
Chapter 154
Menunggu Gina selesai mandi yang lumayan lama, membuat Firman merasa bosan, setelah selesai melihat-lihat fitur baru yang ada pada System, Firman membuka handphone miliknya untuk sekedar membuka sosial media menghilangkan bosan.
Cklek...
Terdengar suara pintu dibuka dari arah kamar mandi, Firman otomatis melihat siapa yang membuka pintu tersebut, betapa terkejutnya Firman saat melihat jika sang kekasih Gina Natasya berdiri di depan pintu kamar mandi dengan pakaian minim sekali, bahkan bisa dikatakan itu bukanlah pakaian.
"Sangat cantik." hanya itu kata yang dapat diucapkan oleh Firman.
Mata Firman terus memandang ke arah sang kekasih yang terlihat sungguh sangat menawan dengan balutan sebuah pakaian sangat-sangat minim yang biasa orang sebut dengan nama lingerie.
Baju sangat minim berwarna merah transparan dengan motif renda yang menambah kesan seksi pada diri Gina saat memakainya, bagian tubuh Gina terekspos dengan sangat jelas dibalik baju minim warna merah tersebut.
Gina tampak menyungingkan senyum manis pada saat melihat tatapan mata sang kekasih tidak mau lepas dari melihat tubuhnya yang indah. Secara perlahan-lahan, Gina berjalan mendekati arah ranjang tempat Firman berada.
Setiap langkah yang dilakukan Gina seakan membuat mabuk Firman yang melihatnya, kaki jenjang dengan pinggul menawan meliuk indah di atas lantai berjalan menuju kearahnya, membuat mata Firman tidak dapat teralihkan dari Gina.
"Sayang ~ maaf aku terlalu lama di kamar mandi tadi," ucap Gina sudah berada tepat di samping ranjang Firman.
"Iya tidak papa," jawab Firman tanpa mengalihkan pandangannya.
Gina naik keatas ranjang lalu duduk di samping Firman, bersandar pada dada bidang sang kekasih yang sedang melihat ke arah tubuhnya, Gina yang memiliki sifat agresif sangat jarang dimiliki wanita.
Kekasih Firman saja mungkin hanya ada Anggita saja yang suka menggoda dan sedikit nakal, tapi tidak senakal Gina.
"Sekarang kita menjadi kekasih kan, lalu apa yang akan dilakukan sepasang kekasih tidur diatas ranjang yang sama di waktu malam hari dengan pakaian yang seperti ini, sayang ~?" perkataan Gina seperti sebuah puisi indah terdengar di telinga Firman.
'Huft ... Selalu saja aku berurusan dengan wanita dimanapun aku berada,' batin Firman.
Chup ...
Tanpa aba-aba, Firman mencium bibir merah muda mulik Gina yang sangat menggoda ingin segera dilahap, persatuan antara dua bibir itu membuat suara-suara kecapan yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan tau apa yang sedang mereka lakukan.
Firman melahap habis bibir Gina, tidak ingin kalah dari sang kekasih, Gina juga ikut bertindak agresif dengan melahap bibir manis milik Firman.
Beberapa menit saling berciuman, mereka melepas ciumannya lalu mengatur nafas yang tersengal-sengal sehabis berciuman. Gina menatap mata Firman dengan perasaan penuh cinta dan kasih sayang.
Gina merasa sangat bahagia saat ini, keinginannya untuk segera bertemu dengan Firman dan juga mengutarakan perasaan yang telah lama ia pendam, akhirnya terwujud.
Lebih senangnya lagi, perasaan yang telah Gina utarakan diterima dengan baik oleh Firman, mungkin kata bahagia saja belum cukup untuk mengekspresikan perasaan yang dirasakan Gina saat ini.
"Aku ragu ini pertama kalinya untukmu?" ujar Firman yang melihat betapa agresifnya Gina dalam melawan semua gerakan sensual yang diberikan olehnya.
"Ini benar-benar yang pertama untukku sayang, aku sering melihat di buku ataupun video cara melakukan hal itu dengan baik agar pasangan merasa senang, makanya aku tahu cara untuk membalas setiap gerakan kamu hehehe... " balas Gina jujur.
Lagipula bagaimana mungkin bagi Gina untuk memberikan tubuhnya pada pria lain, yang ada di hatinya cuma nama Firman tidak ada yang lain, jadi hanya Firman yang bisa melakukan apapun pada dirinya.
Mereka kembali berciuman dengan sangat mesra, tangan Firman juga tidak tinggal diam untuk mencari kenikmatan yang diharapkannya sendiri, dua buah gumpalan besar yang ada dibalik pakaian tipis yang dikenakan oleh Gina.
Dua buah gumpalan besar itu menarik perhatian tangan Firman hingga tidak dapat menahan diri lagi untuk tidak menyentuh dan meremasnya. Lembut, itulah yang dirasakan tangan Firman saat menikmati dua gumpalan besar tersebut.
Gina juga tidak dapat menahan kenikmatan yang diberikan oleh Firman, ia tidak henti-hentinya mengeluarkan suara kenikmatan yang semakin membuat Firman bersemangat untuk menjelajahi setiap sudut bagian tubuh Gina yang sangat menawan.
Tangan Firman yang sangat lihai bermain-main dengan tubuh Gina, sentuhan yang diberikan oleh Firman seperti memberikan obat perangsâng bagi Gina yang mengakibatkan dirinya menjadi semakin liar dan agresif.
Tubuhnya semakin memanas meminta sentuhan kepada Firman, mukanya sudah memerah tidak kuat menahan kenikmatan yang diberi Firman kepadanya, ini kenikmatan paling aku tunggu selama hidupku, pikir Gina yang terus mengeluarkan suara kenikmatan dengan keras.
Firman juga telah membuka seluruh pakaian miliknya beserta milik Gina yang hanya disisakan sedikit saja, mereka berdua sama-sama dalam keadaan polos tanpa pakaian sama sekali.
Namun saat akan menjalankan aksinya, Firman baru teringat tentang obat yang dibeli dari shop System tadi, Firman mengambil obat tersebut lalu menaruhnya di dalam mulut.
Firman mencium Gina dan memberikan obat yang tadi ada di mulutnya kepada Gina, merasakan ada sesuatu yang masuk melalui tenggorokan sampai ke dalam tubuhnya, Gina menjadi seperti ada yang berbeda pada tubuhnya.
"Apa yang kamu berikan kepadaku tadi?" tanya Gina penasaran sambil meletakan tanganya di leher Firman.
"Hanya sedikit vitamin untuk membuat kamu lebih kuat menjalankan pertempuran kali ini," jawab Firman santai.
Gina tersenyum mendengar jawaban dari Firman barusan, ia sendiri tahu apa yang dimaksud oleh Firman, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
Adegan terus berlanjut hingga Firman saat ini berada di atas tubuh Gina yang sudah menerima efek dari obat kuat tadi, tubuhnya menjadi semakin liar menginginkan Firman.
"Pertama kalinya memang sedikit sakit, jadi tahan ok," ucap Firman.
Gina mengangguk lalu Firman memposisikan dirinya dengan benar untuk bersiap menembus pertahanan tetakhir dari Gina sebelum mendapatkan kenikmatan yang diinginkan.
Setelah dirasa sudah pas posisinya, Firman secara perlahan-lahan mulai memasukan barang besar miliknya yang membuat Gina harus menahan rasa sakit di bagian bawah miliknya, Gina membuka matanya menatap mata Firman untuk mengalihkan rasa sakit yang sedang kurasakan.
Ahk ... Jleb ...
Dalam sekali hentakan, Firman berhasil menjebol pertahanan terakhir Gina, tampak noda darah merembes keluar dari sela-sela bagian bawah milik Gina, pertanda sudah resminya Gina menjadi wanita milik Firman seutuhnya.
'Dia benar-benar mencintaiku, bagaimana bisa menjaga mahkota itu, padahal dia ketua mafia besar, harusnya sangat mudah untuknya mendapatkan pasangan yang hebat,' batin Firman merasa bahagia karena dicintai oleh orang seperti Gina yang rela melakukan apa saja demi dirinya.
Setelah berhenti sejenak untuk memberikan Gina nafas supaya menghilangkan rasa sakit pada bagian bawahnya, dirasa sudah lumayan baikan, Gina meminta Firman untuk memulai aksinya.
Mereka berdua pun melewati malam itu dengan pergulatan di atas ranjang dengan diiringi suara kenikmatan yang dikeluarkan oleh Gina, Firman keluar berkali-kali di tubuh Gina baik dalam maupun luar, begitu juga sebaliknya.
Apalagi ditambah efek obat yang dibeli dari System membuat kekuatan Gina menjadi semakin bertambah dalam berhubungan, padahal ini kali pertama dirinya melakukan hubungan seperti ini, sebelumnya tidak pernah melakukan karena memang Gina belum pernah memiliki kekasih selain Firman.
Setelah berjam-jam mereka terus berhubungan badan, akhirnya karena merasa kelelahan mereka berdua memutuskan untuk tidur dengan Gina yang tidur di dekapan Firman, berbantalkan dada bidang Firman membuat tidur Gina terasa sangat nyenyak, ia tertidur dengan bibir yang selalu menyunggingkan senyuman indah.