System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 201 Informasi Dalang Dibalik Penyerangan


Chapter 201


Firman saat ini masih berada di tengah hutan yaitu tepatnya di pinggir jalan yang sudah tidak terlihat lagi aspalnya saking tebalnya salju yang menutupi seluruh permukaan yang ada disana.


Firman sedang mencari mobilnya yang tertutupi dengan salju yang cukup tebal lantaran tadi ditinggal pada saat dirinya dengan Gina bertarung melawan kelompok misterius yang mengikuti mereka sejak awal keluar dari hotel.


Mencari mobil yang tertutupi dengan salju membuat Firman agak kesulitan karena semua yang dilihatnya berwarna putih karena salju sudah menutupi setiap permukaan tanah sampai pepohonan juga berubah jadi warna putih karena tertutupi dengan salju es.


Untungnya Firman menemukan sebuah gundukan besar yang setelah didekati dan disingkirkan beberapa saljunya, terlihat ada mobil mereka yang masih dalam keadaan mesin menyala.


Memang Firman sengaja membiarkan mesin mobilnya hidup supaya bagian dalam mobilnya tidak ikut membeku karena udara dingin, seperti yang kita tahu bahwasanya jika di tengah cuaca dingin yang sangat ekstrim itu bisa membuat barang apa saja menjadi beku hingga resikonya pada mesin kendaraan akan menjadi mati mesin.


Jika mesin mobil masih dihidupkan dalam keadaan yang cuaca ekstrim seperti ini itu bisa meminimalisir resiko mesin menjadi rusak yang membuat mobil tidak dapat digunakan.


Setelah menemukan mobilnya, Firman membuka pintu mobil yang sedikit tertutupi oleh salju lalu masuk kedalam mobilnya untuk mencari sesuatu yang dibutuhkan untuknya.


Setelah beberapa saat mencari akhirnya Firman menemukan apa yang ingin dicarinya, yaitu sebuah tas yang berisikan tenda darurat untuk digunakan tempat tinggal sementara disaat dalam keadaan darurat ataupun untuk camping di tempat yang ingin kita kunjungi sambil menikmati pemandangannya.


"Untung aku masih membawa barang ini, untuk berjaga-jaga jika kejadian yang tidak terduga seperti sekarang ini terjadi," kata Firman mengambil tas berisikan tenda tersebut.


Firman selalu membawa tas kecil yang berisikan tenda tersebut saat bepergian untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi di jalan yang memaksa mereka untuk beristirahat sementara.


Setelah mengambil barang yang dicarinya, Firman berjalan kembali menuju tempat Gina, tidak lupa juga Firman mematikan mesin mobilnya, lalu setelah itu lanjut menuju kearah Gina yang terlihat sedang mengintrogasi orang yang tadi dilumpuhkan olehnya yang berasal dari kelompok misterius yang mengikuti mereka sejak tadi untuk tujuan menghabisi nyawa Gina dan Firman.


Tadi orang tersebut masih tak sadarkan diri setelah bertarung dengan Gina, tapi beberapa saat lalu orang tersebut sudah kembali sadar dan langsung diinterogasi oleh Gina dengan sedikit memberikan tekanan berupa ancaman serta sedikit siksaan supaya orang tersebut mau mengakui siapa yang telah menyuruhnya.


"Siapa yang memerintahkan kalian untuk mengikuti kami?!" tanya Gina dengan nada ancaman untuk menekan orang tersebut.


Pada awalnya orang itu bungkam tidak ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Gina, dia masih kekeh dengan keputusannya untuk tidak membocorkan informasi tentang ketua yang telah memerintahkan mereka untuk menyerang Firman dan Gina.


Tapi dengan sedikit siksaan dari Gina yaitu dengan cara menekan bekas luka pada bagian perut orang tersebut yang berasal dari tusukan pisau Gina pada saat pertarungan tadi, alhasil orang itupun tidak dapat mengelak lagi karena tidak kuat menahan rasa sakit di tubuhnya.


Karena terus ditekan oleh Gina yang membuat tubuhnya terasa sangat sakit sekali, orang itu pun akhirnya membeberkan semua hal yang berhubungan dengan penyerangan serta dari kapan kelompok misterius tersebut mengikuti Firman dan Gina.


"T ... tolong berhenti, aku akan mengatakan semuanya, tapi tolong jangan terus siksa aku," ucap orang yang sedang dalam keadaan sekarat tersebut.


"Cepat katakan semuanya!" perintah Firman yang sudah berada disamping Gina.


"Ka ... Kami hanya diperintahkan oleh ketua untuk mengikuti kalian untuk mencari informasi tentang kalian, kami sudah mengikuti jejak kalian dari sejak keluar dari pelelangan pada saat malam itu hingga sampai di hotel kami terus memantau pergerakan kalian.


Perintah awal dari ketua kami memang hanya untuk mengawasi, tetapi pada saat pagi hari tadi tiba-tiba ketua kami memerintahkan untuk menghabisi kalian lalu menyerahkan kepalanya kepada kalian kepadanya entah untuk apa," jawab orang tersebut dengan suara pelan sambil memegangi perutnya yang terluka parah.


"Siapa nama ketua yang menyuruhmu itu?!" tanya Firman yang sudah sangat penasaran dengan orang seperti apa dirinya berurusan kali ini, Gina juga sama penasarannya.


Sementara itu untuk Firman yang baru saja mendengar nama yang disebutkan orang yang telah berusaha menghabisi mereka itu, Firman sungguh sangat terkejut, bagaimana caranya Richard bisa mengetahui keberadaan Firman secepat ini, padahal Firman telah menyembunyikan identitasnya sedemikian rupa agar jangan sampai diketahui oleh siapapun apalagi pihak musuh.


Tapi sepertinya Richard ini telah melakukan banyak sekali rencana untuk mencari keberadaan Firman hingga mendapatkan titik keberadaannya. Firman hanya bisa berdoa semoga saja Richard serta para antek nya jangan sampai mengetahui identitas aslinya dan keluarganya.


Jika sampai Richard tau tentang keluarga Firman maka bisa dipastikan keamanan keluarga Firman akan terancam karena melihat kekejaman Richard yang sangat terkenal di dunia bawah tanpa ampun pada siapapun lawannya bahkan bisa menghabisi siapapun orang terdekat dari lawannya tersebut.


"Bukankah itu nama ketua dari Rich Devil?!" ucap Gina dengan nada sangat terkejut.


"Iya kamu benar, sepertinya kita harus bergerak cepat supaya masalah ini cepat selesai, aku akan menggunakan seluruh kemampuanku untuk mencari keberadaan orang tersebut!" jawab Firman.


Kemudian setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mereka berjalan berdua menuju tempat yang akan mereka gunakan untuk bermalam karena hari sudah petang yang menandakan sebentar lagi malam akan tiba.


Untuk berjalan menggunakan mobil kembali melanjutkan perjalanan juga tidak memungkinkan, karena badai salju yang sudah semakin kencang yang bisa membahayakan mereka jika memaksa untuk terus menerjang badai, jika mereka beristirahat di dalam mobil juga tidak baik untuk tubuh tidur ditempat yang sempit, makanya Firman lebih memilih membuat tenda saja untuk istirahat.


Setelah berjalan sebentar menyusuri hutan yang berada di samping jalan raya tadi, akhirnya mereka bisa menemukan tempat yang sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat camping untuk sementara waktu selagi menunggu cuaca lebih bersahabat lagi besok untuk melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali.


Firman mengeluarkan tenda dari dalam tas tempat penyimpanannya lalu mulai mendirikan tandanya di tengah cuaca yang sangat ekstrim ini, sesekali pada saat tenda ingin didirikan angin meniup tendanya hingga hampir saja tenda Firman terbang, untungnya masih bisa ditahan.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Firman untuk mendirikan tendanya, setelah beberapa menit mendirikan tenda dari awal hingga saat ini tenda yang Firman bangun telah selesai dan siap untuk dipakai.


"Ayo kita masuk, apakah kamu sudah mengambil bahan makanan dari dalam mobil tadi?" tanya Firman.


Memang Firman menyuruh Gina untuk mengambil beberapa makanan yang telah mereka beli tadi saat masih berada di kota, hal itu karena keinginan Gina yang memang mulutnya tidak bisa diam, selalu saja ingin terus mengunyah makanan.


"Sudah sayang, tapi makanan yang tersisa hanya mie instan cup dan beberapa cemilan saja, sedangkan minumnya cuma tersisa dua botol kopi yang sudah dingin," jawab Gina.


"Tidak apa-apa, yang penting kita bisa makan, ayo masuk," ujar Firman membantu memasukan makanan kedalam tenda.


Mereka berdua lalu masuk kedalam tenda yang telah dibuat oleh Firman untuk berlindung dari cuaca yang sangat ekstrim di luar, tadi saat kembali ke mobil Gina juga telah mengambil beberapa barang lainnya seperti termos yang bisa digunakan untuk membuat air panas, Gina membeli barang tersebut pada saat berhenti di minimarket kota.


Alasan Gina membelinya pun cukup lucu menurut Firman, ia membeli termos tersebut untuk menyeduh kopi yang pada saat didalam mobil, karena kemarin pada saat perjalanan menuju tempat pelelangan Gina selalu kehabisan minumannya makanya ia berpikir lebih baik membuatnya saja di dalam perjalanan.


"Akhirnya ada gunanya juga aku membeli ini hahaha," ucap Gina.


"kamu masak air untuk membuat mie instan ini," ucap Firman yang saat ini tengah memperbaiki drone miliknya yang sedikit mengalami masalah karena dipaksa terbang pada saat cuaca yang sangat ekstrim seperti tadi.


Gina memasak mie instan dan menghangatkan kembali kopi yang ada didalam botol yang sudah dalam keadaan dingin, hanya itu saja bahan makanan yang tersisa yang dapat mereka gunakan untuk bertahan ditengah badai salju.


Setelah selesai memasak mereka makan bersama serta minum yang hangat untuk membuat tubuh mereka menjadi lebih hangat suhu tubuhnya untuk terus bertahan ditengah gempuran cuaca yang sangat dingin malam ini, mereka juga berdoa semoga besok cuaca sudah kembali normal agar mereka bisa kembali menuju markas Gina.


Diluar dengan cuaca badai salju seperti ini sangat beresiko tinggi, apalagi tadi mereka berdua ada diluar cukup lama, untungnya ketahanan tubuh Firman maupun Gina telah terlatih dengan sangat baik yang membuat mereka masih dalam keadaan baik-baik saja, paling hanya merasa kedinginan sedikit.