System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 68


Chapter 68


Di Sebuah ruangan yang gelap gulita hanya ada satu buah lampu yang redup di ruangan tersebut.


Ada dua orang yang diikat di sebuah kursi dengan mulut ditutup lakban, kedua orang itu dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri dan ada beberapa luka di tubuh mereka.


Lalu beberapa saat kemudian ada dua orang lagi yang datang masuk kedalam ruangan tersebut berjalan ke arah dua orang yang sedang diikat itu. Dua orang yang diikat adalah Bramanto si kepala sekolah di sekolahan Firman, dan yang disampingnya adalah Riski anaknya.


"Buka penutup mulut mereka dan buat dia bangun." Ucap orang yang masuk kedalam ruangan tadi.


"Baik Queen." Jawab orang satunya.


Lalu orang yang disuruh langsung menuangkan satu ember air ke atas kepala Bramanto dan Riski hingga membuat ayah dan anak itu terbangun dengan keadaan bingung.


"Ayah, kita dimana ini, seram sekali." Tanya Riski ketakutan.


"Ayah juga tidak tau kita berada di mana." Jawab Bramanto.


Prok......Prok.......Prok.........


Suara seseorang bertepuk tangan terdengar dari balik kegelapan, lalu munculah dua orang dari kegelapan yang adalah wanita. Bramanto dan Riski langsung sangat terkejut melihat salah satu dari orang tersebut mereka kenal. Bramanto kemudian mencoba mengingat ngingat siapa nama wanita tersebut.


"Kamu bukanya murid sekolahku!?" Ucap Bramanto keheranan melihat ada salah satu muridnya di sini.


"Benar sekali bapak kepala sekolah yang terhormat, oh iya jika bapak tidak kenal saya, perkenalkan nama saya Gina Natasya hihihi." Ucap wanita tersebut yang ternyata adalah Gina dengan tertawa menyeramkan.


Penampilan Gina saat ini sungguh sangat berbeda dari yang biasanya. Baju ketat berwarna hitam yang digunakan Gina membuat bentuk tubuh Gina yang sangat seksi terlihat menggoda, apalagi baju itu sangat minim sekali dan ketat membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tergoda dengan dua gunung besar serta tubuh rampingnya, apalagi dengan ditambah rambut yang dibiarkan tergerai panjang membuatnya terlihat sangat seksi.


Penampilan Gina seperti layaknya seorang assassin dengan sebuah topeng yang tergantung di dada nya yang biasa digunakan Gina untuk menyamarkan identitasnya agar tidak dikenali oleh orang.


Sementara baju yang ketat dan sedikit terbuka digunakan Gina agar pergerakannya lebih mudah, karena jika harus berperang melawan musuh musuhnya Gina butuh kecepatan untuk memusnahkan lawan lawanya. Inilah penampilan Gina saat sedang dalam mode Queen Mafia nya.


"Lepaskan kami dari sini!!" Ucap Bramanto memberontak.


"Aduh......aduh.....bapak kepala sekolah, jangan berteriak telingaku sakit mendengarnya." Gina berucap dengan santai yang membuat Bramanto sangat kesal.


"Kau murid tidak tau aturan!! Lepaskan aku cepat!!" Bramanto sangat marah.


"Bisa kau ambilkan alat alat operasi ku." Ucap Gina menyuruh anak buahnya.


Bramanto dan Riski merinding ketakutan saat Gina berkata alat operasi, meskipun mereka tidak tau apa yang dimaksud alat operasi itu tapi mereka yakin ini bukanlah hal baik yang akan mereka terima.


Lalu anak buah Gina datang sambil membawa meja serta satu buah koper lumayan besar, koper ditaruh di atas meja lalu Gina membukanya tepat di depan Bramanto dan anaknya.


Saat dibuka, dari dalam koper terdapat berbagai alat, mulai dari gergaji, pisau berbagai jenis, alat bor, air keras, palu, tang, paku paku, dan masih banyak lagi alat alat yang ada di dalam koper tersebut.


Bramanto dan Riski sekarang sangat takut melihat ada alat alat tersebut didepan mereka, secara logika tidak mungkin Gina menggunakan alat alat itu untuk memperbaiki sesuatu, pasti alat alat itu digunakan untuk hal lain.


Lalu Gina menyuruh dua anak buahnya untuk menghidupkan lampu di ruangan tersebut. Setelah lampu menyala dan ruangan lumayan terang, Gina mengambil sebuah pisau yang berukuran besar lalu memainkanya dengan jari jarinya yang mengelus bagian pisau dengan yang terlihat sangat menyeramkan.


"Hmm enaknya masak apa ya hari ini? Hey Lina, daging apa yang paling enak kira kira?" Tanya Gina pada wakilnya yang bernama Lina.


"Da....Daging sapi Queen." Jawab Lina gugup.


"Betul juga, tapi kurasa aku akan memotong beberapa sapi di sini hehehe." Ucap Gina menatap Bramanto dan Riski dengan menampilkan senyum psiko nya.


Kedua bawahan Gina yang sudah tau jika Queen mereka bertanya mengenai daging maka bisa dipastikan akan ada sebuah penyiksaan yang akan terjadi melibatkan daging dan darah.


Gina berjalan menuju kearah Bramanto dengan membawa pisaunya tadi, saat sampai tepat didepan Bramanto yang terlihat sangat ketakutan Gina menaruh pisaunya pada salah satu tangan Bramanto.


"Hey bapak kepala sekolah, aku ingin bertanya padamu, apakah tubuhku seksi? Lebih seksi mana dibandingkan para siswi yang telah kau buat hancur itu?" Gina bertanya dengan nada yang menakutkan membuat Bramanto tidak berani menjawabnya.


Gina yang tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Bramanto menjadi kesal, langsung saja Gina mengarahkan pisaunya pada salah satu jari Bramanto dan langsung mengirisnya perlahan lahan yang membuat Bramanto berteriak kesakitan.


Arggggg.........


"Jawablah pertanyaanku tadi, jika kau tidak menjawab maka aku akan melakukan hal tadi ke seluruh jari mu." Ucap Gina santai.


Bramanto tetap diam tidak mau menjawabnya dengan menahan rasa sakit pada tangan nya. Gina melanjutkan aksinya dengan jari jari lain di tangan Bramanto hingga tidak terasa seluruh jari Bramanto telah hilang jatuh di lantai.


Argh........


Ma.....Manusia......Iblis......


Teriakan Bramanto terdengar seperti nyanyian indah di telinga Gina yang membuat Gina semakin bersemangat terus menyiksa Bramanto dengan elegan nan sadis.


Anak buah Gina yang melihat Queen mereka menyiksa korbanya dengan sangat sadis menjadi takut, walaupun hak biasa bagi kelompok Mafia seperti mereka membunuh atau menyiksa korbanya tapi hal yang dilakukan Gina sungguh diluar nalar, mencerminkan jiwa psikopat dalam dirinya.


Penyiksaan terus berlanjut dengan alat yang lainnya, Gina mengambil sebuah tang lalu menggunakan nya untuk mencabut satu persatu gigi Bramanto hingga habis tidak tersisa, dengan menggunakan alat untuk membuat mulut Bramanto terbuka Gina melakukan aksinya.


"Ka.....Kau berhenti menyiksa ayahku!!" Ucap Riski memberanikan dirinya.


Gina lalu menghentikan aksinya dan menatap Riski yang ada disampingnya lalu berjalan ke arahnya.


Dengan membawa sebuah gergaji ditangan nya Gina berjalan menuju Riski yang sudah sangat ketakutan hingga berteriak teriak.


"Pergi......Pergi.....!!! Pergi jangan dekati aku......Pergi......!!!!" Teriak Riski ketakutan.


Gina sampai didepan Riski dengan gergaji di tangan, lalu mengulangi pertanyaan yang sama yang ia tanyakan pada ayah Riski.


"Apakah aku seksi? Lebih seksi mana aku dibandingkan para gadis yang sudah kau hamili lalu kau tinggal?" Tanya Gina kepada Riski.


"Le...Lebih seksi dirimu." Jawab Riski sangat ketakutan.


"Oh benarkah? Emm aku lupa memberitahukan mu jika kemarin ada seseorang yang bilang aku seksi dan malamnya dia ditemukan dengan tubuh seperti puzzle di sebuah tempat hehehe." Ucap Gina dengan diiringi suara tawa menakutkan.


Riski langsung terdiam tidak bisa berkata kata lagi, lalu seperti yang dikatakan oleh Gina. Memulai aksinya dengan memotong bagian kaki Riski hingga terputus keduanya yang membuat Riski meraung raung kesakitan. Bramanto yang melihat anaknya disiksa tidak bisa berbuat apa apa karena dirinya juga dalam kondisi yang sangat buruk saat ini.


Argh.......


Iblis.........


Kau.....Kau....Iblis.....


Gina membuat berbagai maha karya yang indah pada tubuh Riski, tangan dan kakinya telah terputus lalu wajah Riski telah hancur dihantam palu oleh Gina hingga tak berbentuk.


Lalu aksi gila Gina yang lain adalah menggambar wajah seseorang di punggung Riski yang telah sekarat hampir tewas. Gambar wajah itu adalah wajah milik Firman.


"Aku sebenarnya tidak mau melakukan ini pada kalian, tapi kalian yang memintaku melakukannya karena kalian telah membuat orang yang aku cintai menderita, jadi terimalah akibatnya!" Ucap Gina langsung memotong kepala Riski hingga seketika tewas dengan darah yang mengucur deras di lantai.


Lalu untuk Bramanto masih disiksa oleh Gina dengan menggunakan air keras yang dituangkan ke tubuh Bramanto yang telah terkelupas kulit kulitnya.


Teriakan menderita Bramanto menjadi musik yang indah bagi Gina, hingga Gina merasa bosan lalu langsung membunuh Bramanto dengan cara yang sama dengan Riski.


"Bereskan." Ucap Gina pada bawahan nya.


Gina keluar dari ruangan dengan keadaan yang sangat menyeramkan, darah di tangan dan bajunya yang membuat para bawahan yang kebetulan berpapasan dengan Gina menjadi takut, apalagi ditambah cipratan darah yang ada di wajah Gina membuatnya seperti seorang psikopat yang menakutkan.


Gina kembali keruangan miliknya untuk bersih bersih, sebelum bersih bersih Gina menyepatkan diri menatap foto Firman yang dicetak besar tepat di atas tembok ruangan miliknya dan masih banyak lagi foto foto Firman di sana.


"Sayang ~ dulu aku penasaran pada dirimu, tapi sekarang justru aku jatuh cinta padamu, aku akan mendapatkanmu sayangku ~ " Ucap Gina mencium salah satu foto sambil tersenyum lalu pergi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.


Awalnya hanya penasaran dengan identitas Firman dan sampai akhirnya Gina telah jatuh cinta pada Firman karena rasa penasaran nya membawa dia menjadi lebih ingin dekat dengan Firman.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...