab Yudi jujur.
Firman langsung berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu keluar, Bagas yang melihat Firman ingin keluar langsung dengan sigap membukakan pintu untuk Bos mya tersebut.
"Ikuti aku!" ujar Firman.
Lalu Yudi membantu Karmila untuk berjalan karena Karmila sedikit sulit berjalan, mereka mengikuti Firman dan Bagas menuju sebuah ruangan yang ada di dalam markas.
Di depan ruangan ada dua orang penjaga yang langsung membukakan pintu masuk kedalam ruangan seraya membungkuk hormat kepada Firman.
Mereka semua masuk kedalam ruangan tersebut dan terlihat ada tiga orang yang sedang tidak sadarkan diri diikat tangan serta kaki nya di tengah-tengah ruangan tersebut.
"Apakah itu mereka?" tanya Firman.
"Benar Bos, mereka orang yang kemarin saya bicarakan dengan anda," jawab Bagas.
Karmila dan Yudi melihat ke arah tiga orang tersebut dengan seksama untuk melihat siapa orang yang sedang di ikat tersebut.
Firman juga menyuruh mereka berdua untuk berjalan lebih dekat ke arah tiga orang tersebut agar lebih jelas lagi melihatnya, setelah cukup dekat dengan mereka bertiga, Karmila merasa seperti mengenali salah satu dari ketiga orang tersebut.
"M...Mama...I...Itu...Mama...!" ujar Karmila dengan air mata yang sudah menetes keluar dari pelupuk matanya.
Yudi langsung menangkap tubuh Karmila yang hendak jatuh dengan sigap, Firman yang melihat hal tersebut hanya bisa diam saja karena ini bukanlah urusan dirinya untuk mencampuri masalah keluarga orang.
Niat awal Firman hanya ingin mempertemukan ibu dengan anaknya yang telah terpisah lumayan lama agar bisa saling berbicara satu sama lain dan menemukan titik terang atas hubungan mereka yang telah hancur apakah bisa diperbaiki atau tidak.
"Apakah benar dia ibu kamu?" tanya Firman memastikan.
"Benar, darimana kamu menemukan ibuku?" tanya Karmila kembali.
Firman menceritakan dari awal ia mencari informasi tentang ibu Karmila sampai akhirnya Firman bisa menemukan keberadaan ibunya Karmila saat anak buahnya sedang menjalankan tugas mengintai mafia Rich Devil.
"Jadi kamu sudah mengetahui jika dia adalah ibuku? Darimana kamu bisa tau?" tanya Karmila penasaran.
"Kamu bisa tanyakan itu pada kekasihmu siapakah aku, tidak ada yang tidak mungkin untuk aku lakukan saat ini, namun tidak tau untuk kedepanya," jawab Firman menggantung membuat Karmila makin penasaran.
Bagas langsung menjalankan perintah Bos nya dengan cepat, Bagas membawa kedua pria yang masih belum bangun itu ke sebuah ruangan khusus yang ada di samping ruangan pertama.
Kemudian membangunkan ibu Karmila yang masih pingsan, setelah beberapa saat akhirnya ibu Karmila terbangun dengan keadaan bingung serta keadaannya yang sangat memprihatinkan.
"Dimana aku?" ujar ibu Karmila yang bernama Fiona tersebut bingung.
Fiona kemudian melihat sekelilingnya setelah penglihatannya mulai jelas, betapa terkejutnya Fiona saat melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan anaknya dulu dari sang mantan suami.
"Karmila, apakah itu kamu nak?" tanya Fiona memastikan karena matanya masih sedikit rabun lantaran pingsan cukup lama.
Karmila kembali menangis dengan keras pada saat ibunya itu memanggil namanya, tidak disangka ternyata ibu yang selama ini jahat padanya masih ingat dengan wajah putrinya tersebut.
Firman menyuruh Yudi untuk membukakan tali yang mengikat Fiona, setelah tali dilepaskan, Fiona berjalan dengan tertatih-tatih kearah Karmila yang masih terlihat jejak kesedihan di wajahnya.
"Apa benar ini kamu anakku? I...Ibu sungguh tidak menyangka kamu disini," ucap Fiona menyentuh wajah Karmila dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.
Karmila yang sudah tidak dapat menahan kembali kesedihannya, akhirnya menyerah dan langsung memeluk ibunya dengan erat seraya memanggil nama sang ibu dengan diiringi tangisan bahagia sekaligus sedih dan marah menjadi satu.
Mereka berdua berpelukan cukup lama karena untuk meluapkan rasa rindu yang teramat dalam pada diri mereka kepada satu sama lain, setelah melepas pelukannya, Firman membawa mereka untuk pergi menuju ruangan yang digunakan untuk bersantai sambil mengobrol.
Di sana Karmila duduk di samping ibunya dan Yudi, sedangkan Firman duduk di sofa sendiri dengan Bagas yang berdiri di sampingnya siap melayani sang Bos.
"Bagaimana? Apakah kalian bahagia atau masih sedih setelah aku pertemukan kalian berdua bersama?" tanya Firman.
Karmila melihat kearah ibunya dan begitupun sebaliknya, mereka berdua tersenyum lalu menjawab pertanyaan dari Firman.
"Aku sangat bahagia karena bisa bertemu kembali dengan ibuku yang sudah lama tidak aku lihat, tapi aku juga sedikit sedih saat mengingat ibu meninggalkan aku dulu pergi bersama dengan pria lain," ujar Karmila diakhiri dengan perasaan sedih didalam hatinya mengingat masa lalu.
Fiona juga terlihat sedih karena melakukan hal itu dahulu, ia langsung memeluk anaknya dengan erat sambil terus meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya dulu.
"Sudah jangan ingat lagi masa lalu, sekarang kalian bisa bersama kembali dan memulai hidup sebagai keluarga yang baru," ujar Firman menyarankan.
Setelah mendengar perkataan dari Firman, Karmila akhirnya bisa memaafkan kesalahan ibunya tersebut meskipun masih ada rasa sakit dihatinya yang belum terobati.
Fiona juga mengatakan jika dirinya dulu sangat b0doh karena meninggalkan anak nya demi bersama dengan pria lain, setelah meninggalkan Karmila akhirnya Fiona merasakan kehancuran dalam hidupnya karena dirinya harus rela menjadi wanita yang digunakan oleh para Bos nya agar karirnya di dunia model tetap terjaga.
Apalagi selingkuhan nya atau suaminya saat ini sering berbuat kasar kepadanya meskipun itu masalah kecil, hingga akhirnya Fiona ikut terseret ke dalam masalah sang suami yang berurusan dengan mafia Rich Devil sampai ditangkap.
"Ibu janji tidak akan melakukan hal itu kembali, Ibu akan bersama dengan kalian sampai nanti!" ujar Fiona dengan nada serius tanpa ada terlihat kebohongan di wajahnya.
Mereka pun mengobrol satu sama lain sehingga suasana menjadi hangat dan bahagia karena berkumpulnya kembali Karmila dengan sang ibu, Karmila juga menceritakan tentang kehamilanya dan juga hubungannya dengan Yudi.
Fiona terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki cucu, bertemu dengan anaknya saja ia sudah sangat bahagia apalagi ditambah dengan kehadiran cucu yang membuat Fiona tambah bahagia.
'Aku bodoh sekali dulu karena meninggalkan anak yang sangat baik seperti Karmila, mulai sekarang aku berjanji akan menjaganya dengan baik apapun caranya!' batin Fiona tersenyum senang.