System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 168 Misi System Dan Situasi Menegangkan


Chapter 168


Di sisi Firman yang saat ini sudah berada tepat di depan pintu ruangan Gina dan Sophia berada, namun Firman belum masuk karena ia ingin mendengar percakapan apa yang dilakukan oleh mereka berdua terlebih dahulu sebelum menolong Gina.


Firman melakukan itu agar tau masalah apa yang terjadi hingga mengakibatkan Sophia rela melakukan hal keji dengan menculik dan menyandera para anggota Gina, meskipun Firman sudah sedikit tahu tentang masa lalu Gina dan Sophia namun tidak banyak yang ia tahu.


"Bagaimana kak, apakah kita akan langsung masuk ke dalam?" tanya Lina yang sudah tidak sabar ingin segera menolong sang kakak yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Kita pantau terlebih dahulu keadaan yang terjadi, aku yakin didalam ruangan ini juga ada banyak anak buah Sophia yang siap kapan saja menghabisi Gina dan yang lainnya, jadi kita harus berhati-hati dalam bertindak," balas Firman.


"Tapi keadaan kak Gina sepertinya sedang tidak baik-baik saja, kamu bisa dengan kan suara dari dalam tadi berasal dari kak Gina yang kelihatannya sedang sangat marah sekali seperti ada sesuatu yang terjadi menimpanya, aku semakin khawatir pada keadaannya," ucap Lina dengan wajah menunduk sedih mendengar suara kakaknya dari dalam ruangan.


Firman sudah bersiap dengan jam tangan digital miliknya guna meretas jaringan yang terhubung dengan kamera cctv yang ada di seluruh gedung ini, melakukan hal tersebut bukanlah masalah yang sulit bagi Firman, hanya butuh waktu beberapa menit saja semua kamera cctv sudah berhasil diretas.


"Lihatlah, Gina baik-baik saja dan sepertinya rekan yang lain juga ada didalam sana dengan keadaan tak sadarkan diri," ucap Firman memperlihatkan gambar cctv dari kamera didalam ruangan tempat Gina berada.


Mereka berdua melihat gambar tersebut menggunakan jam tangan digital milik Firman yang mempunyai teknologi proyeksi sehingga dapat memperlihatkan gambar menjadi lebih besar seperti alat yang biasa disebut proyektor.


[Ding ... Misi Telah Terdeteksi ...


Misi :Selamatkan Gina Dan Seluruh Sandera Dari Musuh


Hadiah :Perusahaan Queen Grup Akan Menjadi Milik Host


Gagal :System Akan Non Aktif 1 Tahun


Waktu :5 Jam]


Saat sedang fokus mengawasi Gina melalui kamera cctv yang diretas, tiba-tiba Firman mendapatkan misi dari System yang membuatnya agak sedikit kebingungan saat melihat hadiah yang akan didapatkannya.


Perusahaan Queen Grup, Firman belum pernah mendengar nama perusahaan ini sebelumnya meskipun ia sudah banyak mengenal pengusaha besar di kawasan Asia, tapi Firman berfikir mungkin saja ini perusahaan yang berasal dari Eropa makanya ia belum begitu familiar dengan namanya.


'System, perusahaan apa itu? Dan juga mengapa sekarang aku bisa mendapatkan hadiah berupa harta seperti itu?' tanya Firman dalam pikirannya kepada System.


[Ding ... Perusahaan Queen Merupakan Sebuah Perusahaan Yang Bergerak Dibidang Pembuatan Perhiasan Atau Batu Permata Baik Itu Berupa Emas Perak Berlian Dan Batu Berharga Lainnya ...


Queen Grup Juga Mempunyai Usaha Berupa Bisnis Pakaian Dan Aksesoris Mewah Kelas Atas Yang Memiliki Harga Tinggi Sesuai Dengan Kualitas Barangnya ...


Perusahaan Ini Milik Seorang Wanita Bernama Sophia Yang Juga Merupakan Ketua Sebuah Organisasi Mafia Bernama Silent Shadow ...]


[Setelah System Update Ke Versi 0.3 System Dapat Memberikan Host Hadiah Misi Berupa Harta Ataupun Hal Lainnya Sesuai Misi Yang Dikerjakan.]


Mendengar penjelasan dari System mengenai hadiah yang akan didapatkan setelah mengerjakan misi sekarang bisa berupa harta, seketika membuat Firman merasa senang karena ia kemungkinan bisa mendapatkan banyak hal dari misi System nantinya.


Namun harapan itu sepertinya sedikit sulit bisa terwujud setelah mendengar perkataan System setelahnya yang membuat Firman sedikit merasa sedih.


[Ding ... Hadiah Misi Berupa Harta Akan Sangat Jarang Sekali Muncul Bila Bukan Misi Yang Sulit Dikerjakan Bagi Host Misi Dengan Hadiah Harta Akan Muncul Bila Host Dalam Sebuah Situasi Darurat Yang Memicu Datangnya Misi System.]


"Maksud kakak apa?" tanya Lina bingung.


Firman terdiam sejenak bingung harus menjawab apa, ia lalu berkata, "Eee ... Tidak ada, aku hanya sedikit senang karena mendapatkan sebuah informasi penting yang ternyata Sophia itu adalah ketua dari Silent Shadow."


Firman menghela nafas karena berhasil mengalihkan topik yang tadi, sekarang Lina menjadi terkejut karena baru mengetahui fakta tersebut, semakin panik lah Lina karena takut kakak nya akan di apa-apakan oleh Sophia yang merupakan musuh kelompok mereka.


"Kak, ayo kita cepat masuk dan menolong kak Gina! Ayo cepat!" ujar Lina yang sudah tidak dapat menahan dirinya lagi.


Dengan menggunakan tendangan kakinya, Lina berhasil menghancurkan pintu yang ada di depannya hingga hancur, padahal pintu tersebut terlihat kokoh dan sulit untuk dihancurkan, tapi bagi Lina itu bukanlah apa-apa.


Bruak ...


Suara keras karena tendangan itu sontak saja membuat semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut hingga secara bersamaan langsung melihat siapakah yang menendang pintu tersebut.


Betapa senangnya Gina saat melihat sang adik yang ada di depan pintu berjalan masuk kedalam ruangan bersama dengan sang kekasih yang berada di belakangnya, Gina sangat bersyukur dua orang yang ia sayangi berhasil selamat.


Namun kebahagiaan Gina tak bertahan lama karena Sophia sepertinya mempunyai rencana tambahan untuk mencelakai dua orang tersayang Gina tersebut, Sophia membisikan sesuatu kepada anak buah yang ada di sampingnya dengan cepat yang langsung dibalas anggukan oleh anak buah tersebut.


"Jangan bergerak! Jika kalian bergerak maka kami akan menghabisi kalian semua tanpa terkecuali!" ucap anak buah Sophia yang tadi diperintah olehnya.


Semua anak buah Sophia yang membawa senjata, mengarahkan senjata milik mereka kepada Lina dan Firman, juga ada yang menodongkan senjata ke arah para sandera yang masih tidak sadarkan diri, sepertinya obat yang diberikan oleh Sophia sangat kuat hingga mereka pingsan begitu lamanya.


Ditodong puluhan senjata membuat Lina dan Firman terdiam tak bisa berkutik, bergerak sedikit saja sudah dapat dipastikan nyawa mereka dan rekan mereka akan menghilang dari dunia ini selamanya.


'Sial! Aku lupa belum memiliki rencana untuk keluar dari masalah ini!' batin Firman mengutuk dirinya yang ceroboh.


Firman sebelumnya memang sudah menyiapkan rencana untuk menyelamatkan para sandera dan membawa mereka keluar dari dalam gedung.


Akan tetapi kejadian Sophia yang membawa Gina dan banyak sandera di dalam ruangannya lalu menjadikan mereka tawanannya, itu semua diluar perkiraan Firman makanya ia saat ini sedang memutar otak untuk membuat rencana agar bisa lolos lalu menyelamatkan semuanya tanpa terluka.


"Ohw ... Siapa ini yang hadir pada pesta kali ini? Seorang pria tampan yang sangat menggairahkan dan juga seorang gadis kecil yang arogan, ck ... ck ... ck ... Sungguh malang sekali nasibmu gadis kecil hahaha ..." ujar Sophia tertawa lepas padahal situasi saat itu sedang sangat tegang sekali.


"Kau ...! Dasar wanita busuk! Lepaskan kakak ku dan semua rekan-rekanku yang kau sandera!" ucap Lina dengan penuh amarah yang membara, ia sudah tidak dapat menahan emosinya lagi saat ini.


"Hahaha gadis kecil ini ternyata adik mu Gina, lalu apakah pria yang dibelakangnya itu adalah kekasihmu?" tanya Sophia melihat kearah Gina yang terlihat sangat khawatir pada keselamatan kekasih dan juga adiknya itu.


Melihat ekspresi khawatir dari Gina, membuat Sophia tertawa makin kencang menikmati hal tersebut seperti orang sakit jiwa, bagaimana tidak sakit jiwa, bisa-bisanya ia tertawa pada saat banyak senjata yang terangkat siap untuk menghabisi nyawa puluhan orang sekaligus, meskipun itu memang ia yang menyuruh para anak buahnya.


"Sepertinya benar apa yang aku bilang barusan, pria tampan itu adalah kekasihmu hihihi ..." Sophia berdiri lalu berjalan perlahan ke arah Firman yang masih diam berdiri dibelakang Lina.


Firman sendiri belum berani bergerak karena takut para anak buah Sophia akan menembak mereka semua, jika Firman sendirian mungkin ia akan melawan langsung, namun kali ini ia harus bisa menjaga semua orang agar bisa bebas dengan selamat dari cengkraman wanita kejam, Sophia.


'Wanita ini sudah sakit jiwa aku rasa, bisa-bisanya ia menikmati hal seperti ini dengan tertawa senang,' batin Firman.


Berdiri tenang dengan menatap kedepan serta sorot mata yang tajam membuat Firman terlihat sangat tampan bagi setiap perempuan yang melihatnya, apalagi ditambah wajah dingin tanpa ekspresi yang membuat kesan pria cool pada diri Firman semakin membuat para perempuan terpesona melihatnya.