
Chapter 205
Saat ini Firman sudah hampir sampai ketempat dimana bangunan dirinya melihat Reiko ditahan oleh beberapa orang asing, tadinya Firman ingin menggunakan mobil untuk pergi ke bangunan rumah tersebut, akan tetapi Firman mengurungkan niatnya lantaran akses jalan yang kurang memadai.
Bangunan tersebut terletak ditengah hutan yang sangat lebat apalagi sekarang seluruh bagian hutan telah tertutupi dengan tebalnya salju yang semakin membuat akses jalan menuju bangunan tersebut menjadi sangat sulit.
Firman berniat membawa beberapa barang yang mungkin akan dibutuhkan nantinya, tapi karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, akhirnya Firman memutuskan langsung berjalan ke arah rumah saja untuk melihat keadaan Reiko yang sepertinya sedang mengalami masalah dengan beberapa orang yang telah menangkapnya lalu dikurung didalam rumah terpencil tengah hutan.
Perjalanan Firman menuju rumah tersebut lumayan membutuhkan waktu yang lama karena jarak rumah tersebut dengan jalan raya tempat Firman memarkirkan mobilnya lumayan jauh.
Membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk datang menuju bangunan tersebut. Dengan menggunakan baju yang tebal serta beberapa peralatan yang memadai, Firman berjalan dengan langkah lebar supaya lebih cepat sampainya dibangunan supaya bisa mempunyai waktu untuk mencari keberadaan Gina yang belum jelas ada dimana.
"Semoga saja aku bisa menemukan kamu nanti disana, bisa saja kelompok yang menahan Reiko itu juga ikut menahan kamu," kata Firman pada dirinya sendiri sembari terus berjalan cepat.
Didalam pikiran Firman hilangnya sang kekasih ada hubungannya dengan bangunan yang berada di tengah hutan tersebut, apalagi bagi Firman yang telah memiliki beberapa pengalaman berhadapan dengan orang-orang yang bekerja di dunia bawah membuat pikiran Firman lebih terbuka dan tidak naif dalam menghadapi sesuatu.
Pengalaman memang membuat orang menjadi lebih bisa menghadapi masalah apapun, pengalaman yang banyak serta ditambah dengan skill yang memadai membuat apapun bisa kita lakukan, masalah sebesar apapun akan lebih mudah dihadapi, bahkan untuk hal seperti pertarungan mungkin akan menjadi sesuatu yang sangat mudah bagi orang seperti Firman yang telah memiliki skill dan pengalaman banyak di dunia beladiri.
Contohnya saja Firman, dulu saat baru pertama kali mendapatkan System dan memiliki beberapa skill tanpa adanya pengalaman menggunakan skill-skill tersebut, Firman tampak agak kesulitan menghadapi lawan yang sebenarnya kemampuan mereka ada jauh dibawah Firman, tapi sekarang dengan kemampuan serta pengalaman yang lumayan banyak membuat Firman bisa menghadapi lawan yang jauh diatasnya dengan sedikit mengeluarkan usaha.
Setelah berjalan kurang lebih 45 menit akhirnya Firman sampai di dekat bangunan tengah hutan tempat tujuannya untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Reiko hingga ditahan oleh beberapa orang yang terlihat bukan orang baik-baik.
"Rumah ini cukup besar untuk ukuran bangunan yang berada di tengah hutan, sepertinya memang ini adalah masalah yang lumayan besar," ucap Firman sambil memandang bangunan yang lumayan besar tersebut.
Sebenarnya ukuran bangunan rumah itu kecil jika diukur dengan rata-rata rumah yang berada di kawasan perkotaan, namun jika diukur untuk ukuran pada bangunan yang berada di desa itu lumayan besar.
Firman berjalan mendekati bangunan tersebut lewat jalan samping, menggunakan sepatu yang khusus digunakan untuk medan bersalju membuat langkah kaki Firman menjadi lebih mudah ketimbang menggunakan alas kaki biasa.
Saat sudah sampai di samping rumah tersebut, Firman seperti melihat ada sesuatu yang berada di depan pintu bagian samping rumah tersebut. Sesuatu itu terlihat seperti sedang melakukan suatu hal yang sangat mencurigakan.
Karena tadi tidak terlalu jelas terlihat, akhirnya Firman berjalan lebih mendekati bagian rumah tersebut untuk melihat apa yang dilihatnya dari jarak lumayan jauh tadi, setelah cukup dekat Firman melihat sesuatu tersebut merupakan seseorang yang terlihat seperti sedang melakukan hal yang mencurigakan.
Orang itu seperti sedang berusaha untuk membuka pintu samping bangunan tersebut menggunakan beberapa cara, namun hasilnya tetap saja gagal.
"Siapa itu? Apakah ada orang di tengah hutan seperti ini apalagi sampai keluar rumah dan tingkahnya sangat mencurigakan," kata Firman heran melihat ada orang yang ada di samping bangunan tersebut.
Karena merasa sangat penasaran dengan siapa orang yang sangat mencurigakan tersebut, Firman memutuskan untuk berjalan mendekati orang itu guna melihat apa yang ingin dilakukannya dengan berusaha membuka pintu bangunan.
Tampak dari bagian belakang orang tersebut menjuntai rambut panjang khas seorang wanita yang membuat Firman menjadi semakin penasaran dengan identitas orang tersebut.
'Dia seorang wanita? Perasaan saat aku menjalankan drone tadi aku sama sekali tidak melihat ada orang lain selain yang berada di dalam bangunan itu,' batin Firman merasa heran saat melihat kehadiran seorang wanita di tengah hutan yang dipenuhi oleh salju ini.
Firman yang melihat wanita tersebut berbalik hendak bersiap untuk menarik katana miliknya yang selalu siap berada pada genggaman tangannya, akan tetapi pada saat ingin menarik katananya, mata Firman menjadi terhenti melihat wajah wanita tersebut.
"Gina ..." hanya sepatah kata itu yang mampu diucapkan oleh Firman saat orang yang ada di depannya tersebut berbalik badan.
mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Firman, wanita itu pun juga ikut terkejut saat melihat laki-laki yang merupakan kekasihnya tersebut ada didekat dirinya saat ini. Padahal tadi ia masih melihat Firman tertidur dengan sangat nyenyak di dalam tenda.
"Sayang, bagaimana caranya kamu ada disini?" balas wanita tersebut yang ternyata adalah Gina sambil memandang ke arah Firman dengan tatapan penuh tanya.
Firman merasa sangat senang bisa bertemu dengan Gina kembali, padahal tadinya ia mengira jika Gina telah diculik oleh orang yang ingin mencelakai kekasihnya tersebut lalu membawanya pergi dari tempat ini.
Tapi setelah melihat keberadaan sang kekasih tepat di depan matanya sendiri, akhirnya hal itu membuat hati Firman bisa merasa lebih tenang karena bisa melihat keadaan kekasihnya masih baik-baik saja tanpa ada lecet sama sekali.
Walaupun ada banyak sekali tanda tanya di pikiran Firman saat ini karena heran melihat penampilan Gina yang berbeda dari semalam, kemungkinan besar Gina telah berganti pakaian ataupun menambah lapisan pada pakaiannya agar tubuhnya menjadi lebih hangat ditengah suhu dingin yang ada disana.
Dengan cepat, Firman langsung memeluk tubuh Gina yang berada di depannya dengan sangat erat melepaskan semua rasa khawatir yang telah dirasakannya sejak tadi karena tidak melihat kehadiran Gina saat baru bangun dari tidurnya.
Sementara untuk Gina sendiri merasa agak kebingungan dengan tingkah sang kekasih yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Sangat jarang nagi Firman untuk berinisiatif memeluk terlebih dahulu, biasanya harus dipancing dulu untuk bisa mendapatkan pelukan dari Firman.
'Ada apa dengan dia, kenapa bertingkah tidak seperti biasanya? Sangat aneh,' batin Gina bertanya-tanya dengan tingkah tidak biasa Firman.
"Kamu kenapa?" tanya Gina membalas pelukan hangat yang diberikan Firman.
"Tidak apa-apa," jawab Firman yang masih ingin mempertahankan harga dirinya di depan Gina.
'Bisa-bisanya dia masih bersikap sangat tenang walaupun telah membuatku sangat khawatir kepadanya,' batin Firman sambil terus memeluk Gina dengan sangat erat.
Mereka berdua sama-sama menikmati pelukan yang hangat tersebut, apalagi untuk Gina ini merupakan hal yang sangat langka mungkin hanya beberapa kali dirinya mendapatkan pelukan hangat langsung inisiatif dari Firman.
Firman melepas pelukannya setelah beberapa menit berpelukan, dengan menatap mata indah yang dimiliki oleh Gina, tatapan mata Firman menyiratkan rasa bahagia yang tidak dapat dihitung dengan apapun saking senangnya bisa bertemu dengan Gina kembali.
"Sedang apa kamu disini?" tanya Firman yang penasaran dengan Gina berada pada tempat ini.
"Aku tadi sedang mengikuti beberapa orang yang sangat mencurigakan saat aku ingin mengambil barang di mobil aku melihat mereka," jawab Gina.
"Kenapa kamu tidak membangunkanku tadi supaya bisa menemanimu mencari tau orang-orang itu?!" tanya Firman dengan nada suara yang terdengar agak kesal kepada Gina yang telah bertindak gegabah tanpa memikirkan konsekuensinya sama sekali.
Gina menundukan kepalanya karena dimarahi oleh Firman, "Ma ... maaf sayang, aku tadi tidak ingin mengganggu waktu istirahat kamu, jadi aku langsung mengikuti mereka saja setelah berganti pakaian menggunakan baju hangat yang telah aku bawa didalam mobil, aku juga telah meninggalkan beberapa jejak supaya kamu bisa menemukan keberadaanku disini," jawab Gina dengan nada penuh penyesalan.
Melihat wajah bersalah yang ditampilkan oleh Gina membuat hati Firman yang tadinya kesal karena telah dibuat khawatir padahal orang yang dikhawatirkan masih baik-baik saja, sekarang sudah mulai melunak saat melihat wajah bersalah Gina.