System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 220 Kotak Misteri Hadiah Misi


Chapter 220


Tidak ada orang yang menyadari aksi yang dilakukan oleh Ferdinand karena mereka sedang fokus masih melihat teman Ferdinand yang berbadan besar tadi masih terdiam tidak bisa bangkit kembali karena terkena pukulan kuat Firman.


Kecuali teman Ferdinand yang satunya dan juga Robert yang ternyata melihat rencana yang akan dilakukan oleh Ferdinand tapi dia membiarkannya saja karena itu memang rencana dirinya untuk menghabisi Firman dengan cara menyuruh teman-temannya.


'Mati kau!' ucap Ferdinand didalam hatinya dengan ekspresi wajah menyeringai seakan merasa dirinya telah menang saat ini.


Saat sudah sangat dekat dengan targetnya, Dengan sangat kuat tangan Ferdinand menekan pisau hendak menusuk bagian punggung belakang Firman namun kejadian berikutnya membuat Ferdinand beserta teman-temannya yang memperhatikan sangat terkejut.


Tusukan yang seharusnya mengenai punggung Firman justru malah berbalik mengenai tangan Ferdinand sendiri hingga membuat tangannya terluka parah sampai mengeluarkan darah yang begitu deras bahkan Ferdinand sampai berteriak histeris saat melihat ada 2 jari tangannya yang terputus karena terkena tebasan pisaunya sendiri.


"Argh ... tanganku sakit sekali ..." teriakan yang berasal dari mulut Ferdinand membuat orang-orang yang sebelumnya masih melihat keadaan orang yang berbadan besar tadi sekarang beralih melihat keadaan Ferdinand yang sudah terlihat berguling di lantai karena sangking sakitnya menahan tangan yang sudah terluka sangat parah.


Firman sebenarnya sedari tadi sudah menyadari pergerakan yang dilakukan oleh Ferdinand yang ingin menyerangnya, akan tetapi ia berpura-pura tidak tahu saja supaya Ferdinand berpikir jika Firman sedang dalam keadaan lengah dan mudah untuk diserang.


Namun siapa sangka apa yang telah direncanakan oleh Ferdinand itu semua hancur seketika dan harapannya tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan sebelumnya, Firman menangkis menggunakan tangannya tepat mengenai pergelangan tangan Ferdinand hingga membuat pisau yang awalnya menghadap kedepan berbalik arah menghadap kebelakang.


Dikarenakan pisau yang menghadap kebelakang membuat arah tusukan yang awalnya akan menargetkan Firman berbalik arah menusuk Ferdinand itu sendiri hingga membuat tangannya terluka parah.


Untungnya masih mengenai tangan karena sebelum tusukan yang berbalik itu akan mengenai perutnya, Ferdinand dengan reflek menggerakan tangannya sedikit hingga membuat tangannya lah yang menjadi korban tusukannya.


Gerakan menangkis yang dilakukan Firman secara tidak langsung juga bertindak sebagai gerakan menyerang karena saat menangkis pergelangan tangan Ferdinand itu membuat pisau berbalik dan membuat Ferdinand terluka karena senjatanya sendiri.


Kejadian yang tidak ada orang melihat itu pastinya membuat banyak orang yang melihat keadaan Ferdinand saat ini bertanya-tanya bagaimana caranya Firman melakukan hal seperti itu dengan sangat cepat sekali bahkan tidak ada orang yang menyadarinya sama sekali.


Meskipun ada Robert dan satu temanya yang masih tersisa melihat saat Ferdinand berniat akan menusuk Firman tadi, akan tetapi mereka berdua tidak melihat saat bagaimana Firman menangkis tusukan pisau yang akan dilakukan oleh Ferdinand.


Mereka berdua juga sama terkejutnya seperti orang-orang yang melihat, mereka sama bingungnya dan bertanya-tanya bagaimana caranya Firman melakukan hal secepat itu tanpa ketahuan orang sama sekali.


"K ... kau bagaimana caranya melakukan hal itu?! Sejak kapan dia membalik keadaan seperti ini?! Akhh ..." Robert berteriak pasrah tidak tahu harus melawan Firman bagaimana lagi karena sudah dua orang temannya tumbang dengan satu serangan saja yang dilancarkan oleh Firman.


Firman melihat kearah Robert kemudian berkata dengan nada datar tanpa ada ekspresi sama sekali yang membuat banyak orang merinding saat mendengarnya, "Aku hanya bertindak saat diserang saja, jadi jangan coba-coba menyerangku jika tidak ingin nasibmu sama seperti kedua temanmu itu!"


Perkataan Firman yang penuh penekanan membuat Robert dan satu temannya ketakutan bahkan teman Robert yang tersisa itu sampai basah celananya karena sangat ketakutan saat melihat Firman.


"K ... kau jangan senang dulu! Ayahku adalah ketua dewan di negara ini, jangan sampai kau berbuat macam-macam kepadaku jika tidak ingin mendapatkan masalah besar karena telah menyinggung ku!" ujar Robert yang mengeluarkan jurus andalannya yaitu menggunakan nama keluarga untuk menekan orang lain.


Firman tidak takut sama sekali mendengar ancaman yang dikatakan Robert, justru Firman malah tertawa sembari menatap tajam kearah Robert. "Tadi kau bilang ayahmu adalah seorang pejabat di kota ini, sekarang kau bilang ayahmu merupakan ketua dewan di negara ini, lalu mana yang benar? Atau ayahmu itu ada 2?"


Sindiran keras dilontarkan oleh Firman hingga membuat Robert terdiam tidak bisa mengucapkan satu patah kata pun, hanya diam membisu karena merasa sudah sangat dipermalukan oleh Firman saat ini.


Banyak orang yang menyaksikan keributan ini dan mereka juga mendengar apa saja yang dikatakan oleh Robert ataupun Firman. Mereka awalnya ingin pergi karena takut menyinggung Robert yang terkenal sebagai tuan muda keluarga kaya, tapi karena sangat jarang bisa melihat kejadian seperti ini alhasil mereka semua lebih memilih melihat saja daripada pergi.


"Jangan mengganggu orang yang tidak bisa kau ganggu!" bisik Firman kepada Robert dengan nada penuh intimidasi.


[Ding … Host Telah Menyelesaikan Misi Tersembunyi ...


Hadiah Misi : Sebuah Kotak Misteri


Apakah Host Ingin Membuka Kotak Misteri Sekarang?]


Tiba-tiba Firman mendapatkan notifikasi dari System mengenai misi tersembunyi yang baru saja ia selesaikan. Firman merasa senang karena ternyata ada misi tersembunyi yang lumayan jika mendapatkan hadiah yang bagus nantinya.


'Buka nanti saja System,' ucap Firman di dalam pikirannya, meskipun merasa penasaran apa isi dari kotak misteri tersebut tetapi Firman lebih memilih untuk menunda dulu untuk membukanya.


'Setelah update versi System, banyak fitur baru hingga hadiah baru yang bisa aku dapatkan. Itu bagus juga untuk menambah kekuatan ataupun kekayaanku, aku harus bisa terus berkembang supaya bisa melindungi orang yang baik, aku tidak ingin melihat orang tersayangku sedih lagi,' batin Firman dengan perasaan antara bahagia dan sedih secara bersamaan.


Bahagia karena mendapatkan hadiah baru dari System lalu sedih karena jika kembali mengingat masa lalunya membuat Firman selalu merasa bersalah kepada sang ibu yang telah berjuang menghidupi seorang anak sendirian tanpa kehadiran sosok suami, tapi Firman kecil yang agak nakal membuat ibunya kadang harus ekstra sabar untuk menghadapinya.


Kembali lagi pada keributan antara Firman dengan Robert banyak krang yang melihat mereka, Firman tidak menghiraukan tatapan banyak orang yang kagum pada keberaniannya, lalu setelah itu Firman langsung keluar sambil menarik tangan Kalina pergi menuju mobil yang berada di parkiran depan restoran, mobil tua tersebut terlihat masih berada disana dengan keadaan yang masih sama, hanya ada 'sedikit' lecet saja di beberapa bagian karena memang termakan usia.


"Kamu menggunakan mobil ini selama perjalanan yang begitu jauh?" tanya Kalina menatap Firman yang ada disampingnya.


Bagaimana bisa Kalina tahu jika Firman baru saja melakukan perjalanan jauh? Tentu saja ia tahu karena diceritakan oleh Gina yang ikut bersama dengan Firman dalam perjalanan jauh mereka.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya balik Firman.


"Pakai mobilku saja, nih!" jawab Kalina menyodorkan kunci mobil miliknya kepada Firman yang langsung diambil oleh Firman.


Karena Firman belum mengetahui dimana letak mobil milik Kalina terparkir, ia menekan tombol yang ada dikunci mobil tersebut untuk mengetahui posisi mobil ada dimana dengan indikator mobil akan berbunyi untuk menandakan keberadaannya.


Setelah menemukan dimana letak mobil Kalina, Firman lalu berjalan sambil terus menarik tangan Kalina menuju kearah mobil supaya mereka bisa segera pergi dari tempat ini. Firman ingin cepat pergi karena ia merasakan ada sebuah firasat tidak enak pada hatinya, entah apa sebabnya.


Mereka berdua sampai di tempat mobil Kalina berada, ternyata mobil tersebut terparkir di sebuah tempat perbelanjaan yang letaknya ada di samping restoran tempat Firman makan tadi, Kalina memarkirkan mobilnya di sana karena melihat di area parkiran restoran sudah penuh dengan banyak kendaraan para pengunjung restoran.


Mobil yang digunakan Kalina adalah sebuah mobil mewah yang sangat terkenal sekali di dunia sebagai merek mobil paling mahal dan keren, namanya sudah sangat terkenal, yaitu sebuah mobil Lamborghini dengan warna biru gelap hampir mendekati ke arah warna hitam namun masih ada gradasi warna birunya yang membuat mobil tersebut terlihat sangat mewah sekali.


Firman membukakan pintu terlebih dahulu untuk Kalina lalu dirinya juga ikut masuk kedalam mobil duduk di tempat kemudi karena Firman yang memang akan mengemudi kali ini.


Namun seperti ada sebuah pikiran yang mengganjal di otak Firman, saat mencoba mengingat hal apakah itu, ternyata Firman baru ingat jika dirinya lupa untuk membayar makanannya tadi yang terlihat jelas pada ekspresi wajah Firman yang sedang kebingungan apakah ia harus turun lagi untuk membayarnya?


"Tenang, aku sudah bayar pesanan kamu saat kamu sedang makan tadi," ujar Kalina yang mengerti apa yang Firman pikirkan.


Firman merasa sangat terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Kalina karena dirinya jadi tidak perlu lagi repot-repot kembali kedalam restoran hanya untuk membayar pesanan yang sudah dimakan tadi.


Akhirnya setelah itu mereka berdua pun pergi dari kota ini dengan menggunakan mobil Kalina, sedangkan untuk nasih mobil tua yang Firman bawa sebelumnya ditinggal saja oleh Firman karena dirinya sudah tidak membutuhkanya lagi.


Mobil mewah tersebut melaju diatas jalan aspal yang sudah tertutupi dengan salju yang membuat jalanan menjadi sangat licin, alhasil Firman harus berkendara dengan sangat berhati-hati sekali supaya tidak tergelincir, apalagi mobil yang digunakannya kali ini tidak didesain untuk medan yang ekstrim seperti saat ini.


Sebenarnya ada sebuah fakta menarik dalam perjalanan Firman kali ini sejak dirinya berangkat menuju tempat pelelangan beberapa hari lalu. Faktanya adalah Firman telah mebghabiskan 2 unite mobil hanya untuk sekali jalan saja, mobil pertama adalah milik Gina, yaitu mobil listrik yang ditinggal karena Firman malas untuk mengambilnya, sedangkan untuk yang kedua adalah mobil tua yang ditinggal di parkiran restoran tadi.


Orang yang memiliki banyak uang memang bebas mau melakukan apa saja, tetapi Firman tidak akan melakukan hal yang bisa membuat kerugian bagi orang lain apalagi jika orang lain tersebut baik.