System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 196 Diawasi Kelompok Misterius


Chapter 196


Setelah melakukan hubungan badan selama beberapa waktu, dari pagi sampai siang menjelang sore, Firman dan Gina mengakhiri permainan panas yang mereka lakukan karena waktu yang sudah terlalu lama mereka habiskan di dalam kamar mandi.


Mereka berdua lalu keluar dari dalam kamar mandi dan berganti pakaian menggunakan baju tebal karena rencananya malam ini Firman akan mengajak Gina pergi untuk kembali menuju tempat markas mafia Gina berada.


Rencananya Firman akan kembali ke negaranya besok pagi agar bisa mengejar waktu untuk masuk kesekolah lusa nanti, walaupun Firman selalu berada di luar negeri beberapa waktu ini, tapi urusan untuk sekolahnya sudah diurus oleh Rina dibantu dengan Anggita.


Jadi Firman hanya tinggal masuk saja tanpa harus mengurus berbagai macam hal yang dibutuhkan untuk mendaftar masuk ke sekolah, meskipun sudah selesai semuanya, tapi Firman harus tetap datang lusa nanti untuk mengurus beberapa data diri yang belum lengkap.


Firman dan Gina telah selesai berganti pakaian dengan menggunakan baju lengan panjang dan tebal lalu ditambah jaket juga untuk melindungi tubuh dari paparan hawa dingin yang terasa sampai kedalam tulang-tulang.


"Sudah selesai semuanya?" tanya Firman yang sedang membereskan beberapa peralatanya.


"Sudah sayang, tapi aku masih bingung membawa barang segini banyak nanti kita taruh dimana?" tanya Gina menunjuk ke arah koper miliknya.


Memang benar jika barang yang dibawa oleh Gina sekarang ini semakin bertambah banyak, untuk tempat menyimpan senjata api saja Gina membutuhkan sampai 2 koper penuh. Lalu untuk pakaian yang dibawa saat akan pergi kemarin, Gina membawa 1 koper besar.


Sekarang saat akan kembali pulang, barang bawaan Gina semakin bertambah karena kemarin malam saat pulang dari tempat lelang Gina membeli banyak pakaian untuk digunakan olehnya. Pakaian yang dibeli Gina jumlahnya hampir memenuhi 1 koper sendiri.


"Makanya lain kali jangan membawa barang terlalu berlebihan, jika akan mengemasi kembali susah jadinya," ujar Firman berjalan mendekati Gina yang sedang kesulitan memasukan bajunya kedalam koper.


Gina hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Firman tersebut, "Mau bagaimana lagi, biasanya aku dibantu beberapa anggota untuk membawa barang-barang ini, khusus nya untuk senjata. Karena senjata adalah hal yang sangat wajib aku bawa kemanapun aku berada," ucap Gina.


"Bawa saja secukupnya, terlalu berlebihan juga tidak baik," ucap Firman memberi nasehat singkat kepada Gina.


Firman membantu memasukan barang-barang milik Gina kedalam tas serta koper yang mereka bawa, sebenarnya Firman hanya membawa satu tas ransel saja itupun hanya untuk menaruh katana miliknya saja.


Sebagai laki-laki tentu saja Firman tidak mungkin akan menjadi seperti Gina yang membawa barang dengan jumlah sangat banyak, bagi Firman cukup membawa beberapa baju dan senjata katana sudah cukup baginya.


"Sayang, aku titip beberapa pakaian ku didalam tas kamu ya," ujar Gina.


Gina lalu mengambil tas yang digunakan oleh Firman untuk membawa barang-barangnya, lalu setelah itu Gina memasukan beberapa pakaian yang ukuranya kecil seperti pakaian tidur tipis fan beberapa stel pakaian untuk digunakan di bagian dalam.


Untuk mengemasi barang-barang saja membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih hanya untuk memasukan pakaian kedalam tas serta koper yang ada, hal itu tentu saja karena banyaknya barang bawaan dari Gina yang membuat kesulitan untuk memasukan semuanya ke dalam koper dan tas.


Setelah selesai mengemasi pakaian dan barang lainnya, Firman membawa koper milik Gina untuk diletakan di dalam bagasi mobil supaya nanti saat akan pergi bisa langsung berjalan tanpa repot-repot angkat koper lagi.


Firman membawa 2 buah koper besar di tangannya, dia menuntun kedua koper itu ditemani dengan Gina yang berjalan dibelakang Firman sembari membawa satu koper dan satu tas.


Menaiki lift lalu turun kelantai bawah langsung menuju parkiran bawah tanah agar mempersingkat waktu, daripada harus melewati pintu depan yang jalanya memutar untuk sampai ke parkiran, lebih baik langsung saja pergi ke parkirannya untuk mempersingkat waktu.


"Tolong bukakan pintu bagasi mobilnya," ucap Firman meminta tolong kepada Gina.


Walaupun Firman dan Gina memiliki banyak uang, akan tetapi mereka selalu belajar untuk tidak menghambur-hamburkan uang yang telah mereka dapatkan.


Karena mereka berdua tau bagaimana sulitnya untuk mendapatkan uang, jadi sebisa mungkin jika masih bisa dilakukan sendiri mengapa tidak.


'Kenapa aku merasa seperti ada yang mengawasi kita berdua sedari tadi,' batin Firman yang baru selesai memasukan semua barangnya ke dalam bagasi mobil.


Gina sudah masuk kedalam mobil dan duduk di kursinya dengan nyaman sembari minum kopi panas untuk membuat tubuhnya tetap hangat di tengah cuaca dingin yang melanda.


Firman berjalan memasuki mobilnya kemudian duduk dibangku pengemudi, "Apakah kamu juga merasakan jika ada yang mengawasi kita berdua sejak keluar dari dalam lift tadi?" tanya Firman kepada Gina.


"Aku pikir cuma aku saja yang merasakannya, kamu benar sekali. Aku sudah merasakan ada yang mengawasi kita sejak tadi malam saat kita baru sampai di hotel, mungkin mereka masih mengawasi kita sampai saat ini," jawab Gina dengan wajah seriusnya.


"Lalu bagaimana sekarang sayang? Tindakan apa yang akan kita lakukan?" lanjutnya bertanya kepada Firman


"Untuk saat ini lebih baik kita diam saja dulu, kita belum mengetahui darimana mereka berasal dan apa tujuan mereka melakukan hal ini," jawab Firman mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Cari tau dulu darimana mereka baru kita melakukan tindakan untuk melawannya," lanjutnya.


Mesin mobil sudah menyala dan Firman pun menjalankan mobilnya pergi dari parkiran hotel tersebut, Gina sudah mengurus mengenai hotel, jadi mereka bisa keluar tanpa harus repot-repot melakukan cek out kembali.


Mobil yang ditumpangi oleh Firman dan Gina melaju dengan santai di tengah kota yang terlihat lumayan ramai dengan lalu-lalang masyarakat yang sedang bekerja maupun yang sedang menikmati waktu dengan liburan jalan-jalan keliling kota.


............


Di belakang mobil yang ditumpangi oleh Firman dengan Gina, ada sebuah mobil van berwarna hitam yang sedang mengikuti mereka berdua sejak keluar dari dalam parkiran hotel tadi.


"Kita ikuti mereka sampai ditempat yang sepi, lalu kita akan melaksanakan perintah yang telah ketua berikan tadi pagi," ujar salah seorang pria yang dari tadi malam mengikuti Firman sampai di hotel lalu mengawasi setiap pergerakan yang dilakukannya.


"Siap Bos! Tapi saya memiliki saran, kita habisi laki-laki itu tapi wanitanya jangan, karena si wanita itu bisa kita nikmati terlebih dahulu sebelum kita jual untuk mendapatkan untung yang lebih banyak," ucap salah satu anggota kelompok tersebut.


"Saran yang kau berikan cukup bagus juga, baiklah jika begitu. Tapi ingat, jangan bertindak gegabah dan selalu dengarkan perintahku!" ucap si Bos tadi.


Jumlah orang yang mengikuti Firman lumayan banyak, mereka sepertinya telah meminta bantuan untuk mendatangkan beberapa anggota lainnya karena jumlah kelompok itu saat ini telah bertambah beberapa.


Mereka terus mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Firman sampai kemanapun, bahkan saat Firman sedang mengisi daya ulang mobilnya, mereka masih menunggu Firman dengan sabar.


Padahal untuk mengisi daya di dalam baterai mobil listrik yang digunakan oleh Firman, jika alat pengisi daya yang digunakan memiliki daya yang kecil, maka minimal baterai akan penuh dalam waktu 1 jam sampai 3 jam, namun jika daya yang dimilikinya besar, tidak butuh waktu lama untuk mengisinya 20 menit sudah full 100%


Mereka menunggu Firman sampai selesai lalu melanjutkan perjalanan hingga sampai ke luar kota yang masih terlihat ada beberapa bangunan tempat tinggal penduduk yang berada di pinggiran kota, rumah penduduk dengan gaya khas rumah pedesaan di Eropa terlihat di sepanjang jalan dengan hamparan pepohonan rindang yang sudah tertutupi dengan salju es yang berwarna putih membuat pemandangan tampak semakin indah dilihat mata.