System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 165 Berhasil Menemukan Para Sandera


Chapter 165


Gina pergi beejalan mengikuti Sophia menuju sebuah ruangan untuk berbicara, entah apa yang mereka bicarakan tapi yang pasti itu merupakan sesuatu yang sangat rahasia, Gina juga berusaha untuk mencari informasi tentang kelompok Silent Shadow dari Sophia yang kemungkinan mengetahui sesuatu mengenai kelompok itu.


Sedangkan di sisi lain, Firman sedang berjalan menuju tempat para sandera ditahan yang mana lokasi tersebut berada tidak jauh dari tempatnya berada saat ini.


Firman berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada disekelilingnya, ruangan-ruangan tersebut merupakan kamar hotel yang memang ada di gedung ini sama seperti tempat Firman masuk tadi.


"Sepertinya tempat merela ditahan ada didepan itu, semoga saja benar mereka ada disana agar bisa dengan cepat aku bawa mereka pergi," kata Firman berjalan menyusuri lorong yang kanan dan kirinya terdapat pintu ruangan kamar hotel kosong tidak ada penghuninya, mungkin karena bukan waktu libur makanya sepi, atau bisa saja tamu hotel berada di kamar bagian lantai yang lain dalam gedung ini.


Sampai akhirnya Firman sampai di sebuah ruangan yang tempatnya berada di paling ujung lorong, pintu pada ruangan tersebut terlihat berbeda dari tempat atau ruangan lainya, baik warna cat maupun bentuk luar bagian pintu tersebut juga berbeda dari yang lainnya.


Firman mengecek situasi sekitar terlebih dahulu sebelum mulai mengecek bagian dalam ruangan itu, Firman melihat kekanan lalu kekiri dan tidak ada siapapun yang ada di sekitar tempat Firman berada saat ini.


Setelah melihat situasi yang dirasa telah aman, Firman membuka ruangan yang terkunci tersebut menggunakan jam tangan digital miliknya yang memiliki banyak sekali teknologi hebat di dalamnya.


Kunci ruangan tersebut berupa sebuah kunci digital yang dapat dibuka menggunakan kartu khusu atau bisa juga menggunakan nomor pin, tapi ditangan Firman hanya bermodalkan jam tangan canggih miliknya saja bisa membuka pintu tersebut hanya dalam kurun waktu beberapa detik saja.


Pintu pun terbuka lalu Firman langsung masuk ke dalamnya kemudian menutupnya kembali, setelah masuk kedalam ruangan tersebut yang sesuai dengan titik koordinat yang telah diberikan oleh gps, Firman berjalan masuk untuk melihat apakah benar para sandera ada didalam atau tidak.


'Apa mereka b0doh atau bagaimana ya, menahan sandera didalam sebuah ruangan yang ada di lantai paling atas sebuah gedung tinggi, biasanya kan orang menahan sandera akan ditaruh didalam ruangan bawah tanah atau ruangan yang aman lainnya,' batin Firman bingung dengan cara berpikir orang yang menahan anggota mafia Gina tersebut.


Ruangan tersebut ternyata lumayan gelap karena kurangnya penerangan berupa lampu, hanya ada sedikit lampu yang ada disana itupun tidak berfungsi dengan baik karena cahayanya sangat redup.


'Gedung besar tapi penerangan saja sangat minim, ironis sekali,' batin Firman.


Tapi saat terus berjalan, tiba-tiba kaki Firman seperti menyentuh sesuatu yang membuatnya berhenti berjalan, Firman kemudian langsung mengambil senter yang ada didalam tas kecil miliknya yang sebelumnya dibawa.


Firman menyalakan senter tersebut lalu mengarahkannya ke bagian bawah tempat kakinya tadi merasakan sesuatu, saat cahaya senter tersebut disorot ke bawah, dapat dilihat dengan jelas sekali jika benda yang sebelumnya ditabrak oleh Firman adalah sebuah kaki manusia.


"Kaki siapa ini? Oh sepertinya tubuh orang yang memiliki kaki ini tertutup kain itu," ucap Firman melihat ada sebuah kain yang menutupi tubuh diatas kaki tersebut.


Firman pun membuka kain penutup tersebut untuk melihat siapa orang yang ditutupi kain itu, setelah kain terbuka seluruhnya Firman dapat melihat dengan jelas adanya seorang gadis muda yang mungkin usianya dibawah Firman sedikit sedang dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri dan kaki juga tangan terikat tali serta mulut ditutup lakban.


"Bukankah gadis ini yang ditunjukan oleh Gina kemarin?" kata Firman yang melihat wajah gadis yang ada di depannya itu sama seperti foto gadis yang pernah ditunjukan oleh Gina sebelum mereka berangkat kemarin.


Firman melihat sekeliling kembali dan ia menemukan ada beberapa orang lagi yang keadaannya sama seperti gadis yang ada didepan Firman saat ini, mereka semua juga sama-sama gadis yang mana Firman sangat yakin jika mereka merupakan anggota Gina yang disandera.


"Tapi mengapa hanya ada sedikit saja disini? Bukankah ada banyak yang disandera ya?" kata Firman bingung.


Melihat di dalam ruangan tersebut hanya ada sekitar belasan gadis saja yang semuanya dalam keadaan pingsan dan tangan serta kaki terikat dengan tali dan mulut ditutup menggunakan lakban.


Firman lalu mencoba membangunkan salah satu gadis yang pertama ditemukannya tadi dengan cara menggunakan sebuah obat hirup yang dibawa oleh Firman setiap saat, untuk berjaga-jaga jika melihat orang pingsan.


Setelah beberapa saat, akhirnya gadis itu terbangun dari pingsan nya dengan keadaan bingung dan tubuh yang lemas, gadis itu melihat ke sekelilingnya sampai menemukan keberadaan Firman yang tepat ada di depannya sedang menatap dirinya.


Dengan tangannya Firman menutup mulut gadis itu karena takut suaranya yang lumayan keras dapat mengundang orang datang, bisa saja yang datang merupakan musuh yang bisa membuat mereka dalam keadaan bahaya nantinya bila ketahuan.


"Diamlah, aku disini untuk menyelamatkan kalian," ucap Firman.


Setelah merasa gadis itu mulai bisa diajak kompromi, Firman membuka tangannya untuk membiarkan gadis tersebut berbicara, karena sepertinya gadis itu ingin berbicara sesuatu kepada Firman.


"Terima kasih jika memang kamu ingin menyelamatkan kita, maaf jika tadi aku seperti itu karena terkejut melihatmu, aku kira kamu musuh," ucap gadis itu menunduk.


Firman menghela nafas sejenak kemudian memberikan obat hirup yang tadi digunakan kepada gadis itu, "Gunakan itu untuk membangunkan yang lainnya, dan ingat jangan sampai membuat keributan, aku akan menyusuri ruangan ini untuk mencari petunjuk lain," ucap Firman kepada si gadis.


Gadis itu mengangguk kemudian mulai membangunkan rekanya satu-persatu menggunakan obat hirup yang diberikan oleh Firman tadi, sedangkan Firman sendiri mulai kembali berkeliling di dalam ruangan itu yang sepertinya merupakan sebuah gudang penyimpanan.


Firman yakin jika itu memang gudang penyimpanan karena ada banyak sekali barang di dalam ruangan tersebut, dalam satu ruangan itu juga ada beberapa ruangan kecil lainnya yang tak luput dari mata Firman untuk ditelusuri.


Beberapa menit menyusuri bagian dalam ruangan, Firman belum menemukan petunjuk yang berguna mengenai keberadaan sandera yang lainnya, pada akhirnya Firman kembali ketempat awal yang mana semua sandera yang tadi pingsan sekarang sudah kembali sadar meskipun masih dalam keadaan yang bingung.


"Apakah semua sudah sadar?" tanya Firman kepada gadis yang pertama dibantunya tadi.


"Sudah Tuan, tapi disini hanya ada sedikit rekan kami, sedangkan rekan yang lainnya entah ada dimana," jawab gadis itu menampilkan wajah sedihnya.


Firman mengerti perasaan yang dirasakan oleh gadis itu, makanya ia ingin mencari informasi lain agar dapat dengan cepat menemukan lokasi sandera yang lainnya.


"Siapa namamu?" tanya Firman.


"Nama saya Lina, dan mereka merupakan keluarga saya," jawab gadis itu.


Duar ...


Bagai sebuah sambaran petir yang menggelegar kencang, Firman sangat amat terkejut saat mendengar nama yang disebutkan gadis tersebut, sebuah nama yang sangat dicari oleh Firman selama ini agar membuat keluarganya bisa berkumpul kembali dengan bahagia.


'Lina? Apakah dia adalah anak dari Tante Bulan? Tapi tidak mungkin juga anaknya Tante Bulan bisa ada di negara ini yang sangat jauh dari tempat orang tuanya berada,' batin Firman bingung.


Ditengah kebingungannya, Firman dikagetkan dengan Lina yang tiba-tiba memanggilnya saat sedang melamun memikirkan anak Tante Bulan.


"Tuan? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Lina heran melihat Firman melamun.


"Ah iya, aku baik-baik saja. Bisa minta tolong untuk berikan minuman ini kepada yang lainnya, lalu setelah ini aku akan membawa kalian keluar dari gedung ini," ucap Firman seraya memberikan beberapa botol minuman berenergi agar para sandera yang baru sadar dari pingsan kembali lagi energinya.


Lina langsung memberikan minuman tersebut kepada yang lainnya sesuai perintah dari Firman, ia sendiri juga minum sedikit karena keterbatasan air minum yang harus dibagi rata kepada semua orang.


Sementara itu, Firman masih memikirkan tentang adanya Lina yang disinyalir kuat oleh Firman adalah anak dari Tante Bulan, tapi itu masih belum pasti apalagi Firman belum pernah melihat wajah asli dari anak Tante Bulan sebelumnya.