System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 129 Meminta Ijin Kepada Ibu Untuk Bertugas


Chapter 129


Firman didalam mobil bersama dengan Rina yang duduk di kursi samping kemudi sambil memakan es krim yang tadi dibelikan oleh Firman pada saat diperjalanan menuju sekolah Rina.


"Sayang, kamu kapan mau sekolah lagi?" tanya Rina sembari menikmati es krim miliknya.


"Aku sudah bilang, semester depan aku akan masuk sekolah lagi," jawab Firman terus fokus melihat ke arah depan jalan.


"Kenapa gak sekarang aja? Kan enak bisa bareng sama aku nanti kalo mau ke sekolah nya," ujar Rina menyarankan.


"Aku masih memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan secepatnya, apalagi tugas dari kepolisian untuk membongkar mafia itu belum selesai, belum lagi masalah perusahaan yang masih sangat banyak, waktuku tidak akan cukup jika harus bersekolah juga," balas Firman menjelaskan.


Rina mengangguk paham setelah mendengar ucapan dari Firman barusan, "Semangat ya sayangku kerjanya, jangan lupa makan sama istirahat yang cukup biar gak gampang sakit," ucap Rina dengan penuh perhatian kepada Firman.


Firman mengangkat tangan kirinya lalu mengelus kepala Rina dengan lembut seraya memperlihatkan senyumnya kepada Rina yang juga dibalas senyuman manis oleh Rina.


"Terima kasih ya sudah mau menjadi kekasihku, walaupun kamu tau jika aku tidak bisa hanya mencintaimu saja tapi saudari kamu juga harus mendapatkan kasih sayang yang sama," ucap Firman kembali fokus menyetir pandangan kedepan.


"Iya gak papa kok, aku sudah seneng bisa hidup bersama dengan mu meskipun aku tidak bisa memiliki kamu sendiri, lagipula aku juga senang punya banyak saudari jadi gak bosan dirumah terus hehehe..." balas Rina merasa bahagia.


Firman tersenyum mendengar ucapan dari Rina barusan, ia merasa sangat beruntung bisa memiliki pasangan sebaik mereka yang selalu siap membantu di saat sulit dan menemani di saat sakit.


Meskipun Firman juga tidak dapat memungkiri jika semua ini hasil dari System yang membuatnya menjadi orang yang terpandang dan tampan tentunya yang dapat memikat hati para kaum wanita baik tua maupun muda.


Di balik semua keberuntungan Firman tersebut juga ada kerja keras yang ia lakukan, dulu Firman harus hidup terlunta-lunta makan seadanya selama beberapa tahun untuk bertahan hidup di kerasnya kota besar.


Firman bekerja keras meskipun sering dihina hingga dibully teman sekolahnya, tetapi karena kegigihanya untuk bertahan hidup dan menjadi sukses demi orang-orang yang ia sayang, Firman rela melakukan apa saja demi mewujudkan cita-citanya tersebut.


Meskipun sudah memiliki System yang membantunya melalui skill yang diberikan, namun Firman juga harus bekerja sendiri agar skill tersebut berguna dan terus berkembang mendapatkan pengalaman yang banyak.


Agar terus maju tidak hanya diam mengandalkan System yang dimilikinya, keberuntungan memang penting untuk mengubah nasib hidup seseorang, tetapi usaha itu lebih penting karena bisa menentukan keberuntungan seseorang.


Semakin besar usaha yang kita lakukan maka semakin besar pula keberuntungan yang kita dapatkan, usaha dan doa sama dengan keberhasilan yang akan membantu kita menjalani kehidupan ini.


Jadi teruslah berusaha meskipun banyak orang yang menghina, karena pada akhirnya kita akan berhasil hingga bisa membuktikan kepada orang yang menghina kita dengan hasil yang kita dapatkan dari kerja keras yang kita lakukan.


................


Mobil Firman sampai di depan rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya Firman dan Rina masuk kedalam rumah yang terlihat masih sepi.


Rina pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian, sedangkan untuk Firman pergi kedapur untuk mengecek apakah ibunya ada atau tidak.


Namun saat sampai di dapur ternyata hanya ada Ika yang tengah mempersiapkan masakan untuk makan malam nanti, Firman berjalan menghampiri Ika lalu memeluknya dari belakang hingga membuat Ika terkejut.


"Kamu ngagetin aku aja!" ucap Ika kesal.


"Maaf aku hanya merindukan kamu saja. Ibu kemana?" tanya Firman dengan masih memeluk Ika.


"Ada di belakang bersama Tante Bulan," jawab Ika melanjutkan masak-masak nya.


"Kamu masak apa?" tanya Firman penasaran saat melihat Ika sedang memotong bahan-bahan masakan.


"Nanti kamu juga akan tau, tadi ibu yang mengajari kami memasak dengan benar," jawab Ika.


"Ya sudah aku pergi ke ibu dulu, muach..." sebelum pergi Firman mencium bibir Ika sekilas.


Ika tersenyum saat mendapatkan ciuman manis dari sang kekasih hati, ia semakin semangat dalam memasaknya untuk makan malam nanti.


Firman berjalan ke belakang rumah untuk menemui ibunya yang katanya sedang berada di sana bersama dengan Bulan, saat sampai di belakang Firman melihat kesana-kemari untuk mencari keberadaan ibunya.


Saat sedang mencari, Firman menemukan ibunya sedang duduk di salah satu tempat yang ada di taman belakang rumah Firman.


Firman langsung berjalan untuk menghampiri ibunya guna membicarakan sesuatu dengannya dan juga meminta ijin untuk melakukan tugasnya sebagai polisi yang sebentar lagi akan melakukan tugas berat untuk menjalankan rencana mengungkap jaringan mafia luar negeri.


Firman sampai di tempat ibunya berada, ia lalu duduk di samping ibunya dengan di depannya ada Bulan yang sedang duduk sembari menikmati minuman yang ada di depanya.


"Kamu sudah selesai ngantornya nak?" tanya Tari penuh kasih sayang kepada Firman sang anak semata wayang.


"Sudah Bu," jawab Firman.


"Rina sudah kamu jemput dari sekolahnya?" tanya Tari lagi yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Firman.


"Bu, aku mau minta ijin untuk menjalankan tugas dari kepolisian dan juga untuk membereskan beberapa masalah yang sedang aku hadapi," ujar Firman menatap wajah sang ibu yang sangat amat ia sayangi.


Tari terlihat diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu, "Iya Ibu ijinkan asalkan kamu harus pulang dengan selamat, jangan sampai para calon menantu Ibu jadi janda sebelum menikah," balas Tari dengan sedikit candaan.


"Betul kata Kak Tari, kamu harus berhati-hati Firman, meskipun kamu memiliki kemampuan yang hebat tapi jangan pernah meremehkan lawan kamu karena kamu tidak akan pernah tau sebesar apa kekuatan lawan mu nanti," sambung Bulan sambil memberikan nasehat kepada Firman.


"Iya aku usahakan, terima kasih atas nasehatnya juga," jawab Firman.


Kembali lagi Tari tampak sedang termenung seperti memikirkan sesuatu yang sangat menyedihkan hingga membuatnya terdiam yang membuat Firman khawatir sekaligus penasaran kenapa ibunya bisa seperti itu.


"Ibu kenapa? Apa yang sedang Ibu pikirkan?" tanya Firman penasaran.


Bulan juga bingung saat melihat ekspresi kakak nya tersebut, pasalnya ia tidak mengetahui apapun tentang sang kakak karena telah terpisah sangat lama dengannya bahkan kakak ada di mana saja Bulan tidak mengetahuinya waktu dulu, mereka sudah terpisah bertahun-tahun jadi wajar tidak mengetahui kabar masing-masing.