
Chapter 206
Firman menarik tubuh Gina untuk mendekat ke arahnya kemudian dengan cepat Firman memeluk tubuh Gina sangat erat. Pelukan memang bisa membuat orang menjadi merasa lebih tenang karena orang yang dipeluk akan merasa aman berada dalam dekapan orang yang memeluknya.
Apalagi orang yang memeluk tersebut adalah orang yang paling dicintainya, maka rasa tenang tadi akan bercampur dengan rasa senang lantaran bisa merasakan dipeluk orang tercinta, rasa bahagia tersebut sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Pelukan hangat yang diberikan oleh Firman kepada Gina membuat mereka menjadi lebih mesra seiring berjalannya waktu dan membuat perasaan Gina menjadi lebih baik, Firman yang dulu cuek sekali terhadap wanita lumayan berubah menjadi lebih hangat kepada para wanitanya setelah mulai mengenal kekasih pertamanya yaitu Rina.
Gina yang tadinya sangat takut karena merasa akan dimarahi habis-habisan oleh Firman, sekarang dirinya merasa lebih tenang karena pelukan hangat yang diberikan sang kekasih.
Memang hal yang biasa bagi sepasang kekasih saling berpelukan satu sama lainnya, akan tetapi maksud serta tujuan dari pelukan tersebutlah yang menjadi hal yang sangat istimewa.
Pelukan seorang kekasih bisa karena rasa kasih sayang yang ditunjukan untuk menghargai pasangannya ataupun pelukan sebagai rasa untuk selalu melindungi kepada pasangan seperti apa yang dilakukan oleh Firman saat ini kepada Gina.
Setelah beberapa saat berpelukan, Firman melepaskan pelukannya tersebut lalu menatap mata indah yang dimiliki oleh Gina dengan penuh kasih sayang. Tidak ada tatapan tajam seperti yang biasa Firman tunjukan pada musuh-musuhnya, tatapan mata Firman kepada Gina mengisyaratkan perasaan cinta yang ada didalam dirinya kepada Gina.
"Maaf aku tidak ada maksud untuk membuat kamu takut, aku cuma khawatir kamu kenapa-kenapa. Kamu tau sendiri jika beberapa waktu ini kita sedang dilanda masalah yang membuat keselamatan kita terancam, jadi aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu yang tidak baik kepadamu, apa kamu paham?" ucap Firman dengan lembut seraya menampilkan senyuman yang mampu membuat para kaum wanita terpana saat melihatnya.
Gina yang mendengar ucapan dari Firman tersebut menjadi sangat terharu, ternyata kekasihnya itu sedang sangat mengkhawatirkan dirinya sampai segitunya, padahal Gina merasa jika Firman tidak perlu bersikap sampai sebegitu takutnya karena Firman masih memiliki banyak kekasih yang lainnya.
"Untuk apa kamu khawatir padaku? Padahal kamu kan masih memiliki banyak kekasih yang bisa bersama kamu walaupun aku tidak ada," kata Gina dengan wajah tersenyum tetapi terdengar sangat jelas dari nada bicaranya jika ia sedang menahan kesal saat mengatakan hal barusan.
Mengerti apa yang diucapkan oleh Gina tersebut bukanlah hal yang tulus dari dalam hatinya, melainkan terpaksa mengatakannya, hal itu membuat Firman memiliki ide di kepalanya dan berniat mengerjai Gina.
"Kamu benar juga, untuk apa aku peduli kepada wanita tua sepertimu yang menyusahkan saja kerjaannya, lebih baik aku bersama kekasihku yang cantik dan masih muda," balas Firman dengan wajah tanpa ekspresi yang hanya sebagai topeng untuk membuat aktingnya menjadi semakin natural.
Gina merasa kesal lantaran Firman menanggapi ucapannya dengan serius padahal Gina hanya berniat bercanda saja tadi tapi ia tidak menyangka Firman akan membalasnya seperti itu.
"Aku kan hanya bercanda, mengapa kamu membalasnya dengan serius! Hump!" ucap Gina kesal mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Aku juga bercanda, lagipula kenapa kau masih memikirkan hal seperti itu disaat seperti ini, didalam sana ada orang yang harus kita selamatkan secepatnya," balas Firman yang membuat Gina kembali teringat akan tujuannya datang kemari mengikuti beberapa orang tadi.
Karena terlalu terbawa suasana membuat Gina sempat melupakan tujuan awalnya datang ketempat ini yang penasaran dengan keberadaan beberapa orang mencurigakan yang tadi sempat dilihat oleh Gina saat sedang ingin mengambil barang di dalam mobil, kelompok orang yang dilihat Gina juga berjalan sambil membawa seorang wanita yang dikenal Gina, yaitu Reiko. Hal itulah yang membuat Gina sangat penasaran dan juga berniat ingin menyelamatkan Reiko karena menurutnya saat ini Reiko sedang dalam bahaya.
"Oh iya, sayang aku sampai lupa dengan tujuanku kemari. Kita harus cepat menyelamatkan nona Reiko karena tadi aku melihat sekilas jika dia sedang ditahan oleh beberapa orang didalam," ucap Gina dengan nada yang panik.
"Kalau begitu kita harus menyusun rencana untuk menyelamatkan nona Reiko," ucap Gina.
Mereka berdua lalu kembali menjalankan apa yang tadi akan mereka lakukan, yaitu menyelamatkan Reiko yang diduga telah ditangkap oleh beberapa orang tidak dikenal hingga disekap di dalam bangunan yang berada di tengah hutan bersalju ini.
Firman menggunakan kemampuannya dalam menyusup kedalam bangunan dengan sangat baik, membuka pintu yang tadi dicoba buka oleh Gina dengan sangat mudah, menggunakan kunci serbaguna yang dimilikinya Firman dapat membobol banyak pintu dengan sangat mudah tanpa kendala sama sekali.
Mereka berdua kemudian masuk kedalam bangunan tersebut dengan sangat hati-hati karena tidak ingin sampai ketahuan oleh orang-orang yang ada di dalam. Firman berjalan didepan karena dirinya yang memiliki rencana, sedangkan Gina berada dibelakang Firman mengikuti kemanapun Firman berjalan.
Di dalam bangunan tersebut tampak sepi tidak terdengar ada orang sama sekali di dalamnya, suara sedikitpun tidak ada terdengar kecuali suara hujan es yang berasal dari luar bangunan dan suara mesin penghangat ruangan yang terdengar menyala sedari tadi.
Rencana dikepala Firman yang pertama akan dilakukan adalah mencari tempat dimana ruangan tempat Reiko ditahan berada, karena kemungkinan besar Reiko ditahan di sebuah ruangan tersembunyi di dalam bangunan ini.
Memang tadi Firman sempat melihat keberadaan Reiko lewat drone yang duterbangkanya, akan tetapi Firman belum mengetahui dengan jelas dimana letak ruangan tempat Reiko ditahan tersebut, karena bagian dalam bangujan tersebut sangat berbeda jauh dari tampak luarnya.
Bagian dalam bangunan memiliki banyak sekali ruangan dengan berbagai lorong serta pintu yang entah apa fungsinya, hal itu sempat membuat Firman sedikit merasa kebingungan dalam menemukan letak ruangan tempat Reiko ditahan.
Firman terus berjalan bersama dengan Gina di belakangnya untuk mencari ruangan dimana Reiko berada, sebenarnya Gina sedari tadi merasa bingung dengan Firman yang hanya berputar-putar saja tidak tentu arah, tapi ia menurut saja karena tidak tahu juga harus pergi kemana terlebih dahulu.
Tiba-tiba Firman teringat dengan jam tangan digital miliknya yang bisa digunakan sebagai alat untuk meretas jaringan alat elektronik ataupun melakukan hal lainnya, Firman melihat jam di tangannya lalu mulai mencari tahu letak seluruh ruangan yang ada di dalam bangunan ini.
Dengan menggunakan jam tangan digital yang selalu dikenakannya, Firman mulai mencari tau denah bamgunan ini serta untuk melihat jelas seluruh ruangan yang ada di dalam bangunan tersebut dengan sangat mudahnya.
Gina yang melihat Firman seperti sedang mengotak-atik jam tangannya membuat Gina heran, tapi setelah melihat apa yang dilakukan oleh Firman yang terlihat sudah hampir berhasil mendapatkan denah bangunan ini, hal itu seketika membuat Gina senang.
"Bagaimana? Apakah kamu sudah tau dimana letak ruangannya?" tanya Gina dengan berbisik karena takut ketahuan jika berkata dengan nada yang kencang.
Firman mengangguk, "Sudah, ikuti saja aku dari belakang," jawab Firman juga dengan nada yang pelan.
Firman melanjutkan jalanya mengikuti arah yang ditunjukan oleh jam tangan digital miliknya, di layar jam tersebut terlihat semua dena area bangunan sampai sekitarnya juga terlihat dengan sangat jelas di layar jam tangan digital milik Firman tersebut.
Dengan berjalan secara perlahan-lahan, mereka berdua menyusuri setiap ruangan yang ada untuk menuju tempat dimana Reiko ditahan oleh orang-orang yang dilihat Firman tadi. Firman yang sudah bisa menemukan ruangan tersebut berjalan didepan memimpin jalan supaya tidak salah jalan nantinya.