System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 87


Chapter 87


Firman menggunakan baju olahraganya keluar menuju mobil untuk pergi kesuatu tempat yang akan didatanginya, menggunakan mobil toyota supra nya Firman melaju membelah jalanan kota yang ramai oleh orang yang sedang sibuk.


Mobil Firman melaju kencang ke arah luar kota menuju daerah pegunungan yang penuh lebat dengan pepohonan rindang menyejukan hati dan pikiran, tidak lupa sebelum pergi tadi Firman sempat menulis pesan pada Anggita bahwa ia akan pergi untuk beberapa waktu.


Setelah berkendara selama beberapa jam akhirnya Firman sampai di sebuah tempat yang ada di kaki gunung dimana tempat itu adalah untuk memarkirkan mobil Firman.


Tidak lupa juga Firman membawa sebuah tas besar yang berisikan peralatan yang akan dibutuhkannya nanti jika harus lebih lama lagi di sini.


Setelah selesai memarkirkan mobilnya Firman langsung keluar lalu berjalan menyusuri jalan yang ada sampai di tempat awal Firman akan melakukan latihan untuk memperkuat fisiknya lebih lagi serta sedikit refresing dengan cara mendaki gunung sendirian.


[Ding.......Misi Telah Terdeteksi........


Misi :Mendaki Gunung Sampai Puncak.


Hadiah :Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master.


Gagal :Host Kehilangan Ingatan Selamanya.


Waktu :3 Hari.]


"Kebetulan sekali ada misi waktu aku ingin latihan." ucap Firman senang.


Firman lalu memulainya dengan berlari mengikuti jalur pendakian yang telah disediakan di sana menaiki tanjakan yang membuat orang biasa pasti kelelahan jika berlari.


Bagi Firman yang kekuatan fisiknya jauh diatas rata rata hal seperti ini tidaklah sulit jadi dengan mudah Firman mendaki gunung tanpa ada kendala sama sekali hingga sampai seperempat jalan Firman mulai merasa agak lelah karena sudah berlari seharian penuh tanpa jeda.


Ketinggian gunung yang lumayan tinggi membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai puncaknya, apalagi jalur yang dilalui Firman adalah jalur memutari gunung jadi pasti lama.


"Huh.....Aku pikir kali ini akan mudah tetapi ternyata aku salah, lebih baik istirahat dulu saja." ucap Firman berhenti disebuah tempat yang ada tanda pos pemberhentian bagi para pendaki.


Firman duduk sambil memulihkan kembali stamina nya untuk melanjutkan perjalanan, kebetulan tadi sebelum berangkat Firman membawa sebotol air minum yang lumayan bisa mengurangi kehausan yang Firman alami.


"Sudah sore, aku lanjut atau berhenti untuk istirahat saja ya." Firman bingung harus membuat keputusan untuk melanjutkan perjalanan di tengah gelapnya malam atau memilih membuat tenda untuk istirahat sambil menunggu esok hari tiba.


Di Dalam tas yang dibawa Firman telah tersedia berbagai peralatan untuk menunjang kebutuhan di saat mendaki gunung, Firman padahal niat awalnya hanya ingin melatih fisik dengan cara lari di pegunungan tetapi sekarang malah mendapatkan misi dari System nya.


"Lanjut sajalah, supaya cepat sampai." ucap Firman lalu mengeluarkan senter untuk menerangi jalan yang sangat gelap.


Firman kembali melanjutkan perjalanan ditemani gelapnya malam dan suara suara yang berasal dari hewan yang ada di hutan pegunungan tersebut, kadang juga ada beberapa kali seperti suara aneh yang membuat Firman penasaran dari mana asal suara tersebut.


Tapi setelah di dekati darimana asalnya, suara tersebut tiba tiba menghilang tidak tahu dimana wujudnya, Firman hanya bergikiran positif mungkin itu adalah burung yang sedang lewat lalu pergi.


Kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki Firman tidak menemukan kendala yang berarti, namun anehnya suara suara tadi selalu mengikuti Firman kemanapun ia pergi tapi Firman hanya diam saja tanpa menghiraukan suara tersebut.


Saat Ini Firman sudah sampai setengah perjalanan tepat pada waktu tengah malam, Firman lalu berhenti sejenak sekadar untuk mengisi energinya lagi sebelum melanjutkan perjalanan.


Kresek.......Kresek........


Dari arah belakang Firman seperti ada suara sesuatu yang berjalan mendekat dari balik semak semak, Firman yang penasaran pun berbalik untuk melihat suara apakah itu.


Betapa terkejutnya Firman saat berbalik badan dan melihat ada seorang gadis muda seusia dengannya yang tampak keadaanya sangat memprihatinkan dengan tubuh kotor penuh noda tanah serta baju yang sobek di beberapa bagian nya.


"Kamu tidak apa apa? Mengapa bisa ada disini, apakah kau tersesat?" Firman bertanya pada gadis itu tapi tidak mendapatkan respon jawaban darinya.


Gadis yang penampilanya seperti seorang pendaki karena membawa sebuah ransel tas besar seperti pendaki pada umum nya, namun saat ditanya oleh Firman bukanya menjawab tapi justru gadis itu langsung menunjukan gelagat aneh.


Gadis tersebut seperti sedang merasa kepanasan karena tubuhnya tidak bisa diam terus bergerak tanpa henti seperti orang yang merasa gelisah akan sesuatu hal.


"Kamu kenapa?" Firman bertanya kembali karena merasa janggal dengan gelagat gadis tersebut yang sangat aneh.


"Bi......Bisa......Tolong.....Bantu.....A.....Aku....." gadis itu akhirnya menjawab dengan gugup entah apa sebabnya.


"Bantu apa?" ucap Firman yang berniat baik membantu gadis tersebut.


Dikarenakan penerangan yang seadanya membuat wajah Firman tidak terlihat begitu jelas karena hanya Firman yang membawa senter yang diarahkan pada gadis yang ditemuinya, sementara gadis itu tidak membawa penerangan sama sekali hanya mengandalkan cahaya bulan untuk penerangan nya.


"Bantu aku melepaskan rasa panas ini kumohon ~ " gadis tersebut mendekati Firman dan langsung memeluknya mengalungkan tangannya pada leher Firman.


Firman yang tiba tiba dipeluk oleh gadis asing membuatnya reflek langsung melepas pelukan tersebut.


"Maaf tolong jaga sikap anda jika tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi." Ucap Firman memberikan peringatan pada gadis tersebut agar jangan sampai membangunkan sisi lain dari Firman yang sangat ganas.


"Hiks.....Aku mohon bantu aku, apakah kamu tidak menginginkan aku sayang ~ " Tingkah gadis tersebut semakin lama semakin aneh sampai memanggil Firman dengan sebutan sayang.


"Sadar hey......Apakah kau sedang mabuk hingga ngelantur seperti ini." Firman mengguncang tubuh gadis tersebut untuk membuatnya sadar.


Tapi tiba tiba gadis itu malah mencium bibir Firman dengan ganas, tangannya memegang bagian belakang kepala Firman memperdalam ciuman yang dilakukan.


Firman yang tiba tiba dicium sangat terkejut, ia berusaha untuk melepas ciuman tersebut tapi entah mengapa Firman seperti merasakan sesuatu yang memasuki tubuhnya lewat ciuman yang dilakukan bersama gadis tersebut.


Badan Firman terasa seperti memanas hasratnya semakin meninggi saat mereka berdua bertukar cairan liur, sekarang Firman ikut membalas ciuman tersebut karena hasratnya yang tiba tiba naik tidak terkontrol.


Setelah beberapa menit berciuman ternyata pakaian gadis yang mencium Firman tadi sudah terlepas menyisakan pakaian bagian dalamnya saja yang membuat Firman menelan ludah kasar saat melihat keindahan yang luar biasa di depannya.


Meskipun agak kotor terkena noda tanah, gadis itu tetap terlihat sangat cantik dengan tubuh yang sangat indah nan seksi membuat para kaum pria akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...