System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 88


Chapter 88


Keesokan harinya di pos pendakian ada sebuah tenda yang terlihat biasa saja dari luar tapi dalamnya sangat berantakan karena ulah para penghuninya yang entah melakukan apa hingga menjadi begitu berantakan.


Dua orang laki laki dan perempuan yang ada di dalam tenda tersebut tidur dengan saling berpelukan dengan hanya ditutupi menggunakan sebuah selimut.


Laki laki dan perempuan tersebut adalah Firman dan seorang wanita yang semalam ditemui olehnya di sini, terlihat keadaan mereka berdua sangat kacau dengan pakaian yang bertebaran di dalam tenda itu.


Tak lama kemudian Firman membuka matanya karena merasakan cahaya matahari yang memasuki tendanya, saat pertama kali membuka mata Firman melihat pemandangan yang begitu indah bagaikan dewi kayangan yang sedang turun ke bumi.


"Cantiknya." Ucap Firman menyentuh kulit putih bagaikan pasir pantai dikala senja yang begitu indah.


Merasakan ada yang menyentuh wajahnya membuat gadis yang sedang tertidur itu terbangun membuka matanya lalu melihat Firman yang tersenyum sambil mengelus elus pipinya dengan lembut.


Saat gadis tersebut bangun aura kecantikannya begitu terasa, wajahnya yang putih bagaikan putri kerajaan yang sering mandi dengan susu murni, rambutnya yang panjang berwarna hitam bersih membuat nya bagaikan mahkota yang indah diatas kepalanya.


Yang paling mencolok pada diri gadis tersebut adalah wajah yang seperti keturunan orang luar negeri, hal itu bisa dilihat dari kulit tubuhnya serta fitur wajah atau bentuk wajahnya berbeda.


Firman dan gadis itu masih saling menatap satu sama lain sampai beberapa menit tidak bergerak sedikitpun, sampai si gadis telah menyadari kalau dirinya saat ini tidak mengenakan pakaian sama sekali dan merasakan sakit di area bawah kewanitaannya.


"Ashh kurang ajar ternyata laki laki ini yang meniduriku! Awas saja kau aku akan melaporkan semua ini pada ayahanda untuk dengan segera menghabisimu dasar laki laki binatang!!" Gadis tersebut menarik selimutnya sampai ke leher untuk menutupi tubuhnya.


Bahasa yang digunakan gadis tersebut sepertinya menunjukan ia berasal dari mana, bahasa yang digunakan adalah bahasa Mandarin yang biasa digunakan oleh orang orang di wilayah Asia timur China dan sekitarnya.


"Tenanglah, aku tidak akan melakukannya jika tidak diprovokasi olehmu sampai sampai kau yang mentransfer racun yang bisa membuat tubuh seseorang terangsang." Firman menjawab menggunakan bahasa yang dipakai gadis tersebut.


Gadis tersebut terlihat kagum dengan kemampuan berbahasa Firman yang sangat bagus karena pelafalan setiap kata nya sangat bagus tanpa ada kekurangan sama sekali, tapi dengan segera gadis itu memukul mukul Firman meskipun sudah dipastikan itu tidak akan berdampak banyak pada tubuh Firman.


Hiks........Hiks........


Gadis itu ternyata menangis sambil terus memukul mukul pelan dada Firman terlihat dari wajahnya jika gadis itu merasa seperti sangat hancur dengan apa yang dialaminya.


Sebagai laki laki yang baik Firman tidak tinggal diam melihat ada gadis yang menangis di hadapannya, ia langsung membawa gadis tersebut kedalam dekapannya untuk memberikan rasa nyaman untuk membuat gadis itu menjadi lebih tenang.


Berada dalam pelukan Firman membuat gadis tersebut langsung mencurahkan semua kesedihannya dengan menangis membiarkan air mata membasahi seluruh wajahnya yang cantik itu.


Tangan Firman juga mengelus elus punggung gadis itu dengan penuh kelembutan yang membuat si gadis merasa nyaman hingga mulai berangsur angsur mereda kesedihannya dan berhenti menangis.


"Maaf jika aku telah melakukan hal yang salah kepadamu dengan menidurimu, aku pasti akan bertanggung jawab untuk semua yang aku lakukan." Ucap Firman dengan serius sembari menatap mata gadis tersebut.


Firman sendiri hanya diam saja menunggu si gadis sampai selesai dengan apa yang dilakukannya saat ini, sampai si gadis sudah mulai merasa lelah karena terus mengeluarkan kata kata kasar dari mulutnya.


"Boleh aku tau siapa namamu?" Tanya Firman.


"Ji.....Jia Li.." Gadis itu menjawab dengan perasaan gugup sambil terus menggenggam selimut yang menutupi tubuhnya.


"Namaku Firmansyah, panggil saja Firman." Ucap Firman memperkenalkan dirinya juga.


"Jia Li mulai saat ini kau adalah wanitaku, tapi jika kamu ingin menolak karena mempunyai pasangan atau orang yang kamu cintai silahkan saja aku sungguh minta maaf karena telah melakukan hal semalam." Ucap Firman sangat merasa bersalah karena telah merusak gadis seperti Jia Li.


Tampak terlihat dari tatapan mata Jia Li yang memperlihatkan sebuah rasa sedih sekaligus bahagia, rasa sedih itu terpancar dari wajahnya yang telah basah oleh air mata sedangkan bahagia karena bibir Jia Li selalu menampilkan senyum indah yang bisa membuat para kaum pria rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya.


"Tidak apa apa, aku juga yang bersalah karena sudah menyerang kamu secara tiba tiba semalam. Walaupun aku sendiri tidak mengetahui kenapa aku bisa sampai seperti itu." Ucap Jia Li yang tidak mengetahui bagaimana dirinya bisa bertindak agresif seperti semalam kepada Firman.


Firman pun merasa aneh dengan perkataan dari Jia Li, jelas jelas Firman merasakan sesuatu seperti obat atau racun yang bisa membuat orang yang menerimanya akan merasakan lonjakan hasrat yang sangat besar untuk melakukan hubungan suami istri.


"Apa kamu tidak sadar jika kamu telah dimasuki racun perangsang?" Tanya Firman penasaran sekaligus bingung.


"Apa itu? Aku hanya mendaki sendirian di gunung ini sejak dua hari lalu dan yang aku ingat aku tersesat saat melewati pos seperempat jalan lalu sampailah aku di sini semalam bertemu denganmu." Balas Jia Li menjelaskan apa yang dialaminya selama di gunung ini.


"Baiklah nanti kita cari tahu mengapa kamu bisa sampai seperti itu, sekarang lebih baik bersihkan tubuh terlebih dahulu lalu berganti pakaian agar kita bisa dengan segera bisa melanjutkan perjalanan." Ucap Firman keluar dari tenda yang disusul oleh Jia Li.


Tampak Jia Li kesulitan berjalan dikarenakan bagian bawah kewanitaannya yang terasa sangat sakit bekas pergulatan semalam yang dilakukan oleh Firman.


Melihat Jika Jia Li kesulitan berjalan membuat Firman dengan berinisiatif langsung mengangkatnya seperti tuan putri membawa Jia Li menuju sebuah sungai yang ada di samping tenda mereka.


Firman hanya menggunakan sebuah celana pendek saja sedangkan Jia Li sama sekali tidak mengenakan pakaian sama sekali membuat Jia Li merasa sangat malu pada saat Firman mengangkatnya yang sedang dalam keadaan polos tanpa balutan baju.


Mereka lalu mandi bersama tapi Firman hanya sebentar saja mandinya karena harus membersihkan tenda serta mempersiapkan segala perlengkapan untuk melanjutkan perjalanan yang sekarang akan dilakukan bersama dengan Jia Li.


Setelah Firman berganti pakaian, ia membersihkan tenda melipat semuanya lalu memasukkannya kedalam tas ransel yang dibawanya, tapi saat membereskan tendanya tadi ada satu hal yang membuat Firman terkejut.


Hal itu adalah sebuah tanda merah bekas darah yang berada di selimut yang digunakan untuk tidur dirinya dan juga Jia Li semalam, terlihat Firman merasa bersalah karena telah merenggut kesucian seorang gadis yang bahkan belum dikenalnya dengan baik.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...