
Chapter 62
Sementara itu di kamar kontrakan Firman saat ini Yudi sedang fokus mengerjakan apa yang disuruh Firman tadi. Yudi dengan teliti membuat beberapa tambahan detail pada game yang dibuat Firman dan juga memasang berbagai animasi untuk membuat Game nya agar lebih bagus.
Karmila sendiri dari tadi berada diluar kamar duduk di depan teras sendirian, ada juga salah seorang tetangga yang menemani Karmila di sana.
"Mbak siapanya Firman ya? Perasaan saya baru pertama kali lihat mbak dibawa Firman ke sini." Tanya gadis yang menemani Karmila berbicara.
"Aku temanya sekolah, iya memang benar ini pertama kalinya juga aku ke sini diajak Firman. Kalo soal siapa aku itu......" Karmila tidak bisa menjawab siapa dirinya bagi Firman.
Perasaan di hatinya selalu terbayang dengan wajah Firman, seseorang yang telah membuat hatinya luluh dan juga memberikan cahaya terang di saat kegelapan menerpa kehidupanya.
Tapi disisi lain juga Karmila merasa tidak pantas bagi Firman, Karmila merasa tubuhnya kotor dan menjijikan hingga ia takut jika harus jauh dengan Firman nantinya.
Perasaan di hati memang tidak bisa dibohongi tapi perasaan malu dan tidak enak juga menyeruak di pikiran Karmila. Mana pantas dirinya yang telah kotor ini bersanding bersama Firman yang seorang laki laki baik yang seharusnya Firman mendapat wanita yang baik sama sepertinya.
Karmila tidak tahu saja jika Firman telah memiliki tiga orang kekasih, bahkan dua diantaranya sudah pernah berhubungan badan dengan Firman. Tapi sebagai seorang wanita yang mencintai laki laki yang lumayan lama membuat Karmila hanya bisa pasrah jika cintanya harus pupus sebelum mengungkapkan pada Firman.
Mana ada laki laki yang mau bersama wanita bekas sepertinya, apalagi bekas pelecehan yang sering kali mendapatkan stigma buruk di masyarakat. Bagi Karmila melihat Firman bahagia itu sudah cukup baginya, ia juga berjanji tidak akan membuka hatinya untuk laki laki lain selama hidupnya, hatinya hanya terkunci untuk Firman meskipun Karmila tidak bisa mendapatkan Firman.
"Itu apa mbak? Mbak pacarnya Firman kah?" Tanya gadis yang menemani Karmila.
"Gak, gak kok aku cuma teman nya aja gak lebih." Jawab Karmila dengan senyum terpaksa nya walaupun di hati sangat sakit sekali saat mengatakan hal itu.
"Oh kirain pacarnya, soalnya yang aku tahu Firman sering bawa cewek ke sini. Kemarin aja dia bawa cewek yang pertama itu muda cantik banget putih, terus yang kedua itu kayak kakak kakak gitu, masih muda sekitar 25 tahunan lah. Kayaknya mereka pacarnya Firman deh, soalnya nginep di sini juga." Ucap gadis itu memberi informasi pada Karmila.
Karmila yang mendengar informasi tersebut seketika menjadi terkejut bahkan tidak menyangka sama sekali hal itu benar benar terjadi pada Firman.
"Masa sih, kamu beneran gak bohong?" Tanya Karmila memastikan.
"Beneran mbak, semua orang yang ada di sini juga udah tau kok, tapi kita gak ada yang mau larang karena itu urusan mereka juga kan." Jawab si gadis.
Karmila kembali memikirkan hal tersebut, saat di sekolah Firman sama sekali tidak dekat dengan siapapun, bahkan terkesan menjauhi pergaulan teman temanya.
'Apa benar ya Firman sudah punya pacar? Dan dia bilang ada dua lagi pacarnya, ahkk......Pusing aku.' Batin Karmila bingung dengan apa yang terjadi.
"Terima kasih infonya." Ucap Karmila.
"Sama sama mbak, oh iya saya pamit dulu mbak, mau cuci baju dulu bye." Jawab si gadis lalu langsung pergi menuju kamar nya.
Tidak mau memikirkan masalah ini lebih dalam lagi, akhirnya Karmila memutuskan lebih baik diam dan nanti bertanya langsung pada Firman tentang hal ini apakah benar atau tidak. Karmila pun melanjutkan santainya dengan duduk di teras kamar kontrakan Firman melihat suasana yang cukup sepi.
.....................
Saat ini sudah sore dan hampir malam. Di kamar ruangan Firman kantor FEMA CORPORATION, Anggita menggeliat badannya hendak bangun dari tidurnya.
Anggita membuka mata nya dan melihat ada seseorang yang baru saja merenggut kesuciannya sedang tidur dengan memeluk tubuhnya. Anggita tersenyum bahagia sambil memandangi wajah tampan Firman.
Tanganya bergerak menyentuh pipi dan bibir Firman yang menggoda ingin di kecup, karena tidak tahan untuk mencium bibir Firman, Akhirnya Anggita mencium bibir Firman namun hanya sebentar saja.
'Uh ternyata sakit juga.' Batin Anggita mencoba duduk di tepi kasur.
Anggita saat ini keadaan nya masih polos tanpa kain penutup sama sekali di tubuhnya, lalu Anggita mengambil sebuah kain untuk menutupi tubuhnya, hanya sebuah kain putih polos yang transparan untuk menutup tubuhnya.
Setelah mencoba berdiri dengan menahan rasa nyeri pada bagian bawahnya Anggita pun bisa berdiri dan mencoba untuk berjalan perlahan lahan agar tidak membuat Firman bangun dan agar tidak terlalu sakit di bagian bawahnya.
Anggita berjalan menuju ruangan sebelah tempat dapur berada. Tapi saat sedang berjalan menuju dapur tepatnya di ruangan tempa meja kerja Firman berada, di sana tampak ada Kalina yang sedang duduk di sofa sembari membuka laptopnya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang ada.
Melihat ada Kalina di sana sontak saja Anggita terkejut dan langsung mencoba menghindari Kalina dengan cara masuk kembali kedalam kamar, namun sayang karena sakit di bagian bawahnya membuat Anggita terjatuh hingga membuat Kalina sadar ada orang lain diruangan ini.
"Kakak." Ucap Kalina memanggil Anggita.
"Hehehe halo Kalina." Jawab Anggita tersenyum simpul sambil melambaikan tangan malu.
Kalina langsung membantu Anggita berdiri dan membawanya menuju sofa tempat duduknya. Kalina sangat kaget saat mengetahui ada kakak nya Anggita disini, apalagi dengan penampilan acak acakan Anggita serta badan yang hanya tertutupi kain tipis membuat Kalina memandang curiga kakak nya tersebut.
"Kakak ngapain di sini? Dan......Kok cuma pake kain tipis doang, kakak habis ngapain?" Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Kalina karena penasaran melihat ada kakak nya di ruangan bos nya.
Anggita bingung harus menjawab bagaimana pada sang adik, jika menjawab ia baru saja bermain panas bersama Firman maka pasti Kalina akan kaget dan bertanya tanya padanya hingga membuat pusing.
"Ee....I....Itu kakak kesini cuma mau....." Sebelum selesai menjawab, ada suara Firman dari dalam kamar memanggil namanya.
"Anggita kamu dimana?" Panggil Firman dari dalam kamar.
Dan saat Anghita ingin menghampiri Firman agar tidak keluar, tapi terlambat karena Firman sudah membuka pintu kamar dan melihat ada Kalina juga di sana.
Terjadilah sebuah adegan dimana ada dua orang wanita yang menatap Firman yang hanya menggunakan celana pendek saja membuat wajah mereka berdua memerah.
Kalina yang melihat tubuh Firman sangat atletis membuat dirinya merasa panas. Sedangkan Anggita langsung melempar bantal yang ada di sofa kearah Kalina hingga membuat wanita itu sadar dari lamunan joroknya.
"Lihat apa kamu hah!! " Ucap Anggita kesal karena Kalina melihat tubuh kekasihnya.
"Kamu cepat masuk dan ganti pakaian yang benar!!" Ucap Anggita kepada Firman.
Firman masuk kembali untuk mengganti pakaian nya. Sedangkan Kalina masih terbayang bayang dengan tubuh Firman yang sangat bagus hingga membuatnya kembali memikirkan hal hal kotor di otaknya.
Bruak.....
Anggita sekali lagi melempar bantal kepada Kalina hingga membuatnya sadar kembali.
"Bayangin apa kamu hah!" Ucap Anggita memandang Kalina tajam.
"G....Gak ada." Jawab Kalina memalingkan wajahnya ke arah lain.
*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.
...Terima Kasih...