
Chapter 69
Hari ini setelah 1 minggu acara peresmian kantor perusahaan baru milik Firman dan juga produk pertama nya yaitu sebuah game buatan Firman sendiri. Untuk urusan kantor Firman menyerahkan pada asisten nya Yudi.
Saat ini Firman baru bangun dari tidurnya tanpa menggunakan pakaian sama sekali, di samping Firman ada Ika yang masih tertidur dengan keadaan yang sama sama tidak menggunakan pakaian sama sekali.
Firman menggunakan celana pendeknya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan baju yang biasa digunakan untuk olahraga Firman berolahraga dengan berkeliling rumahnya yang besar.
[Ding......Misi Harian Telah Dilaksanakan.....
Hadiah :Ilmu Bela Diri Pencak Silat Tingkat Master.
Apakah Host Ingin Memasangnya?]
Setelah selesai berolahraga, Firman mendapatkan notifikasi dari System untuk selesainya misi harian, Firman yang tau hadiah kali ini bisa menimbulkan efek samping langsung bergegas pergi ke tempat sepi agar tidak ada yang tau keberadaannya.
"Pasang skill nya System." Ucap Firman.
[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai......
Memasang Skill Bela Diri Pencak Silat Tingkat Master......
10%.......
20%.......
30%........
40%..........
50%.........
60%.........
70%.........
80%...........
90%...........
100%..........
Memasang Skill Beladiri Pencak Silat Tingkat Master Telah Selesai.]
Firman merasakan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya seperti ada sebuah energi yang masuk kedalam tubuh Firman yang membuat tubuhnya terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Mungkin energi ini berasal dari pemasangan skill pikir Firman, namun ada yang berbeda dari pemasangan skill pada umumnya yang biasanya hanya fisik saja yang berubah. Tetapi pada pemasangan skill kali ini banyak yang Firman rasakan berubah.
Mulai dari Fisiknya yang tentu saja lebih kuat, lalu perubahan kondisi mentalnya yang sekarang seperti lebih kuat dari sebelumnya, kondisi perubahan mental ini bisa terlihat dari sorot mata Firman yang semakin tajam membuat orang pasti akan ngeri takut saat menatapnya.
Yang paling Firman rasakan adalah masuknya energi yang membuat tubuhnya terasa berbeda, energi tersebut seperti melindungi tubuh Firman dari dalam maupun luar.
"System, apa kamu tau asal energi ini?" Tanya Firman penasaran.
[Ding......Energi Yang Host Rasakan Adalah Energi Alam Yang Membuat Host Lebih Hebat Dan Kuat......
Jika Host Menjadi Lebih Tenang Maka Serangan Host Pasti Bisa Lebih Terarah Yang Membuat Host Tidak Mudah Panik Saat Berlawanan Dengan Musuh Yang Lebih Kuat.]
"Hmm apa ini seperti ilmu tenaga dalam itu? Tapi kata System ini hanya energi yang membuat orang merasa tenang, mungkin seperti orang yang mencari ketenangan di suatu tempat gitulah." Ucap Firman menebak nebak.
[Ding......Host Benar......Host Akan Merasa Tenang Dan Nyaman Host Juga Mendapatkan Kekuatan Yang Lebih Kuat Dari Sebelumnya.]
"Wihh jadi aku tidak perlu diam diatas batu berbulan bulan hanya untuk mendapatkan ketenangan dan kekuatan, ya memang ketenangan sangat penting saat melakukan sesuatu apalagi dalam pertarungan, jika kita sabar dan tenang maka pikiran kita juga pasti bisa berpikir dengan jernih, baguslah meskipun aku agak pusing mendengar jawaban yang berbelit belit." Ucap Firman lalu pergi masuk kedalam Rumah.
Saat Firman masuk kedalam Rumah, ternyata ada Rina yang datang sambil membawa beberapa makanan ditangan nya untuk sarapan Firman.
"Halo sayang, selamat pagi." Rina menghampiri Firman dan langsung memeluknya setelah menaruh makanan bawaan nya diatas meja makan.
"Pagi juga, tumben pagi pagi pergi ke sini?" Tanya Firman heran.
"Hehehe aku bawain sarapan buat kamu, oh iya Kak Ika dimana ya? Aku habis ke rumahnya tapi dia nya ternyata gak ada." Rina bertanya kepada Firman dengan nada seperti menginterogasi.
Saat Firman ingin menjawab pertanyaan Rina, tiba tiba datanglah Ika dari lantai atas yang baru bangun dengan hanya menggunakan kain tipis warna putih sebagai pakaian untuk menutupi tubuhnya dan pakain bagian dalam berwarna merah.
"K.....Kak Ika....." Ucap Rina terkejut saat melihat Ika ada dirumah Firman.
"Ehh Rina......?" Ika mengusap usap matanya melihat apakah benar itu Rina atau bukan.
"Oh Rina beneran ternyata, halo dek ngapain pagi pagi kerumah gini?" Ika berjalan menghampiri Rina dan Firman.
"Ee.....Kak Ika sendiri ngapain dirumah Firman dengan hanya menggunakan pakaian seperti itu?" Sekarang giliran Rina yang bertanya sambil menatap pakaian yang dikenakan Ika.
Ika yang bingung dengan maksud Rina lalu menatap tubuhnya sendiri, Ika langsung kaget saat mengetahui jika dirinya hanya menggunakan pakaian tipis saja untuk keluar apalagi ini dirumah Firman.
"Hmmm kak Ika, Firman boleh aku minta penjelasan soal ini?" Rina menatap tajam mereka berdua memaksa mereka menjelaskan apa yang terjadi saat ini.
Lalu Firman pun menjelaskan sejujur jujurnya pada Rina apa yang dilakukan dirinya dengan Ika dari awal hingga akhir. Ika hanya diam sambil menunduk duduk disamping Firman menahan malu saat Firman menjelaskan pada Rina.
Rina hanya bisa menghembuskan nafas saja saat selesai mendengarkan penjelasan dari Firman. Bukanya Rina melarang atau tidak membolehkan Ika dan Firman berhubungan seperti itu.
Tapi Rina merasa iri pada Ika yang bisa melakukan hal tersebut dengan Firman, padahal dirinya adalah wanita pertama Firman.
"Hump! Sama kak Ika aja terus terusan, sementara aku sedikit aja gak pernah!" Ucap Rina cemberut.
"Jangan ngambek, lagian aku gak mau berhubungan lebih jika wanitanya tidak mau." Balas Firman.
"Tapi kan aku pacar kamu yang pertama Firman, harusnya kamu bisa hargai aku dong sebagai yang pertama!!" Kali ini Rina benar benar marah kepada Firman.
"Biar aku jelaskan kepada kalian sekarang, aku tidak pernah membeda bedakan nomor satu, dua, tiga, atau lainya, kalian semua sama bagiku, sama sama penting dalam hidupku, jadi jangan pernah merasa berbeda atau iri satu sama lain. Jika ada yang tidak terima dengan hal ini aku tidak memaksa kalian untuk menerimanya." Ucap Firman dengan tegas lalu pergi menuju kamarnya untuk ganti baju bersiap akan pergi.
Ika dan Rina terdiam saat mendengar ucapan dari Firman tadi. Rina merasa bersalah telah marah kepada Firman yang seharusnya tidak ia lakukan, padahal Firman telah berusaha untuk adil kepada mereka tetapi Rina malah selalu ingin menuntut Firman agar menjadi miliknya.
Sementara Ika merasa tidak enak pada Rina karena telah lebih dulu berhubungan dengan Firman, Ika juga merasa bersalah pada Firman karena sering meminta Firman untuk selalu ada untuk dirinya.
Akhirnya Ika dan Rina berbicara satu sama lain dan berbagi keluh kesah mereka agar mereka berdua nantinya bisa menjadi lebih baik lagi untuk menjadi pasangan Firman.
*Jangan lupa like dan dukungan mya teman teman.
...Terima Kasih...